Kamis, 13 Juni 2013

Jualan Roti , Usaha Keliling Yang Masih Menjanjikan


Joko sedang memilah-milah roti
Kudus- Bagi Joko (25) warga desa Pasuruhan Lor kecamatan Kota Kudus usaha jualan Roti keliling menurutnya masih menjanjikan. Dengan bermodalkan sepeda motor ia ia bisa mendapatkan penghasilan Rp 50 ribu – 100 ribu dari jasa menjualkan Roti milik “Bos” nya di desa Pasuruhan Kidul . Setiap hari ia berkeliling dari pasar ke pasar  diseputaran Demak dan Jepara untuk membawa roti-roti pesanan para bakul. Setiap hari ia mengaku bisa menjualkan roti 500 – 1000 biji dengan harga rata-rata Rp 1,000,-. Dengan box kayu sederhana dibelakang sepeda motornya ia membawa berbagai rasa roti yang disenangi pelanggannya.

“ Jika kondisi ramai orang punya gawe , saya paling sedikit bisa menjualkan roti 2.000 – 2.500 biji . Namun jika kondisi biasa ya sekitar 500 – 1000 biji. Alhamdulillah makin lama penjualan naik terus sehingga sehari kadang saya harus balik dua kali “, aku Joko yang ditemui wartawan di Pasar desa Kedungmutih Demak

Joko yang asli Blora mengemukakan, keputusannya melakoni pekerjaan sebagai sales atau tukang jual roti dipicu tiadanya modal untuk membuka sendiri . Dengan bermodalkan sepeda motor dan kepercayaan pemilik usaha roti “Mama Papa/MP” tetangga desanya ia mencoba usaha baru jual roti keliling. Pada awalnya ia merasa kesulitan dalam hal penjualan karena belum berpengalaman, namun berkat keuletannya setiap hari berkeliling dari satu pasar ke pasar lainnya. Akhirnya ia mendapatkan beberapa bakul pasar yang setiap hari mengambil dagangan darinya. Makin lama jumlah bakul langganannya makin banyak , seiring dengan permintaan konsumen akan roti yang dikenal murah dan enak itu.

“ Dulu awal-awal saya merasa pesimis usaha penjualan Roti “MP” ini bisa bersaing dengan roti yang lainnya . Namun berkat ketekunan saya dalam pemasaran diberbagai pasar-pasar seputaran Demak dan Jepara akhirnya berbuah sudah , setiap hari berangkat dengan tujuan dan target yang jelas “, kata Joko sambil memilah-milah roti yang akan disetorkan ke bakul.

Meskipun hanya menjualkan saja , namun hasil dari usaha keliling jualan roti ini cukup menjanjikan baginya . Hitung saja jika setiap hari ia mampu menjualkan 500 biji dengan keuntungan Rp 100 rupiah saja ia bisa mendapatkan hasil Rp 50.000,-. Padahal jika waktu orang punya hajat kebutuhan akan roti sangat meningkat utamanya untuk acara selamatan-selamatan, sehingga setiap harinya ia bisa menjualkan sampai 2.500 biji , jika dihitung hasil yang diperolehnya bisa mencapai Rp 250.000,- setiap harinya . Jika satu bulan full seperti itu banyak juga penghasilan Joko setiap bulannya.

Roti sisir "MP" rasa Mocca
“ Ya kondisi ramai paling beberapa hari saja pak , kalau di rata-rata ya Rp 50.000,- -Rp 100.000,- bisa masuk kantong dengan mudah “, aku Joko.

Joko mengaku usaha yang ditekuninya sudah lebih 8 tahun  berjalan dan lancar-lancar saja , oleh karena itu ia menyumbang saran  bagi yang belum punya pekerjaan tetap bisa melirik usaha penjualan roti ini . Selain tidak membutuhkan modal yang besar juga prospeknya masih menjanjikan, tinggal kepintaran kita mencari daerah pemasaran baru. Modal yang utama adalah kepercayaan dan juga sedikit kepandaian untuk menawarkan.

“ Nah bagi pembaca yang membutuhkan roti untuk keperluan selamatan bisa call saya via HP 082133924099 kita kasih discount khusus “, katanya menutup sua.(Fatkhul Muin)

Fatkhul Muin   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar