Selasa, 27 Mei 2014

Peternak Kambing Desa Kedungkarang Kekurangan Modal

Kambing pak Mat Lawi baru 2 ekor

Demak – Desa Kedungkarang kecamatan Wedung kabupaten Demak merupakan desa pesisir . Warganya kebanyakan mengandalkan tambak dan laut sebagai lahan penghidupan mereka. Namun beberapa warga ada yang membuka usaha sampingan dengan beternak kambing.

Di belakang desa tepatnya di bibir sungai SWD 1 tampak gubug-gubung kecil dengan dinding gedheg dan beratap genting. Di kandang itulah mereka memelihara kambingnya. Di bantaran kali itulah ada sekitar 10 kandang kambing yang berjejer rapi.

“ Ya kurang lebih ada setahunan kami memindah kandang dari kampong ke tempat ini. Untuk biaya pembuatan kandang ini tergantung yang kecil 1 juta cukup sedangkan yang besar lebih satu juta “, ujar Mat Lawi warga RT 04 RW 02 pada FORMASS, Selasa (27/5).

Mat Lawi mengatakan ia beternak kambing sudah lama. Pekerjaan pokoknya adalah mencari ikan dilaut. Dulu ia membuat kandang kambing di seputaran rumahnya. Namun seiring dengan waktu kandang kambing di kampong tidak layak lagi.

Kandang kambing milik peternak desa Kedungkarang


Selain menganggu pemandangan bau dari kotoran kambing juga tidak menyehatkan. Oleh karena itu ia bersama teman-temannya sepakat untuk membuat kandang di bantaran sungai. Selain jauh dari kampung kotoran kambing bisa langsung ke sungai.

“ Kalau saya karena keterbatasan modal membuat kandang kecil maksimal untuk kambing 10 ekor. Selain saya itu kandang pak Mutadi , Sonari , pak Atma dan Pak Basir “, kata Mat Lawi sambil menunjukkan kandang kambing di bantaran kali SWD 1.

Kekurangan Modal

Menurut Mat Lawi beternak Kambing sebagai sambilan cukup prospektif dan menguntungkan. Namun karena keterbatasan modal usahanya ini tidak bisa maksimal. Dulu ia mempunyai kambing 5-6 ekor , tetapi setelah terpotong untuk membuat kandang modalnya menipis ia baru bisa membeli kambing 2 ekor saja.

Dua ekor kambing itu ia beli seharga dua juta rupiah . Induk dan anakannya itu ia pelihara di dalam kandang dengan makanan hijauan dari sekitar kandang. Harapannya setengah sampai satu tahun kedepan kambinngnya bertambah karena induknya sudah beranak sedangkan anaknya sudah tumbuh jadi besar.

Pak Mat Lawi di depan Kandang Kambingnya


“ Inginnya sih memelihara kambing banyak paling tidak 10 ekor biar cucuk. Tetapi modal baru segitu ya kita jalankan. Mudah-mudahan ada modal tambahan atau bantuan dari pemerintah jadi kambing saya bisa bertambah”, harap Mat Lawi.

Ketika ditanya masalah bantuan untuk peternak  Mat Lawi dan teman-temannya mengaku belum pernah menerima bantuan dari pemerintah. Mereka berharap ada bantuan atau pinjaman  lunak dari pemerintah agar usaha ternak kambingnya menjadi besar. Selain itu hasilnya bisa untuk menambah kebutuhan keluarga.

“Mbok tolong kami dibantu pak , peternak sini masih membutuhkan modal untuk mengembangkan usaha ternak disini “, kata Mutadi teman Mat Lawi. (Muin)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar