Tampilkan postingan dengan label Kedungmalang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kedungmalang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 April 2017

Jalan Raya Semat- Kedungmalang- Pecangaan Digelontor Dana 17,4 M






Jepara -  Jalan raya pantura Jepara ruas Semat – Kedungmalang – Pecangaan tahun 2017 ini digelontor dana 17,4 Milyar . Hal ini bisa dilihat di papan informasi yang dipasang di pinggir jalan Kalianyar – Kedungmalang. Baliho besar sebagai informasi kepada warga masyarakat bahwa pembangunan jalan provinsi ini dilanjutkan pada tahun ini.

Ini semua sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah Jepara dan juga Provinsi Jawa Tengah dalam rangka membuka keterisoliran daerah pantura selatan Jepara. Dengan selesainya jalan itu ekonomi di beberapa desa yang dilewati jalan ini kan naik. Utamanya para petambak garam dan juga ikan.

Pembangunan jalan ruas Kedungmalang – Semat sudah mulai terlihat dengan kegiatan penambalan lubang-lubang. Selain itu juga pelebaran jalan kanan kiri dengan pengerukan tanah oleh becho. Kegiatan penambalan jalan mulai terlihat di jalan desa Kedungmalang sampai dengan desa Semat. Sementara ruas Kedungmalang – Pecangaan juga sudah dimulai dijalan Tedunan dan Karangaji.

Jalan pantura selatan Jepara ini selain sebagai jalan alternative untuk memecah kemacetan Kota Jepara ke Timur. Juga ke depan sebagai jalan alternative  Jepara ke Semarang via kecamatan Wedung kabupaten Demak. Jika jalan ini jadi warga Jepara yang menuju ke Semarang tidak lagi lewat Welahan , namun bisa langsung lewat pantura Demak. 

Pada tahun 2017 ini pada ruas jalan Semat – Kedungmalang – Pecangaan akan dibeton jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer. Selain itu juga ada perbaikan beberapa jembatan untuk dilebarkan. (Muin)

Kamis, 18 September 2014

Mbak Ika Kedungmalang Buka Usaha Londry Rumahan


Rumah mbak Ika

Jepara – Saat ini usaha londry (cuci pakaian) merupakan usaha yang cukup prospektif untuk dikembangkan. Dengan mobilitas suami istri yang cukup tinggi dalam memenuhi kebutuhan hidup tidak ada waktu lagi untuk kegiatan cuci pakain. Pakain kotor menumpuk sehingga menjadi permasalahan tersendiri bagi keluarga.

Nah  peluang bagi usaha pencucian pakaian inilah yang  kemudian dilirik oleh Mbak Ika . Meski tinggal di desa pesisir Kedungmalang kecamatan Kedung kabupaten Jepara ,namun ia optimis jika usaha londrynya ini terus berkembang. Meski baru dari mulut ke mulut namun setiap waktu order selalu naik.

“ Alhamdulillah usaha londry ini kami buka setahun yang lalu . Makin lama order makin banyak karena baru tahap perkenalan pada pelanggan. Mudah-mudahan ke depan usaha ini terus berkembang dalam melayani pelanggan “, tutur mbak Ika pada FORMASS, yang menemui di rumahnya .

Mbak Ika mengemukakan, usaha londry ini diawali dengan ada permintaan saudaranya yang sibuk karena berjualan ikan . Pakaian –pakaian kotor sering dititipkan untuk di cuci di rumahnya jika sudah bersih diambil dan diberikan sekedar uang jajan. Melihat itulah kemudian timbul idenya untuk membuka usaha pencucia pakaian ini.

“ Air bersih di rumah saya cukup banyak selain itu kami juga punya ijin penjualan air bersih pada warga. Nah dengan modal air bersih itu ditambah dengan mesin cuci kami mencoba menawarkan jasa londry ini pada warga desa Kedungmalang, Babalan, dan juga Kedungmutih “, tambah mbak Ika.


Ika sedang bekerja 


Awalnya ia mengaku order belum begitu banyak , namun seiring dengan informasi dari mulut ke mulut mulai ada satu dua warga yang mencucikan pakaian dirumahnya. Ongkos jasa cuci pakaian ini ia hitung perkilo kering sebesar Rp 2.500,- . Jadi ongkosnya tinggal mengalikan berapa jumlah pakaian yang akan dicuci.

“ Ya yang namanya usaha ya kadang banyak ya kadang dikit. Kalau ramai sehari bisa 50 Kg , ya kalau rata-rata 20 – 25 Kg. Kalau musim kemarau seperti ini order naik karena air bersih sulit di cari orang butuh praktisnya saja “, kata mbak Ika.

Namun demikian mbak Ika optimis jika dikelola dengan baik usaha londry pakaian ini dapat mendatangkan penghasilan yang lumayan untuk keluarga. Apalagi jika sudah mempunyai langganan tetap ini bisa dijadikan lahan penghasilan yang utamanya. Yang penting servis yang bagus dan memuaskan pelangan pasti datang lagi.

“ Pelayanan kami dengan ongkos perkilonya  Rp 2.500 itu , pakaian hanya bersih dan rapi saja . Tidak dengan jasa setrika pertimbangan kami warga disini jarang pakai setrika karena jarang orang kantoran . kalau pakai setrikaan ongkosnya juga lebih mahal “ katanya lagi.

Nah bagi pembaca yang tinggal di seputaran desa Kedungmalang , baik itu di Pangggung, Surodadi, Kedungmalang,Kedungmutih, Babalan dan Kedungkarang yang ingin mencucikan pakaiannya bisa di bawa ke tempat Ibu Ika desa di Kedungmalang Jl. Raya Kedungmalang – Semat. Ada papan nama  di depan rumahnya. (Muin)



Haji Aman dan Lancar bersama KBIH " Al-Firdaus" Jepara hubungi di  085 290 375 959



Warung Air Kedungmalang Jepara Tak Kucurkan Air Lagi



Warung air tak beroperasi lagi

Jepara – “ Warung air ”  atau tempat pembelian air bersih di desa Kedungmalang kecamatan Kedung sudah dua bulan ini tak beroperasi. Kondisinya saat ini sepi penjaja air , padahal sebelumnya setiap hari tampak puluhan sepeda , sepeda motor antri membeli air. Air dari warung ini di jajakan ke desa-desa pesisir Wedung kabupaten Demak yang kekurangan air bersih.

“ Ya kalau dihitung sudah ada dua bulanan kami tak dapat pasokan air bersih . Sehingga banyak pelanggan kami yang kecewa sampai di tempat ini. Padahal saat seperti ini warga kidul kali ( Demak:Red) sangat membutuhkan air bersih”, kata HM. Nurudin pengelola Warung air desa Kedungmalang pada FORMASS, Rabu (17/9).

HM, Nurudin mengatakan , berhentinya pasokan air di warung air dikarenakan makin kecilnya debit air dipipa PDAM yang mengalir ke rumah warga . Sehingga ada beberapa warga desa Kedungmalang yang melaporkan hal ini kepada Petinggi . Selanjutnya Petinggi meminta kepada PDAM untuk menghentikan ijin penjualan air bersih ke penjaja air.

“ Selain warung ini ada beberapa warga yang mempunyai ijin penjualan air juga dihentikan sementara ada , ada bu Siti , pak Surdi dan Pak Ruslan. Jika mereka masih menjual air akan terkena sangsi penyegelan “, tambah HM Nurudin.
Sebenarnya pasokan air di pipa-pipa warga tidak berhenti total. Memang pagi hari aliran seret . Namun jika malam hari aliran kembali normal lagi . Oleh karena itu jika warga mempunyai tendon air seperti bak , atau yang lainnya. Diisi malam hari pagi harinya akan terkumpul air yang cukup banyak. Untuk kebutuhan mandi , cuci masak bisa berlebih.

“ Melihat hal ini saya cukup kasihan dengan warga Demak yang kekurangan air bersih . Tolonglah kepada PDAM untuk membuka kembali kran –kran di Warung air ini. Jika malam menjelang kami akan isi bak-bak air ini sepenuhnya . Pagi harinya biar diambil oleh penjaja air sampai habis dan malamnya kita isi lagi “, harap HM . Nurudin.

Solusi lainnya adalah dengan mengisi bak-bak warung air ini dari mobil tangki PDAM Jepara. Dulu sebelum diambilkan air dari aliran pipa PDAM warung air ini pada awalnya secara rutin diisi dari mobil tangki PDAM Jepara. Namun setelah terpasang pipa dan lancar airnya , mobil tangki sudah tidak mengisi air di warung air.

“ Ya gimanalah caranya agar warung air ini terisi air , sehingga warga Demak yang kekurangan air bersih masih bisa mengambil air untuk kebutuhan harian mereka. Kasihan disini kelebihan air mosok tetangga butuh tidak kita kasih “, kata HM Nuruddin (Muin).

Cerita Ruslan : Malam Hari Air Masih Mengalir, Kasihan Warga Demak


 

Ruslan menunjukkan bak air di rumahnya

Jepara – Ruslan (46) warga desa Kedungmalang kecamatan Kedung sebulan ini tidak lagi bisa lagi melayani pelaggannya yang membeli air dari bak penampungannya. Sejak seretnya air di pipa warga desa Kedungmalang kampung kongsi ijinnya sebagai mpenjual air dicabut sementara oleh PDAM Jepara. Meski saat ini bak penampungan air di rumahnya penuh air dia tidak berani menjual lagi ke pelanggannya warga Demak.

“ Habis bagaimana mas saya sudah terlanjur untuk menanda tangani pernyataan untuk tidak menjual air. Jika saya melanggar aturan itu bisa-bisa saya kena sangsi blokir jaringan yang dendanya cukup besar “, aku Ruslan padaFORMASS, (17/9).

Ruslan mengatakan pemberlakuan keputusan itu baru pertama kali tahun 2014. Sebelum itu tidak ada pencabutan ijin penjualan air bersih kepada warga lain desa. Yang sudah-sudah jika musim kemarau tiba dia bisa menjual bebas air bersih tanpa ada larangan . Jika pasokan habis ya berhenti dengan sendirinya.

“ Namun tahun ini saya heran dengan petinggi kenapa , karena laporan segelintir orang , menyebabkan orang banyak terkena imbasnya. Jika karena alasan suplai air habis jelas tak terbukti. Jika malam tiba aliran air cukup deras . Buktinya ini air dalam bak ini saya isi tadi malam”, kata Ruslan.

Memang pada pagi, siang atau sore hari aliran tidak begitu besar, namun ketika malam hari tiba aliran kembali normal. Oleh karena itu kebijakan mencabut sementara ijin penjualan air termasuk merugikan dirinya. Selain dirinya masih ada beberapa orang yang bernasib seperti dirinya. Padahal ijin pemakaian airnya termasuk niaga yang harganya lebih mahal dibandingkan pemakaian biasa.

“ Ya kami sih ingin agar blokir itu dibuka kembali sehingga kami bisa melayani warga Demak yang butuh air bersih untuk minum dan memasak . Ya kami akan menjual seadanya ketika air habis ya selesai malam diisi lagi “, papar Ruslan yang punya usaha londry pakaian di rumahnya.

Ruslan mengaku sedih kasihan terhadap warga Demak yang ke sana sini cari air bersih. Padahal bak di rumahnya penuh dengan air bersih. Jika air ini diberikan kepada warga Demak ia takut ada mata-mata yang kemudian melaporkan ke fihak desa atau PDAM . Bisa-bisa ia terkena sangsi pemblokiran yang berujung pada pembayaran denda yang besar.

“ Habis gimana lagi kita mentaati aturan Petinggi meski dirasa kurang berperikemanusiaan namun harus kita laksanakan. Mudah-mudahan mereka bisa antri air dari desa Panggung atau Surodadi “, kata Ruslan . (Muin)




Haji Aman dan Lancar bersama KBIH " Al-Firdaus" Jepara hubungi di  085 290 375 959


Jumat, 18 April 2014

Setahun Lebih Jalan Raya Kedungmalang – Pecangaan Rusak Parah

Salah satu ruas jalan raya Kedungmalang - Pecangaan

Jepara – Jalan raya antara Kedungmalang – Pecangaan saat ini kondisinya memprihatinkan. Jalan sepanjang kurang lebih 11  Km ini rusak parah di berbagai titik. Akibatnya pengguna jalan mengeluh dengan kondisi ini karena membahayakan dalam berkendara.

“ Apalagi jika hujan deran jalan tidak kelihatan. Banyak pengendara yang terperosok dalam lubang yang dalam “, ujar Birin tukang ojek asal desa Kedungmalang pada FORMASS, Sabtu (19/4)

Birin mengatakan kerusakan jalan raya Kedungmalang – Pecangaan ini sudah setahun lebih . Namun belum ada perbaikan dari pemerintah sehingga banyak pengendara yang mencari jalan alternative . Mereka menyeberang melewati jalan di wilayah Demak yang kondisinya lebih baik.

“ Jalan raya desa Kedungmalang jadi sepi , banyak pengendara yang lewat jalan desa Kedungmutih Demak yang kondisinya lebih baik “, kata Birin.

Menurut Birin jalan raya Kedungmalang – Pecangaan ini di beberapa titik memang sudah ada peningkatan dengan di beton . Namun pengerjaannya saat ini mandek sehingga jalan yang rusak bertambah parah.

Kondisi paling parah terlihat di jalan raya Kedungmalang – Karangaji . Jalan sepanjang 4 Kilometer ini rusak parah . Lubangnya cukup dalam dan lebar. Jika hujan tiba badan jalan tidak kelihatan . Akibatnya pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak jatuh.

jalan rusak mirip kolam 


Keluhan yang sama juga disuarakan oleh warga lewat jejaring social FB. Dzul Faqqor Abbas  warga desa Kedungmalang menulis, kondisi jalan yang rusak seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Jalan raya ini cukup potensial dalam peningkatan ekonomi warga.

“ Dengan jalan yang bagus maka distribusi hasil laut dan tambak lancar. Hargapun akan bagus karena jalan yang mulus “, ungkap Dzul Faqqor.

Sementara itu beberapa warga juga memberikan komentar akan lambannya penanganan jalan rusak. Digambarkan menjelang tiga tahun kepemimpinan bupati baru ini belum ada gebrakan riil terhadap pembangunan infrastruktur khususnya jalan .


“ Dulu jaman pak Hendro jalan rusak tidak seperti saat ini . Ya ada juga jalan rusak namun dengan cepat diperbaiki. Tapi saat ini menunggu-dan menunggu “, tulis warga Jepara di jejaring social FB. (Muin)



Kamis, 20 Februari 2014

Usai Banjir Jalan Raya Kedungmalang – Semat Rusak

Ilustasi gambar jalan rusak

Jepara – Banjir yang melanda kawasan Jepara bagian Selatan membuat beberapa ruas jalan raya rusak . Salah satu ruas yang cukup parah kerusakannya adalah jalur Kedungmalang – Semat. Selain tergenang oleh air banjir kemarin pada waktu-waktu tertentu jalan ini juga tergenang air rob.

“ Sebelum banjir memang sudah rusak sedikit-sedikit. Setelah banjir kerusakan bertambah parah. Dihimbau pengguna jalan agar pelan-pelan jalannya dan berjati-hati agar tidak tergelincir “, kata H. Yusuf warga desa Surodadi pada FORMASS, Jum’at (21/2)

H. Yusuf mengatakan kerusakan jalan di mulai di pertigaan jembatan desa Kedungmalang. Selain rusak setiap hari juga tergenang air karena badan jalan ambles. Sepanjang jalan Kedungmalang – desa Panggung kerusakan jalan terasa sekali jalan banyak lubang juga air menggenang di sana-sini.

Dari desa Panggung ke Utara menuju desa Semat ada banyak titik jalan yang mengalami kerusakan . Kerusakan terparah adalah jalan antara desa Panggung sampai memasuki desa Bulak baru . Lubang jalan cukup dalam sehingga jalan penuh air. Pengguna jalan sulit mebedakan mana yang yang baik atau rusak.

“ Di titik dibawah jembatan batas desa Panggung – Bulak Baru sering pengendara terjatuh karena lubang jalan cukup dalam . Apalagi jika hujan turun dengan lebat “, tambah H. Yusuf.

H. Yusuf mengharapkan perhatian pemerintah kabupaten Jepara agar jalan yang rusak segera diperbaiki. Selain sering dilewati oleh banyak kendaraan jalan tersebut merupakan jalan alternative menuju ke kota Jepara. Jalan raya ini juga sebagai jalan untuk transportasi hasil garam rakyat,

“ Ya kita harapkan usai musim hujan jalan ini segera diperbaiki , agar warga nyaman melewati jalan ini . Selain itu distribusi angkutan garam dari sentra penghasil garam juga lancar “, harap H. Yusuf yang rumahnya dipinggir jalan raya Kedungmalang- Semat. (Muin)



Minggu, 03 November 2013

F. Razikin Petinggi Terpilih Desa Kedungmalang Jepara

F. Razikin Petinggih Terpilih Desa Kedungmalang

Jepara- Pemilihan petinggi desa Kedungmalang berakhir sudah Minggu Sore (3/11) F. Razikin dengan nomor calon 2 berhasil mengalahkan nomor calon 1 Agus Mugiono yang merupakan in cumbent. Dengan selisih suara lebih dari 500 F. Razikin membukukan kemenangannya sekaligus menghilangkan harapan Agus Mugiono untuk menjabat kembali sebagai petinggi desa Kedungmalang.

“ Pertarungan pasti ada yang menang dan kalah . Harapan saya Petinggi yang baru bisa memberi nuansa yang baru pada desa pesisir ini . Alhamdulillah pelaksanaan hari ini berjalan lancar “, ujar Ketua P 5 A. Djarir Al habsyi pada FORMASS.

Suasana penghitungan suara


Dalam penghitungan suara yang memakan waktu sekitar 5 jam itu Agus Mugiono calon nomor urut meraup suara 946 suara . F Razikin calon dengan nomor urut 2 mendapatkan suara 1.572 . dan suara tidak sah sebanyak 46 suara. Suara tersebut terbagi atas tiga kotak suara yang di buka berurutan.

“ Bapak dan Ibu serta saudara sekalian penghitungan suara pada hari ini syah nggih “, kata ketua P 5 yang diiiyakan seluruh hadirin.

F Razikin gunakan hak pilihnya


Jalannya penghitungan suara pada awalnya berlangsung cukup ketat dengan selisih di bawah 50 suara. Namun demikian seiring dengan bertambahnya waktu dan dibukanya suara selisih antara nomor I dan 2 makin jauh. Pada kotak ketiga sudah biasa diketahui pemenangnya adalah calon nomor urut 2.

Dari pantauan pelaksanaan pemilihan petinggi desa Kedungmalang ini mendapatkan pengamanan khusus dari Linmas, satpol PP, Polisi dan juga TNI AD. Bahkan Camat Kedung Budi Utomo beserta stafnya hadir dalam acara penghitungan suara.

lambaian tangan pendukung

“ Alhamdulillah pelaksanaan pemilihan petinggi di desa Kedungmalang hari ini lancar meski agak memanas tapi bisa dikendalikan dengan baik “, katanya.

Pemilihan petinggi desa Kedungmalang ini selain menjadi perhatian warga desa sendiri. Penonton datang berduyun-duyun dari desa tetangga sehingga membuat kemacetan jalan raya depan SD Kedungmalang yang menjadi TPS .Di tambah lagi dengan puluhan pedagang kaki lima yang mremo di sekitar TPS.

“ Maklum pilihan petinggi hanya terjadi 6 tahun sekali . Hari ini pemilih ibarat raja karena amat dibutuhkan oleh calon . Selain diberikan sejumlah uang juga disediakan mobil jemputan dari rumah masing-masing pemilih “, kata Birin warga desa Kedungmalang. (Muin)