Sabtu, 03 Agustus 2013

BSM Siswa SD dan SMP TA 2013/2014 Bakal Dinaikkan



Tomohon – Kabar gembira bagi para keluarga dan siswa penerima dana () di Kota Tomohon. Pasalnya, untuk penganggaran pada tahun 2013/2014 ini nilainya bakal ditingkatkan dari tahun sebelumnya.
“Anggaran BSM untuk penganggaran tahun 2013/2014 memang akan dinaikkan yakni untuk siswa SD sebesar Rp 450.000, SMP 750.000 dan SMA Rp. 1.000.000 per siswa. Dimana pada tahun sebelumnya yakni penganggaran 2012/2013 siswa SD sebesar Rp 360.000, SMP Rp 550.000 dan SMA Rp 1.000.000. Namun khusus untuk tahun 2013, siswa memperoleh tambahan manfaat sebesar Rp 200.000,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kota Tomohon DR Julianan Dolvin Karwur MKes MSi.


Rencana ini pun langsung disambut dengan sukacita oleh para orang tua murid. “Kalau ini memang benar-benar direalisasikan tentunya kami menyambut dengan suka cita. Dan uang tersebut akan kami pergunakan dan manfaatkan sebaik-baiknya. Bantuan ini sangat dibutuhkan apalagi saat ini harga-harga kebutuhan mengalami kenaikan,” ungkap Efraim S, salah satu orang tua siswa penerima BSM. (req)
Sumber : Berita Manado

Wah !!!!! Ada BSM Biaya Sekolah Jadi Ringan

Kepala Mts Ribhul Ulum Suhari,S Pd I dihadapan Wali murid (Foto: Dok MTs RU)

Datangnya BSM ( bantuan Siswa Miskin) untuk siswa di seluruh Indonesia disambut gembira oleh para orang tua dan wali siswa . Setidaknya dengan adanya BSM itu beban orang tua menjadi ringan karena kebutuhan sekolah bisa terpenuhi dari BSM tersebut.

Hal itu dikatakan oleh Suhari ,S PdI Kepala MTs “ Ribhul Ulum “ desa Kedungmutih dihadapan   orang wali murid yang mendapatkan BSM tahun 2013. Dan juga komite sekolah dalam rangka sosialisasi BSM.

Tahun 2013 ini siswa MTs yang mendapatkan BSM sejumlah 105 siswa dari 170 siswa . Adapun besarnya BSM itu setiap semester Rp 375 ribu sehingga dalam setahun setiap siswa mendapatkan bantuan Rp 750  ribu.

Dari uang itu selanjutnya orang tua wali murid bisa membayarkan kebutuhan sekolah untuk putra putrinya . Sehingga dari BSM tersebut seluruh pembiayan kegiatan belajar bisa tercover. Adapun jika masih ada tambahan tidak begitu besar.

“ Dengan adanya BSM ini siswa kami di kelas 7 dan \8 bisa gratis tanpa pungutan sepeserpun. Cuma untuk kelas 9 ada tambahan sedikit karena terbebani untuk biaya Ujian Akhir “ , kata Suhari.

Mengenai jumlah penerima BSM di sekolah Suhari mengatakan mestinya jumlah itu masih harus ditambah. Dilihat dari ekonomi para orang tua atau wali yang menyekolahkan hampir semua kategori kurang mampu. Bila ada yang mampu hanya beberapa orang saja.

“ Jumlah 105 itu kami rasa harus ada tambahan karena masing-masing penerima BSM ekonominya hampir sama , kasihan yang tidak mendapatkan “ tukas Suhari.

Hal yang  sama juga di katakan Fais Ali anggota Komite Madrasah , fihaknya merasa kebingungan ketika diminta pendapatnya untuk penerima BSM dari kuota yang ada. Oleh karena itu dia mengusulkan untuk diadakan pertemuan orang tua siswa agar penyaluran BSM bisa adil. (Muin)












Jumat, 02 Agustus 2013

Tradisi Hataman Al-Qur’an Keliling Di Desa Kedungmutih Demak



Ramadhan bagi warga desa Kedungmutih adalah bulan untuk memuliakan Al Qur’an. Selain menggelar kegiatan Tadarus massal di Masjid dan puluhan musholla . Ada juga acara Hataman Al Qur’an keliling dari Masjid hingga ke musholla-musolla yang ada di desa Kedungmutih.

“ Wah kalau ditanya sejak kapan acara itu di gelar saya tidak tahu. Saya masih kecil hingga sekarang acara hataman Al qur’an keliling itu sudah ada “, kata H. Muslihkan tokoh masyarakat desa Kedungmutih Demak.

H. Muslikhan mengatakan acara hataman Al Qur’an di awali di Masjid Jami’ Baitul Makmur rutin setiap tanggal 17 Ramadhan . Acara itu di kemas dengan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai tonggal diturunkannya Al Qur’an.

Pada acara itu selain kegiatan membaca Al qur’an 30 Juz bersama-sama . Juga ada pemberian mauidoh hasanah oleh para kiai atau Ustadz. Kegiatan diakhiri dengan selamatn atau makan bersama-sama.

“ Biasanya untuk kegiatan hataman itu di tanggung bersama-sama oleh kaum Masjid atau Musholla”, kata H. Muslikhan.

Setelah masjid mengadakan acara hataman , malam selanjutnya jatuh pada musholla-musholla yang ada di desa Kedungmutih. Jumlah musholla yang ada di kedungmutih ada sekitar 15 yang tersebar di seluruh wilayah.




Mengingat waktu yang hanya tinggal 10 hari menjelang Hari Raya Iedul Fitri. Maka setiap malam tidak cukup satu musholla yang mengadakan kegiatan hataman . Oleh karena itu ada satu malam yang digunakan hataman di dua tempat.

“ Kegiatan hataman merupakan tradisi sejak lama dan melibatkan seluruh warga desa . Sehingga jika pertengahan bulan Ramadhan ini warga sudah mempersiapkan kegiatan khotmil Qur’an ini “, kata Haji Yusuf Ketua pengurus Masjid Jami’ baitul Makmur.

Uniknya menurut Yusuf , keguatan Khotmil Qur’an ini juga melibatkan anak-anak . Sehingga jika musim khotmil tiba anak-anak setiap malam bergerilya dari musholla satu ke musholla lain. Tanpa undanganpun mereka mendatangi kegiatan hataman itu.

“ Untuk orang tua biasanya ada undangan khusus yang disampaikan . namun untuk anak-anak tanpa undanganpun mereka hadir. Selain mendapatkan makan juga ada berkat “, tambah Yusuf. (Muin)









Mainan Anak Pesisir , Petasan Bazoke suaranya memang Oke


Alam dan temannya

Demak - Lebaran tanpa petasan dan kembang api  bagi anak-anak hampa rasanya. Oleh karena itu di bulan Ramadhan ini jika waktu buka tiba terdengar bunyi petasan di mana-mana. Meski bising dan menganggu hal itu tetap terjadi di sepanjang waktu.

Bahkan di bulan Ramadhan ini ada jenis petasan baru yang terbuat dari pipa pralon dengan bahan bakar spiritus. Bentuknya mirip dengan senjata bazoke  dan suaranyapun oke. Sehingga petasan ini disebut oleh anak-anak petasan bazoke.

“ Buatnya mudah pipa pralon sepanjang 1 meter dengan diameter 10 cm , bekas kaleng susu dan botol bekas minuman ringan. Serta penyulutmya pakai korek api cetit “ kata Bahrul Alam (14) anak warga desa Kedungmutih.
Alam mengatakan untuk membuat petasan Bazoke ini cukup mudah. Pertama pipa paralon di potong bagian ujung sepanjang  20 cm. Kaleng bekas susu tiga buah dibual lubang-lubang atas dan bawah.

Selanjutnya kaleng bekas itu di lubangi bagian tengahnya dengan diameter 5 cm. Kemudian kaleng-kaleng bekas itu dimasukkan kke dalam pipa paralon. Pipa paralon kemudian diasambung kembali menjadi satu dengan diisolasi dengan kuat.

Untuk membuat pemantiknya apinya dengan menggunakan bekas botol minuman ringan. Caranya botol bekas minuman di bagi dua ,ambil bagian atasnya. Lubagi tutup dan masukkan pemantik api dari korek cetit. Atur pas ditengan tutup botol.

Alam siap beraksi

Selanjutnya sambung potongan botol bekas itu dengan pipa paralon kembali. Untuk membunyikan yang pertama isi pipa paralon dengan spiritus . Kemudian kocok-kocok sebentar . Setelah itu baru pemantik dinyalakan dan keluarlah suara yang menggelegar dari dalam pipa pralon.

“ Untuk membuat petasan bazoke ini tidak mahal , uang Rp 10 ribu saja cukup jadi bisa menghemat uang “, tambah Alam sambil membunyikan petasan bazokenya,

Nah bagi anda yang kebetulan melihat anak-anak yang membawa petasan bazoke dengan ciri  pipa pralon ini anda harus siap-siap minggir . Jika tidak telinga anda akan merasakan suara yang cukup keras dan memekakkan telinga ini  (Muin)


FATKHUL MUIN
Pengelola Blog “ Informasi Masyarakat Pesisir” Demak - Jepara


Sumaliyadi Warga Kedungmalang Jepara 17 Kali Ramadhan Iktikaf Di Masjid Agung Demak


Sumaliyadi

DEMAK- Datang jauh dari kampung halaman hanya untuk beriktikaf di Masjid Agung Demak, mereka ingin berkomunikasi dengan Allah, dengan cara menginap di Masjid, makan dan minum untuk berbuka dan saur menerima dari hasil sedekah.

Iktikaf atau terapi rohani, bukan sebuah kegiatan yang mudah, dengan berdiam diri di Masjid, membaca Al Quran dan zikir di rumah Allah, dan meninggalkan kesibukan duniawi demi belas kasihNYA atas cita-cita yang diinginkan.

Seperti Sumaliyadi (80) warga Desa Kedungmalang Kecamatan Kedung, jauh-jauh datang dari Jepara menginap selama sebulan di Masjid Agung Demak untuk beriktikaf. Seperti kebiasaan tahun sebelumnya, dia sudah beriktikaf sebanyak 17 kali Ramadan di Masjid Agung Demak, selalu merindukan suasana Ramadan di Masjid.

Bapak empat anak ini memilih berdiam diri di masjid selama sebulan penuh daripada menemani anak cucu, kendati tanpa perbekalan atau uang, kakek dengan 15 cucu ini mengaku tak risau. “Selalu saja ada orang baik di masjid yang memberi, seperti kemarin saya dikasih tas, sarung, peci, alas tidur sampai makan untuk buka dan saur,” katanya.

Sementara, pegawai Masjid Agung Demak, Rohmat, menjelaskan, sudah menjadi tradisi pengurus masjid, saat berbuka puasa selalu membagi takjil, begitu pula dengan sahur. “Tidak sedikit warga yang berdatangan untuk beriktikaf pada bulan Ramadan di Masjid, mereka ada yang berasal dari Bandung, Jakarta, Semarang, Kendal bahkan dari luar provinsi,” jelasnya, kemarin.

Pada sepertiga malam terakhir, setelah Masjid Agung Demak ditutup pada pukul 20.00, kembali dibuka pada 00.00. Hal ini sengaja dilakukan, agar jamaah bisa melakukan ibadah malam.

Iktikaf, menurutnya, bisa melatih kesabaran. Bila mengalami jalan buntu dalam menyelesaikan masalah dan meminta datangnya pertolongan Allah, maka iktikaf bisa menjadi solusinya. Hati merasa sejuk dan tentram. Ibadah juga langgeng.

Terpisah, seorang warga Kelurahan Bitungjaya Kecamatan Cikupa, Tangerang juga melakukan iktikaf. Heru Sudianto (28), pria lajang ini mengaku sudah kali kedua melakukan iktikaf di Masjid Agung Demak. Dia mengaku cocok dengan suasana di Masjid buatan walisongo ini. “Saya merasa cocok saja dengan Masjid Agung Demak ini, hati rasanya nyambung,” kesan pria ini.

Dirinya yang pernah mengeyam pendidikan di Pondok Pesantren Bojonggede, Bogor . Mulai terasa cocok, diakuinya banyak kejadia aneh yang menambah rasa imannya, seperti ada seekor burung datang menghampiri ketika usai melakukan salat dhuha. Burung tersebut diam ketika dipegang.

Selain itu, dia pernah bermimpi bertemu seorang gadis keturunan Tionghoa yang terseyum, ternyata mimpi itu juga dialami orang-orang yang beriktikaf di masjid, yang bermakna sebagai penyambutan. (harsem/swi/hst)


Sumber : Harian Semarang



Haji yaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202


Kamis, 01 Agustus 2013

500 meter Jalan Babalan – Demak Habiskan 1 Milyar

Jalan Kedungmutih - Babalan


Betonisasi Jalan raya pedesaan yang menghubungkan desa Kedungmutih – Babalan kecamatan Wedung kabupaten demak 1 ruas sepanjang 500 meter dan menghabiskan dana hampir 1 Milyar telah selesai. Jalan yang dikerjakan selama tiga bulan kini telah dilewati oleh berbagai kendaraan.

Selain roda dua kendaraan roda empat jenis truk yang biasanya mengangkut garam juga mulai hilir mudik . Truk-truk itu mengangkut garam dari pangkalan garam desa Kedungmutih yang akan dibawa ke berbagai kota di Pulau Jawa.

“ Hampir tiga bulan truk-truk disini beralih pangkalannya ke sebelah Utara sana. Namun setelah jalan ini di buka Truk mulai hilir mudik lagi “, kata H. Ali warga desa Kedungmutih yang rumahnya dekat pangkalan.

H. Ali mengatakan , jalan depan rumahnya merupakan jalan penghubung dari desa Kedungmutih menuju kota kecamatan Wedung dan juga Kota Demak via pantai . Sehingga dalam keseharian jalan ini tiada sepi dari pengendara yang lewat yang didominasi oleh kendaraan roda dua.

Selain para bakul ikan yang menjual hasil ke pasar desa Kedungmutih dan Jepara. Jalan ini merupakan jalan alternative menuju kota Demak  ke Jepara. Sehingga para pengendara dari Demak yang ingin ke kota Jepara bisa melewati jalan alternative ini .




Namun  karena kondisi jalan yang belum sempurna pembetonannya maka jalan ini hanya nyaman dilewati oleh kendaraan roda dua . Jika melewati jalan ini maka jarak Demak – Jepara bisa lebih dekat karena melewati kota Wedung.

Fatkhan anggota DPRD Demak dari Partai Demokrat mengatakan jalan raya Kedungmutih – Bungo merupakan jalan alternative dari Jepara ke kota Demak. Oleh karena itu dia mengharapkan jalan itu setiap tahunnya dialokasikan anggaran betonisasi . Sehingga dua tahun ke depan jalan itu sudah terbetonisasi semua.


“ Dengan selesainya betonisasi ruas jalan Kedungmutih – Bungo nantinya jalan ini akan menjadi salah satu jalan alternative dari Jepara – Semarang. Ke depannya jalan ini akan ramai dilewati oleh pengendara roda dua maupun empat “, kata Fatkhan. (Muin)

  
Haji yaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202

Hujan Reda Petani Garam Demak Kebut Lahan

Khaeron di lahan garamnya

Petani garam dii kabupaten Demak  saat ini mulai mengerjakan lahan garam  karena hujan telah reda. Selain menuinggu sudah cukup lama juga persediaan garam di gudang petani mulai menipiis.Sehingga meskipun masih bulan puasa namun mereka telah mengebut lahan garam agafr cepat memetik hasil.

Khaeron (55) petani garam asal desa Kedungmutih yang menggarap lahan dipinggir jalan desa Kedungmutih Babalan terlihat sibuk menata lahannya. Petak-petak untuk memanen garam mulai dipersiapkan . Selain dikeringkan pematang juga ditinggikan agar air dari saluran tidak masuk ke lahan.

Alat-alat untuk mengolah lahan juga telah dipersiapkan . Ada cangkul , slender , kincir air dan juga alat untuk meratakan tanah. Petak-petak itu berukuran 8 X 8 meter berjumlah lebih 10 yang akan dibagi menjadi lahan pengeringan air dan pemanenan garam.




“ Nah yang sebelah sana saya persiapkkan untuk pemanenan garam yang pertama. Sehingga bagian itu harus kita haluskan terlebih dahulu “, kata Khaeron .

Menurut Khaeron penggarapan lahan garam di kabupaten Demak tahun ini mengalami keterlambatan . Biasanya bulan Agustus seperti ini sudah masanya para petani garam memanen garam. Namun karena musim hujan yang berkepanjangan  hingga akhir bulan Juli maka panen garam juga mengalami keterlambatan.

“ Habis bagaimana garam itu butuh panas yang kuat , jika cuaca masih hujan maka kita tidak bisa panen garam “ tambahnya.

Namun jika tidak ada hujan lagi dan panas cukup kuat satu bulan lagi lahannya bisa diambil hasilnya. Namun sebaliknya jika beberapa hari hujan lagi maka panen garampun bisa mundur hingga dua bulan lagi . (Muin)

 
  
Haji yaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202