Tampilkan postingan dengan label Kerajinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerajinan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Februari 2014

Bikin Bedug Butuh Waktu Seminggu - Setahun

Bahan bedug berbagai ukuran siap dibikin. (Foto: mac)

Demak - DALAM memroduksi terbang dan bedug, Musthofa, Perajin Terbang dan Bedug asal Bintoro Kecamatan Demak Jawa Tengah, ini memerlukan waktu satu minggu hingga satu tahun.

”Jika bahan sudah tersedia, dalam waktu satu minggu pesanan terbang dan atau bedug berukuran kecil dapat kami dipenuhi. Tetapi jika bahannya masih mencari, terutama untuk pembuatan bedug raksasa, maka bisa mencapai satu tahun”, tutur Musthofa.

Menurut Musthofa, bedug yang biasa dipesan orang rata-rata bergaris tengah 130 – 140 centimeter. Itu pula sebabnya, di bengkelnya telah tersedia bahan baku dalam jumlah banyak dan dalam tempo satu minggu dirinya bisa memenuhinya. Namun pesanan bedug raksasa hingga berukuran 2 meter, pihaknya harus berkeliling hutan untuk mendapatkan pohon besar dan harus mengeringkan kayunya hingga lebih sepuluh bulan.

”Untuk bedug raksasa ukuran 180 centimeter hingga garis tengah 2 meter,  kami minta tempo satu tahun. Karena kami harus mencari bahannya, termasuk mengeringkannya hingga kadar airnya mencapai 0 persen”, katanya.

Dalam memroduksi terbang dan bedug, Musthofa dibantu 5 - 9 orang pekerja. Para pekerja tersebut hanya diserahi tugas untuk mengampelas, mengecet (memvernis-red) dan pekerjaan ringan lainnya. 

Sedangkan untuk memasang kulit dan menyetel suara, semuanya langsung ditangani sendiri oleh pria yang juga pemilik hotel MUSTIKA 9, hotel khusus peziarah Sunan Kalijaga Kadilangu Demak Jawa Tengah ini.  (Machmud)




Bedug Produksi Musthofa Demak diburu Pejabat dan panitia MTQ

Pekerja menaikkan Bedug SBY ke atas truk pengangkut. (Foto: mac)

Demak - Dalam membuat terbang dan bedug, Musthofa selalu lebih mengutamakan kualitas suara dibanding berbisnis memburu rupiah.

Menurut dia, kualitas suara sangat ditentukan oleh kualitas bahan baku kayu dan kulit. Oleh karenanya untuk menciptakan suara empuk (tidak kemeng-red), renyah dan enak didengar, Musthofa selalu menggunakan bahan-bahan baku pilihan pada produk-produknya.

”Untuk kayu, kami memilih menggunakan jenis kayu pohon trembesi, nangka atau mahoni yang berumur puluhan tahun, serta memiliki kekeringan yang sangat tinggi. Sedangkan untuk kulit, kami menggunakan kulit kambing dan atau kulit kerbau betina”, tutur Musthofa.


Untuk menjamin kepuasan konsumen, pemilik toko “Mantep” di Jalan Raya Demak-Kudus dan di Jalan Raden Sahid Kadilangu Demak Jawa Tengah ini memberikan garansi satu tahun terhadap produk-produknya. Dengan adanya garansi, pesanan bedug dan terbang selalu datang, tidak hanya dari pasar lokal tetapi juga nasional. 

Diantara yang telah menggunakan bedug-bedugnya, tercatat; Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY; pada Oktober 2010), Presiden Soeharto (Desember 1995), dan saat ini perajin yang sangat menaruh perhatian terhadap para peziarah makam Sunan Kalijaga Kadilangu ini sedang mengerjakan 23 unit bedug pesanan dari panitia MTQ 2012 di Palembang.  (Machmud)

Mustofa Perajin Terbang dan Bedug Dari Demak Bintoro


Musthofa mengerjakan terbang di bengkelnya. (Foto: mac)



Demak - Bagi masyarakat Demak Jawa Tengah dan sekitarnya, nama Musthofa MS sudah tidak asing. Pria berusia 50 tahun ini adalah salah seorang perajinterbang (rebana) dan bedug (gendang besar; di surau atau masjid yang dipukul untuk memberitahukan waktu salat).
Keterampilannya membuat alat penanda waktu sembahyang ini diperolehnya sejak 41 tahun lalu secara turun temurun.
Keahliannya mengolah kayu gelondongan menjadi alat tetabuhan untuk mengiringi solawatan, ditekuninya sejak berusia 9 (sembilan) tahun. Sampai-sampai putera Salwadi bin Saidun ini hafal betul dengan berbagai jenis dan karakter kayu, hanya dengan melihat wujud, bau dan serat kayunya. Bahkan jika terdapat jenis kayu gelap pun akan diketahuinya dari mana kayu tersebut berasal. Maksud kayu gelap di sini adalah kayu yang ‘bersih’ bukan kayu yang berasal dari pohon yang tumbuh di pekuburan.
Selain mencari keberkahan dalam mencari rejeki, tujuan suami Hj Hasanah ini memroduksi terbang dan bedug adalah ikut andil menanam ‘saham akhirat’ yaitu mengagungkan asma Nabi Muhammad dengan cara membuat terbang/rebana pengiring pembacaan solawat nabi tersebut. (Machmud) 

Bagi Anda yang ingin tahu dan juga butuh  Bedug bisa menghubungi 
Pak Musthofa di nomor : 081 228 483 71 atau 0291 681 245