Minggu, 11 Agustus 2013

Kasihan Janda Veteran ini 22 Tahun Perjuangkan Uang Pensiun



Pasuruan - Wajahnya Sri Umiyati ( 70 ) tampak kusut dan dipenuhi garis keriput, namun semangatnya untuk terus memperjuangkan hak tak pernah surut. Di usianya yang senja janda veteran ini  tak kenal lelah menempuh berbagai cara agar haknya sebagai janda Veteran Pejuang Kemerdekaan RI didapatkan.

 Soenardi suaminya adalah seorang veteran dan sudah meninggal dunia tahun 1991 silam. Selanjutnya  Sri Umajati seorang diri berjuang mendapatkan tunjangan pensiun untuk menopang hidupnya  yang serba kekurangan.
Berbagai upaya sudah dilakukan dan banyak instansi pemerintah sudah didatanginya. Namun upaya selama 22 tahun itu gagal dan tak membuahkan hasil . Tidak seorang pun yang mempedulikan nasibnya yang malang itu.

Merasa sudah lelah dan capek, ibu empat anak ini memutuskan datang ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia Perwakilan (PWI) Pasuruan, Jalan Alun-Alun Utara dengan harapan apa yang dialaminya bisa disiarkan melalui media.

"Saya sudah capek pak. Saya kesini untuk mengadu. Saya harap nasib saya diketahui oleh pejabat-pejabat yang membaca," kata Sri Umayati kepada wartawan, Kamis (20/6/2013).

Sambil menunjukan Surat Keputusan No: Skep/956/VIII/1981 tentang pengakuan, pengesahan dan penganugerahan gelar kehormatan Veteran Pejuang Kemerdekaan RI Atas nama Soenardi, yang ditandatangani Wakil Panglima ABRI, Laksamana TNI Sudomo, Sri Umajati menuturkan kisahnya.

"Suami saya meninggal pada 1991. Sejak itu saya berusaha sendiri mendapatkan pensiunan. Dulu ketika suami masih ada meski sedikit ada penghasilan . Kini tak tahulah saya mudah-mudahan ada orang yang iba pada saya " ujarnya.

Menurut Sri Umajati yang kini tinggal di Perum Pesona Candi, IE 02, Kota Pasuruan, semasa hidupun suaminya tidak pernah mendapatkan uang pensiun. Hingga 22 tahun sepeninggal suaminya, hak tersebut juga tidak pernah didapatkan.

Selama itu ia sudah bolak-balik mendatangi Kantor Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPID), baik tingkat Propinsi di Jl Mastrip Surabaya maupun di Jalan Veteran Kota Pasuruan. Namun upaya itu kandas dengan alasan masalah administrasi.

"Saya sudah bolak-balik ke kantor veteran (PPAD, Red) tapi tak ada balasan. Saya bilang 'Kalau bisa tolong kasih tahu apa kekurangan suratnya' tapi tidak ada jawaban," kisahnya.

Saat ini ia sudah mengaku lelah berusaha. Ia hanya ingin ketegasan bisa atau tidak mendapatkan pensiun. Ia hanya mengharapkan bantuan modal usaha, jatah raskin ada bantuan untuk warga miskin lainnya yang selama ini tidak pernah ia dapatkan.

"Saya jualan jamu. Setidaknya kasih saya modal usaha sebagai penghormatan pada jasa suami saya,yang janda bukan pejuang saja mendapatkan berbagai macam bantuan " tuturnya.






1 komentar: