Tampilkan postingan dengan label Humas Pemda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humas Pemda. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Februari 2014

Horeee !!!! 50 KM Jalan Kabupaten Demak Dibeton Lagi


Demak – Tahun ini, Pemkab Demak akan meneruskan betonisasi jalan kabupaten sepanjang 50 kilometer.
Sedikitnya, 115 paket kegiatan fisik jalan dan jembatan telah teranggarkan senilai Rp 123 miliar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Energi (DPUPE) Demak, Budi Haryanto mengatakan, sejumlah ruas jalan antar kecamatan akan terhubung tanpa putus. Diantaranya, Demak-Bonang, Bonang-Wedung, Bonang-Morodemak, Kaligondang-Tlogodowo, Wonokerto-Tambakbulusan dan Cangkring-Karangrejo.
Kalau perbaikan jalan (kabupaten) yang rusak akibat banjir nantinya sebatas tambal sulam, seperti di kawasan Alun-alun,” katanya saat ditemui baru-baru ini. 
Perbaikan jalan tersebut hingga kini belum dapat dilakukan perbaikan secara permanen karena pertimbangan cuaca yang masih belum menentu. Diperkirakan, perbaikan sejumlah ruas jalan rusak ini bisa dilakukan setelah intensitas hujan mulai berkurang atau sekitar Maret.
Sementara itu, Sekretaris DPUPE Budi Harsono didampingi Kabid Bina Marga Giharto menambahkan, proyek peningkatan jalan ini sumber anggarannya berasal dari dana alokasi khusus (DAK), bantuan gubernur (Bangub) dan APBD II. Proyek tersebut nantinya menghubungkan jalan kabupaten dengan jalan provinsi dan nasional.
Di antaranya KarangawenPamongan, Buyaran-Guntur, Gajah-Dempet, Mranggen-Banyumeneng. Tiap ruas jalan yang dibeton itu mendapatkan alokasi anggaran mulai Rp 700 juta-Rp 1 miliar.
Di luar betonisasi, pemeliharaan rutin jalan juga mendapat alokasi dana dari APBD II. Tahun ini anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan masing-masing senilai Rp 4 miliar dan Rp 1,2 miliar,” terangnya.
Selanjutnya, tiga jembatan juga akan dibangun permanen yakni Jembatan Pasir (Desa Pasir Kecamatan Mijen), Jembatan Kalicogeh (Desa Ploso Kecamatan Karangtengah) dan Jembatan Gedangalas (Desa Gedangalas Kecamatan Gajah). Total anggaran ketiga jembatan ini senilai Rp 8,5 miliar.
Proses lelang pengadaan barang dan jasa tahap I akan dilakukan awal Maret. Adapun kegiatan fisik baru dimulai sekitar April. Proyek pembangunan jembatan memakan waktu paling lama yakni minimal sekitar enam bulan. *(Humas Demak–NDR)

Minggu, 19 Januari 2014

Bupati Demak : Bendung Wilalung Perlu Perbaikan Untuk Cegah banjir


Demak - BUPATI Demak Drs H Moh Dachirin Said SH MSi meminta PSDA Jateng untuk segera melakukan perbaikkan pintu Bendung Wilalung. Apalagi, pintu bendung yang tidak dapat berfungsi normal telah menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di wilayah Kecamatan Mijen.
Dia menegaskan, perbaikan mendesak dilakukan mengingat banjir di Mijen beberapa waktu lalu telah menimbulkan kerugian dalam jumlah besar. Diharapkan banjir itu tak terulang setelah pintu bendung Wilalung diperbaiiki.
“Dari sebelas pintu, yang berfungsi hanya tiga. Yakni, dua pintu yang menuju Kecamatan Mijen lewat Kali Wulan, serta satu pintu menuju wilayah Kudus. Akibatnya, pengendalian air menjadi sulit sehingga saat ada kiriman air dalam volum besar maka wilayah Mijen dan Wedung yang menjadi korban,” kata Bupati Dachirn disela melakukan inspeksi di bendung yang menjadi tanda batas wilayah Desa Wilalung Kecamatan Gajah dengan Desa Kalirejo Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus tersebut.
Turut dalam inspeksi tersebut, Kepala DPU PPE Demak Budi Haryanto, Asisten II Sekda Singgih Setiono, Kabag Humas Setda Rudi Santosa, juga Camat Gajah Supriatiningsih. Mereka dijelaskan banyak hal mengenai bendung peninggalan Belanda itu oleh Kades Wilalung, Budi Purnomo.
Selain mendesak dilakukannya perbaikan pintu, bupati juga meminta pihak PSDA yang bertugas menjaga Bendung Wilalung lebih disiplin terkait prosedur teknis pengaliran air. Pasalnya, keteledoran petugas bersangkutan akan berpotensi banjir di wilayah Kabupaten Demak.
Menurut Kades Budi Purnomo, bendung yang sebagian bangunannya menempati wilayah Desa Wilalung itu telah lama mengalami kerusakan. Selain pada delapan pintunya, kerusakan juga menyentuh bagian pondasi. Namun sejauh ini pihak yang berwenang belum memperbaiikinya meskipun ia sendiri pernah menyampaikan dampak atas kerusakan tersebut.
“Warga Wilalung juga menjadi korban atas rusaknya pintu bendung itu. Paling tidak 25 hektar lahan pertanian di sekitar bendung kerap kebanjiran hingga gagal panen,” ujarnya.
Dijelaskan, karena pintu yang mengarah Kudus mati maka praktis air hanya dapat digelontorkan ke Demak. Mungkin untuk mengurangi potensi banjir di daerah bawah, adakalanya pintu yang menuju Demak itu baru dibuka setelah debit air di Wilalung melebihi batas.(Anang)

Rabu, 15 Januari 2014

Alon-Alon Demak Bebas Dari PKL , Pedagang di Relokasi Ke Tembiring


Demak – Lebih dari 200 pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di Alun-alun akan direlokasi ke Lapangan Tembiring. Mereka diberi waktu hingga Minggu (12/1) untuk menempati areal parkir yang dijadikan lokasi baru untuk berjualan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Periwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Demak M Ridwan didampingi Kasi Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Energi (DPUPE), Heru Prayitno, saat meninjau Lapangan Tembiring. Menurut Ridwan, relokasi pedagang ini dimaksudkan agar estetika Masjid Agung dan lingkungan sekitarnya tetap terjaga.
”Tidak lama lagi, Alun-alun selesai direnovasi dan dibuka untuk publik. Kami ingin aktivitas di dalamnya bisa terbebas dari PKL. Sebab mereka sudah disediakan tempat berjualan baru di Lapangan Tembiring,” ujarnya, baru-baru ini. Penempatan PKL di areal baru itu sama sekali tidak dipungut biaya. Hanya saja untuk sementara, mereka dibebaskan memilih mendirikan tenda atau dengan gerobak.
Pasalnya, fokus jangka pendek masih berorientasi pada relokasi dan penyediaan lokasi baru bagi PKL eks Alun-alun. Ke depan, penataan PKL ini bisa diikuti dengan penyeragaman sarana berjualan seperti tenda ataupun gerobak. Adapun proyek renovasi Alun-alun sesuai jadwal sudah harus selesai sejak 29 Desember lalu.
Hingga enam bulan mendatang, proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan. Ia meminta pedagang agar tidak khawatir terhadap perkembangan usaha mereka di lokasi baru tersebut. Pihaknya akan menggelar event-event seni dan budaya secara rutin di Lapangan Tembiring. Pertunjukkan kesenian yang sudah dimulai Minggu kemarin, akan digelar selang-seling baik pagi, siang ataupun malam.
Terkait kondisi Lapangan Tembiring yang kian memprihatinkan, Heru Prayitno mengatakan, tahun ini APBD II mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk meningkatkan infrastruktur lapangan tersebut. Selama ini, Lapangan Tembiring digunakan untuk areal parkir bus wisatawan yang berziarah ke Masjid Agung. Bus-bus rombongan peziarah itu biasanya ditempatkan di arel parkir depan.
Namun, lanjutnya, mulai Minggu besok bus-bus akan dipindahkan ke areal parkir tengah dan belakang. Areal parkir depan akan ditempati PKLeks Alun-alun. Adapun kondisi landasan parkir yang rusak parah akan dilakukan betonisasi.
”Ini masih kami ukur terkait berapa luasannya. Untuk areal parkir tengah dan belakang masing-masing bisa muat sekitar 60 bus besar,” terangnya. Adapun areal parkir depan hanya dilakukan renovasi terhadap paving-paving yang rusak. Perbaikan paving dan pagar Terminal Tembiring masingmasing dianggarkan Rp 118 juta dan Rp 40 juta. Kedua proyek itu ditangani oleh Dinparbud.
Sementara itu, Muslih (54), koordinator penertiban angkutan mengatakan, ada tiga moda transportasi yang selama ini digunakan untuk mengangkut rombongan peziarah dari Lapangan Tembiring menuju Masjid Agung Demak. Ketiga moda transportasi itu andong, becak dan ojek motor.
Kondisi lapangan yang rusak ini terjadi sudah dua tahun terakhir, lantaran dipicu Grebeg Besar. ”Kerusakan paving ini dipicu beberapa wahana permainan Grebeg Besar. Kami berharap lapangan ini segera diperbaiki karena menjadi ladang rejeki orang banyak,” katanya. *(Humas Demak – NDR)



Jumat, 10 Januari 2014

Drs. Harwanto Dilantik Sebagai Wakil Bupati Demak Periode 2011-2016


Demak - Drs. Harwanto, mantan Asisten I Pemerintah Kabupaten Demak, akhirnya resmi menjadi Wakil Bupati Demak Masa Bakti 2011- 2016 setelah dilantik oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Rabu 18 Desember 2013 di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Demak.
Pelatikan yang sedianya dilaksanakan pagi hari diundur pada malam harinya karena Gubernur Jawa Tengah harus ke Jakarta untuk menerima Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya dari Presiden RI.
Dalam acara tersebut, Ganjar Pranowo berpesan agar Wakil Bupati Demak yang baru dapat mendampingi Bupati Demak dalam menjalankan roda pemerintahan. Mereka harus bersinergi dan selalu menjaga komunikasi dalam memimpin Demak agar lebih baik ke depannya.
Ganjar mengajak Pemerintah Kabupaten Demak dan Pemerintah Provinsi Jateng untuk terus saling berkoordinasi dalam melaksanakan pembangunan. “Komunikasi yang baik, tahu peran kita masing-masing untuk membangun Jateng. Nanti saya kasih nomor telepon pribadi saya agar bisa berhubungan langsung.” ujar Ganjar Pranowo.( Humas Pemda Demak )

Honor RT dan RW dari Dana ADD


Demak – Tahun ini Pemkab Demak mengalokasikan anggaran sebesar Rp 41.786.700.000 untuk alokasi dana desa (ADD) bagi 243 desa. Alokasi tersebut besarannya masih sama dengan anggaran tahun sebelumnya.
Kabid Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana, Adi Prabowo menyatakan, besaran ADD ini sudah sesuai ketentuan, yakni minimal 10 persen dari dana alokasi umum (DAU) setelah dikurangi belanja pegawai. Adapun formulasi dan variabel pembagian ADD di masing-masing desa masih juga sama dengan tahun lalu.
’’Ada empat variabel utama dalam penentuan besaran ADD di tiap desa, meliputi luas wilayah, tingkat pendidikan, tingkat kesehatan dan jumlah penduduk,’’ katanya, saat ditemui belum lama ini.
Selanjutnya, variable utama itu masih ditambah dengan variable tambahan seperti jumlah kekayaan banda desa serta jumlah RT/RW. Tahun lalu, besaran ADD terbesar dialokasikan ke Desa Batursari, Kecamatan Mranggen sebesar Rp 324 juta. Adapun ADD terendah diterima Desa Boyolali, Kecamatan Gajah sebesar Rp 143 juta. ADD diperuntukkan untuk kegiatan pembangunan yang dicairkan melalui rekening desa.
Untuk mengantisipasi penyimpangan, pencairan ADD harus melampirkan tanda tangan camat. Rincian pemanfaatan ADD ini terdiri atas 70 persen kegiatan pemberdayaan masyarakat yang di dalamnya bisa untuk betonisasi jalan serta aktivitas PKK. Sisanya, untuk operasional pemerintah desa termasuk honor RT/RW. *(Humas Demak–NDR)