Tampilkan postingan dengan label kudus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kudus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Agustus 2014

Heboh !!!!! Sepasang Jenglot Berhasil Ditangkap Warga Desa Kaliputu


Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNNEWS.COM, KUDUS - Warga Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kudus, dihebohkan penangkapan sepasang jenglot berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, Rabu (27/8/2014). Warga berbondong-bondong ingin menyaksikan pasangan jenglot tersebut.
Penangkapan kedua jenglot berawal dari tertangkapnya satu jenglot berjenis kelamin perempuan, Selasa (26/8/2014) dini hari. Awalnya, seorang warga RT 5 RW 1, Desa Kaliputu, Edi Mulyono melihat benda yang memancarkan bayangan putih dan terbang bolak-balik di depan rumahnya sekitar jam 01.00.
"Edi kemudian penasaran, dan meminta bantuan warga lain untuk menangkap benda itu. Karena bantuan warga, akhirnya berhasil menangkapnya," kata Kepala Desa Kaliputu, Suyadi.
Setelah ditangkap, diketahui bahwa benda tersebut adalah sebuah jenglot. Sebuah sosok kecil dengan besar setelapak tangan dan berkulit hitam. Jenglot berjenis kelamin perempuan itu kemudian diamankan Edi di rumahnya.
"Kemudian pada malam berikutnya yaitu Rabu (27/8/2014) dini hari sekitar jam 01.30, terjadi Kejadian yang sama. Ada penampakan bayangan putih di depan rumah Edi," ujarnya.
Oleh warga, benda berwarna putih itu pun kemudian kembali ditangkap. Warga meyakini bahwa penangkapan jenglot kedua masih ada hubungannya dengan jenglot yang pertama.
"Dan ternyata setelah tertangkap, juga diketahui sama dengan penemuan pertama. Hanya saja, bentuknya lebih besar dan panjang. Diyakini bahwa yang pertama ketangkap itu kan, jenisnya perempuan, sedangkan yang kedua itu adalah laki-laki. Jadi sepasang," terang Suyadi.
Kabar penangkapan kedua jenglot langsung menyebar dari mulut ke mulut. Tak ayal, warga pun penasaran ingin menyaksikan langsung wujud jenglot tersebut hingga membuat rumah rumah Edi menjadi ramai dengan warga yang penasaran akan bagaimana bentuk jenglot.
Agar tidak terlepas, kedua jenglot tersebut kemudian dimasukan dalam sebuah toples plastik. Sehingga, warga dengan leluasa menyaksikannya dan tidka perlu khawatir.
"Untuk sementara biar di rumah Edi dulu, Nantinya, kalau memang sudah waktunya, jenglot itu akan kita larung saja," pungkasnya. (*)



Minggu, 20 April 2014

Amaliyah KH Ahmad Dahlan Tidak Berbeda dengan NU




Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi menuturkan amalan ibadah Muhammadiyah yang diterangkan dalam kitab fiqh berbahasa Jawa karya KH Ahmad Dahlan sebetulnya sama dengan Nahdlatul Ulama. Namun, ajaran tersebut dirubah oleh pengurus Muhammadiyah periode berikutnya. 
“Saya punya kitab jilid 3 karya Mbah Dahlan itu yang menerangkan dengan jelas bahwa sholat tarawih dilaksanakan 20 rakaat dan setiap 2 rakaat harus salam,” terangnya mengutip kitab fiqhnya KH Ahmad Dahlan pengajian rutin Tafsir Al Qur’an di Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Jum’at pagi (18/4)

Mbah Sya’roni mengatakan KH Ahmad Dahlan adalah teman belajar pendiri NU KH Hasyim Asy’ari di berbagai pesantren di Indonesia. Saat mbah Sholeh Darat Semarang, keduanya selalu bersama-sama.

“Begitu pula saat di Makkah, mereka selalu nyantri bersama KH Khotib Minangkabau dan KH Nawawi Al Bantani. Kiai Dahlan dan Kiai Hasyim ini sama alimnya dan sama ibadahnya,”jelas Mbah Sya’roni di depan ribuan jamaah.
Kedua tokoh pendiri ormas keagamaan terbesar di Indonesia ini, tutur KH Sya’roni, perbedaanya hanya pada waktu mengajar di pesantren masing-masing. Bila KH Hasyim mengajar santrinya selalu diselingi terbangan, sementara KH Ahmad Dahlan diselingi dengan biola.

“Soal amalan ibadahnya sama, Mbah Dahlan sholat shubuhnya juga ada do’a qunutnya. Tetapi ajaran itu sekarang dirubah orang dari fiqh aslinya,” tegasnya lagi.

Pengajian rutin Jum’at pagi (18/4), masih melanjutkan Surat At-Thalaq ayat 6-10 yang masih menerangkan tentang tata cara menceraikan istri dalam sebuah keluarga. (Qomarul Adib)

Sumber : NUONLINE




Rabu, 19 Maret 2014

Pak Djasri Maut Selalu Mengintai Di Ketinggian




Pak Djasri Dkk pasang plafond kubah


Kudus – Bagi sebagian orang bekerja di ketinggian merupakan hal yang menakutkan , namun bagi Djasri (54) warga desa Ngrunting kabupaten Pati itu merupakan hal yang biasa. Bahkan dari bekerja di ketinggian inilah dia bisa menghidupi anak istrinya puluhan tahun dan juga bisa kemana-mana dari keahliannya ini. 

Ya memasang kubah masjid atau musholla inilah ia dapat mengelilingi hampir seluruh wilayah Indonesia , Sematera , Jawa , Kalimantan sampai dengan Ternate pernah ia sambangi. Keahliannya bekerja di ketinggian ini tidak bisa dilakukan sembarang orang , karena selain mempunyai keberanian juga harus mempunyai tekhnik kerja yang baik. Oleh karena itu meski harus menantang bahaya setiap hari , namun karena sudah ahli kemanapun ia siap dipekerjakan.

” Ya karena memang ini keahlian saya kemanapun bos saya mengajak bekerja yang manut saja sama bos. Kalau namanya bekerja saya sudah kerja pasang kubah masjid dan musholla di mana-mana hampir seluruh Indonesia pernah saya datangi ”, ujar Djasri pekerja Kafa Art Kudus yang bergerak dalam pembuatan kubah ketika ditemui ketika memasang kubah panel masjid ” Baitul Makmur ” desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak.

Pada awalnya Djasri mengaku bekerja memasang kubah diketinggian merupakan pekerjaan yang sangat berat , sehingga ketika awal bekerja badan ini rasa bergetar dan keringat dingin keluar. Namun setelah beberapa hari bekerja getaran di dadanya itu lama kelamaan hilang, apalagi dalam bekerja keamanaan untuk pekerja di perhatikan misalnya memakai tali pengaman yang kuat juga menghilangkan pandangan bawah dengan tutup. 

Sehingga meski bekerja diketinggian ia merasa enjoy dan kuat bertahan lama dan dibawa kemanapun oleh sang bos ia siap menjalankan tugas. Selain memasang besi-besi rangka kubah tugas yang dilakukan adalah memasang plafond kubah dari bahan galfanil dan juga memasang panel kubah dari bermacam-macam bahan.



” Ya yang namanya pekerja kita harus siap di tempatkan dibagian mana saja asal kita mampu, pada tahap awal pekerjaan biasanya memasang rangka dari bawah sampai ke atas , selanjutnya plafon dan terakhir pasang panel . Ya yang namanya bekerja ya berat Mas ”, ujar Djasri lagi.

Djasri mengakui ketrampilannya bekerja di ketinggian ini sudah diajarkan kepada dua anaknya dengan cara mengajaknya membantu bekerja . Kelihatannya mereka berdua tertarik pada pekerjaan yang membutuhkan tantangan dan keberanian ini yang setiap orang belum tentu bisa. Selain itu hasilnya telah membuktikan bahwa bekerja di ketinggian ini hasilnya bisa diandalkan untuk menafkahi keluarga .

 Oleh karena itu daripada sulit-sulit cari pekerjaan baru,bekerja di ketinggian meski banyak resiko asal hati-hati bisa di harapkan untuk menafkahi keluarga yang jika dihitung juga lumayan hasilnya.

Dilihat dari kejauhan

” Ya penghasilannya lumayan bisa untuk membiayai keluarga dan menyekolahkan anak-anak , bahkan dua anak sayapun sudah mempunyai ketrampilan seperti saya meski menantang bahaya namun mereka tidak takut seperti ayahnya ”, ujar Djasri menutup sua.(FM)

Jumat, 07 Maret 2014

Nusron Wahid Datang Lagi !!!! Inilah Profil Caleg dari Kudus



Bersama Gus Yaqut membasiskan PMII di Univesitas Indonesia. Kecapakan gerakan Nusron Wahid terbilang istimewa bagi para sahabatnya di PMII, terutama ketika mampu memenangkan pertarungan bursa Ketua Umum PB PMII. Bagaimana tidak, dalam sejarahnya belum pernah PMII dipimpin oleh wakil Jakarta, biasanya Jawa Timur dan Jogyakarta.

Dari sana Nusron terus berkibar. Personalitas politiknya mampu membuat banyak orang berdecak kagum. Gaya bicaranya ceplas-ceplos tak peduli siapa yang dihapainya, kiyai sepuh sekalipun. Ada yang bilang cara berkomunikasi Nusron itu suul adab, tapi sekaligus di sayang para kiyai. Sosoknya ibarat lagu SLANK; I hate you but I miss you.. 

Tipikal sebagai politisi muda NU kental terasa pada Nusron yang aktif terlibat dalam gerakan pluralism dan anti kekerasan. Dalam banyak kesempatan terutama yang tampak di media televisi, Nusron tampil gigih menentang kekerasan yang dilakukan kelopmpok-kelompok sipil dan serta senantiasa menjaga perdamaian pada hari-hari keagamaan dengan mengerahkan Banser diberbagai penjuru Indonesia. 

Sebagai pemimpin ormas Pemuda, Nusron kreatif dan peka melihat kebutuhan masyarakat dalam akses pada finansial. Sebagaimana kita ketahui bahwa akses pada keuangan perbankan hanya bisa dinikmati oleh kaum kelas menengah ke atas.
Tahun lalu GP Ansor menggelar even nasional di Solo bertajuk “The 1st International Islamic Financial Inclusion Summit (IIFIS) di Solo, menghadirkan penentu kebijakan nasional, pelaku bisnis dan semua kalangan yang konsen dengan gerakan keuangan mikro.. GP Ansor dibawah NUsron sedang menebar 1300 BMT dipelbagai tempat di Indonesia. Sebuah ambisi yang maslahah

Dalam hal energy dan lingkungan hidup, beberapa bulan lalu Nusron bersama GP Ansor se Jawa menggelar Istigosah Qubro menentang berdirinya PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) di Keling Jepara. Gerakan ini menandai lemahnya ambisi mafsadah yang dirancang Badan Tenaga Antom Nasional (BATAN).

Menjelang Pileg, tak da Gambarnya di jalanan, seperti tak pernah mau nongol ke public, kalaupun ada hanya stiker menyebar. Mungkin Nusron percaya, blusukannya ke desa-desa selama menjadi Anggota DPR-RI, perjumpaanya dengan banyak tokoh local di dapil Jepara Kudus Demak, dipandang sudah cukup baginya untuk kembali melaju di kancah politik nasional. 
Bravo politisi muda NU!
Nusron Wahid, S.S. adalah seorang politikus kelahiran Kota Kudus pada 12 Oktober 1971. Ia merupakan anggota Partai Golkar yang juga memenangkan pemilu legislatif dari partai berlambang pohon beringin tersebut.
Bermodalkan dukungan dari 13.157 suara rakyat Kudus, ia berangkat ke Senayan sebagai anggota komisi VI di DPR RI. Di komisi ini ia bertugas sebagai pengawas kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM dan BUMN, dan Standardisasi Nasional.

Pada Bulan Januari 2011 namanya dikenal karena terpilihnya ia sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang berafiliasi dengan organisasi agama terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama.

Pemilihan ketua organisasi pemuda NU tersebut dilangsungkan sebanyak dua putaran. Putaran pertama terdapat sepuluh kandidat yang maju. Hasilnya, Nusron memperoleh 257 suara, Marwan Ja’far 183 suara, Khatibul Umam Wiranu 40 suara, Syaifullah Tamliha 24 suara, Anwar 1 suara,

Choirul Sholeh 1 suara, Malik Haroemen 1 suara, Munawar Fuad 3 suara, dan Yoyo Arifianto 1 suara. Dari hasil itu hanya Nusron dan Marwan yang layak lolos melanjutkan putaran kedua.

Di putaran selanjutnya, Nusron Wahid akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum PP GP Ansor setelah mengalahkan Marwan Jakfar yang juga merupakan seorang politisi dari PKB. Nusron Wahid mengungguli Marwan Jafar dengan 345 dari jumlah total suara 506 suara.

Setelah resmi terpilih, ia mencoba untuk mengembangkan unit usaha sebagai pondasi ekonomi dalam menjalankan organisasi. Oleh karena itu, semua unit usaha yang dilakukan oleh kader Ansor digalakkan untuk membangun organisasi yang maksimal.

Selain ranah ekonomi, Nusron juga memperkuat kaderisasi anggotanya untuk mempersiapkan kader-kader penerus di organisasinya tersebut. Selain itu, Majelis Dzikir juga ditingkatkan keberadaannya oleh politisi muda dari partai Golkar ini.

PENDIDIKAN

Sarjana Sastra di Universitas Indonesia
SMA Islam Al Ma'ruf Kudus
MTS Qutsiyyah Kauman Menara Kudus
MI Miftahutthalibin Mejobo Kudus

KARIR

Anggota Komisi VI DPR RI (2009 - 2014)
Komisaris PT CBN
Komisaris PT Palima Timada

Sumber : NGOMPOL JEPARA



Selasa, 25 Februari 2014

“Andika Glass” Kudus Sediakan Assesories Kaca Patri Pintu dan Jendela



Kudus – Saat ini kaca merupakan salah satu asesories pemanis rumah dan bangunan lainnya. Dulu jendela dan pintu kebanyakan hanya berbentuk kaca polos tanpa ada unsur seni dan estetika.

Namun saat ini kaca merupakan salah satu asesories yang tidak hanya sebagai penyedia cahaya untuk rumah.Tetapi jendela dan pintu kini menjadi salah satu daya tarik rumah karena unsure seni dan estetika pemiliknya.

“ Jaman dulu jendela dan pintu hanya kaca polosan saja. Fungsinya hanya untuk penyedia cahaya . Tetapi dengan kemajuan jaman kini pintu atau jendela  kaca bisa menunjukkan kemewahan dan juga gengsi pemilik rumah “, ujar Jamian (30) pemilik usaha “ Andika Glass” padaFORMASS, Rabu (26/2),

Jamian mengatakan , usaha yang dibangunnya  10 tahun yang lalu kini mulai berkembang maju dengan permintaan yang terus dari para konsumen. Dia menyediakan berbagai jenis pilihan kaca untuk pintu dan jendela. Ada kaca grafir dan juga kaca patri dengan berbagai pilihan gaya.

Jika ingin yang ekonomis biasanya konsumen memilih kaca grafir untuk pintu dan jendela. Adapun ketebalan kaca tergantung dari dana yang ada. Untuk ukuran besar biasanya kaca minimal 8 mm biasanya digunakan untuk pintu bangunan besar misalnya masjid dan juga gedung atau rumah sakit.

Pilihan kedua adalah kaca patri dengan berbagai macam gambar dan model. Kaca patri ini harganya memang mahal karena kacanya susun tiga, Dua kaca luar sedangkan satu kaca di tengah yang merupakan pola gambarnya. Gambar bisa disesuaikan dengan keinginan bisa berwujud gambar atau tulisan atau kalagrafi.

“ Seperti jendela dan pintu masjid Jami’ “ Baitul Makmur” ini tiga kaca patri dan pintu kaca grafir dananya sekitar 12 jutaan. Semakin besar jendela dan juga semakin rumit disain harga semakin tinggi “, papar Jamian yang membuka usaha di desa Jepang kecamatan Mejobo kabupaten Kudus.



Untuk daerah Jepara, Kudus dan juga Demak merupakan daerah pemasaran potensial usahanya. Di Demak misalnya hampir semua masjid yang berkaca patri merupakan hasil karyanya. Selain itu rumah-rumah berukuran besar yang dimiliki orang kaya kini sudah beralih ke kaca biasa ke kaca patri.

Menurutnya selain ada unsure keindahan dan juga kemewahan. Disain kaca patri ini tidak akan ketinggalan jaman . Keawetan kaca patri ini juga dijamin karena selain tebal juga gambar atau pola terbuat dari kaca. Sebelum era kaca patri memang ada kaca gambar ,namun gambar polanya akan hilang seiring dengan lamanya waktu.

“ Kalau kaca patri ini ditanggung awet karena gambarnya terbuat dari kaca. Selain itu juga dipatri sehingga merekat kuat. Jadi sampai puluhan tahun kaca ini tetap bertahan bagus “, tambahnya.

Jika anda kebetulan tinggal di daerah Kudus dan sekitarnya anda bisa pesan dan mengordekan kebutuhan asesories rumah atau bangunan anda. Harganya yang ditawarkan cukup ekonomis dibandingkan usaha di tempat lain.  Adapun bengkel ataupun rumahnya di desa Jepang kecamatan Mejobo kabupaten Kudus . Adapun nomor bang jamian adalah 081 326 083 402(Muin)

Minggu, 05 Januari 2014

Inilah Calon DPR Pusat Dapil II Jepara , Kudus, Demak


Jakarta, Antara Jateng - Berikut daftar calon tetap (DCT) anggota DPR RI Pemilu 2014 dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah II (Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Demak) yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum di Jakarta, Kamis (22/8) malam.

1 Partai NasDem
1 H.M. Prasetyo, S.H.
2 Ali Mahir
3 Siti Umaiyati, S.H., M.H.
4 Sukahar
5 Ria Rukiah
6 Wening Nurati, S.Pd.
7 Luqman Hakim, M.H.

2 Partai Kebangkitan Bangsa
1 Drs. Fathan
2 Drs. Mufid A. Busyairi, M.Pd.
3 Dra. Hj. Dewi Ani Endriyanti
4 Mandala Abadi
5 Moch. Basuni, S.E., S.T.
6 Dra. Hj. Noor Aini
7 Siti Khotimah

3 Partai Keadilan Sejahtera
1 Kamal Fauzi
2 Imam Nur Azis
3 Elich Kusumawati
4 Dr. H. Sugeng Raharjo
5 Edi Sayudi
6 Purdayanti, S.Pt.
7 Novita Fardiyah

4 Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan
1 Ir. H. Daryatmo Mardiyanto
2 H.M. Masluri, S.H., M.H.
3 Dina Ardiyanti, S.H.
4 Erry Syahrian
5 Dr. Drs. R. Permadi Mulajaya., M.Si.
6 Intias Maresta Buditami, S.I.A.
7 Ir. Heru Mulyati

5 Partai Golongan Karya
1 Dr. H. Noor Achmad, M.A.
2 Nusron Wahid
3 Dany Soedarsono
4 Riyono Asnan,S.E., M.Si.
5 Bowo Sidik Pangarso
6 Dra. Dewi Utari, M.M.
7 Sintadewi Nastiti, S.H.

6 Partai Gerakan Indonesia Raya
1 Abdul Wahid
2 M. Thosin Faisal
3 Hj.Ainun Naim
4 Rajimah, S.Pd.I.
5 Hario Sudiro, S.H.
6 Ulul Aufa
7 Dwi Andriyani, S.Kom.

7 Partai Demokrat
1 Dr. H. Subyakto, S.H., M.H., M.M.
2 Muhammad Rahadian Syarief
3 Dra. Suly Budhi Aminingsih
4 Ir. H. Iryanto Muchyi
5 Afroni Imawan
6 Hj. Ratih Widyawati, S.E.
7 Nina Maryati

8 Partai Amanat Nasional
1 Nasrullah, M.Si.
2 Nurul Fatah, S.H., M.H.
3 Ir. Diah Wardhani
4 Dr. Moh. Gempar Soekarnoputra, S.H.
5 Riayati
6 Mastar
7 Maya Ermawati, S.P.

9 Partai Persatuan Pembangunan
1 Dr. H. Arif Mudatsir Mandan, M.Si.
2 Inna Hadianala, S.E.
3 Dr. Fachrudin Salim, S.E., M.M.
4 M. Mukhlisin
5 Hj. Nur Rif'ah Patich
6 H. Mohammad Farid Aljawi, S.E.
7 Atika Sorayya

10 Partai Hati Nurani Rakyat
1 Prof.Dr.Muhtosim Arief, S.E.,M.M., C.P.M.
2 Muhammad Izzul Muslimin, S.I.P.
3 Sukma Wardani, S.H.
4 H. Solikhin, S.T., M.T.
5 Mustaqim
6 Tri Ruswati, S.Pd.
7 Sandra Fertasari Putri

14 Partai Bulan Bintang
1 Dr. H. Muhanto, A.Q., M.M.
2 Muhammad Fuad Hasyim, S.H.I.
3 Akbp (Purn.) Endang Purwaningsih
4 Sa'roni, S.H., M.M.
5 Sufti Husnafiyah
6 Arni Wulansari, B.Sc.
7 Dian Asri Kusumaningrum, S.Psi.

15 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
1 M. Sukron
2 Dr. H. Agung Aryanto, S.Sos., S.H.
3 Dini Handayani
4 Jalintar Simbolon
5 Ahmad Faisal
6 Sendi Tyas Yulianti
7 Selvia Ismy Retno Yuliani

Penetapan DCT Anggota DPR RI Pemilu 2014 ditandatangani oleh Ketua KPU Husni Kamil Manik dan para anggota KPU Arief Budiman, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Hadar Nafis Gumay, Ida Budhiati, Juri Ardiantoro dan Sigit Pamungkas.

Editor : D.Dj. Kliwantoro

Minggu, 27 Oktober 2013

Toko ”Maestro” Pasar Kliwon Kudus , Layani Grosir dan Eceran Untuk Kebutuhan Distro





Warta Demak - Sebenarnya sifat wiraswasta bisa tumbuh dimana-mana dan juga bisa dilakukan oleh siapa saja , sehingga ada yang mengatakan sifat wirawasta adalah warisan dari orang tua itu tidaklah selamanya benar. Seperti halnya Agung Kurniawan (21) warga kelurahan Purwosari Kudus ini , meskipun orang tuanya adalah PNS namun dia mencoba mematahkan anggapan orang dengan membuka usaha Distro yaitu penjualan pakaian jadi yang dikhususkan pada anak-anak abege yang saat ini usaha tersebut sedang ngetrend dimana-mana. Dengan modal pinjaman dari orang tuanya ia membeli satu los di Pasar Kliwon di Lantai 2 Blok 17 – 18  yang merupakan los penjualan pakaian jadi untuk anak-anak muda.

Ada berbagai macam kaos ( T shirt ) dengan berbagai model dan gaya , celana panjang jeans, celana ¾ dan juga jaket berbagai macam jenis . Karena mengkhususkan diri menyediakan pakaian untuk kawula muda utamanya cowok maka di losnya yang berukuran 2,5  X  3 meter ini cukup ramai dengan pengunjung yang membeli berbagai macam jenis pakaian untuk di pakai sendiri atau dijual lagi ketemat lain.



” Kebanyakan yang membeli di tempat saya ini adalah para bakul yang mempunyai counter atau kios ditempat lain sehingga satu kali belanja rata-rata minimal 1 juta rupiah , oleh karena itu sayapun ambil keuntungannya relatif kecil karena mereka membeli lebih banyak. Namun demikian saya tidak menolak jika ada yang membeli eceran namun untuk harganya lebih mahal sedikit , meskipun begitu harga yang saya tawarkan masih jauh dibawah harga umumnya ”, ujar Agung yang mempunyai nama Distro ” Maestro ” yang dibuka baru beberapa bulan yang lalu.

Menurut Agung , dagangannya yang mendominasi adalah kaos ( T shirt ) dengan berbagai model dan corak gambar yang kebanyakan terbaru dari segi gambar atau warnanya , sehingga jika melihat barang ini anak muda pasti tertarik. Oleh karena itu dalam membeli barang tersebut fihaknya selalu selektif dalam segi jumlah dan model, sehingga dia cenderung membeli banyak dari segi model bukan dari segi jumlahnya. Mengingat anak-anak muda tertarik hal- hal yang baru , dan setiap waktu model itu terus berganti tergantung selera.

Dari segi harga dia menjual barang paling murah Rp 12.500,- setiap potongnya, selain itu masih ada yang 15.000,- , 20.000,- sampai yang paling mahal Rp 40.000,- setiap satu lembarnya. Untuk celana jeans dan juga ¾ barangnya juga komplit dengan pilihan harga dan juga ukuran yang cocok untuk anak muda , untuk harganyapun bervariasi tergantung model dan ukuran. Dia menjamin barang-barang yang dijualnya ditanggung model terbaru , karena setiap ada barang baru pasti dia mengambil lebih dulu.

” Saya maksimal dua minggu sekali ambil barang di Jakarta Om  bahkan jika sedang ramai bisa sekali seminggunya dan yang berangkat saya sendiri karena saya bisa langsung memilih barang yang bagus dan terbaru , karena jika mengandalkan sales disini saja barang-barang  kita jarang lakunya karena ketinggalan model. Seminggu saja model baru yang keluar udah puluhan dan inilah yang menjadi incaran anak-anak muda biar harga sedikit  lebih mahal namun mereka tetap mau mebelinya”, ujar Agung lagi sambil melayani pelanggannya.



Oleh karena itu siapapun yang  mempunyai usaha Distro atau ingin membuka usaha yang sama dimanapun berada  dia sanggup bekerja sama dengan menyediakan berbagai macam barang dengan harga yang bersaing dan juga model-model yang baru. Untuk yang berada di seputaran Kudus dan sekitarnya bisa langsung datang ke counternya ” Maestro ” di Halaman Barat Pasar Kliwon   Barat . Untuk yang diluar kota Kudus fihaknya menyediakan barang dengan cara memesan barang terlebih dahulu , kemudian barang dikirim dan pembayarannya bisa lewat transfer Bank seperti yang banyak dilakukannya untuk menyuplai barang ke luar Jawa. 

Menurutnya usaha Distro ini cukup prospektif utamanya untuk anak muda seperti dirinya dan juga teman-temanya yang lain , oleh karena itu bagi anak muda ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan jika tidak usaha peluang ini akan dimanfaatkan orang lain

” Ya siapapun yang ingin membuka usaha distro atau telah mempunyai ingin barang bagus bisa kontak dengan saya , siapa tahu dengan kerjasama dengan saya usaha distronya lebih maju , karena barang-barang kami termasuk terbaru dan juga komplit jenisnya ” tambah Agung lagi sambil memberikan nomor HP yang bisa dihubungi untuk kerja sama Distro ini yaitu 085641332448. (Fatkhul Muin)

Jika anda mempunyai usaha distro bisa kerjasama dengan :
Toko ”Maestro: ”
Kios Pasar Kliwon Kudus
Alamat Rumah : Purwosari Wijilan No: 363
                              RT: 01 RW: 04
                              Kudus 
                              HP :  085641332448