Tampilkan postingan dengan label Wirausaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wirausaha. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Juni 2017

Dokar Masuk Desa , Ajak Anak-Anak Ngabuburit Keliling Desa





Demak – Orang mencari rezeki dituntut harus kreatif agar menghasilkan hasil sesuai yang diinginkan . Seperti halnya Sudirman warga desa Sidi Gede kecamatan Welahan ini. Ia adalah kusir penarik dokar yang mangkal di desa. Namun pada bulan puasa ini ia mencari peruntungan dengan berkeliling desa.

Pertama kali desa yang terdekat dengan desanya semakin lama semakin jauh. Yang menjadi sasarannya adalah  anak-anak yang libur sekolah. Dengan menawarkan jasa keliling desa ia mendapatkan bayaran dari anak-anak Rp 3.000 sekali naik. Sehingga ia tidak narik lagi di pangkalan namun keliling desa melayani anak-anak.

“ Berangkat dari rumah ya sekitar jam tujuh  dan pulang nanti sore mau buka puasa , ya kalau Rp 100 ribu ya dapat , kalau ramai ya lebih . Lumayan bisa untuk persiapan lebaran”, kata Sudirman kusir dokar  pada kabaredemak.

Sudirman mengatakan narik dokar keliling desa hasilnya lebih banyak dari pada mangkal di pangkalan atau pasar. Namun demikian membutuhkan waktu yang lama karena harus sabar menanti penumpang.  Iapun selalu berpindah tempat dalam rentang waktu 1-2 hari. Desa yang ia kunjungi lebih dari 5 Desa diantaranya desa di kabupaten Demak dan Jepara . Seperti desa Jungsemi,Jungpasir, Mutih , Kedungmutih dan Kedungmalang. (Muin)

Senin, 15 Mei 2017

Solikhin Difabel Tangguh , Berharap Punya Studio Foto Untuk Hidupi Diri Sendiri



 
Likhin berkatifitas dengan kaki edit foto juga pakai kaki
Demak – Keterbatasan bukanlah halangan untuk tetap menapaki kehidupan ini. Orang hidup harus bekerja meski dalam keterbatasan harus berjuang untuk mencari sesuap nasi. Itulah kini yang dijalani oleh Solikhin warga  Dukuh Cabean Lor Rt 04 Rw 07 Desa Sidorejo  kecamatan Karangawen  kebupaten Demak semenjak kehilangan kedua tangannya 7 tahun yang lalu . Kini ia mengandalkan kaki untuk kegiatan sehari-harinya.

“ Musibah itu terjadi pada bulan September 2010 saya tersengat listrik yang cukup parah . Kedua tangan saya terbakar hingga harus diamputasi. Alhamdulillah jiwa saya masih tertolong”, cerita Solikhin pada kabaredemak.

Setelah kehilangan kedua tangan itulah semua harapan dan cita-cita runtuh . Sehingga ia mengalami down beberapa tahun. Ia hanya termenung saja melihat kondisi tubuh yang tidak sempurna. Mau pergi sendirian tidak bisa ,mau melakukan apa saja ada halangannya . Sehingga ia hidup seperti katak dalam tempurung.

Dalam penungguan itulah ia mulai bangkit dari keterpurukannya ia mulai melatih kakinya untuk kegiatan sehari-hari. Makan , minum ke belakang sampai dengan mengoperasikan alat alat seperti HP ,PS dan computer. Di rumah ia mulai membuka usaha kecil-kecilan rental PS dan juga makanan kecil untuk anak-anak. Usaha itu bisa menghidupi dirinya sendiri meski hidup sederhana.

Dengan merebaknya persewaan PS dan banyaknya HP android yang dilengkapi game. Persewaan PSnya mulai menurun begitu juga jualan makanan kecil .Iapun mulai belajar mencari peluang. Dengan kemampuannya membuka internet iapun mulai belajar fotografi. Ia pelajari teknik edit foto lewat Foto Shop. Foto-foto pribadinya ia edit dengan berbagai pose dan teknik via face book.

Foto diriny yang ia edit menjadi viral di Face book karena hasilnya yang bagus. Contohnya gambar dirinya berjumlah banyak dengan berbagai pose dengen latar belakang Candi membuat decak kagun netizen. Dari itulah ia mulai bersemangat untuk belajar edit foto. Melihat itu order cetak foto mulai berdatangan dari tetangganya.

“ Ya karena HP saya kurang bagus hasilnya maka sebelum foto saya tunjukkan hasilnya dulu jika cocok ya kita cetak . Kalau dia tidak mau ya tidak apa-apa belum rejeki saya “, kata Solikhin.

Namun demikian ia mengaku bersyukur setiap waktu ada saja tetangganya yang membutuhkan jasa fotonya. Misalnya membuat Foto KTA , dan juga foto foto lainnya. Sehingga meski sedikit ia sudah mendapatkan hasil dari kemampuannya mengedit foto. Ia melayani pelanggannya di dalam rumah karena belum ada toko atau studio khusus.

Sebenarnya ia berharap mempunyai toko kecil plus studio mini untuk melayani pelanggannya . Namun karena kemampuan ekonomi orang tua yang hanya buruh tani keinginan itu hanyalah cita-cita saja entah kapan terealisasinya. Sedangkan dalam waktu dekat ini ia punya keingianan untuk memiliki foto digital yang bagus. Sehingga ia tidak mengecewakan pelanggannya.

“ Inginnya sih membuka usaha fotografi professional ada studio mini  ada  kamera yang bagus dan juga computer yang bagus untuk edit foto . Selain itu juga melayani foto untuk ijasah sekolah-sekolah. Semua itu belum kesampaian karena keterbatasan modal saya ”, kata Solikhin ketika ditanya keinginanya ke depan.

Sebelum keinginannya terpenuhi saat ini Solikhin masih menunggui usahanya rental PS dan terima edit foto dengan alat seadanya. Meski hasilnya tidak seberapa ia tetap bersyukur diberikan kesehatan sehingga bisa bekerja meski masih kekurangannya.Selain itu ia juga rajin bersilaturahmi di acara-acara kopdar-kopdar komunitas di dunia maya. Satu lagi kemampuannya yang sering di tampilkan yaitu pintar bernyanyi. (Muin)
 

Minggu, 14 Mei 2017

“Barokah” Collection Kedungmutih, Komplit , Uptodate dan Ekonomis



 
Barokah Colection Kedungmutih
Demak – Desa Kedungmutih saat ini cukup ramai dibandingkan dengan dulu. Setelah jalan beton Wedung – Kedungmutih via Mutih Kulon dan Bungo jadi jalan raya kedungmutih mengalami lonjakan jumlah yang lewat. Saat ini banyak pengendara dari Semarang ke Jepara tidak lagi lewat Welahan atau Pecangaan.

Suasana inilah kemudian menjadikan desa ini mengeliat perekonomiannya. Banyak usaha yang bermunculan di sepanjang jalan raya untuk menangguk rupiah. Salah satunya adalah dibukanya Distro atau pelayanan penjualan pakaian jadi. Namanya “ Barokah Collection” yang terletak di RT 01 RW 02 tidak jauh dari jembatan perbatasan Demak dan Jepara.

Toko ini menjual berbagai macam keperluan pakaian untuk keluarga. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Ada kemeja, celana panjang,celana pendek , kebaya , sandal , sepatu dan juga tas. Barang yang dijual kualitasnya menengah keatas. Dan model-modelnya juga terbaru atau up to date. Namun harganya tidak akan menguras kantong anda.

“ Semua barang disini baru dan kualitas bagus dan bermerk , sehingga tidak berbeda dengan beli di Kudus atau Semarang. Harganya saya jamin lebih murah dengan toko toko lainnya. Kalau tidak percaya bisa belanja di toko saya “, kata Hamzawi Anwar owner “Barokah Collection “ pada kabaredemak.



Hamzawi mengatakan, meski mengeluarkan modal yang besar untuk membuat distro agar menarik namun ia optimis usahanya berkembang di desa Kedungmutih. Desa Kedungmutih adalah desa di pertigaan tiga arah. Dari Utara Kedungmalang Jepara , dari Selatan desa Babalan Demak dan dari Timur dari desa Kedungkarang. Sehingga konsumen bisa datang dari tiga penjuru.

“ Saya lihat di desa desa itu belum ada yang membuka usaha semacam ini. Biasanya mereka belanja pakaian ke pasar Kedungmutih, Jepara danKudus. Kita berharap mereka tidak belanja ke kota yang jauh. Belanja disini selain hemat waktu juga hemat uang “, tambah Hamzawi.

Distro Barokah Collection memang menyediakan kebutuhan pakaian untuk keluarga. Di toko yang cukup mewah jika dilihat ini bertengger berbagai jenis pakain bergaya modern. Mulai Celana jins dan T shirt berbagai pilihan untuk anak muda , juga tersedia berbagai jenis pakaian anak-anak dan dewasa. Pembeli tinggal pilih dan bayar seperti layaknya belanja di supermarket.

“ Kita mencoba pembeli berbelanja di pasar , selain harganya pas juga tidak boleh ngutang atau ngebon. Jika pembeli cocok dengan barang tinggal bayar dan bawa pulang. Oleh karena itu silakan untuk datang lihat-lihat di toko kami. Jika tertarik baru bayar “, kata Hamzawi. (Muin)

Senin, 24 April 2017

Bakso Bang Kasan, Bakso Ndeso Murah Meriah




Demak – Bakso saat ini merupakan kuliner yang banyak penggemarnya . Dari kota sampai desa bertebaran warung yang menjual bakso ini. Masih ada penjual bakso yang berkeliling kampung . Salah satunya adalah bang Kasan warga desa kedungkarang kecamatan Wedung. Bang kasan menjual bakso keliling sejak lulus SMP.

Sampai saat ini jika dihitung sudah ada tujuh tahunan menjajakan Bakso ini. Ia menjajakan bakso yang dibuat ayahnya. Keluarganya memang pengusaha bakso di desa. Mulai dari ayahnya , ibunya dan dia semua ider bakso. Awal yang membuka usaha ayahnya kelilingan dengan sepeda motor. Lalu ibunya buka warung di rumahnya . Sedangkan dia dibuatkan gerobag setelah lulus SMP.
Bang Kasan  mengatakan kualitas bakso yang ia buat untuk konsumsi orang ndeso . Sehingga jika dibandingkan dengan di kota jauh dari segi rasanya. Ini dibuat karena permintaan pelanggan yang menginginkan bakso murah meriah. Satu mangkok untuk ukuran normal paling mahal Rp 5.000  , selain itu ia melayani pembelian di bawah itu. Pembelian mulai Rp 2.000, Rp 3.000 dan seterusnya.

“ Ya kalau harga dipathok Rp 5.000 misalnya  yang beli cuma sedikit. Jadinya ya kita buat semampu yang beli minimal Rp 2.000 kita kasih 2 gelondongan bakso “, kata Kasan pada kabaredemak.com

Kasan mengatakan , ia setiap harinya keliling bakso di desa tetangganya Kedungmutih. Ia keluar dari rumahnya sekitar pukul 2 siang . Ia ider  bakso keluar masuk gang sampai dengan jam sembilan malam. Namun jika ramai jam tujuh malam ia bisa pulang ke rumahnya. Satu hari ider ia bisa mendapatkan keuntungan Rp 50 ribu – Rp 75 ribu.

“ Kalau cuaca hujan tidak begitu deras bakso cukup laris , namun jika hujan deras ya kadang harus nunggu hingga malah hari . yang namanya julan kadang ramai ya kadang sepi Mas “, kata Kasan .(Muin)