Tampilkan postingan dengan label Babalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Babalan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Mei 2017

Gedung Puskesmas Pembantu Babalan Rusak Berat, Pelayanan Pindah Di Rumah Warga




Demak -  Kondisi Gedung Pustu ( Puskesmas Pembantu ) desa Babalan kecamatan Wedung saat ini rusak berat. Dengan kerusakan itu gedung yang terletak dipinggir jalan Babalan – Kedungmutih dibiarkan menganggur. Sementara pelayanan untuk warga di pindahkan di rumah warga. Kerusakan Pustu ini sudah lima tahun lebih tidak ada perbaikan.
“ Dulu ketika kerusakan masih dikit , gedung ini masih dipergunakan untuk pelayanan kesehatan warga. Semenjak rusak berat akhirnya ditutup dan dipindahkan ke rumah warga di tengah desa sana “, kata salah satu warga desa Babalan yang enggan disebut namanya dan pas bertempat tinggal di belakang gedung pustu.
Dikatakan , Gedung pustu ini dibangun sudah lama beberapa tahun yang lalu ada perbaikan . Namun akhir-akhir ini tidak ada perbaikan sama sekali. Padahal warga yang berobat cukup banyak setiap harinya “, katanya
Dengan rusaknya Gedung Pustu ini membuat pelayanan kesehatan agak terganggu . padahal untuk berobat ke dokter atau puskesmas lain warga memerlukan perjalanan yang jauh. Selain membutuhkan waktu yang lama juga biaya transport. Sehingga ia berharap pemerintah segera memperbaiki gedung pustu yang rusak . Agar pelayanan berobat warga normal kembali.
“ Bagi warga yang kaya sih bisa berobat ke dokter , kalau yang miskin seperti saya ini ya di puskesmas . Paling dekat ke puskesmas Kedungmutih dan Mutih Kulon . Jadinya ya butuh biaya transport banyak kalau disini komplit kan lebih meringankan warga “, tambahnya.
Dari pantauan  kabaredemak Pustu di desa Babalan kecamatan Wedung kabupaten Demak sangat tidak layak huni. Semua bagian gedung rusak parah sehingga dalam waktu dekat ini agar ada kepedulian dari pemerintah Daerah untuk memperbaikinya . Selain itu warga juga berharap tersedianya obat-obatan yang lengkap juga tenaganya. Sehingga pelayanan kesehatan warga lebih cepat dan lancar.(Muin)


Minggu, 14 Mei 2017

Waduh !!! Beras Raskin Di Jual Lagi Ke Pasar Dapat Kembalian Lagi



 
Raskin dijual ke pasar Kedungmutih
Demak - Ada fenomena yang menarik dari pembagian beras miskin atau dikenal sebagai Raskin. Rupanya beras raskin yang setiap sebulan sekali didapatkan oleh masyarakat tidak banyak yang mengkonsumsinya. Namun setelah sampai di rumah beras itu ditukarkan atau di jual lagi ke pasar-pasar tradisional.

“ Setiap bulan sekali saya pasti membawa beras raskin 20 – 30 zak yang saya beli dari tetangga kemudian saya jual lagi ke pasar sini “ tutur Taslimah (40) warga desa Babalan yang ditemui di pasar baru desa Kedungmutih Senin ini.

Taslimah mengatakan beras raskin yang diterima warga desanya kebanyakan dijual lagi ke pengepul . Selain kualitasnya yang kurang bagus untuk dimakan juga bisa dapat uang pengembalian.

Satu zak beras raskin yang di beli dari balai desa rata-rata berharga Rp 25 ribu   . Namun setelah dijual lagi mereka bisa mendapatkan uang Rp 85-90 ribu. Keuntungannya bisa separohnya , kadang-kadang bisa lebih.

“ Dari pembelian beras raskin warga saya bisa dapat untung Rp 5 – 10 ribu setiap zaknya. Beras raskin ini dibeli para pengepul beras setelah terkumpul banyak di setorkan lagi ke gudang Dolog “, kata Macan suami Taslimah.

Macan mengatakan pembagian beras raskin di desanya menggunakan system bagi rata. Semua warga baik kaya atau miskin semuanya mendapatkan jatah beras miskin itu. Sehingga satu zak seberat 15 Kg itu tidak untuk 1 KK namun dibagi 2 / 3 KK.

“ Anehnya setelah di tebus dari ketua RT masing-masing kebanyakan beras itu tidak dimakan . Namun dijadikan uang kembali dengan cara dijual kepada pengepul beras”, kata Macan yang sehari-hari bekerja sebagai tukang Ojek.

Sementara itu Nur Ain (55) warga desa Babalan mengatakan , jika mendapatkan beras raskin ia melihat  dulu kualitasnya. Jika layak untuk dimakan biasanya tidak dijual dan di konsumsi sendiri. Tetapi jika kualitas beras raskin kurang bagus kebanyakan tidak dimakan , namun dijual lagi ke pasar. (Muin)

Senin, 22 Desember 2014

Hati-hati Jalan Babalan – Kedungmutih Rusak Parah




Demak- Salah satu ruas jalan di kecamatan Wedung yang masih harus mendapatkan perhatian adalah jalan raya desa Babalan – Kedungmutih. Jalan sepanjang dua kilometer ini kondisinya cukup memprihatinkan. Di beberapa titik kerusakan menimbulkan lubang yang cukup lebar.
Jika hujan tiba lubang ini penuh lumpur , akibatnya pengendara yang melewatinya harus ekstra hati-hati. Selain itu di beberapa titik jalan juga menyempit karena kanan kiri jalan penuh air dan lumpur. Dibeberapa titik badan jalan juga amblas.
“ Jika musim kemarau kerusakan jalan ini tidak terasa paling debu tebal yang cukup menganggu. Namun musim hujan seperti ini semuanya jadi susah. Apalagi jika hujan tiba selain licin jalan penuh air “, kata Romdhon warga desa Babalan pada kabarseputarmuria.com.
Menurut Romdon , kerusakan jalan di desa pesisir ini sudah puluhan tahun . Jalan Babalan – Kedungmutih sepanjang tiga kilometer ini baru sepertiganya yang terbetonisasi. Sisanya sepanjang dua kilometer kondisinya masih rusak parah. Sebagian masih dilewati dengan nyaman sisa betonisasi PNPM.

Namun dibeberapa titik kerusakan jalan cukup parah. Selain ambles dan berlubang dibeberapa bagian lebar jalan juga kurang. Sehingga jika dilewati kendaraan roda empat harus ekstra hati-hati , karena kanan kiri jalan adalah sungai dan tambak yang berair.


 “ Harapan kami ya jalan ini secepatnya diperbaiki. Agar warga yang melewati jalan ini nyaman. Setiap hari jalan ini cukup ramai orang Jepara yang mau ke Semarang banyak juga yang lewat jalan ini “, tambah Romdon.
Sementara itu Jarot, anggota BPD desa Babalan yang dihubungi secara terpisah mengungkapkan keprihatinan atas masih rusaknya jalan desa Babalan – Kedungmutih dan juga Babalan – Menco. Padahal jalan raya di desa pesisir ini sangat berarti bagi warganya.
Setiap hari mereka melewati jalan ini untuk semua aktifitas. Oleh karena jika jalan ini rusak warga yang lewat cukup terganggu. Apalagi para tukang ojek yang lewat tidak hanya sekali seharinya.Bisa puluhan kali untuk membawa penumpang yang beraktifitas keluar dari desa.
“  Kami mohon pada pemerintah daerah untuk segera memperbaiki jalan ini. Yaitu menyambung dari desa Kedungmutih yang sudah terbetonisasi. Saya berharap tahun depan jalan ini sudah mulus seperti ruas jalan lain di kecamatan Wedung “ harap Jarot. (Muin)

Selasa, 09 Desember 2014

Bantuan Kompensasi BBM Harus Tepat Sasaran



Demak- Meskipun BBM naik khususnya premium namun tukang ojek desa Babalan secara resmi tidak menaikkan ongkos. Hal itu sebagai wujud solidaritas sesame orang kecil. Pelanggan mereka adalah para bakul kecil yang setiap hari membawa dagangan berupa ikan dan hasil laut lainnya. Pulangnya mereka kulakan sembako untuk dijual lagi di rumah masing-masing.
“ Habis gimana lagi mas palanggan kami semua tetangga dekat. Untuk menaikkan ongkos rasanya tidak pantas. Ya kalau mereka ngasih tambahan ya kita terima kalau tidak ngasih ya saya tidak minta “, aku Jarot salah satu tukang ojek pada kabarseputarmuria.com di Pasar baru desa Kedungmutih.
Jarot mengatakan , kenaikan BBM sebenarnya tidak terasa dalam hal pembelian premium setiap harinya. Paling banter kenaikan hanya Rp 10 ribu setiap harinya . Namun yang cukup terasa adalah kenaikan bahan pokok setiap hari seperti beras, sayuran, bumbu masak dan juga kebutuhan lainnya. Sehingga penghasilan sehari-harinya habis untuk belanja tanpa ada sisa.
“ Padahal untuk ojek motor seperti ini setiap bulan sekali perlu , ganti oli dan juga mengganti onderdil yang lainnya. Sehingga kita dan teman-teman harus pintar mengatur keuangan”, tambah Jarot yang anggota BPD desa Babalan.
Oleh karena itu dia mengharapkan kepada pemerintahan Jokowi JK ini memikirkan nasib tukang ojek. Misalnya memberikan kartu khusus untuk warga yang berprofesi sebagai tukang ojek seperti dirinya. Bantuan itu seperti halnya PSKS yang diberikan kepada wara miskin. Meski dilapangan banyak kendala diantaranya banyak bantuan yang salah sasaran.
“  Banyak tetangga kami yang kaya,  punya motor banyak , tambak dan rumahnya bagus mendapatkan bantuan PSKS sebesar Rp 400 ribu. Namun yang miskin rumah tidak layak justru tidak kebagian”, harap Jarot.
Hal yang sama juga dibenarkan oleh Zamroni , sebagai tukang ojek mestinya ia harus mendapatkan bantuan kompensasi kenaikan BBM itu. Setiap harinya ia membeli premium sebagai bahan bakar motornya ungtuk ngojek. Dulu harga perliter hanya Rp 7.000,- jika beli eceran , namun saat ini jadi Rp 9.000.

Ya paling tidak kami para pengojek ini mendapatkan bantuan misalnya  untuk perbaikan motor , misalnya membeli ban, perbaikan mesin dan juga uang seperti halnya program PSKS yang baru selesai diberikan secara tunai “, jelas Zamroni. (Muin).



Kamis, 18 September 2014

Ratusan Penjaja Air Demo , Tak Bisa Beli Dari Jepara



Hamdan Terima pengaduan warga


Demak – Puluhan  penjaja air dari desa Babalan, Kedungmutih dan Kedungkarang kecamatan Wedung pagi tadi Selasa (16/9) bergerombol di depan Balai Desa Kedungmutih. Tujuannya menyampaikan aspirasi agar mereka bisa lagi membeli air dari Warung air di desa Kedungmalang dan juga dari desa terdekat seperti Panggung dan Surodadi. Harapan mereka agar bisa kembali lagi membeli air dan dijajakan kepada warga yang membutuhkan di desa pesisir Wedung.

“ Kami datang ke sini mohon agar pak Lurah Hamdan bisa mengusahakan air bersih dari Kedungmalang, Panggung dan Surodadi bisa kami beli. Satu minggu belakangan ini saya harus kucing-kucingan dan puncaknya hari ini yang menjual air di segel , katanya atas perintah Petinggi Kedungmalang “, kata Sutarno penjaja air dari desa Kedungmutih padaFORMASS.

Pluhan Sepeda Motor Penjaja air


Sutarno mengatakan penyegelan atau pelarangan penjualan air baru kali ini terjadi setelah tahun 2002 yang lalu. Pada tahun yang lalu tidak ada pelarangan dan suplai air ke desa Pesisir Wedung yang kekurangan air seperti Babalan, Kedungmutih, dan Kedungkarang. Namun entah karena apa dua hari belakangan ini ada pelarangan . Akibatnya puluhan pelanggan air yang setiap hari membutuhkan air kekurangan air bersih.

“ Padahal air bersih itu sangat dibutuhkan untuk memasak dan minum . Jika hal ini tidak teratasi maka desa pesisir ini bisa krisis air yang parah. Saya harus memembeli air dari tempat yang jauh selain waktu yang lama juga harganya semakin mahal “, tambah Sutarno.

Hamdan Kepala Desa Kedungmutih dihadapan puluhan penjaja air mengatakan , dia tidak punya kapasitas untuk meminta kepada PDAM Jepara untuk membuka kembali penjualan air. Namun ia akan berjuang sekuat tenaga memohon kepada PDAM Demak untuk menambah suplai air bantuan dari Pemda Demak. Selain itu juga melaporkan aspirasi warga desa yang kekurangan air.

“ Ya karena beda wilayah saya tidak bisa berharap banyak. Mudah-mudahan aspirasi warga semua bisa kami haturkan ke atasan saya. Kita hanya bisa mengajukan bantuan air bersih ke PDAM. Mudah-mudahan PDAM Demak memberikan solusi yang terbaik”, kata Hamdan

Penjaja air Share dengan Kades Hamdan 


Hamdan mengatakan kejadian kekurangan air bersih ini terjadi setiap tahun jika musim kemarau tiba. Kendalanya memang di 3 desa itu belum ada air bersih dari PDAM Demak . Sedangkan desa seberang yang masuk wilayah Jepara airnya berlimpah sehingga bisa dijual ke warga desa di kecamatan Wedung lewat panjaja air.

“ Namun karena sebab apa  dua hari ini ada pelarangan penjualan air ke desa di wilayah Wedung Demak. Katanya debit air di sana masih cukup dan air masih mengalir deras kenapa ada pelarangan  saya kurang tahu “, kata Hamdan.
Sementara itu Kepala Desa Kedungmalang F. Razikin yang dihubungi lewat telpon genggam mengatakan , warga desanya memang sebagian ada yang kekurangan air bersih karena pipa tidak mengalir air. Mengenai pelarangan penjualan air kepada warga di Demak itu merupakan keputusan dari PDAM Jepara. (Muin)



Haji Aman dan Lancar bersama KBIH " Al-Firdaus" Jepara hubungi di  085 290 375 959


Sabtu, 22 Maret 2014

Jalan Babalan - Menco Rusak Parah , Tutup Akses ke Desa Babalan




Demak – Saat ini  jalan yang menghubungkan desa Babalan dan dukuh Menco desa Berahan Wetan kondisinya rusak berat. Jalan sepanjang 3 kilometer jika musim penghujan tiba seperti kubangan kerbau. Akibatnya akses warga desa Babalan ke kota kecamatan terputus.

“ Dari dulu hingga sekarang jalan jalan Babalan – Menco belum ada perbaikan yang memadai . Jalan belum ditalud dan betonisasipun tidak memenuhi standar akibatnya usai dibangun rusak kembali begitu seterusnya”, kata Umar Manshur (55) tokoh masyarakat desa Babalan pada wartademak ,Sabtu (22/3).

Kerusakan jalan desa Babalan – Menco ini sudah lama di rasakan warga. Akibatnya jika menuju ke kota kecamatan biasanya warga memutar jalan. Sehingga menambah waktu dan biaya. Keparahan ini terjadi jika musim penghujan tiba.

“ Untuk menuju desa Menco yang jaraknya sekitar tiga kilometer harus memutar melewati desa Mutih dan Bungo . Jarak putarnya lebih dari 10 Km ini cukup merepotkan”,  kata Umar.

Menurut Umar jalan yang menghubungkan desa Babalan – Menco ini merupakan jalan alternative yang terdekat dari Jepara ke Demak. Selain itu juga jalan untuk pemasaran hasil pertambakan berupa garam dan perikanan.

Namun karena akses yang masih buruk itulah maka jalan ini hanya dilewati di musim kemarau saja. Jika musim penghujan tiba jalan sepi tiadak ada yang melewati. Padahal warga desa sangat membutuhkan jalan ini untuk mempercepat pemasaran hasil pertambakan.

“ Mumpung ada caleg hal ini kami utarakan mudah-mudahan ada perbaikan yang lebih baik ke depannya “, katanya lagi.

Fatkhan ,SH caleg Partai Demokrat dapil IV Wedung – Bonang menanggapi hal tersebut mengatakan, fihaknya setiap tahun sudah mengusulkan lewat dewan hal tersebut. Untuk tahun 2014 ini ada pembangunan di salah satu titik dijalan tersebut.

Melihat kondisi fisik jalan yang dikelilingi tambak menurutnya membutuhkan biaya ekstra . Tidak hanya betonisasi jalannya saja tetapi jalan harus ditinggikan serta ditalud kiri kanannya. Itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Jika hanya dibeton saja maka jalan tersebut tidak akan bertahan lama karena gerusan air sungai kanan kiri.

“ Karakteristik jalan Babalan – Menco mirip dengan jalan Babalan Kedungmutih. Saat ini jalan Babalan – Kedungmutih tinggal selangkah lagi selesai. Nah setelah ruas Babalan – Kedungmutih prioritas kami adalah jalan Menco- Babalan”, kata Fatkhan SH.


Fatkhan menjanjikan bahwa jika di 9 April nanti dia terpilih kembali menjadi anggota dewan dia akan sekuat tenaga merealisasikan hal tersebut diatas. Selain membutuhkan biaya yang cukup besar juga membutuhkan tenaga untuk menggolkan usulan tersebut di forum dewan. (Muin)