Rabu, 10 Juli 2013

Petani Garam Demak Tunggu Cuaca Panas

Lahan garam 

Petani garam di kabupaten Demak saat ini menunggu cuaca panas agar tambak mereka menghasilkan garam. Namun demikian kondisi hujan masih saja mengguyur sehingga panen garam yang dinantikan tak kunjung datang. Hal ini membuat sejumlah petani  garam mengalami kerugian karena terutama lahan yang digarap merupakan lahan sewaan.

“ Lahan garam ini kami sewa 1 tahun 20 jutaan mestinya bulan Juli ini sudah mulai memetik hasilnya. Namun karena musim hujan yang kepanjangan sampai saat ini belum ada hasil apa-apa “, tutur Hamzawi Anwar warga desa Kedungmutih Wedung Demak.

Hamzawi Anwar mengatakan ,ia menyewa lahan garam milik desa dengan cara lelangan. Harga sewa sekitar 20 juta rupiah.   Tanah garam itu selanjutnya di garapkan pada petani lain dengan harapan selain bisa mengembalikan biaya sewa lahan ia mendapatkan keuntungan. Namun dengan kondisi cuaca yang masih hujan itu ia belum bisa mendapatkan hasil sama sekali.

“ Kalau normal saat ini sudah panen raya. Tahun lalu bulan Juni hasil garam sudah berlimpah-limpah. Namun tahun ini lahan belum menghasilkan garam sama sekali “, tambah Hamzawi.

Hal sama juga dikatakan Kholil petani garam   warga desa Kedungmutih. Ia mempunyai lahan garam di daerah Jepara. Sampai saat ini lahannya juga belum menghasilkan garam karena airnya masih payau. Sehingga lahannya kini ia gunakan untuk memelihara ikan bendeng dan udang.

“ Dari pada tidak ada hasil sama sekali , ya kita tebari bibit bandeng dan udang. Mudah-mudahan ada hasil dari sini “, kata Kholil yang menggarap lahannya sendiri. (Muin)

Haji yaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202











Tidak ada komentar:

Posting Komentar