Minggu, 13 Juli 2014

PDIP: Jokowi-JK Menang Telak di Jawa Timur


TEMPO.COSurabaya - Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Timur mengklaim pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla menang di Provinsi Jawa Timur. Jokowi-JK mendapat 55,35 persen suara dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa 44,65 persen. “Data ini per pukul 15.00 WIB hari ini,” kata Koordinator Media Center Jokowi-JK Jawa Timur, Didik Prasetiyono, saat dihubungi Tempo, Jumat, 11 Juli 2014.

Didik, yang akrab dipanggil Didonk, mengatakan data tersebut didasarkan pada penghitunganreal count internal PDIP. Sebanyak 15.011.037 pemilih atau separuh data pemilih yang masuk ke pusat tabulasi DPD PDIP di Kendangsari Surabaya.

Merujuk pada pengalaman pemilu legislatif lalu, kata dia, data pemilih tetap di Jawa Timur mencapai 30 juta jiwa. Saat pemilihan legislator, tingkat kehadiran sebesar 50 persen. Adapun untuk pilpres ini diprediksi tingkat kehadirannya naik menjadi 74 persen. “Sehingga kami perkirakan surat sah sekitar 20 juta. Jadi data sebesar 15 juta yang masuk berarti sama dengan sekitar 74 persen data data yang telah masuk,” ujar dia.

Menurut Didonk, Jokowi-JK mendominasi perolehan suara di daerah Mataraman dengan merebut kemenangan di beberapa kabupaten, yaitu Kabupaten Ponorogo sebesar 52,83 persen, Trenggalek 65,58 persen, Tulungagung 65,16 persen, Madiun 58,51 persen, Kabupaten Ngawi 58,56 persen, dan Kota Madiun 61,31 persen. Di Mataraman, Jokowi-JK hanya kalah di Kabupaten Magetan dengan perolehan suara 48,20 persen. Jokowi-JK juga kalah telak di Kabupaten Pacitan dengan perolehan 34,20 persen.

Di Tapal Kuda, Jokowi-JK merebut empat kota/kabupaten, yakni Kabupaten Jember 58,42 persen, Banyuwangi 59,90 persen, Kabupaten Probolinggo 51,10 persen, dan Kabupaten Lumajang 53,22 persen. Sementara itu, Prabowo-Hatta unggul di Bondowoso dengan 59,36 persen, Kabupaten Situbondo 58,53 persen, dan Kota Probolinggo 54,20 persen.

Di daerah Pantura, pasangan nomor urut satu sangat mendominasi dengan merebut suara terbanyak di tiga kabupaten, yakni Bojonegoro 51,61 persen, Lamongan 51,80 persen, dan Kabupaten Gresik sebesar 53,27 persen. Prabowo-Hatta juga unggul di Kota Pasuruan dengan perolehan 57,50 persen dan Kabupaten Pasuruan sebesar 58,68 persen.

Untuk daerah Malang Raya ditambah dengan daerah Blitar, Kediri, Pasuruan, dan Tulungagung, pasangan Jokowi-JK sangat dominan. Di Kabupaten Malang pasangan ini meraih 60,69 persen, Kota Malang 59,76 persen, Kota Batu 60,85 persen, Kabupaten Kediri 66,43 persen, Kota Kediri 62,84 persen, Kota Blitar 64,98 persen, Kabupaten Blitar 71,52 persen, dan Kabupaten Tulungagung 65,16 persen. “Blitar paling tinggi dari 38 kota/kabupaten yang lain,” ujar Didonk.

Jokowi-JK juga melanjutkan dominasinya di daerah yang pada pemilihan legislatif lalu masuk dalam Dapil 1 Jawa Timur, yaitu wilayah Surabaya, dengan merebut suara sebesar 64,39 persen dan Kabupaten Sidoarjo sebesar 55,06 persen. Adapun di Kabupaten Mojokerto perolehan Jokowi-JK 58,98 persen, Kota Mojokerto 58,98 persen, Kabupaten Jombang 57,42 persen, dan Kabupaten Nganjuk 62,07 persen.

Namun, di Madura, Prabowo-Hatta menang mutlak di empat kabupaten. Di Kabupaten Bangkalan pasangan ini meraih 68,44 persen suara, Sampang 77,86 persen, Sumenep 54,87 persen, dan Pamekasan 77,32 persen.

EDWIN FAJERIAL


Tidak ada komentar:

Posting Komentar