Minggu, 23 Februari 2014

Bedug Produksi Musthofa Demak diburu Pejabat dan panitia MTQ

Pekerja menaikkan Bedug SBY ke atas truk pengangkut. (Foto: mac)

Demak - Dalam membuat terbang dan bedug, Musthofa selalu lebih mengutamakan kualitas suara dibanding berbisnis memburu rupiah.

Menurut dia, kualitas suara sangat ditentukan oleh kualitas bahan baku kayu dan kulit. Oleh karenanya untuk menciptakan suara empuk (tidak kemeng-red), renyah dan enak didengar, Musthofa selalu menggunakan bahan-bahan baku pilihan pada produk-produknya.

”Untuk kayu, kami memilih menggunakan jenis kayu pohon trembesi, nangka atau mahoni yang berumur puluhan tahun, serta memiliki kekeringan yang sangat tinggi. Sedangkan untuk kulit, kami menggunakan kulit kambing dan atau kulit kerbau betina”, tutur Musthofa.


Untuk menjamin kepuasan konsumen, pemilik toko “Mantep” di Jalan Raya Demak-Kudus dan di Jalan Raden Sahid Kadilangu Demak Jawa Tengah ini memberikan garansi satu tahun terhadap produk-produknya. Dengan adanya garansi, pesanan bedug dan terbang selalu datang, tidak hanya dari pasar lokal tetapi juga nasional. 

Diantara yang telah menggunakan bedug-bedugnya, tercatat; Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY; pada Oktober 2010), Presiden Soeharto (Desember 1995), dan saat ini perajin yang sangat menaruh perhatian terhadap para peziarah makam Sunan Kalijaga Kadilangu ini sedang mengerjakan 23 unit bedug pesanan dari panitia MTQ 2012 di Palembang.  (Machmud)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar