Tampilkan postingan dengan label peternakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peternakan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Oktober 2014

Peternak Kerbau Ujungpandan Jepara Butuh Bantuan Sarana dan Prasarana


Kandang kerbau milik peternak desa Ujungpandan

Jepara – Beternak kerbau saat merupakan usaha agro bisnis yang masih prospektif untuk di kembangkan. Selain daging sapi daging kerbau juga salah satu protein hewani yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Di waktu hari raya idul adha hewan berkaki empat ini juga sebagai salah satu hewan kurban yang dicari. Oleh karena itu di desa sentra pertanian hewan besar ini masih dipelihara.

Seperti halnya di desa Ujung pandan kecamatan Welahan Jepara ini beberapa warganya juga memelihara kerbau untuk menambah penghasilan keluarga. Kandang-kandang mereka terletak di pinggir sungai SWD 1 ( Serang lama) berjajar rapi berjumlah 12 petak. Kandang-kandang yang terbuat dari bambu dan beratap genting ini berisi kerbau 3 – 12 ekor tergantung dari kemampuan modal mereka .

“ Saya punya 3 kerbau yang besar 2 yang anakan 1 . Saya tidak beli tetapi hasil parohan dari saudara. Ya memelihara kerbau ini bukan pekerjaan pokok tetapi sambilan tani . Kalau dihitung sudah ada 10 tahun lebih saya ngingoni kerbau ini “, kata pak Ngateman warga RT 10 RW 04 desa Ujungpandan pada Kabar Seputar Muria , Minggu (28/9).

Pak Ngateman mengatakan , memelihara kerbau jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh banyak untungnya. Jika tidak punya modal bisa memelihara kerbai dengan system parohan. Pemodal yang membeli anakan kerbau (gudel) harganya antara Rp 7 juta – 8 juta setiap ekor. Kerbau dipelihara sampai besar atau beranak. Kurang lebih 2- 3 tahun dihitung hasilnya bisa di minta kerbau atau uang.
“ Jika pembesaran saja biasanya hitungannya uang . Jika dyang dipelihara kerbau betina biasanya hasilnya berupa anakan kerbau. Namun jika dihitung hasilnya sama berkisar Rp 7 -8 juta rupiah setiap 2 tahunnya”, kata pak Ngateman.

Menurut pak Ngateman harga kerbau saat ini cukup mahal , sehingga peternak bisa mendapat keuntungan yang lumayan. Kerbau untuk keperluan korban yang berumur 2,5 – 3 tahun harganya bisa mencapai Rp 17 – 20 juta rupiah. Biasanya anakan di beli seharga Rp 7 – 8 juta , waktu pembesaran sekitar 2,5 – 3 tahun. Agar nyucuk satu peternak minimal memelihara kerbau 5 ekor.

Hal sama juga dikatakan pak Sodikin tetangga pak Ngateman, memelihara kerbau masih layak jika di kembangkan sebagai usaha agro bisnis. Namun demikian sarana prasarana juga harus diperhatikan . Selain modal untuk beli anakan keperluan pembuatan kandang juga harus diperhatikan. Lingkungan kandang  seperti jalan dan tempat untuk mandi kerbau  juga harus diperhatikan.

“ Ini semua kandang-kandang milik petani di sini 12 orang , dulu pernah ada kelompok tani tetapi sekarang tidak ada kegiatannya lagi. Kami disini sangat butuh bantuan sarana prasarana dari pemerintah agar ternak kami nyaman masuk keluar kandang”, kata Pak Sodikin.

Pak Sodikin mengatakan karena modal yang terbatas kandang-kandang milik petani kondisinya sangat sederhana. Lantainya masih tanah liat jika musim penghujan kondisinya becek dan kurang sehat. Selain itu jalan untuk turun naik kerbau ke sungai masih berujud tanah liat . Jika hujan tiba kerbau kesulitan untuk naik turun sungai karena jalannya “mathol”.

“ Oleh karena itu kami mengharapkan sekali bantuan dari pemerintah untuk sarana dan prasarana kandang kerbau disini. Kami memang membuat kandang menyatu disini agar keamanan dan kenyamanan kerbau terjaga. Kami bentuk satgas keamanan secara bergiliran “, tambah Pak Sodikin yang dibenarkan mbah Sanusi yang mempunyai kerbau 3 ekor. (Muin)



Haji Aman dan Lancar bersama KBIH " Al-Firdaus" Jepara hubungi di  085 290 375 959


Rabu, 18 Juni 2014

Ayo Membuat Sendiri Pakan Ayam Pedaging



Banyak cara yang bisa dilakukan peternak ayam, terutama ayam ras untuk bisa membuat pakan ternak. Berikut ini tips untuk membuat pakan. Jika ingin membuat 100 kg pakan ada beberapa bahan baku yang perlu dipersiapkan.
Untuk stater sediakan jagung 60 kg, bekatul 2 kg, tepung gaplek 2 kg, tepung ikan 13,5 kg, tepung darah 3 kg, kedelai 7 kg, bungkil kelapa 5 kg, tepung daun pepaya 2 kg, bungkil biji kapuk 1kg tepung bulu unggas 4 kg , premix 0,5 kg.
Sedangkan untuk finisher, sediakan jagung 50 kg, bekatul 7 kg, sorgum 10 kg, tepung gaplek 5 kg, tepung ikan 3 kg, tepung darah 3 kg, kedelai 9 kg, bungkil kelapa 5 kg, bungkil biji kapuk 0,5 kg, tepung daun pepaya 2,5 kg, tepung bulu ayam 2,5 kg, minyak kelapa 1 kg , premix 0,5 kg .
Ada tiga bentuk pakan yaitu tepung, crumble (butiran pecah), dan pelet.
Bentuk tepung
Cara membuatnya sangat sederhana. Semua bahan digiling jadi tepung  lalu diaduk sampai rata dan siap disajikan. Namun pakan jenis ini tidak efektif karena ayam memiilih jenis pakan yang disukai, sehingga banyak nutrisi yang tidak di konsumsi
Bentuk crumbles (butiran pecah).
Semua bahan di giling jadi tepung. Lalu diaduk hingga rata, setelah itu di kukus atau di uap dengan panas antara 80-900C. Kemudian pakan diaduk dalam ayakan yang berlubang sambil ditekan, sehinga butiran berjatuhan. Jemur butiran itu hingga kering. Siap disajikan. Pakan jenis ini cukup efisien tidak banyak nutrisi yang terbuang.
Bentuk pelet.
Caranya sama dengan crumble. Tapi setelah penguapan dimasukkan dalam gilingan daging atau sambal, sehingga keluar bentuk memanjang. Kemudian di potong potong dan di jemur sampai kering. Siap di sajikan. Pakan jenis ini pun cukup efisien.
Untuk menghindari pakan yang cepat rusak dan tengik karena udara yang lembab, sebaiknya pakan diberi bahan pengawet. Misalnya BHA (Butiylated hydroxy anisol), BHT (Butylated Hydroxy toluen), Gropyl Gallate, Oktyl Gallate, Tokoferol, Etoksikusin yang biasanya di kemas dengan nama Antrasin, Toksomiks, Antoks dan sebagainya. Pemberian sebaiknya tidak lebih dari 0,1% jumlah pakan.
Membuat konsentrat
Untuk 100 kg konsentrat, sediakan tepung ikan 26 kg, bungkil kedelai 21 kg, daun turi 28 kg, tepung bulu 14 kg, tepung tulang 0,5 kg, sorgum 10,5 kg. Semua bahan di giling jadi tepung. Siap dicampur dengan bekatul dan jagung.
Alternatif lain untuk membuat pakan ayam pedaging. Untuk masa awal, sediakan konsentrat 39 kg, bekatul 5,5 kg, jagung 55 kg, premix 0,5 kg. Semua bahan di proses bisa dalam bentuk tepung, crumble atau pellet. Untuk masa akhir, sediakan jagung 58 kg, bekatul 8,5 kg, konsentrat 33 kg, premix 0,5 kg. Kemudian di proses seperti membuat pakan. (sumber Anekaternak)
Editor : Julianto
Sumber : SINAR TANI




Selasa, 27 Mei 2014

Peternak Kambing Desa Kedungkarang Kekurangan Modal

Kambing pak Mat Lawi baru 2 ekor

Demak – Desa Kedungkarang kecamatan Wedung kabupaten Demak merupakan desa pesisir . Warganya kebanyakan mengandalkan tambak dan laut sebagai lahan penghidupan mereka. Namun beberapa warga ada yang membuka usaha sampingan dengan beternak kambing.

Di belakang desa tepatnya di bibir sungai SWD 1 tampak gubug-gubung kecil dengan dinding gedheg dan beratap genting. Di kandang itulah mereka memelihara kambingnya. Di bantaran kali itulah ada sekitar 10 kandang kambing yang berjejer rapi.

“ Ya kurang lebih ada setahunan kami memindah kandang dari kampong ke tempat ini. Untuk biaya pembuatan kandang ini tergantung yang kecil 1 juta cukup sedangkan yang besar lebih satu juta “, ujar Mat Lawi warga RT 04 RW 02 pada FORMASS, Selasa (27/5).

Mat Lawi mengatakan ia beternak kambing sudah lama. Pekerjaan pokoknya adalah mencari ikan dilaut. Dulu ia membuat kandang kambing di seputaran rumahnya. Namun seiring dengan waktu kandang kambing di kampong tidak layak lagi.

Kandang kambing milik peternak desa Kedungkarang


Selain menganggu pemandangan bau dari kotoran kambing juga tidak menyehatkan. Oleh karena itu ia bersama teman-temannya sepakat untuk membuat kandang di bantaran sungai. Selain jauh dari kampung kotoran kambing bisa langsung ke sungai.

“ Kalau saya karena keterbatasan modal membuat kandang kecil maksimal untuk kambing 10 ekor. Selain saya itu kandang pak Mutadi , Sonari , pak Atma dan Pak Basir “, kata Mat Lawi sambil menunjukkan kandang kambing di bantaran kali SWD 1.

Kekurangan Modal

Menurut Mat Lawi beternak Kambing sebagai sambilan cukup prospektif dan menguntungkan. Namun karena keterbatasan modal usahanya ini tidak bisa maksimal. Dulu ia mempunyai kambing 5-6 ekor , tetapi setelah terpotong untuk membuat kandang modalnya menipis ia baru bisa membeli kambing 2 ekor saja.

Dua ekor kambing itu ia beli seharga dua juta rupiah . Induk dan anakannya itu ia pelihara di dalam kandang dengan makanan hijauan dari sekitar kandang. Harapannya setengah sampai satu tahun kedepan kambinngnya bertambah karena induknya sudah beranak sedangkan anaknya sudah tumbuh jadi besar.

Pak Mat Lawi di depan Kandang Kambingnya


“ Inginnya sih memelihara kambing banyak paling tidak 10 ekor biar cucuk. Tetapi modal baru segitu ya kita jalankan. Mudah-mudahan ada modal tambahan atau bantuan dari pemerintah jadi kambing saya bisa bertambah”, harap Mat Lawi.

Ketika ditanya masalah bantuan untuk peternak  Mat Lawi dan teman-temannya mengaku belum pernah menerima bantuan dari pemerintah. Mereka berharap ada bantuan atau pinjaman  lunak dari pemerintah agar usaha ternak kambingnya menjadi besar. Selain itu hasilnya bisa untuk menambah kebutuhan keluarga.

“Mbok tolong kami dibantu pak , peternak sini masih membutuhkan modal untuk mengembangkan usaha ternak disini “, kata Mutadi teman Mat Lawi. (Muin)



Selasa, 05 November 2013

Melihat Peternakan Kambing Perah di Banyuputih Jepara

Khakim tunjukkan Susu Kambing

Jepara- Ada yang menarik dari desa Banyuputih kecamatan Pecangaan kabupaten Jepara. Di desa ini kini sudah ada peternakan Kambing yang memproduksi susu Kambing. Meskipun belum berskala besar setidaknya usaha ini bisa dijadikan ajang pembelajaran bagi peternak lain.

Adalah Abdul Khakim warga RT 09 RW 03 yang cukup kreatif membuka usaha peternakan kambing perah. Di belakang rumahnya ada sekitar 15 kambing perah yang setiap hari menghasilkan susu kambing. Kambing jenis ettawa yang cukup besar ini bisa diperah 2 kali sehari.

“ Ya kalau dihitung setiap hari satu ekor kambing bisa diperah susunya 1 – 1,5 liter . Jadi jika kita mempunyai 10 ekor kambing setiap hari kita bisa menjual 10 – 15 liter susu kambing segar “, ujar Abdul Khakim pada FORMASS .


Hakim di kandang kambing



Abdul khakim mengatakan , sebelum membuka usaha peternakan kambing perah ini ia memelihara kambing biasa. Dalam satu siklus ia pernah mempunyai kambing lebih 20 ekor. Namun karena dihitung untungnya kecil maka iapun beralih usaha memelihara kambing perah .

“ Alhamdulillah saya sudah menjalani usaha kambing perah ini selama setengah tahun. Kelihatannya penjualan susu kambing makin bagus prospeknya “, aku Khakim

Saat ini pemasaran susu kambingnya kebanyakan dari mulut ke mulut . Selain itu adiknya juga memasarkannya lewat jejaring social. Hasilnya cukup bagus setiap harinya pasti ada pelanggan yang datang ke rumahnya untuk membeli susu kambing .

“ Ya setiap hari satu dua pelanggan datang ke sini untuk membeli susu kambing. Biasanya sebelumnya SMS dulu sehingga kami bisa mempersiapkan dan susu kambing dalam keadaan segar “, tambah khakim.

Saat ini susu kambing dengan label BM ( Berkah Manunggal ) Farm ia sediakan 2 pilihan . Yang pertama ia sediakan dalam botol berukuran 0,5 liter dan yang kedua bungkus plastic dengan ukuran 0,25 liter. Adapun harga jual perliter saat ini Rp 30 ribu.

Khasiat susu kambing yang bisa menyembuhkan penyakit inilah yang menjadi alasan konsumen datang kembali. Salah satu pelanggan yang mengkonsumsi susu kambing mengatakan sakitnya Asma sembuh setelah minum susu kambing secara rutin. Selain itu susu kambing ini diyakini bisa menyembuhkan penyakit bronchitis , dan juga stroke ringan.

Silakan pesan


“ Sehari kami memerah susu dua kali pagi dan sore hari , oleh karena itu pelanggan kami sarankan untuk datang ke tempat kami SMS terlebih dulu. Sehingga bisa langsung melihat pemerahan susu “, kata Abdul Khakim.

Meski berskala kecil namun usaha kambing perah ini bagi Abdul Khakim sudah bisa menghidupi keluarganya. Selain itu iaupun masih mempunyai usaha mengolah lahan pertanian untuk di tanami padi dan tebu.

Minum Susu kambing Asyik


Oleh karena itu selain membeli susu tamu yang datang ke rumahnya ada yang belajar beternak dan bertani . Mereka datang untuk belajar memelihara kambing , membuat pakan fermentasi dan juga meminta informasi seputar pertanian.

“ Bagi yang ingin beli susu silakan datang kemari , untuk yang belajar bertani saya juga siap menerima . Saya siap membagikan ilmu kepada siapa saja yang berminat pada usaha Kambing perah ini “, kata Khakim sambil memberikan nomor HPnya 082 332 608 507 . (Muin)

Profil Usaha:
Nama Usaha  : Berkah Manunggal Farm
Pemilik          : Ahmad Khakim Dan Abdullah Kharis
Alamat       : Desa Banyuputih RT 09 RW 03  Kecamatan Kalinyamatan   Kabupaten Jepara
Jenis Usaha: Produksin Usaha Susu Kambing
Kontak        : 082 332 608 507  ( Khakim)  085  226  459  409 (Kharis )





Minggu, 27 Oktober 2013

Yuukkk !!!! Berburu Itik Petelur Ke Desa Karangrandu Jepara

Beberapa peternak menunggui itiknya

Kliping Berita Formasss, 2 Juni 2011

Jepara 
– Desa Karangrandu kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara sejak dulu dikenal sebagai desa pemasok bibit itik petelur, sehingga para peternak di kawasan Jepara dan sekitarnya jika ingin membeli bibit itik yang siap bertelur pasti ke desa ini. Hal itu tidak mengherankan karena desa Karangrandu dikenal sebagai desa pertanian dengan lahan sawahnya yang cukup luas dan juga banyak saluran air sebagai modal dasar untuk memelihara itik.

 Oleh karena itu jika kita kebetulan singgah ke desa ini pasti kita akan menjumpai beberapa peternak itik yang menggembalakan itiknya disawah-sawah yang habis di panen ataupun disaluran-saluran air. Itik mereka dibiarkan berkeliaran mencari makan kesana kemari setelah kenyang baru dikandangkan kembali pulang.

” Umur itik ini sudah dua bulan setengah asalnya dari anakan itik (meri ) yang saya beli dari daerah Pati seharga Rp 6.000,- setiap ekornya , Jika nanti sudah menginjak umur empat bulan itik ini sudah laku dijual untuk para peternak itik petelur nah pada saat itulah saya memperoleh hasil ”, ujar Pak Sukarno (50) peternak itik dari desa Karangrandu yang ditemui Kamis (2/6/2011).

Pak Sukarno mengaku sudah lebih sepuluh tahun bergelut usaha pembesaran itik petelur , pada saat ini dia memelihara sekitar 650 ekor itik dan akan dipanen atau dijual 2 – 2,5 bulan yang akan datang. Selain dirinya dalam mengendalikan itik-itik tersebut dia dibantu kedua orang anaknya , utamanya jika itik dibawa keluar untuk mencari pakan dari alam. 

Keberhasilan pemeliharaan bibit itik petelur ini selain pemeliharaan di kandang , juga seringnya dibawa keluar untuk mencari makan diluar . Semakin sering dibawa keluar dengan ketersediaan pakan alam yang banyak menyebabkan itik-itik yang dipelihara cepat besar . Apalagi jika menemukan daerah pertanian yang baru di panen , ha l ini menjadi kesenangan itik tersendiri.


” Memelihara atau membesarkan itik petelur ini tergolong mudah dan kecil resikonya , yang penting adalah telaten dalam pembersihan kandang dan pemberian pakan . Oleh karena itu setiap waktu saya pasti mempunyai itik yang siap bertelur , namun karena keterbatasan modal saya memeliharanya di bawah 1000 ekor . Inginnya sih lebih dari itu ”, kata Pak Sukarno .


Menurut pak Sukarno selain dirinya , warga desa Karangrandu yang lainnya juga ada yang mempunyai profesi seperti dirinya . Oleh karena itu jika peternak dari daerah lain yang membutuhkan itik siap bertelur bisa datang ke desa Karangrandu untuk melihat-lihat kondisi itik yang akan dibelinya .

 Selain itu agar ketersediaan bibit itik seperti yang diinginkan baik dari jumlahnya dan umurnya , bisa datang order atau pesan terlebih dahulu selain bisa melihat kualitas itik dan juga jumlah yang diinginkan. Itik-itik yang di pelihara warga desa Karangrandu ini dikenal bagus dan cepat bertelur , setelah dibawa ke kandang yang baru tidak ada waktu satu bulan langsung bertelur .

Itik-itik dibawa keluar cari makan

” Kita belum ada kelompok pak ya mereka berusaha sendiri-sendiri , Jika ada pembinaan dari pemerintah saya turut senang pak agar usaha peternakan itik tambah besar. Inginnya usaha yang saya kelola dengan anak-anak ini bisa bertambah besar namun karena keterbatasan modal jadi ya semampunya saja ”, harap pak Sukarno warga RT 04/04


Memang usaha ternak itik di desa Karangrandu ini seharusnya mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah utamanya Dinas Peternakan dan juga instansi lainnya , dengan pembinaan tersebut usaha mereka bertambah besar selain itu pula bisa juga sebagai icon desa. 

Apalagi lahan pertanian di sekitar desa Karangrandu cukup luas sehingga ini merupakan modal utama untuk usaha pembesaran itik , agar mereka terbina maka diperlukan uluran tangan dari pemerintahan desa . Dengan pemberdayaan peternak itik tersebut akan menjadikan meningkatnya penghasilan mereka , untuk itu di tunggu actionnya agar nasib peternak itik jauh lebih baik dari hari ini.(FM)