Rabu, 19 Juli 2017

DPK APINDO Kab. Demak Gelar Workshop Dan Dan Sosialisasi Perijinan





Demak - Dalam rangka mendukung program pemerintah Kabupaten Demak untuk menjadikan Demak kota wali ramah investasi Apindo tergerak untuk turut berperan aktif dalam mendukung program tersebut. 

Apindo yang dalam misi utamanya yaitu perlindungan (Preventif), pembelaan (Kuratif), pemberdayaan (Empowerment)kepada para anggotanya. dalam pemberdayaan anggota inilah pada Rabu 19 juli 2017 bertempat di gedung Bina Praja, Dewan pengurus kabupaten Apindo kab demak ini menggelar kegiatan workshop dan sosialisasi perijinan.
 
Ketua panitia yang sekaligus koordinator Bidang Perijinan DPK Apindo Demak M.Jamaludin SH,M.Kn menegaskan,  Kegiatan sosialisasi perijinan ini penting kami laksanakan, selain merupakan salah satu program kerja Departemen Perijinan UMKM dan investasi dalam rangka memberikan pemahaman kepada para anggota sekaligus menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya mengurus perijinan.

 Meningkatnya pastisipasi masyarakat dapat berdampak pada perbaikan pendapatan asli daerah (PAD) guna membantu kelancaran pembangunan didemak kota wali ini. Kita juga ingin calon wirausahawan baru dapat membuat usaha tanpa terbentur masalah perijinan didemak. Pemerintah dalam hal juga perlu membuat terobosan terobosan agar perizinan bisa dibuat sesederhana mungkin, imbuhnya. 

Bupati Demak dalam sambutanya melalui staf ahli bidang perekonomian,politik dan hukum Muliani,SH menyatakan bahwa pemerintah kab Demak bertekad menjadikan kawasan yang menarik untuk tujuan investasi, oleh karenanya kemudahan dalam proses perijinan menjadi salah satu strategi yang telah ditetapkan. Pemerintah juga menyediakan berbagai infrastruktur pendukung guna memberikan nilai tambah bagi para investor dalam menanamkan modalnya.

Ketua Apindo Demak MH Ilyas bertekad menjadikan Demak sebagai daerah yang ramah investasi, dengan sumber daya yang dimiliki serta potensi yang sangat besar seperti ketersediaan sumber daya listrik, infra struktur yang sangat memadahi, akses ke air port, pelabuhan , stasiun yang sangat dekat menjadi daya tarik yang tidak dimiliki oleh daerah lain. 

Semua itu juga harus didukung oleh kemudahan akses informasi pelayanan publik, sesuai amanat UU no.25 tahun 2009 ttg pelayanan publik dan lebih lanjut diatur dalam perpres 97 tahun 2014, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar dan untuk pengawasan pelayanan publik ini pihaknya akan menggandeng Ombudsman RI Perwakilan Jawa tengah, sebagai lembaga negara yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik.

Ilyas juga memperjelas, tupoksi asosiasi yang dinahkodainya yang tidak hanya memberi layanan informasi dan konsultasi saja, tetapi mediasi dan advokasi juga.

“Bila ada anggota dan mitra Apindo yang terjerat kasus hukum saat menjalankan usahanya, sepanjang sesuai dengan ketentuan perundangan undangan dan norma yang berlaku, Apindo akan backup penuh,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Advokat Indonesia Kab Demak ini .

Senin, 17 Juli 2017

Garam Langka , Harga Garam Terus Melejit Capai Rp 3.500/Kg





Demak – Bulan Juli biasanya petambak garam sudah panen raya , namun pada tahun ini baru mengawali panen. Akibatnya garam saat ini menjadi barang yang di cari oleh pengepul. Dengan langkanya garam tersebut harga di tingkat petani kini melejit tajam.

Harga garam yang dulu hanya Rp 70 – 100 perkilogram , kini ditingkat petani sudah merangkak hingga Rp 3.500 perkilogram.  Melejitnya harga garam ditingkat petani sebagai akibat habisnya stok garam di gudang petani. Selain itu tahun yang lalu produksi garam menurun drastic karena musim hujan yang berkepanjangan.

Pada musim garam tahun ini juga ditengarai hujan masih menjadi kendala sulitnya petambak membuat garam. Meskipun petambak sudah mempersiapkan lahan lebih 4 bulan , namun kondisi yang masih hujan membuat petambak sulit memanen garamnya. Petambak yang sudah merasakan  memetik hasilnya hanya bebarapa orang dan jumlahnya tidak begitu banyak.

Akibat kurangnya pasokan garam ditingkat petani membuat para pengepul  rela membayar duluan demi mendapatkan garam. Selain itu harga garam tidak stabil dan selalu berubah , melihat kondisi cuaca. Jika cuaca mendung atau turun hujan harga garam dipastikan akan naik.

“ Inilah yang membuat saya sedikit pusing , karena harga garam yang selalu naik. Minggu kemarin saya sudah deal dengan pembeli dengan  harga ditingkat petani. Namun ketika mau kirim harga ditingkat petambak naik jadi sayapun tetap membeli harga yang diminta petambak agar mendapatkan garam “, papar Hamzawi Anwar pengepul Garam dari desa Kedungmutih pada kabarseputarmuria.

Melejitnya harga garam selain  pasokan yang habis juga diakibatkan cuaca yang tidak bersahabat. Sehingga saat ini petambak yang bisa memanen garam adalah petambak yang menggunakan geo isolator. Sedangkan yang masih mengandalkan meja Kristal dari tanah panen nya butuh waktu lebih lama. (Muin)

Rabu, 12 Juli 2017

Puluhan Buruh PT. MAPAN WIJAYA , Datangi LBH Demak Raya Minta Perlindungan Dan Pendampingan Hukum.



 
Puluhan Buruh di LBH Demak Raya
Demak- 12 Juli 2017, Puluhan pekerja PT. Mapan Wijaya dengan mengendarai sepeda motor akhirnya mendatangi kantor LBH Demak Raya yang bertempat di Bogorame untuk minta perlindungan dan pendampingan hukum terkait dengan nasib yang sedang dialaminya.

 Murni salah satu pekerja menyampaikan harapan kami mengadu ke kantor LBH Demak Raya ini LBH mau mendampingi dan memperjuangkan hak hak Normatif kami yang banyak dilanggar oleh perusahaan, karena selama perusahaan seenaknya sendiri memperlakukan kami. 

Haryanto Advokat Publik LBH Demak Raya yang menerima pengaduan puluhan pekerja ini menyampaikan, sebagaimana mana aduan teman teman pekerja mereka sudah bekerja lama di perusahaan ini rata rata sekitar 4 tahunan, tapi statusnya juga tidak jelas, bahkan informasi dari teman teman yang kesini mereka dari hari senin juga secara spontanitas mogok kerja dan hari selasa kemarin mereka juga sudah mengadukan ke Dinas Tenaga Kerja Kab. Demak.

“ Namun tidak ada perkembangan yang berarti, maka mereka memutuskan ke sini untuk minta pendampingan hukum. selain masalah pembayaran gaji yang sering telat, gaji di bawah UMK Kabupaten Demak, penghitungan upah lembur yang tidak sesuai dengan Undang undang dan ternyata banyak juga karyawan tidak didaftarkan ke BPJS Ketenaga kerjaan dan BPJS Kesehatan padahal didalam UU No 24 tahun 2011 tentang BPJS ketenagakerjaan juga sudah jelas diatur bahwa pekerja memiliki hak dasar atas jaminan sosial dan kesehatan serta keselamatan kerja, dan sifatnya juga wajib, akan tetapi dari perusahaan ini malah tidak mengindahkannya”,  ujar Haryanto. 

Lebih lanjut Kepala Kantor LBH Demak Raya Nanang Nasir berharap dengan tuntutan pekerja ini pihak perusahaan segera memenuhinya sebagaimana aturan perundang undangan yang berlaku, jika nanti perusahaan mengabaikan hal tersebut kami siap mendampingi teman teman pekerja untuk menyelesaikan bila ini sampai di selesaikan di Pidana dengan melaporkan ke Kepolisian atau ke Perdata dengan kita Gugat di Pengadilan Hubungan Industrial.

Jumat, 07 Juli 2017

Unik Demontrasi Sambung Roso di Banyu Meneng Tuntut PemDes Keruk Sungai Atasi Banjir

 
Suasana Demo Damai di Banyumeneng

Demak -   Jum'at 07 Juli 2017 jam 09.15 sekitar 90 - 112 perwakilan warga Desa Banyumeneng Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak mendatangi Kantor Desa guna meminta kejelasan akan tindak lanjut permohonan warga untuk normalisasi sungai. Langkah ini ditempuh karena warga trauma jika musibah banjir yang menimpanya pada ahir tahun 2016 & awal tahun 2017 lalu terulang kembali. Warga yang diwakili oleh Ketua RW 05 Bapak Sholeh, Ketua RW 06 Bapak Romadlif, S.Pd.I, Ketua RW 06 Bapak Hambali, & Wakil Ketua BPD Bapak H Mulyani menuntut agar normalisasi secepatnya dilakukan sebelum bulan oktober 2017.  

Mereka mewakili warganya yang hampir seluruhnya terkena dampak banjir tersebut. Senada dengan tuntutan tersebut, Bapak K Asnawi selaku Tokoh Masyarakat menyampaikan bahwa keluarga beserta santriwan santriwati asuhannya lah yang paling besar traumanya. Karena keberadaan rumah & pesantrennya berbatasan langsung dengan Sungai Bendung Mbarang. 

 Para pendemo tersebut disambut gembira oleh Kepala Desa Banyumeneng Bapak Muntaha. Bapak Muntaha menyampaikan bahwa PR pertama yang dihadapi setelah pelantikannya sebagai Kepala Desa Banyumeneng awal tahun 2017 adalah bencana banjir tesebut. Makanya, beliau tidak tanggung-tanggung ingin segera menyelesaikan masalah ini & tidak ingin masyarakatnya terlarut dalam trauma berkepanjangan.  

Kepala Desa beserta Perangkat sudah berupaya menemui Dinas terkait di Kabupaten Demak & Dinas terkait di Provinsi Jawa Tengah. Namun, usahanya seakan buntu karena hanya memperoleh jawaban dari dinas terkait akan diusahakan normalisasi paling cepat pertengahan tahun 2018. Bapak Muntaha berjanji, akan melakukan pengerukan sungai secara swadaya secepatnya antara 100 - 200 meter untuk sedikit menghilangkan rasa khawatir penduduknya. 
 
Hasil tuntutan warga ini akan dibawa ke Kecamatan Mranggen dan Kabupaten Demak.  Jika dalam waktu 2 bulan tuntutan ini tidak mendapat tanggapan dari dinas terkait, maka Kepala Desa bersama masyarakat akan melakukan audiensi ke Bapak Bupati Demak dan Bapak Gubernur Jawa Tengah karena dinas terkait dianggap tidak memperdulikan tangisan warga.   
 
Dalam Demontrasi Sambung Roso ini dihadiri juga oleh Bapak Nur Rohmat selaku Babinkamtibmas dan Bapak Safi'i selaku Babinsa Desa Banyumeneng. Beliau berdua berpesan, agar masyarakat tidak hanya menuntut saja. Namun, juga ikut peduli terhadap kelancaran aliran sungai dengan upaya tidak membuang sampah disungai, tidak menanam pohon pisang & bambu pada bantaran sungai, serta ikut bergotong royong dalam menjaga kelestarian alam.   
 
Demontrasi ini berjalan hingga jam 10.35 dengan damai tanpa adanya gesekan apapun, bahkan demo ini diakhiri dengan Do'a oleh K Asnawi dan ditutup dengan bersalam salaman memanfaatkan momen bulan syawal. Semoga Desa Banyumeneng tambah lebih baik & mendapat keberkahan dari para pinisepuh.( Kiriman:BUR)

Selasa, 04 Juli 2017

Wakil Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2017






Demak – Wakil Bupati Demak Drs. Joko Sutanto memimpin upacara pembukaan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2017 di Desa Cangkring, Karanganyar, Demak, Selasa (4/7/2017).
Upacara pembukaan TMMD Sengkuyung II Tahap 2017 dimulai sekitar pukul 09.35 WIB.
Upacara dilaksanakan di Lapangan Cangkring, Karanganyar.
Diikuti peserta dari TNI/Polri, Satlinmas dan organisasi kemasyarakat (ormas), tokoh masyarakat, dan perwakilan SKPD di lingkungan Pemda Demak serta Pelajar.
Secara simbolis, pembukaan ditandai dengan penyerahan alat kerja bakti berupa cangkul dan sekop dari anggota TNI dan Linmas.
Wakil Bupati Demak Drs. Joko Sutanto, dalam membacakan amanat Gubernur Jateng mengatakan, TMMD Tahap II Tahun 2017 dimulai 4 Juli 2017 hingga 2 Agustus 2017.
“Maturnuwun dan aspirasi TMMD kembali di gulirkan yang kali ini  waktunya masih di bulan syawal karena itu atas nama pribadi, keluarga dan mewakili pemerintah prof jateng saya mengucapkan selamat merayakan Idul Fitri 1438 H.Mohon maaf Lahir batin,’katanya.
“TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga dan betapa penting dan luar biasa untuk gotong royong membangun bangsa.semua bahu membahu memberikan sumbangan baik pikiran tenaga dan gagasan,”jelasnya
Joko Sutanto menambahkan, upaya upaya mengentaskan  kemiskinan Jawa Tengah  masih tinggi di angka 13,9 %, pada tahun 2016 dan tidak ketingalan upaya upayanya untuk terus mengudikasikan masyarakat tentang nasionalisme tentang ancaman teroris,’tambahnya.
Di saat meninjau lapangan Dandim 0716/Demak Letkol Inf Agung Udayana juga mengatakan, TMMD ini akan membangun jalan betonisasi sepanjang 600 meter dengan lebar 3 meter ketebalan 15 centimeter yang akan dilaksanakan selama 30 hari ke depan," katanya.
TMMD bukan semata membangunkan sarana fisik bagi masyarakat desa.
Tapi, dalam TMMD juga membangunkan semangat dan percaya diri masyarakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki serta kesiapsiagaan menghadapi setiap ancaman dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi.
 
"Kita juga ingin rakyat punya daya tangkal dan daya cegah terhadap berbagai hal yang menjadi ancaman terhadap keutuhan bangsa," jelasnya.
Begitupun kalau rakyat ditanya, tentu mereka juga menginginkan kehidupan yang sejahtera.
"Itulah satu keinginan dan satu tujuan yang harus diintegrasikan dalam satu langkah nyata untuk membangun desa, dan kehidupan rakyatnya yang makin baik, layak, sehat dan sejahtera lahir maupun batin," katanya.(Pendim 0716/Demak)