Rabu, 15 Januari 2014

Alon-Alon Demak Bebas Dari PKL , Pedagang di Relokasi Ke Tembiring


Demak – Lebih dari 200 pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di Alun-alun akan direlokasi ke Lapangan Tembiring. Mereka diberi waktu hingga Minggu (12/1) untuk menempati areal parkir yang dijadikan lokasi baru untuk berjualan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Periwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Demak M Ridwan didampingi Kasi Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Energi (DPUPE), Heru Prayitno, saat meninjau Lapangan Tembiring. Menurut Ridwan, relokasi pedagang ini dimaksudkan agar estetika Masjid Agung dan lingkungan sekitarnya tetap terjaga.
”Tidak lama lagi, Alun-alun selesai direnovasi dan dibuka untuk publik. Kami ingin aktivitas di dalamnya bisa terbebas dari PKL. Sebab mereka sudah disediakan tempat berjualan baru di Lapangan Tembiring,” ujarnya, baru-baru ini. Penempatan PKL di areal baru itu sama sekali tidak dipungut biaya. Hanya saja untuk sementara, mereka dibebaskan memilih mendirikan tenda atau dengan gerobak.
Pasalnya, fokus jangka pendek masih berorientasi pada relokasi dan penyediaan lokasi baru bagi PKL eks Alun-alun. Ke depan, penataan PKL ini bisa diikuti dengan penyeragaman sarana berjualan seperti tenda ataupun gerobak. Adapun proyek renovasi Alun-alun sesuai jadwal sudah harus selesai sejak 29 Desember lalu.
Hingga enam bulan mendatang, proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan. Ia meminta pedagang agar tidak khawatir terhadap perkembangan usaha mereka di lokasi baru tersebut. Pihaknya akan menggelar event-event seni dan budaya secara rutin di Lapangan Tembiring. Pertunjukkan kesenian yang sudah dimulai Minggu kemarin, akan digelar selang-seling baik pagi, siang ataupun malam.
Terkait kondisi Lapangan Tembiring yang kian memprihatinkan, Heru Prayitno mengatakan, tahun ini APBD II mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk meningkatkan infrastruktur lapangan tersebut. Selama ini, Lapangan Tembiring digunakan untuk areal parkir bus wisatawan yang berziarah ke Masjid Agung. Bus-bus rombongan peziarah itu biasanya ditempatkan di arel parkir depan.
Namun, lanjutnya, mulai Minggu besok bus-bus akan dipindahkan ke areal parkir tengah dan belakang. Areal parkir depan akan ditempati PKLeks Alun-alun. Adapun kondisi landasan parkir yang rusak parah akan dilakukan betonisasi.
”Ini masih kami ukur terkait berapa luasannya. Untuk areal parkir tengah dan belakang masing-masing bisa muat sekitar 60 bus besar,” terangnya. Adapun areal parkir depan hanya dilakukan renovasi terhadap paving-paving yang rusak. Perbaikan paving dan pagar Terminal Tembiring masingmasing dianggarkan Rp 118 juta dan Rp 40 juta. Kedua proyek itu ditangani oleh Dinparbud.
Sementara itu, Muslih (54), koordinator penertiban angkutan mengatakan, ada tiga moda transportasi yang selama ini digunakan untuk mengangkut rombongan peziarah dari Lapangan Tembiring menuju Masjid Agung Demak. Ketiga moda transportasi itu andong, becak dan ojek motor.
Kondisi lapangan yang rusak ini terjadi sudah dua tahun terakhir, lantaran dipicu Grebeg Besar. ”Kerusakan paving ini dipicu beberapa wahana permainan Grebeg Besar. Kami berharap lapangan ini segera diperbaiki karena menjadi ladang rejeki orang banyak,” katanya. *(Humas Demak – NDR)



Bulan Maulud Bulan Ulang Tahun Nabi Muhammad


Ada tradisi yang masih dilestarikan berkaitan dengan bulan Mulud atau Rabiul Awwal. Dipelosok desa pesisir utamanya di kabupaten Demak dan Jepara ada keramaian tersendiri. Mulai tanggal 1 sampai dengan 12 habis shalat isya’ jamaah tidak langsung pulang. Mereka bersama-sama membaca barjanji di Masjid atau musholla.

Dengan dipandu 3-4 orang , jamaah mengikuti bacaan barjanji yang dilantunkan . Sehingga dari kejauhan suara terdengan sahut sahutan. Bacaan yang di baca diantaranya sholawat nabi serta kisah nabi dalam bahasa arab.

“ Tradisi ini sudah ada sejak saya masih kecil . Bacaannya dari dulu hingga sekarang tidak berubah . Yang berubah adalah jumlah jamaah yang hadir dulu banyak sekarang sudah berkurang tidak seperti dulu “, ujar Jambari jamaah Musholla “Baitul Muttaqin” desa Kedungmutih Wedung Demak pada FORMASS, Selasa (14/1).



Jambari mengatakan selain baca barjanji bersama-sama . Jamaah dari rumah masing-masing membawa makanan dan minuman ala kadarnya. Diantaranya kue , nasi bungkus, pisang goreng dan yang lainnya. Sementara minuman ada yang membawa wedang teh , wedang sirup dan makanan lainnya.

“ Makanan di bagi setelah bacaan barjanji selesai dilanjutkan dengan doa. Makanan dibagikan secara melingkar sehingga semua kebagian dengan merata “, tambah Jambari.

Hal sama juga dikatakan Musa Abdillah warga desa Bandung Rejo kecamatan Pecangaan kabupaten Jepara. Tradisi memeriahkan bulan kelahiran nabi juga dengan pembacaan barjanji secara bergiliran.



Anak-anak muda dengan urut membaca  barjanji dari awal sampai akhir. Sedangkan orang tua dilewati dalam pembacaan . Sehingga mereka yang mendapatkan giliran harus bersiap –siap menunggu giliran. Sehingga mereka yang kebagian harus mempersiapkan terlebih dahulu.

“ Nah untuk konsumsinya kalau disini bergiliran. Satu hari dijatah untuk 3-4 orang. Sedangkan untuk puncaknya biasanya diisi pengajian dengan mengundang penceramah dari luar “, kata Musa Abdillah.


Tradisi memeriahkan bulan kelahiran nabi sudah mentradisi dimana-mana. Kita tidak tahu kapan mulainya sampai kini tradisi ini masih dilestarikan. Untuk pelaksanaannya mungkin desa satu dengan desa lain ada perbedaan . Namun esensi yang di kandung sama yaitu memuliakan nabi Muhammad SAW. (Muin).



Jumat, 10 Januari 2014

Drs. Harwanto Dilantik Sebagai Wakil Bupati Demak Periode 2011-2016


Demak - Drs. Harwanto, mantan Asisten I Pemerintah Kabupaten Demak, akhirnya resmi menjadi Wakil Bupati Demak Masa Bakti 2011- 2016 setelah dilantik oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Rabu 18 Desember 2013 di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Demak.
Pelatikan yang sedianya dilaksanakan pagi hari diundur pada malam harinya karena Gubernur Jawa Tengah harus ke Jakarta untuk menerima Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya dari Presiden RI.
Dalam acara tersebut, Ganjar Pranowo berpesan agar Wakil Bupati Demak yang baru dapat mendampingi Bupati Demak dalam menjalankan roda pemerintahan. Mereka harus bersinergi dan selalu menjaga komunikasi dalam memimpin Demak agar lebih baik ke depannya.
Ganjar mengajak Pemerintah Kabupaten Demak dan Pemerintah Provinsi Jateng untuk terus saling berkoordinasi dalam melaksanakan pembangunan. “Komunikasi yang baik, tahu peran kita masing-masing untuk membangun Jateng. Nanti saya kasih nomor telepon pribadi saya agar bisa berhubungan langsung.” ujar Ganjar Pranowo.( Humas Pemda Demak )

Honor RT dan RW dari Dana ADD


Demak – Tahun ini Pemkab Demak mengalokasikan anggaran sebesar Rp 41.786.700.000 untuk alokasi dana desa (ADD) bagi 243 desa. Alokasi tersebut besarannya masih sama dengan anggaran tahun sebelumnya.
Kabid Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana, Adi Prabowo menyatakan, besaran ADD ini sudah sesuai ketentuan, yakni minimal 10 persen dari dana alokasi umum (DAU) setelah dikurangi belanja pegawai. Adapun formulasi dan variabel pembagian ADD di masing-masing desa masih juga sama dengan tahun lalu.
’’Ada empat variabel utama dalam penentuan besaran ADD di tiap desa, meliputi luas wilayah, tingkat pendidikan, tingkat kesehatan dan jumlah penduduk,’’ katanya, saat ditemui belum lama ini.
Selanjutnya, variable utama itu masih ditambah dengan variable tambahan seperti jumlah kekayaan banda desa serta jumlah RT/RW. Tahun lalu, besaran ADD terbesar dialokasikan ke Desa Batursari, Kecamatan Mranggen sebesar Rp 324 juta. Adapun ADD terendah diterima Desa Boyolali, Kecamatan Gajah sebesar Rp 143 juta. ADD diperuntukkan untuk kegiatan pembangunan yang dicairkan melalui rekening desa.
Untuk mengantisipasi penyimpangan, pencairan ADD harus melampirkan tanda tangan camat. Rincian pemanfaatan ADD ini terdiri atas 70 persen kegiatan pemberdayaan masyarakat yang di dalamnya bisa untuk betonisasi jalan serta aktivitas PKK. Sisanya, untuk operasional pemerintah desa termasuk honor RT/RW. *(Humas Demak–NDR)


Minggu, 05 Januari 2014

Inilah Calon DPR Pusat Dapil II Jepara , Kudus, Demak


Jakarta, Antara Jateng - Berikut daftar calon tetap (DCT) anggota DPR RI Pemilu 2014 dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah II (Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Demak) yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum di Jakarta, Kamis (22/8) malam.

1 Partai NasDem
1 H.M. Prasetyo, S.H.
2 Ali Mahir
3 Siti Umaiyati, S.H., M.H.
4 Sukahar
5 Ria Rukiah
6 Wening Nurati, S.Pd.
7 Luqman Hakim, M.H.

2 Partai Kebangkitan Bangsa
1 Drs. Fathan
2 Drs. Mufid A. Busyairi, M.Pd.
3 Dra. Hj. Dewi Ani Endriyanti
4 Mandala Abadi
5 Moch. Basuni, S.E., S.T.
6 Dra. Hj. Noor Aini
7 Siti Khotimah

3 Partai Keadilan Sejahtera
1 Kamal Fauzi
2 Imam Nur Azis
3 Elich Kusumawati
4 Dr. H. Sugeng Raharjo
5 Edi Sayudi
6 Purdayanti, S.Pt.
7 Novita Fardiyah

4 Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan
1 Ir. H. Daryatmo Mardiyanto
2 H.M. Masluri, S.H., M.H.
3 Dina Ardiyanti, S.H.
4 Erry Syahrian
5 Dr. Drs. R. Permadi Mulajaya., M.Si.
6 Intias Maresta Buditami, S.I.A.
7 Ir. Heru Mulyati

5 Partai Golongan Karya
1 Dr. H. Noor Achmad, M.A.
2 Nusron Wahid
3 Dany Soedarsono
4 Riyono Asnan,S.E., M.Si.
5 Bowo Sidik Pangarso
6 Dra. Dewi Utari, M.M.
7 Sintadewi Nastiti, S.H.

6 Partai Gerakan Indonesia Raya
1 Abdul Wahid
2 M. Thosin Faisal
3 Hj.Ainun Naim
4 Rajimah, S.Pd.I.
5 Hario Sudiro, S.H.
6 Ulul Aufa
7 Dwi Andriyani, S.Kom.

7 Partai Demokrat
1 Dr. H. Subyakto, S.H., M.H., M.M.
2 Muhammad Rahadian Syarief
3 Dra. Suly Budhi Aminingsih
4 Ir. H. Iryanto Muchyi
5 Afroni Imawan
6 Hj. Ratih Widyawati, S.E.
7 Nina Maryati

8 Partai Amanat Nasional
1 Nasrullah, M.Si.
2 Nurul Fatah, S.H., M.H.
3 Ir. Diah Wardhani
4 Dr. Moh. Gempar Soekarnoputra, S.H.
5 Riayati
6 Mastar
7 Maya Ermawati, S.P.

9 Partai Persatuan Pembangunan
1 Dr. H. Arif Mudatsir Mandan, M.Si.
2 Inna Hadianala, S.E.
3 Dr. Fachrudin Salim, S.E., M.M.
4 M. Mukhlisin
5 Hj. Nur Rif'ah Patich
6 H. Mohammad Farid Aljawi, S.E.
7 Atika Sorayya

10 Partai Hati Nurani Rakyat
1 Prof.Dr.Muhtosim Arief, S.E.,M.M., C.P.M.
2 Muhammad Izzul Muslimin, S.I.P.
3 Sukma Wardani, S.H.
4 H. Solikhin, S.T., M.T.
5 Mustaqim
6 Tri Ruswati, S.Pd.
7 Sandra Fertasari Putri

14 Partai Bulan Bintang
1 Dr. H. Muhanto, A.Q., M.M.
2 Muhammad Fuad Hasyim, S.H.I.
3 Akbp (Purn.) Endang Purwaningsih
4 Sa'roni, S.H., M.M.
5 Sufti Husnafiyah
6 Arni Wulansari, B.Sc.
7 Dian Asri Kusumaningrum, S.Psi.

15 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
1 M. Sukron
2 Dr. H. Agung Aryanto, S.Sos., S.H.
3 Dini Handayani
4 Jalintar Simbolon
5 Ahmad Faisal
6 Sendi Tyas Yulianti
7 Selvia Ismy Retno Yuliani

Penetapan DCT Anggota DPR RI Pemilu 2014 ditandatangani oleh Ketua KPU Husni Kamil Manik dan para anggota KPU Arief Budiman, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Hadar Nafis Gumay, Ida Budhiati, Juri Ardiantoro dan Sigit Pamungkas.

Editor : D.Dj. Kliwantoro

Senin, 30 Desember 2013

Busri Pedagang Garam Yang Sukses dari Demak

Wilayah kecamatan Wedung kabupaten Demak saat ini merupakan daerah penghasil garam terbesar di kabupaten Demak .Adapun desa –desa sentra penghasil garam tersebut adalah desa Kedungmutih . Kedungkarang, Babalan, Tedunan, Kendalasem dan Berahan Wetan. Keenam desa inilah setiap tahunnya menghasilkan puluhan ribu ton garam yang kemudian dipasarkan oleh para pengepul maupun pedagang ke seluruh pelosok Indonesia. 

Garam dari Demak ini oleh pedagang atau pengepul di pasarkan ke daerah Juana , Semarang, Solo , Bandung , Jakarta , bahkan ada pula yang dibawa keluar pulau jawa seperti pulau Sumatera, Kalimantan , Maluku sampai ke Irian Jaya atau Papua . Dari usaha garam inilah memunculkan sosok pedagang atau pengepul garam yang cukup terkenal di desa Kedungmutih Busri namanya . Setiap harinya ia mampu memasarkan garam hasil dari petani garam di Demak 5 – 6 truk besar yang bermuatan 6-8 ton selama hampir lima belas tahun tanpa henti . 

Oleh karena itu Busri saat ini bisa dikatakan sebagai pengusaha garam yang sukses , semua pedagang garam di kota-kota besar pasti mengenal sosok Busri karena ketekunan dan kejujurannya dalam berusaha. Bagi petani garam desa Kedungmutih Busri merupakan mitra kerja yang baik , karena hampir semua petani garam di sekitar desa Kedungmutih pernah bekerjasama dengannya dalam hal jual beli garam . 

Selain itu peran Busri dalam mengendalikan harga garam juga cukup nyata, dengan adanya pedagang local yang berperan maka pedagang garam pendatang tidak akan bisa mengatur harga seenaknya sendiri. 




“ Saya berbisnis garam krosok ini sudah hampir lima belas tahun mas , awalnya saya hanya kuli angkut garam namun karena saya mau belajar dengan keadaan akhirnya saya bisa berbisnis garam sampai sekarang. Saya cukup bersyukur dari usaha ini saya bisa memberi pekerjaan pada teman-teman yang lainnya dan satu dua teman ada juga yang mengikuti jejak saya menjadi pedagang atau pengepul garam “ ujar Busri ( 45 ) yang ditemui di pool pengangkutan garam desa Kedungmutih belum lama ini.

Hanya Tamat SD

Busri yang saat ini menjadi salah satu pengusaha binaan BRI Demak menceritakan , dia lahir dari keluarga miskin ayahnya adalah seorang buruh tani yang tidak mempunyai tanah garapan sehingga kerja sehari-harinya adalah membantu tetangga menggarap sawah atau tambak . Jika tidak ada yang menyewa tenaganya ayahnya mencari ikan ke laut , sungai ataupun tambak-tambak yang habis di panen sehingga penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. 

Karena kemiskinan itulah yang menyebabkan Busri hanya tamat SD saja , teman-teman yang lain banyak yang melanjutkan ke SMP atau Madrasah Tsanawiyah dia tidak dapat berbuat banyak. Untuk meringankan beban orang tuanya sehabis tamat SD Busri bekerja mencari uang dengan cara mencari ikan di laut, sungai , atau saluran tambak seperti yang dilakukan oleh ayahnya. Jika musim garam tiba yaitu musim kemarau Busri bekerja serabutan , 

jika ada yang membutuhkan tenaganya menggarap lahan garam ia membantu membuat garam, jika ada yang membutuhkan sebagai buruh angkut iapun bersedia menjadi buruh angkut. Dalam rangka untuk menyambung hidup pekerjaan apapun asal halal ia terima .



Dari hasil bekerja sebagai buruh penggarap garam dan buruh angkut ini sebagian ia sisihkan sebagai tabungan , makin lama tabungan makin banyak . Setelah terkumpul cukup banyak iapun beralih profesi sebagai penyewa lahan garam , selain telah menguasai cara membuat garam juga tidak ingin menjadi buruh terus. 

Rupanya nasib baik berfihak kepadanya dari menyewa garam sepetak awalnya , satu musim hasilnya dapat digunakan untuk menyewa sepetak lagi begitu seterusnya . Sehingga selain dia yang menggarap lahan garam , dia juga memberi pekerjaan kepada tetangganya dengan system maro yaitu pembagian hasil dari pembuatan garam tersebut.

Dari hasil menyewa garam tersebut dia juga sisihkan kembali sedikit demi sedikit sebagai simpanan setelah terkumpul banyak Busripun akhirnya membeli lahan garam yang ia idam-idamkan sejak kecil . Setamat SD ia mempunyai pikiran jika keluarganya seperti ini terus yaitu menjadi buruh penggarap maka nasibnya sulit berubah yaitu menjadi miskin terus, sehingga dalam hati kecilnya dulu ia akan bekerja keras supaya bisa membeli lahan tambak garam sehingga bisa merubah nasibnya. 

“ Setelah mempunyai lahan sendiri inilah nasib keluarga kami mulai membaik, lahan garam saya sewakan kepada orang lain , sayapun mulai berbisnis garam yaitu membeli garam dari lahan petani garam untuk dijual pedagang dipool pengiriman . Saat itu saya baru tahap pengepul saja belum berdagang garam antar kota atau antar pulau “, cerita Busri mengenang.

Membuat Gudang Penimbunan 

Karena ketekunannya dari jual beli garam kecil-kecilan maka semakin lama usaha yang digelutinya semakin berkembang sehingga modhal simpanannya juga semakin besar. Melihat harga garam yang tidak stabil setiap tahunnya Busri mencoba menangkap peluang yang ada , jika musim panen raya tiba harga mulai jatuh Busri membuka tabungannya dengan membuat gudang-gudang penyimpanan garam. 

Gudang setelah jadi kemudian dia isi garam hasil pembelian dari para petani disekitarnya sampai penuh , dan jika musim penghujan tiba atau harga mulai beranjak naik gudang-gudang itupun dibongkar isinya untuk dijual . Justru dari penimbunan garam inilah pernah keuntungannya berlipat-lipat karena musim kemarau yang pendek dan musim hujannya cukup panjang , akibatnya petani garam kesulitan membuat garam dengan sendirinya harga garam menjadi mahal. 



Dengan kepandaiannya membaca alam itulah perkiraan dia tidak meleset setiap persediaan garam di gudang banyak harga selalu naik meski sedikit , selain itu pula membuat rekan bisnisnya senang karena setiap permintaan selalu dipenuhinya dengan baik. Kelebihan stok dalam gudang itulah yang kemudian dia coba membuka pasaran keluar Demak ,

 yang sebelumnya dia telah belajar banyak dengan rekannya sesama pedagang garam. Awalnya hanya 1 truk per minggu sekali lambat laun permintaan tambah terus hingga saat ini setiap hari paling sedikit ia kirim garam krosok ke daerah Solo dan sekitarnya paling sedikit 5 truk bahkan kadang kala bisa sampai dengan 10 truk perharinya.

“ Permintaan garam bisa saya penuhi dengan baik karena simpanan garam saya di gudang , jika kurang saya ambilkan garam dari teman sesama pedagang garam dan kita membagi keuntungan yang tidaka saling merugikan. Dari petani dia membeli berapa kemudian dia saya beri keuntungan tersendiri sehingga berapapun saya butuh garam mereka selalu menyediakannnya untuk saya “, Tutur Busri ketika di tanya salah satu resep keberhasilannya sebagai pedagang garam.



Menuai Hasil

Jika dilihat dari keberhasilannya menjadi salah seorang pedagang garam yang cukup menonjol di desanya orang tidak menyangka jika dia hanya tamatan SD saja , karena perputaran uang yang ia jalankan setiap bulannya mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah . 

Namun berkat ketekunannya belajar dari keadaan yang ada juga belajar pengalaman dari teman-temannya yang dulu terjun dalam bisnis pergaraman kesulitan demi kesulitan dapat teratasi dengan sendirinya. 

Seperti halnya menggunakan HP ia masih kesulitan jika menerima SMS dari rekan bisnisnya untuk membuka SMS pada awalnya ia tidak bisa apalagi menjawab SMS itu , namun karena ia tidak malu bertanya meskipun belum lincah sekarang sudah bisa kirim SMS atau menjawab SMS yang masuk.



Dari hasil kerja kerasnya dari kuli angkut sampai sekarang menjadi salah satu pedagang garam di desa Kedungmutih Busri beserta keluarganya kini telah menuai hasil. 

Keberhasilan itu diantaranya rumah yang dahulunya masih berlantai tanah dan semi permanen , kini sudah tembok megah dan tidak kalah dengan rumah sekitarnya. Untuk lebih mengefisienkan biaya tranportasi ia telah membeli satu buah truk yang ia beli secara kredit dan saat ini hampir lunas, harapannya ke depan ia akan menambah armada angkutannya satu unit lagi. Selain itu tanah garapan tambak garamnyapun cukup luas dengan gudang-gudang garam yang setiap musim selalu dipenuhinya dengan garam yang ia beli dari para petani disekitar desanya.(FM)


Fatkhul Muin 
Pengelola Blog : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir (http: www.For-Mass.Blogspot.com )

 


SD Kedungmutih Terima DAK Rehabilitasi Ruang Kelas




Demak – SD Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak tahun 2013 ini menerima dana DAK sebesar Rp 122.790.000 untuk rehabilitasi ruang kelas. Dana tersebut telah dilaksanakan swakelola oleh sekolah dan juga komite yang diperkirakan selesai pada akhir bulan Desember ini.

“ Dana tersebut untuk menyelesaikan ruang kelas yang dibangun tahun lalu. Selain keramik tiga local , pengerjaan plapon dan juga menghaluskan dinding kelas “, ujar Zaenal Fathoni Guru SD Kedungmutih selaku Ketua Pelaksana pada FORMASS , Selasa (31/12)

Zaenal mengatakan waktu pengerjaan yang cukup singkat membuat fihaknya harus bekerja keras . Selain membeli membeli matreal juga mengkoordinasikan para tukang. Namun hal itu menurutnya bukan halangan karena tahun lalu fihaknya juga telah menggarap pekerjaan yang sama.



“ Alhamdulillah pekerjaan rehabilitasi kelas sudah rampung tinggal finalisasi beberapa bagian . Untungnya pekerjaan kita ini di dalam ruangan meski hujan lebat para tukang tetap bekerja dengan lancar “, kata Zaenal Fathoni yang juga guru Agama.

Disis lain Kepala SD Kedungmutih Upik Kandarsih, S Pd menyambut gembira adanya DAK tahun ini. Sehingga tiga local tahun yang lalu bisa disempurnakan sehingga bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kelebihannya digunakan sebagai laborat untuk penyimpanan alat peraga.


Namun demikian fihaknya tahun depan masih mengharapkan bantuan dari pemerintah lagi untuk membuat pagar sekolah. Pagar yang sekarang ada sudah tidak layak lagi . Selain rusak di beberapa bagian juga kelihatan rendah karena jalan raya depan sekolah sudah ditinggikan.

“ Harapan kami tahun depan kami mengharapkan bantuan lagi untuk merehabilitasi pagar sekolah depan dan juga membuat pagar sekolah yang baru di sebelah timur “, kata Upik Kandarsih.


SD Kedungmutih adalah hasil merger antara SD Kedungmutih 1 dan SD Kedungmutih 2 . Diharapkan setelah menjadi satu SD Kedungmutih menjadi salah satu SD andalan di pesisir Wedung . Lulusannya bisa bersaing dengan sekolah lain juga prestasi siswanya lebih meningkat dan mampu berprestasi di tingkat kecamatan Wedung.(Muin)