Kamis, 18 September 2014

Mbak Ika Kedungmalang Buka Usaha Londry Rumahan


Rumah mbak Ika

Jepara – Saat ini usaha londry (cuci pakaian) merupakan usaha yang cukup prospektif untuk dikembangkan. Dengan mobilitas suami istri yang cukup tinggi dalam memenuhi kebutuhan hidup tidak ada waktu lagi untuk kegiatan cuci pakain. Pakain kotor menumpuk sehingga menjadi permasalahan tersendiri bagi keluarga.

Nah  peluang bagi usaha pencucian pakaian inilah yang  kemudian dilirik oleh Mbak Ika . Meski tinggal di desa pesisir Kedungmalang kecamatan Kedung kabupaten Jepara ,namun ia optimis jika usaha londrynya ini terus berkembang. Meski baru dari mulut ke mulut namun setiap waktu order selalu naik.

“ Alhamdulillah usaha londry ini kami buka setahun yang lalu . Makin lama order makin banyak karena baru tahap perkenalan pada pelanggan. Mudah-mudahan ke depan usaha ini terus berkembang dalam melayani pelanggan “, tutur mbak Ika pada FORMASS, yang menemui di rumahnya .

Mbak Ika mengemukakan, usaha londry ini diawali dengan ada permintaan saudaranya yang sibuk karena berjualan ikan . Pakaian –pakaian kotor sering dititipkan untuk di cuci di rumahnya jika sudah bersih diambil dan diberikan sekedar uang jajan. Melihat itulah kemudian timbul idenya untuk membuka usaha pencucia pakaian ini.

“ Air bersih di rumah saya cukup banyak selain itu kami juga punya ijin penjualan air bersih pada warga. Nah dengan modal air bersih itu ditambah dengan mesin cuci kami mencoba menawarkan jasa londry ini pada warga desa Kedungmalang, Babalan, dan juga Kedungmutih “, tambah mbak Ika.


Ika sedang bekerja 


Awalnya ia mengaku order belum begitu banyak , namun seiring dengan informasi dari mulut ke mulut mulai ada satu dua warga yang mencucikan pakaian dirumahnya. Ongkos jasa cuci pakaian ini ia hitung perkilo kering sebesar Rp 2.500,- . Jadi ongkosnya tinggal mengalikan berapa jumlah pakaian yang akan dicuci.

“ Ya yang namanya usaha ya kadang banyak ya kadang dikit. Kalau ramai sehari bisa 50 Kg , ya kalau rata-rata 20 – 25 Kg. Kalau musim kemarau seperti ini order naik karena air bersih sulit di cari orang butuh praktisnya saja “, kata mbak Ika.

Namun demikian mbak Ika optimis jika dikelola dengan baik usaha londry pakaian ini dapat mendatangkan penghasilan yang lumayan untuk keluarga. Apalagi jika sudah mempunyai langganan tetap ini bisa dijadikan lahan penghasilan yang utamanya. Yang penting servis yang bagus dan memuaskan pelangan pasti datang lagi.

“ Pelayanan kami dengan ongkos perkilonya  Rp 2.500 itu , pakaian hanya bersih dan rapi saja . Tidak dengan jasa setrika pertimbangan kami warga disini jarang pakai setrika karena jarang orang kantoran . kalau pakai setrikaan ongkosnya juga lebih mahal “ katanya lagi.

Nah bagi pembaca yang tinggal di seputaran desa Kedungmalang , baik itu di Pangggung, Surodadi, Kedungmalang,Kedungmutih, Babalan dan Kedungkarang yang ingin mencucikan pakaiannya bisa di bawa ke tempat Ibu Ika desa di Kedungmalang Jl. Raya Kedungmalang – Semat. Ada papan nama  di depan rumahnya. (Muin)



Haji Aman dan Lancar bersama KBIH " Al-Firdaus" Jepara hubungi di  085 290 375 959



Warung Air Kedungmalang Jepara Tak Kucurkan Air Lagi



Warung air tak beroperasi lagi

Jepara – “ Warung air ”  atau tempat pembelian air bersih di desa Kedungmalang kecamatan Kedung sudah dua bulan ini tak beroperasi. Kondisinya saat ini sepi penjaja air , padahal sebelumnya setiap hari tampak puluhan sepeda , sepeda motor antri membeli air. Air dari warung ini di jajakan ke desa-desa pesisir Wedung kabupaten Demak yang kekurangan air bersih.

“ Ya kalau dihitung sudah ada dua bulanan kami tak dapat pasokan air bersih . Sehingga banyak pelanggan kami yang kecewa sampai di tempat ini. Padahal saat seperti ini warga kidul kali ( Demak:Red) sangat membutuhkan air bersih”, kata HM. Nurudin pengelola Warung air desa Kedungmalang pada FORMASS, Rabu (17/9).

HM, Nurudin mengatakan , berhentinya pasokan air di warung air dikarenakan makin kecilnya debit air dipipa PDAM yang mengalir ke rumah warga . Sehingga ada beberapa warga desa Kedungmalang yang melaporkan hal ini kepada Petinggi . Selanjutnya Petinggi meminta kepada PDAM untuk menghentikan ijin penjualan air bersih ke penjaja air.

“ Selain warung ini ada beberapa warga yang mempunyai ijin penjualan air juga dihentikan sementara ada , ada bu Siti , pak Surdi dan Pak Ruslan. Jika mereka masih menjual air akan terkena sangsi penyegelan “, tambah HM Nurudin.
Sebenarnya pasokan air di pipa-pipa warga tidak berhenti total. Memang pagi hari aliran seret . Namun jika malam hari aliran kembali normal lagi . Oleh karena itu jika warga mempunyai tendon air seperti bak , atau yang lainnya. Diisi malam hari pagi harinya akan terkumpul air yang cukup banyak. Untuk kebutuhan mandi , cuci masak bisa berlebih.

“ Melihat hal ini saya cukup kasihan dengan warga Demak yang kekurangan air bersih . Tolonglah kepada PDAM untuk membuka kembali kran –kran di Warung air ini. Jika malam menjelang kami akan isi bak-bak air ini sepenuhnya . Pagi harinya biar diambil oleh penjaja air sampai habis dan malamnya kita isi lagi “, harap HM . Nurudin.

Solusi lainnya adalah dengan mengisi bak-bak warung air ini dari mobil tangki PDAM Jepara. Dulu sebelum diambilkan air dari aliran pipa PDAM warung air ini pada awalnya secara rutin diisi dari mobil tangki PDAM Jepara. Namun setelah terpasang pipa dan lancar airnya , mobil tangki sudah tidak mengisi air di warung air.

“ Ya gimanalah caranya agar warung air ini terisi air , sehingga warga Demak yang kekurangan air bersih masih bisa mengambil air untuk kebutuhan harian mereka. Kasihan disini kelebihan air mosok tetangga butuh tidak kita kasih “, kata HM Nuruddin (Muin).

Cerita Ruslan : Malam Hari Air Masih Mengalir, Kasihan Warga Demak


 

Ruslan menunjukkan bak air di rumahnya

Jepara – Ruslan (46) warga desa Kedungmalang kecamatan Kedung sebulan ini tidak lagi bisa lagi melayani pelaggannya yang membeli air dari bak penampungannya. Sejak seretnya air di pipa warga desa Kedungmalang kampung kongsi ijinnya sebagai mpenjual air dicabut sementara oleh PDAM Jepara. Meski saat ini bak penampungan air di rumahnya penuh air dia tidak berani menjual lagi ke pelanggannya warga Demak.

“ Habis bagaimana mas saya sudah terlanjur untuk menanda tangani pernyataan untuk tidak menjual air. Jika saya melanggar aturan itu bisa-bisa saya kena sangsi blokir jaringan yang dendanya cukup besar “, aku Ruslan padaFORMASS, (17/9).

Ruslan mengatakan pemberlakuan keputusan itu baru pertama kali tahun 2014. Sebelum itu tidak ada pencabutan ijin penjualan air bersih kepada warga lain desa. Yang sudah-sudah jika musim kemarau tiba dia bisa menjual bebas air bersih tanpa ada larangan . Jika pasokan habis ya berhenti dengan sendirinya.

“ Namun tahun ini saya heran dengan petinggi kenapa , karena laporan segelintir orang , menyebabkan orang banyak terkena imbasnya. Jika karena alasan suplai air habis jelas tak terbukti. Jika malam tiba aliran air cukup deras . Buktinya ini air dalam bak ini saya isi tadi malam”, kata Ruslan.

Memang pada pagi, siang atau sore hari aliran tidak begitu besar, namun ketika malam hari tiba aliran kembali normal. Oleh karena itu kebijakan mencabut sementara ijin penjualan air termasuk merugikan dirinya. Selain dirinya masih ada beberapa orang yang bernasib seperti dirinya. Padahal ijin pemakaian airnya termasuk niaga yang harganya lebih mahal dibandingkan pemakaian biasa.

“ Ya kami sih ingin agar blokir itu dibuka kembali sehingga kami bisa melayani warga Demak yang butuh air bersih untuk minum dan memasak . Ya kami akan menjual seadanya ketika air habis ya selesai malam diisi lagi “, papar Ruslan yang punya usaha londry pakaian di rumahnya.

Ruslan mengaku sedih kasihan terhadap warga Demak yang ke sana sini cari air bersih. Padahal bak di rumahnya penuh dengan air bersih. Jika air ini diberikan kepada warga Demak ia takut ada mata-mata yang kemudian melaporkan ke fihak desa atau PDAM . Bisa-bisa ia terkena sangsi pemblokiran yang berujung pada pembayaran denda yang besar.

“ Habis gimana lagi kita mentaati aturan Petinggi meski dirasa kurang berperikemanusiaan namun harus kita laksanakan. Mudah-mudahan mereka bisa antri air dari desa Panggung atau Surodadi “, kata Ruslan . (Muin)




Haji Aman dan Lancar bersama KBIH " Al-Firdaus" Jepara hubungi di  085 290 375 959


Bantuan Untuk Petani Garam Jepara Masih Kurang



pak Khalimin Ketua kelompok petani garam

Jepara – Saat ini petani garam di kabupaten Jepara sudah merasakan manisnya air laut. Lahan garam yang digarap selama berbulan-bulan kini sudah menuai hasil. Garam-garam sudah memenuhi lahan mereka ada yang dijual pada pengepul , sebagian ada yang dimasukkan gudang untuk disimpan. Garam terbagi atas dua kualitas kualitas umum dan kualitas bagus.

“ Untuk membuat kualitas bagus sih kami bisa , tetapi perlu modal besar untuk membeli isolator atau plastic membrane. Per meter yang kualitas biasa Rp 7.500 satu meja Kristal dengan ukuran 10 meter kali 15 meter butuh dana 11 juta lebih “, kata Khalimin ketua kelompok petani garam “ Garam Makmur “ desa Panggung kecamatan Kedung.

Khalimin mengatakan , pada tahun 2013 yang lalu dia memang mendapatkan bantuan plastic geomembran namun ketika dipasang di lahan hanya separohnya saja. Karena tidak ada dana iapun membeli plastic biru yang harganya lebih murah dan dan disambungkan jadi satu di lahan. Ini semua dilakukan agar bantuan itu bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

“ Untuk hasilnya ada peningkatan harga karena kualitas garam yang lebih baik. Perkwintalnya terpaut Rp 10 ribu . Garam menggunakan meja Kristal tanah perkwintal saat ini sekitar 38 ribu rupiah . Tetapi garam yang menggunakan gemembran bisa mencapai Rp 48 ribu setiap kwintalnya “, kata Khalimin pada FORMASS, Senin (15/9).

Khalimin mengatakan produk garam tahun ini ada peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun yang lalu. Sampai bulan September ini dia telah memanen garam sekitar 250 keranjang. Padahal tahun lalu 100 keranjang dia tidak dapat karena panas yang kurang. Oleh karena itu jika panas satu bulan lagi hasil garam di lahannya bisa berlipat 2 -3 kali jika dibandingkan tahun yang lalu.


Geo membran biru hanya dua  meja , kurang modal

“ Harga garampun  masih stabil kemarin ada penurun sedikit , namun saat ini masih kembali normal lagi . Kemungkinan petani mulai memasukkan garam untuk disimpan di gudang . Sehingga permintaan akan garam naik kembali “, tambah Khalimin.

Untuk tahun 2014 ini dia tidak tahu dapat bantuan lagi atau tidak. Namun demikian dia sebagai kelompok garam berharap agar pemerintah tetap memberikan bantuan atau pembinaan terhadap petani garam. Selain bantuan berupa geomembran juga pelatihan pembuatan garam dengan kualitas yang bagus agar harga terdongkrok naik. Kalau tidak mencarikan solusi bagaimana petani garam bisa mendapatkan isolator atau geomembran untuk meja kristalisasi.

“ Kami semua ingin meja kristal menggunakan geo mebran atau isolator namun karena keterbatasan dana maka hal itu sulit tercapai. Nah inilah keluhan kami selaku petani garam. Bagaimana cara agar kami bisa alih teknologi menggunakan isolator “, harap khalimin. (Muin)


Haji Aman dan Lancar bersama KBIH " Al-Firdaus" Jepara hubungi di  085 290 375 959



Kisah Petani Gerdu Jepara Menanam Semangka


Petinggi Khafid dan Suhadi tunjukkan Semangka habis panen

Jepara – Desa Gerdu kecamatan Pecangaan sejak dulu dikenal sebagai desa pertanian . Hampir seluruh warganya bermatapencaharian pertanian . Tanaman yang mendominasi adalah padi namun setelah panen yang pertama dan kedua petani memanfaatkan lahannya untuk menanam palawija . Selain jagung , ada bermacam sayuran seperti terong, kacang panjang, timun , dan kangkung .

“ Nah kali ini saya mencoba menanam semangka di lahan bengkok saya kurang lebih 2 bau . Namun karena belum mumpuni dalam teknik budidaya atau musimnya sedang kurang baik hasilnya kurang memuaskan “ , kata Khafid petinggi desa Gerdu yang juga petani pada FORMASS, Senin (15/9).

Percobaan menanam semangka di lahan pinggir jalan raya Pecangaan – Kedungmalang ini diharapkan sebagai pembelajaran petani di desanya. Diharapkan dengan adanya demplot percontohan itu warganya dapat memanfaatkan lahan pertanian semaksimal mungkin . Sehingga mereka tidak hanya menanam padi saja namun menanam jenis komoditi lain yang bernilai jual tinggi.

Khafid mengatakan untuk biaya penggarapan lahan tanaman semangka ini perhektarnya membutuhkan biaya sekitar Rp 12 juta – Rp 15 juta belum sewa tanah. Biaya itu diantaranya untuk mengolah tanah , pembelian bibit dan juga pemupukan rutin. Selain itu juga untuk pembayaran tenaga rawat selama kurang lebih 2 bulan.

“ Jika hasilnya bagus , sekali panen satu hektar bisa menghasilkan semangka 20 – 24 ton . Dengan asumsi harga perkilonya Rp 2 ribu saja keuntungan bisa separohnya. Namun kali ini saya kurang beruntung pertama kali mencoba hasilnya tidak lebih dari 10 ton untuk nutup operasional masih kurang “, aku khafid.
Padahal dari hasil panen buah semangka ada yang cukup besar mencapai 4 – 5 kilo perbuah. Namun sayangnya hasilnya tidak merata kebanyakan “ Kuntet” atau kecil . Jika semuanya besar maka hasilnya bisa berlipat dan kemungkinan tidak rugi bahkan bisa membawa keuntungan yang lumayan.



“ Petani merugi itu sudah biasa , percobaan pasti membutuhkan biaya yang banyak. Karenanya saya tidak berhenti disini saja . Saya akan belajar lagi tentang pembudidayaan semangka . Mudah-mudahan ke depan bisa berhasil “ kata Khafid didampingi Suhadi petani Gerdu yang juga menanam Semangka .

Khafid petinggi yang sudah dua periode mengemukakan, lahan pertanian di desanya cukup potensial . Selain luas juga didukung oleh pengairan yang cukup dari Bendung Kembung Kempis . Meskipun kemarau pengairan untuk sawah masih tercukupi. Dia berharap warganya bis memanfaatkan fasilitas itu.

“ Saya ingin ada penyuluhan dari dinas pertanian atau instansi terkait agar potensi pertanian ini dapat berkembang dengan baik. Petani benar-benar bisa memaksimalkan lahannya untuk kesejahteraan mereka. Saya ingin tidak hanya produk padi saja tetapi produk yang lain sebagai produk unggulan desa saya “, tambah khafid. (Muin) 

Haji Aman dan Lancar bersama KBIH " Al-Firdaus" Jepara hubungi di  085 290 375 959

Ratusan Penjaja Air Demo , Tak Bisa Beli Dari Jepara



Hamdan Terima pengaduan warga


Demak – Puluhan  penjaja air dari desa Babalan, Kedungmutih dan Kedungkarang kecamatan Wedung pagi tadi Selasa (16/9) bergerombol di depan Balai Desa Kedungmutih. Tujuannya menyampaikan aspirasi agar mereka bisa lagi membeli air dari Warung air di desa Kedungmalang dan juga dari desa terdekat seperti Panggung dan Surodadi. Harapan mereka agar bisa kembali lagi membeli air dan dijajakan kepada warga yang membutuhkan di desa pesisir Wedung.

“ Kami datang ke sini mohon agar pak Lurah Hamdan bisa mengusahakan air bersih dari Kedungmalang, Panggung dan Surodadi bisa kami beli. Satu minggu belakangan ini saya harus kucing-kucingan dan puncaknya hari ini yang menjual air di segel , katanya atas perintah Petinggi Kedungmalang “, kata Sutarno penjaja air dari desa Kedungmutih padaFORMASS.

Pluhan Sepeda Motor Penjaja air


Sutarno mengatakan penyegelan atau pelarangan penjualan air baru kali ini terjadi setelah tahun 2002 yang lalu. Pada tahun yang lalu tidak ada pelarangan dan suplai air ke desa Pesisir Wedung yang kekurangan air seperti Babalan, Kedungmutih, dan Kedungkarang. Namun entah karena apa dua hari belakangan ini ada pelarangan . Akibatnya puluhan pelanggan air yang setiap hari membutuhkan air kekurangan air bersih.

“ Padahal air bersih itu sangat dibutuhkan untuk memasak dan minum . Jika hal ini tidak teratasi maka desa pesisir ini bisa krisis air yang parah. Saya harus memembeli air dari tempat yang jauh selain waktu yang lama juga harganya semakin mahal “, tambah Sutarno.

Hamdan Kepala Desa Kedungmutih dihadapan puluhan penjaja air mengatakan , dia tidak punya kapasitas untuk meminta kepada PDAM Jepara untuk membuka kembali penjualan air. Namun ia akan berjuang sekuat tenaga memohon kepada PDAM Demak untuk menambah suplai air bantuan dari Pemda Demak. Selain itu juga melaporkan aspirasi warga desa yang kekurangan air.

“ Ya karena beda wilayah saya tidak bisa berharap banyak. Mudah-mudahan aspirasi warga semua bisa kami haturkan ke atasan saya. Kita hanya bisa mengajukan bantuan air bersih ke PDAM. Mudah-mudahan PDAM Demak memberikan solusi yang terbaik”, kata Hamdan

Penjaja air Share dengan Kades Hamdan 


Hamdan mengatakan kejadian kekurangan air bersih ini terjadi setiap tahun jika musim kemarau tiba. Kendalanya memang di 3 desa itu belum ada air bersih dari PDAM Demak . Sedangkan desa seberang yang masuk wilayah Jepara airnya berlimpah sehingga bisa dijual ke warga desa di kecamatan Wedung lewat panjaja air.

“ Namun karena sebab apa  dua hari ini ada pelarangan penjualan air ke desa di wilayah Wedung Demak. Katanya debit air di sana masih cukup dan air masih mengalir deras kenapa ada pelarangan  saya kurang tahu “, kata Hamdan.
Sementara itu Kepala Desa Kedungmalang F. Razikin yang dihubungi lewat telpon genggam mengatakan , warga desanya memang sebagian ada yang kekurangan air bersih karena pipa tidak mengalir air. Mengenai pelarangan penjualan air kepada warga di Demak itu merupakan keputusan dari PDAM Jepara. (Muin)



Haji Aman dan Lancar bersama KBIH " Al-Firdaus" Jepara hubungi di  085 290 375 959


Yuuuuuk !!!! Mampir Ke Warung Bang Makmun Di Jalan Raya Babalan – Menco



Warung bang Makmun 

Demak – Kondisi jalan raya desa Babalan – Menco kecamatan Wedung kabupaten Demak saat ini sudah lebih baik dari yang dulu. Beberapa ratus meter dari arah selatan sudah dibetonisasi sedangkan selanjutnya juga sudah dipadatkan. Meskipun belum semua terbetonisasi namun jika dilewati tidak merepotkan seperti dulu.

Akibatnya jumlah pengguna jalan semakin lama semakin banyak . Orang-orang dari Demak atau Semarang yang ingin ke Jepara bisa melewati jalan ini. Biasanya mereka yang ingin ke Jepara dari Semarang atau Demak kebanyakan lewat Welahan terus Pecangaan dan sampai Ke Jepara. Namun setelah jalan ini lebih baik banyak pengendara sepeda motor lewat jalan ini.

“ Dulu memang sepi mas , namun setelah ada betonisasi jalan jalan ini lebih ramai terutama banyak kendaraan roda dua dari Semarang atau Demak menuju ke Jepara lewat jalan ini “, ujar Makmun pemilik warung kecil di pertengahan jalan raya Menco – Babalan pada FORMASS, Minggu (14/9).

Makmun mengatakan dia membuka warung makan kecil ini baru beberapa bulan. Dengan semakin ramainya jalan alternative itu insting bisnisnya muncul. Awalnya ia hanya menyediakan tempat titipan motor untuk para pemancing . Para pemancing yang datang dari daerah Kudus, Demak, dan Purwodadi itu biasanya menitipkan motor di dalam desa Menco.

Titipan sepeda motor bang Makmun


“ Namun karena terlalu jauh dari tempat mincing , sayapun membuatkan rumah-rumahan untuk titipan sepeda motor. Awalnya ya hanya satu dua orang yang menitipkan . Tetapi karena banyak yang tahu setiap hari kini lebih dari sepuluh sepeda motor “, tambah Makmun.

Nah dari situlah kemudian ide membuat warung kecil itu muncul . Sambil menjaga sepeda motor para pemancing waktunya bisa digunakan untuk menjaga warung juga. Oleh karena itu sebelah brak penitipan sepeda ia bangun warung kecil dari tembok bata. Kemudian ia isi berbagai minuman ringan dan juga makanan kecil dan gorengan.

“ Kalau butuh makan kita sediakan berbagai macam mie , ada mie rebus ,mie goring dengan tambahan telur . Kami juga sediakan berbagai minuman ringan dan rokok . Alhamdulillah selain para pemancing yang mampir di warung ini juga para pengendara sepeda motor “, aku Makmun yang menjaga warung di temani istrinya.

Makmum mengatakan barang dagangannya yang   ia jual di warung kecilnya itu semuanya ia beli di pasar baru Kedungmutih. Selain tempatnya yang cukup dekat juga barangnya sangat komplit . Harganyapun lebih miring ketimbang pasar di selatan Menco seperti pasar Bungo atau Wedung. Sehingga jika ia kehabisan barang ia mengambil barang dari pasar kedungmutih.

Dari membuka warung dan menjaga titipan sepeda motor pemancing , Makmun mengaku mendapat penghasilan yang lumayan. Untuk jasa titipan sepeda motor Makmun tidak mematok tarif khusus. Itu semua tergantung dari belas kasih yang menitipkan sepeda motor. Namun beberapa pelangannya biasanya memberikan jasa Rp 5 ribu – 10 ribu tergantung dari waktu penitipan.

“ Ya lumayanlah mas jika ada yang nitipin motor banyak penghasilan yang lumayan. Nah untuk warung ini ramainya jika musim kemarau kayak gini . Untuk musim penghujan nanti kita lihat kondisinya kalau ramai ya tetap buka kalau sepi sementara kita tutup “, papar Makmun. (Muin)


Haji Aman dan Lancar bersama KBIH " Al-Firdaus" Jepara hubungi di  085 290 375 959