Tampilkan postingan dengan label Caleg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Caleg. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 April 2014

Inilah 9 wakil DPRD Jawa Tengah Dapil II (Jepara, Kudus, Demak):






1. TAJ YASIN (PPP) 97.153 Suara






2. MUGIYONO (PDIP) 70.776 Suara



3. SRI HARTINI (GERINDRA) 65.903 Suara


4. NUR SA'ADAH (PKB) 64.665 Suara



5. FARIDA RAHMAH (GOLKAR) 52.485 Suara



6. JAYUS (PAN) 51.880 Suara


Add caption


7. AKHWAN (NASDEM) 31.643 Suara




8. HELMY TURMUDHI (DEMOKRAT) 26.666 Suara





9. AMIR DARMANTO (PKS) 17.803 Suara


Inilah Wakil-Wakil Anda Di DPRD Jepara dari Dapil 1 Jepara

Inilah prediksi  anggota Dewan Perwakilan Rakyat hasil pemilu legislative 2014  dari Dapil 1 Jepara yang terdiri dari Kecamatan Kedung, Tahunan, Karimunjawa dan Kota Jepara. Jumlah Kursi 12 masing-masing ditempati oleh :



Pratikno dari Nasdem



Ahmad sholikhin PKB



Syaifudin PKS


Yuni Sulistyo PDIP



Dul Khalim PDIP



Ahmad Fauzi Golkar


Aris Isnindar Gerindra


Arizal Wahyu Hidayat Gerindra


Eko Sudarmaji PAN



Agus Sutisna PPP


Shodik Priyono PPP


Musadat Hanura


Mereka terpilih dari 122 caleg yang ada dari 12 Partai yang berlaga di Pemilu legislative 2014 adapun hasil suara masing-masing candidat tersebut adalah sebagai berikut:





Senin, 28 April 2014

Inilah Wakil Kita Dari Dapil II (Jepara, Kudus, Demak) Yang Terpilih Ke Senayan

Inilah nama-nama Caleg 2014 yang lolos ke senayan dari Dapil II Jawa Tengan ( Kudus, Demak, Jepara ) berdasarkan perolehan suara :


1. NUSRON WAHID (GOLKAR) 243.021 Suara






2. FATHAN (PKB) 93.097 Suara



3. MUKHLISIN (PPP) 71.515 Suara






4. BOWO SIDIK PANGARSO (GOLKAR) 66.909 Suara



5. ABDUL WACHID (GERINDRA) 65.920 Suara



6. HM. PRASETYO (NASDEM) 51.999 Suara




7. DARYATMO MARDIYANTO (PDIP) 41.453 Suara



dan 4 anggota DPD JAWA TENGAH:




1. DENTY EKA WIDI PRATIWI 1.900.767



2. SULISTIYO 1.244.837




3. BAMBANG SADONO 1.235.476




4. AHMAD MUQOWAM 948.449



Sumber: Suara Merdeka




Sabtu, 22 Maret 2014

Hj. Ratih Widyawati ,SE Partai Demokrat Peduli Orang Miskin

Hj. Ratih Widyawati, SE 

Demak – Hj. Ratih Widyawati, SE Caleg DPR dari Partai Demokrat Jateng 2 no urut 6 mengatakan , Partai Demokrat adalah partai yang telah teruji kemampuannya dalam mengatur negara. Berbagai macam program untuk kesejahteraan rakyat telah digulirkan . Oleh karena itu dia dalam pemilu 9 April mendatang bergabung dengan partai democrat.

“ Mengapa saya bergabung dengan Partai Demokrat ? Partai Demokrat adalah satu-satunya partai yang bisa mensejahterakan rakyat. Dan sudah dua periode kepemimpinan pak SBY rakyat makin sejahtera “, kata Hj. Ratih dihadapan ratusan kader partai Demokrat Wedung di acara kampanye dialogis.

Ratih mengatakan , Oleh karena itulah dia terjun ke dunia politik dalam rangka melanjutkan program-program yang telah dicanangkan oleh partai democrat. Selain melalui program pemerintah parta democrat juga mempunyai program intern partai dalam rangka mensejahterakan rakyatnya.

“ Salah satu programnya adalah bedah rumah miskin. Oleh karena itu saya mengharapkan bantuan saudara-saudara untuk mewujudkan program ini ditempat saudara masing-masing “, kata Ratih.

Kader Partai Demokrat


Dalam rangka menuju ke senayan dia telah mempersiapkan desa binaan di tiga kabupaten dapilnya. Yaitu Demak , Kudus dan Jepara . Di desa binaan itu dia mengharapkan dukungan moral dalam memenangkan pemilu 9 april 2014.

“ Saya berharap anda semua yang hadir disini bersatu bulat mencoblos kartu suara kuning DPR Pusat Parta no 6 Demokrat dan calon nomor 7 Ratih Widyawati “, tambah Ratih.

Dikatakan Ratih dengan bantuan Fatkhan, SH diharapkan perolehan suara untuknya bisa mengantarkan dirinya ke senayan. Dengan demikian akan lebih solid dalam rangka mengangkat kesejahteraan warga Wedung dan Bonang.

Dalam kesempatan itu Hj. Ratih Widyawati memberika kenang-kenangan berupa ratusan kaos berlogo partai democrat . Khusus untuk Panitia Pembangunan Masjid jami’ “Baitul Makmur” dari koceknya pribadi  memberikan sumbangan sebesar Rp 1 Juta rupiah.(Muin)

Jumat, 07 Maret 2014

DR. H. Noor Ahmad, MA Nyaleg Lagi Di Partai Golkar


 
]DR. H. Noor Ahmad, MA. Bagi kalangan akademisi Nahdlatul Ulama nama ini tentu sudah akrab. Beliau Ketua Pengurus Pusat Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ualam (LPTNU) yang dipilih PBNU setelah Muktamar terakhir Nahdlatul Ulama di Makassar. Kepercayaan PBNU pada akademisi ini bertolak dari keberhasilannya memimpin Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) selama 15 tahun silam.

Awalnya para romo kiyai sepuh di Jawa Tengah prihatin dengan NU, khususnya Jawa Tengah yang belum memiliki perguruan tinggi yang berkualitas dan professional untuk menjawab tantangan zaman yang kian komplek. Setelah tawasul kepada Kiyai Sholeh Darat keinginan tersebut menjadi lebih kokoh.

Gayung bersambut, PBNU menugaskan Drs. KH. Abdul Wahid Zaini, SH dan Fajrul Falaakh, S.H., M.A., M.Sc. dan beberapa kiyai di jajaran PBNU sebagai Panitia Pendiri UNWAHAS bersama Yayasan Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama Jawa Tengah.

Singkat cerita, Pak Noor Ahmad diberi mandat menjadi Rektor UNWAHAS. Mulai tahun 1999 hingga 2014 ini, UNHAWAS berkembang pesat. Ribuan mahasiswa menuntut ilmu di belbagai disiplin bidang studi.

Tidak hanya itu, kemampuannya membangun jaringan dapat menjadikan UNWAHAS dikenal di luar negeri. Tidak sedikit mahasiswa dari berbagai belahan Negara di UNWAHAS. Bersama LPTNU beliau membawa beberapa PT di bawah NU yang didorong untuk go international seperti Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas), Universitas Darul Ulum/Unisda (Lamongan), Universitas Islam Makassar, dan Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung.


Akan menyusul UNISNU di Jepara. Beberapa PT itu kini telah menjalin hubungan dengan Hongaria, Kroasia, Spanyol, Turki, Riyadl, Madinah, dan Thailand.

Menjelang Pemilu 2014, beliau dipercaya Partai Golkar berkontestasi masuk ke Senayang melalui Dapil 2 Jateng di nomor urut 1. Baginya, menjadi bagian penentu kebijakan di DPR-RI dalam bidang pendidikan akan membantu melempangkan jalan bagi tumbuh berkembangnya Perguruan Tinggi NU pada tingkat yang lebih luas. Tentu ini cita-cita luhur untuk nahdliyin dan masyarakat luas.
Semoga menang Pak Rektor!

Sumber : NGOMPOL JEPARA




Nusron Wahid Datang Lagi !!!! Inilah Profil Caleg dari Kudus



Bersama Gus Yaqut membasiskan PMII di Univesitas Indonesia. Kecapakan gerakan Nusron Wahid terbilang istimewa bagi para sahabatnya di PMII, terutama ketika mampu memenangkan pertarungan bursa Ketua Umum PB PMII. Bagaimana tidak, dalam sejarahnya belum pernah PMII dipimpin oleh wakil Jakarta, biasanya Jawa Timur dan Jogyakarta.

Dari sana Nusron terus berkibar. Personalitas politiknya mampu membuat banyak orang berdecak kagum. Gaya bicaranya ceplas-ceplos tak peduli siapa yang dihapainya, kiyai sepuh sekalipun. Ada yang bilang cara berkomunikasi Nusron itu suul adab, tapi sekaligus di sayang para kiyai. Sosoknya ibarat lagu SLANK; I hate you but I miss you.. 

Tipikal sebagai politisi muda NU kental terasa pada Nusron yang aktif terlibat dalam gerakan pluralism dan anti kekerasan. Dalam banyak kesempatan terutama yang tampak di media televisi, Nusron tampil gigih menentang kekerasan yang dilakukan kelopmpok-kelompok sipil dan serta senantiasa menjaga perdamaian pada hari-hari keagamaan dengan mengerahkan Banser diberbagai penjuru Indonesia. 

Sebagai pemimpin ormas Pemuda, Nusron kreatif dan peka melihat kebutuhan masyarakat dalam akses pada finansial. Sebagaimana kita ketahui bahwa akses pada keuangan perbankan hanya bisa dinikmati oleh kaum kelas menengah ke atas.
Tahun lalu GP Ansor menggelar even nasional di Solo bertajuk “The 1st International Islamic Financial Inclusion Summit (IIFIS) di Solo, menghadirkan penentu kebijakan nasional, pelaku bisnis dan semua kalangan yang konsen dengan gerakan keuangan mikro.. GP Ansor dibawah NUsron sedang menebar 1300 BMT dipelbagai tempat di Indonesia. Sebuah ambisi yang maslahah

Dalam hal energy dan lingkungan hidup, beberapa bulan lalu Nusron bersama GP Ansor se Jawa menggelar Istigosah Qubro menentang berdirinya PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) di Keling Jepara. Gerakan ini menandai lemahnya ambisi mafsadah yang dirancang Badan Tenaga Antom Nasional (BATAN).

Menjelang Pileg, tak da Gambarnya di jalanan, seperti tak pernah mau nongol ke public, kalaupun ada hanya stiker menyebar. Mungkin Nusron percaya, blusukannya ke desa-desa selama menjadi Anggota DPR-RI, perjumpaanya dengan banyak tokoh local di dapil Jepara Kudus Demak, dipandang sudah cukup baginya untuk kembali melaju di kancah politik nasional. 
Bravo politisi muda NU!
Nusron Wahid, S.S. adalah seorang politikus kelahiran Kota Kudus pada 12 Oktober 1971. Ia merupakan anggota Partai Golkar yang juga memenangkan pemilu legislatif dari partai berlambang pohon beringin tersebut.
Bermodalkan dukungan dari 13.157 suara rakyat Kudus, ia berangkat ke Senayan sebagai anggota komisi VI di DPR RI. Di komisi ini ia bertugas sebagai pengawas kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM dan BUMN, dan Standardisasi Nasional.

Pada Bulan Januari 2011 namanya dikenal karena terpilihnya ia sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang berafiliasi dengan organisasi agama terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama.

Pemilihan ketua organisasi pemuda NU tersebut dilangsungkan sebanyak dua putaran. Putaran pertama terdapat sepuluh kandidat yang maju. Hasilnya, Nusron memperoleh 257 suara, Marwan Ja’far 183 suara, Khatibul Umam Wiranu 40 suara, Syaifullah Tamliha 24 suara, Anwar 1 suara,

Choirul Sholeh 1 suara, Malik Haroemen 1 suara, Munawar Fuad 3 suara, dan Yoyo Arifianto 1 suara. Dari hasil itu hanya Nusron dan Marwan yang layak lolos melanjutkan putaran kedua.

Di putaran selanjutnya, Nusron Wahid akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum PP GP Ansor setelah mengalahkan Marwan Jakfar yang juga merupakan seorang politisi dari PKB. Nusron Wahid mengungguli Marwan Jafar dengan 345 dari jumlah total suara 506 suara.

Setelah resmi terpilih, ia mencoba untuk mengembangkan unit usaha sebagai pondasi ekonomi dalam menjalankan organisasi. Oleh karena itu, semua unit usaha yang dilakukan oleh kader Ansor digalakkan untuk membangun organisasi yang maksimal.

Selain ranah ekonomi, Nusron juga memperkuat kaderisasi anggotanya untuk mempersiapkan kader-kader penerus di organisasinya tersebut. Selain itu, Majelis Dzikir juga ditingkatkan keberadaannya oleh politisi muda dari partai Golkar ini.

PENDIDIKAN

Sarjana Sastra di Universitas Indonesia
SMA Islam Al Ma'ruf Kudus
MTS Qutsiyyah Kauman Menara Kudus
MI Miftahutthalibin Mejobo Kudus

KARIR

Anggota Komisi VI DPR RI (2009 - 2014)
Komisaris PT CBN
Komisaris PT Palima Timada

Sumber : NGOMPOL JEPARA



Inilah Profil H. Abdul Wakhid Caleg Gerindra dari Jepara





POLITISI VERSI NGOMPOL

Jamaah ngompolun. Jepara Kudus itu termasuk gudang politisi ideal. Mufid Busyairi (PKB Nomor 2 ), Arief Mudasir Mandan (PPP Nomor 1), Noor Ahmad (Golkar Nomer 1), Nusron Wahid (Golkar Nomer 2), Abdul Wahid (Gerindra Nomer 1) adalah caleg yang, menurut saya, mesti menang. Kemampuannya tak perlu diragukan. Berikut saya tampilkan sekilas profile Pak Kaji Abdul Wahid setelah 4 caleg sebelumnya. Sumonggo Caleg DPR RI yang lain dimunculkan disini. 
    
H. Abdul Wachid 
Namanya mulai dikenal pada awal reformasi bergulir. Ketika itu, Pak Wahid memimpin demontrasi besar-besaran  menggugat kebijakan Pemerintah terkait nasib petani tebu dan impor gula. Ribuan rakyat yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) memblokade jalanan sekitar Istana Presiden dengan hamburan gula sebagai symbol protes. Dalam beberapa waktu ketika itu, Pak Wahid dan APTRI menggugah kesadaran public atas kesewenang wenangan Pemerintah dalam kebijakan perkebunan tebu dan gula. Bersama ilmuwan politik DR. Hermawan Sulistiyo, Pak Wahid terus menggulirkan tema-tema keberpihakan pada petani tebu dan pertanian pada umumnya.   
  
Tahun 2009 bersama Partai Gerindra pimpinan Prabowo Subianto, Pak Wahid menggebrak Jepara dengan mengambil alih perolehan suara beberapa partai politik dengan menyodok 4 besar perolehan suara kursi legislative. Gebrakan ini mulai tampak ketika beliau bersama HKTI menggelar rapat akbar dihadiri ribuan orang di lapangan Tahunan. Ketika itu rawuh memberikan wejangan Presiden RI ke 4 KH. Abdurrahman Wahid bersama putrinya Yenny Wahid.    

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) ini termasuk getol menyuarakan kepentingan petani. Sebagaimana diketahui, kebijakan impor sangat meresahkan petani. Misalnya, harga panenan bawang merah petani lokal bisa turun seiring dengan masuknya barang impor. Selain itu beliau juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap makin maraknya keberadaan minimarket di masyarakat, yang adalah suatu bukti bahwa pemerintah kurang mendukung usaha kecil yang dikelola masyarakat. 

Sembari aktif di Senayan, Pak Wahid juga salah satu pimpinan di Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPNU) PBNU. Beliau juga Ketua BPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Kepedulian Pak Wahid pada problem pertanian terus dikampanyekan dipelbagai kesempatan, menjadi platform politik Gerindra pada Pileg 2014.  Kini membicarakan isu-isu pertanian identik dengan Partai Gerindra. Semoga kembali menang Pak Wahid !


















Namanya mulai dikenal pada awal reformasi bergulir. Ketika itu, Pak Wahid memimpin demontrasi besar-besaran menggugat kebijakan Pemerintah terkait nasib petani tebu dan impor gula. Ribuan rakyat yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) memblokade jalanan sekitar Istana Presiden dengan hamburan gula sebagai symbol protes. Dalam beberapa waktu ketika itu,
Pak Wahid dan APTRI menggugah kesadaran public atas kesewenang wenangan Pemerintah dalam kebijakan perkebunan tebu dan gula. Bersama ilmuwan politik DR. Hermawan Sulistiyo, Pak Wahid terus menggulirkan tema-tema keberpihakan pada petani tebu dan pertanian pada umumnya. 

Tahun 2009 bersama Partai Gerindra pimpinan Prabowo Subianto, Pak Wahid menggebrak Jepara dengan mengambil alih perolehan suara beberapa partai politik dengan menyodok 4 besar perolehan suara kursi legislative.
Gebrakan ini mulai tampak ketika beliau bersama HKTI menggelar rapat akbar dihadiri ribuan orang di lapangan Tahunan. Ketika itu rawuh memberikan wejangan Presiden RI ke 4 KH. Abdurrahman Wahid bersama putrinya Yenny Wahid. 

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) ini termasuk getol menyuarakan kepentingan petani. Sebagaimana diketahui, kebijakan impor sangat meresahkan petani. Misalnya, harga panenan bawang merah petani lokal bisa turun seiring dengan masuknya barang impor.
Selain itu beliau juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap makin maraknya keberadaan minimarket di masyarakat, yang adalah suatu bukti bahwa pemerintah kurang mendukung usaha kecil yang dikelola masyarakat. 

Sembari aktif di Senayan, Pak Wahid juga salah satu pimpinan di Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPNU) PBNU. Beliau juga Ketua BPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Kepedulian Pak Wahid pada problem pertanian terus dikampanyekan dipelbagai kesempatan, menjadi platform politik Gerindra pada Pileg 2014. Kini membicarakan isu-isu pertanian identik dengan Partai Gerindra. Semoga kembali menang Pak Wahid !

 Sumber: Ngompol Jepara