Rabu, 27 November 2013

RA Ribhul Ulum Demak 27 Tahun Berhidmat Untuk Umat

Ulwiyah S Pd Kepala RA "Ribhul Ulum"
 
Demak , FORMASS - Salah satu Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) di desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak adalah Raudlatul Athfal (RA) ” Ribhul Ulum ” . Sekolah ini berdiri sejak tahun 1986 yang lalu sehingga lulusannya sudah ratusan orang dan tersebar ke mana-mana.

 Meski hampir tiga puluh   tahun berkhidmat dan melayani warga masyarakat , namun prasarana sekolah ini belum memadai . Selain kondisi gedung yang masih sederhana , juga permainan di dalam ruangan maupun ruangan masih kurang banyak.

” Itulah salah satu kendala yang saya hadapi sarana dan prasarana di sekolah ini masih kurang sekali . Ruangan kelas masih sederhana begitu juga Alat Permainan anak juga belum lengkap ”, ujar Ulwiyatus Saidah , S Pd Kepala RA ” Ribhul Ulum” pada  Selasa FORMASS   (26/11)  .

Pada tahun 2011 yang lalu sekolahnya memperoleh bantuan dari APBD kabupaten Demak sebesar 37,5 juta rupiah . Dana tersebut dipergunakan untuk merehap ruangan kelas dari dinding kayu menjadi dinding tembok. Dengan dana tambahan swadaya juga bisa membangun pagar  sekolah lebih 30 meter yang ditujukan untuk keamanan anak-anak.

Salah satu ruang kelas 

Selain itu juga dibelikan permainan sederhana. Dana dari pemerintah tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk perbaikan sekolah. ” Harapan saya pemerintah  bisa mengucurkan dana lagi pada sekolah kami  untuk melanjutkan pembangunan ruangan kelas dan juga sanitasi sekolah ”, harap Ulwiyah.

Saat ini jumlah siswa di RA ” Ribhul Ulum” sebanyak 64 siswa terbagi atas kelas A dan B dengan jumlah pengajar 5 orang . Rata-rata siswa yang belajar di sekolah ini datang dari keluarga miskin dengan kondisi pekerjaan orang tua , Nelayan, buruh dan petani . Sehingga dalam hal berswadaya untuk perbaikan fasilitas sekolah sangat sulit , oleh karena itu bantuan pemerintahlah yang diharapkan untuk melengkapi sarana dan prasarana yang masih kurang.

”  Sumbangan Belajar di sekolah ini hanya Rp 15.000,- setiap bulan untuk operasional saja masih kurang . Apalagi memikirkan untuk membenahi sarana dan prasarana ”, tukas Ulwiyah.



Namun demikian Ulwiyah tidak berputus asa begitu saja agar sekolahnya bisa sejajar dengan sekolah lainnya ia setiap waktu membuat proposal pada pemerintah agar dikucurkan dana lagi untuk perbaikan fasilitas disekolahnya. Selain itu ia juga menekankan kepada guru untuk terus belajar , diantaranya memberikan support kepada guru yang belum berijasah S1 untuk belajar kembali.

 Empat guru yang belum berijasah S1 saat ini sudah kuliah lagi  dan untuk meringankan beban mereka juga dicarikan bea siswa dari Kantor Kemenag. Dengan tercapainya guru berijasah S1 diharapkan pembelajaran di sekolahnya bertambah maju.   Mereka telah dibekali pengetahuan yang sesuai dengan kemampuan mereka mengajar anak-anak.

Selain itu jika ada tambahan ruangan kelas baru dari pemerintah , dia juga akan membuka kelas baru PG ( Play Grup ) yang mengajar anak-anak usia 2 – 4 tahun. Dengan tambahan kelas baru itu diharapkan suasana sekolahnya bertambah ramai dan semarak . Selain itu Pendidikan PG tersebut juga sangat dibutuhkan oleh warga desa Kedungmutih  yang posisinya cukup terpencil dan terletak di pesisir.(Muin)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar