Selasa, 03 Desember 2013

Ngadiono Perajin Kerupuk Kalipucang Wetan Butuh Bantuan Dan Binaan

Kerupuk basah dikeringkan

Jepara – Desa Kalipucang Wetan kecamatan Welahan kabupaten Jepara sejak dulu dikenal sebagai sentra pembuatan kerupuk tepung gandum dan ketela. Warga yang membuka usaha ini puluhan kepala keluarga dari yang bermodal besar sampai dengan yang bermodal pas-pasan.

“ Saya ini termasuk pengusaha kerupuk dengan modal kecil pak. Tenaga kerja ya saya sendiri sama anak-anak cuma tenaga masak saya ambilkan tetangga seselah 1 orang “, aku Pak Ngadiono (54) pengrajin kerupuk pada FORMASS Minggu (1/12)

Ngadiono mengatakan usaha pembuatan krupuk krecek ini sudah lebih 20 tahun berjalan. Karena bermodal kecil maka usaha itu dijalani dengan seadanya. Tenaga masak hanya satu orang , sedangkan untuk tenaga meramu dia sendiri . Sedangkan untuk tenaga pengeringan istri dan anaknya.

“ Untuk produksi setiap hari ya tergantung permintaan namun rata-rata kami membuat kerupuk krecek ini ya 40 Kg. Kadang bisa lebih kalau ada permintaan khusus “, kata Pak Ngadiono .


Pak Ngadiono meramu bumbu kerupuk

Kerupuk krecek dari desa Kalipucang Wetan ini kebanyakan dijual dalam bentuk masih mentahan. Selain lingkup Jepara sendiri , kerupuk krecek ini juga diambil para bakul dari Demak dan Kudus. Kerupuk ini oleh para bakul di goreng lalu di bungkus plastic dan dipasarkan ke pasar-pasar tradisional atau dititipkan di warung-warung makan.

“ Untuk harga kerupuk krecek seperti ini saat ini berkisar Rp 9 – 10 ribu setiap kilonya. Dulu saya awal membuat kalau tidak salah masih Rp 3 ribu setiap kgnya “, papar Ngadiono.

Ditanya tentang pembinaan dari instansi terkait, Ngadiono mengaku sudah ada . Namun pembagiannya belum merata justru pengusaha kecil kelewatan. Mereka yang tergabung dalam kelompok adalah pengusaha besar yang dekat dengan Petinggi.

Bahkan ada yang tidak mempunyai usaha namun dimasukkan . Akibatnya ketika mendapatkan bantuan alat tidak bisa dimanfaatkan bahkan kemudian dijual. Tetapi sebaliknya yang mempunyai usaha tidak dimasukkan ke dalam kelompok.
Mabah Maskanah tenaga ahli membuat kerupuk

“ Saya dulu pernah di data oleh petugas dari kecamatan atau dari mana . Tetapi ketika bantuan turun saya tidak dapat apa-apa . Habis gimana lagi ya tidak apa-apa “, aku Pak Ngadiono.

Namun demikian agar usahanya bisa berkembang lagi harapannya ke depan ada fihak-fihak yang membantunya. Entah bantuan pinjaman modal ataupun bantuan peralatan. Bantuan itu diharapkan agar usahanya bisa berkembang lebih besar lagi.

“ Alhamdulillah dari usahanya ini meski tidak besar , namun bisa untuk menghidupi keluarga sehari-hari. Untuk usaha kerupuk krecek ini masih layak untuk diteruskan “, jelas pak Ngadiono. (Muin)












Tidak ada komentar:

Posting Komentar