Minggu, 09 Juni 2013

Pak Sugiran Cinta Profesi , 23 Tahun Sebagai Pembeli Emas Rosok Kaki Lima



Pak Sugiran menunggu penjual emas rosok

Bagi Sugiran bekerja adalah ikhtiar kita untuk mencari rejeki ,oleh karena itu profesi yang telah lebih 23 tahun ia tekuni tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Dengan bekal kotak kaca kecil , alat timbang digital dan batu setiap hari ia mangkal di dekat bunderan Pecangaan untuk membeli Emas Rosok. Emas rosok adalah perhiasan emas yang biasanya sudah rusak atau hilang suratnya ,sehingga jika dijual ditokonya harganya lebih murah.
“ Yang jual emas rosoknya ini biasanya orang-orang dari desa yang karena perhiasan emasnya rusak atau hilang sebagian. Selain itu juga ada yang surat dari tokonya hilang “, aku Pak Sugiran 
Pak Sugiran mengemukakan, usaha jual beli emas rosok ini digelutinya sudah lebih 23 tahun  dan tempat mangkalnya juga tidak berpindah yaitu di dekat pertigaan (bunderan) Pecangaan. Dulu sebelum berusaha jualn beli emas rosok ia pernah sebagai pengrajin atau pembuat perhiasan emas. Namun karena order yang makin lama makin sepi iapun beralih profesi sebagai tukang batu.
“ Kerja sebagai tukang batu rasanya cukup berat oleh karena itu saya mencoba belajar jual beli emas rosok pada tetangga awalnya banyak ruginya , namun setelah lama saya tekuni usaha ini bisa menghidupi keluarga saya meski hidup sederhana sampai sekarang “, aku Pak Sugiran.
Usaha jual beli emas rosok ini pernah jaya ketika , krisis moneter tahun 1997 – 2000, harga emas melambung tinggi sehingga keuntungan membeli emas rosok jadi berlipat.Oleh karena itu berusaha jual beli emas rosok sangat menjanjikan , sehingga orang yang terjun ke usaha ini cukup banyak. Pada waktu pemain baru tumbuh sangat cepat orang yang punya modal sedikit bisa terjun dan memburu emas rosok ke desa-desa.
“ Tetapi usaha jual beli  emas rosok ramainya tidak begitu lama , tahun 2000 mulai turun normal kembali dan cenderung sepi. Seperti hari ini saya belum dapat order sama sekali tetapi karena ini sudah profesi sampai siangpun saya tunggui “ , kata Pak Sugiran.
Pak Sugiran mengaku profesi sebagai pembeli emas rosok kakilima ini akan ia jalani terus sampai dengan kesehatannya udzur. Selama badan masih sehat dan bisa mangkal dipertigaan Pecangaan profesi yang ia tekuni puluhan tahun ini tetapi ia jalani mengisi hari-hari ke depan. Meski hasil yang didapatkan saat ini tidak menentu nanmun karena ia bersyukur maka itu bukan menjadi halangan untuk tetap bekerja.
“ Berapapun penghasilan kita kalau kita syukuri maka itu menjadi rezeki yang barokah untuk keluarga kita . Namun meski besar pendapatan kita dan kita tidak bersyukur maka itu akan selalu kurang terus “, tambahnya.
Meski pak Sugiran mengaku usaha jual beli rosok masih menjanjikan , namun anaknya belum ada satupun yang meneruskan jejaknya. Mereka lebih tertarik usaha lain meskipun begitu ia tidak kecil hati ,karena profesi adalah pilihan hati. Namun dia mengatakan usaha jual beli emas rosok ini bisa dijadikan alternative untuk mencari penghasilan harian.
“ Tetapi pesan saya sebelum terjun ke usaha ini harus belajar dulu mengenai kualitas emas  karena keberhasilan usaha ini terletak pada kepandaian menaksir harga emas “, kata pak Sugiran menutup sua. (Muin) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar