Jumat, 12 Juli 2013

Inilah Kriteria Miskin Versi BPS


Biro Pusat Statistik (BPS)menggunakan batas garis kemiskinan berdasarkan data konsumsi dan pengeluaran komoditas pangan dan non pangan. Komoditas pangan terpilih terdiri dari 52 macam, sedangkan komoditas non pangan terdiri dari 27 jenis untuk kota dan 26 jenis untuk desa. Garis kemiskinan yang telah ditetapkan BPS dari tahun ketahun mengalami perubahan.
Menurut Indonesian Nutrition Network (INN) tahun 2003 adalah Rp 96.956 untuk perkotaan dan Rp 72.780 untuk pedesaan.
Kemudian menteri sosial menyebutkan berdasarkan indikator BPS garis kemiskinan yang diterapkannya adalah keluarga yang memilki penghasilan di bawah Rp 150.000 perbulan. Bahkan Bappenas yang sama mendasarkan pada indikator BPS tahun 2005 batas kemiskinan keluarga adalah yang memiliki penghasilan di bawah Rp 180.000 perbulan.
Dalam penanggulangan masalah kemiskinan melalui program bantuan langsung tunai (BLT) BPS telah menetapkan 14 (empat belas) kriteria keluarga miskin, seperti yang telah disosialisasikan oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (2005), rumah tangga yang memiliki ciri rumah tangga miskin, yaitu:
  1. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8 m2 per orang
  2. Jenis lantai bangunan tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan.
  3. Jenis dinding tempat tinggal terbuat dari bambu/rumbia/kayu berkualitas rendah/tembok tanpa diplester.
  4. Tidak memiliki fasilitas buang air besar/bersama-sama dengan rumah tangga lain.
  5. Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik.
  6. Sumber air minum berasal dari sumur/mata air tidak terlindung/sungai/air hujan.
  7. Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/arang/minyak tanah.
  8. Hanya mengkonsumsi daging/susu/ayam satu kali dalam seminggu.
  9. Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun.
  10. Hanya sanggup makan sebanyak satu/dua kali dalam sehari.
  11. Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas/poliklinik.
  12. Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah: petani dengan luas lahan 0, 5 ha. Buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan, atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan di bawah Rp 600.000 per bulan.
  13. Pendidikan tertinggi kepala kepala rumah tangga: tidak sekolah/tidak tamat SD/hanya SD.
  14. Tidak memiliki tabungan/barang yang mudah dijual dengan nilai Rp 500.000, seperti: sepeda motor (kredit/non kredit), emas, ternak, kapal motor, atau barang modal lainnya.
Ada satu kriteria tambahan lagi, hanya tidak terdapat dalam leaflet bahan sosialisasi Departemen Komunikasi dan Informatika tentang kriteria rumah tangga miskin, yaitu rumah tangga yang tidak pernah menerima kredit usaha UKM/KUKM setahun lalu.



Haji yaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 



Kamis, 11 Juli 2013

Sekilas Info Tentang Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas)


Jamkesmas adalah program bantuan sosial kesehatan bagi fakir
miskin dan orang tidak mampu. Program ini bertujuan untuk
menjamin agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan dan
perlindungan kesehatan dengan menggunakan prinsip asuransi
sosial. Program ini dimaksudkan untuk melindungi peserta dari
resiko pengeluaran kesehatan yang berdampak pada peningkatan
kemiskinan. Jamkesmas tidak termasuk dalam P4S, namun
merupakan bagian dari program bantuan sosial berbasis Rumah
Tangga.

Secara khusus program ini bertujuan untuk:
a. Memberikan kemudahan dan akses pelayanan kesehatan
kepada peserta di seluruh jaringan Penyedia Pelayanan
Kesehatan (PPK) program Jamkesmas, seperti Puskesmas
beserta jaringannya dan rumah sakit, sehingga tercipta
masyarakat yang sehat dan produktif.

b. Mendorong peningkatan pelayanan kesehatan yang terstandar
bagi peserta sehingga terkendali mutu layanan dan biayanya.

c. Terselenggaranya pengelolaan keuangan yang transparan dan
dapat dipertanggungjawabkan.40

C
akupan
Cakupan program Jamkesmas adalah fakir miskin dan orang tidak
mampu di seluruh Indonesia yang terdiri dari peserta dengan kartu
Jamkesmas (kuota) sejumlah 86,4 juta jiwa yang berasal dari Basis
Data Terpadu, dan peserta non kartu (non kuota) antara lain
penghuni panti sosial dan penghuni lembaga pemasyarakatan/rumah
tahanan (lapas/rutan).
Manfaat
Manfaat program Jamkesmas yang diberikan kepada peserta bersifat
pelayanan perseorangan berupa pelayanan kesehatan yang
mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif,
termasuk obat dan bahan medis habis pakai yang diperlukan.
Setiap peserta mempunyai hak mendapat pelayanan kesehatan yang
diberikan pada fasilitas kesehatan milik Pemerintah atau swasta
yang telah menjamin kerjasama dengan Kementerian Kesehatan.
Pelayanan kesehatan meliputi Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP)
dan Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP), pelayanan kesehatan Rawat
Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL), Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL)
kelas III dan pelayanan gawat darurat.
Pada prinsipnya hampir seluruh biaya pengobatan akan ditanggung
oleh program Jamkesmas, kecuali pelayanan tertentu antara lain
bahan/alat/tindakan untuk tujuan kosmetika,  , general check-up dan
rangkaian pemeriksaan/tindakan/pengobatan untuk mendapatkan
keturunan
Peserta Jamkesmas mendapat pelayanan di fasilitas kesehatan
secara berjenjang, dimulai dari pelayanan primer di Puskesmas dan
jaringannya baik layanan rawat jalan maupun rawat inap. Peserta
yang memerlukan layanan lanjutan, dirujuk ke pelayanan sekunder
dan atau rawat inap kelas III di rumah sakit. Dalam kondisi darurat,
peserta Jamkesmas dapat langsu dilayani melalui Instalasi Gawat
Darurat (IGD) di rumah sakit.
Sumber : http://www.litbang.depkes.go.id/sites/download/Buku-Pegangan-Sosialisasi-dan-Implementasi.pdf

Haji yaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 

Himbauan Untuk Efektivitas Pemutakhiran Data Penerima KPS



Program Percepatan dan Perluasan Perlindungan Sosial (P4S) dan 
Program Kompensasi Khusus Tahun 2013 yang disiapkan pemerintah 
bagi Rumah Tangga miskin dan rentan merupakan program kompensasi kebijakan penyesuaian subsidi BBM.

Program ini menjangkau 15,5 Juta Rumah Tangga miskin dan rentan yang 
merupakan kelompok 25% masyarakat dengan status sosial ekonomi 
terendah.

Salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan program ini adalah ketepatan sasaran, sehingga penerima manfaat dari program ini adalah benar-benar merupakan rumah tangga miskin dan rentan.

Basis Data Terpadu (BDT) merupakan sumber data bagi diterbitkannya Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang menjadi penanda bagi rumah tangga miskin dan rentan agar dapat memperoleh manfaat Program Percepatan dan Perluasan Perlindungan Sosial (P4S) dan BLSM Tahun 2013.

Basis data ini merupakan hasil pendataan pada tahun 2011. Semenjak tahun 2011 hingga 2013 pastinya telah terjadi perubahan status sosial ekonomi di masyarakat.

Hal ini bisa menyebabkan perbedaan antara informasi yang terdapat dalam Basis Data Terpadu(BDT) dengan kondisi aktual. Perbedaan ini dapat menyebabkan adanya Rumah Tangga yang tidak berhak justru tercatat sebagai calon penerima P4S (inclusion error) atau adanya Rumah Tangga 
yang seharusnya menjadi penerima P4S namun tidak tercatat sebagai calon penerima P4S (exclusion error).

Kemungkinan lainnya adalah adanya Rumah Tangga yang telah pindah alamat, tercatat 71 lebih dari satu kali, atau Rumah Tangga yang seluruh anggota Rumah Tangganya meninggal.

Karena itu, diperlukan sosialisasi yang intensif untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa P4S dan BLSM merupakan hak dari rumah tangga miskin dan rentan yang termasuk dalam status sosial ekonomi terendah.

Bagi Rumah Tangga yang merasa tidak termasuk dalam kelompok miskin dan rentan tetapi menerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS), karena beberapa hal seperti kesalahan pengiriman maupun karena inclusion error, dihimbau agar dapat mengembalikan kartu tersebut kepada aparat desa/kelurahan setempat untuk dialihkan kepada Rumah Tangga yang benar-benar berhak.

Untuk memfasilitasi hal ini, telah disusun mekanisme pemutakhiran daftar penerima KPS di tingkat desa/kelurahan. Masyarakat dihimbau untuk berpartisipasi aktif dalam mekanisme ini sehingga memungkinkan masuknya Rumah Tangga miskin dan rentan sebagai calon penerima P4S.

Himbauan di atas harus senantiasa disampaikan dalam berbagai kesempatan sosialisasi, baik secara langsung maupun melalui media massa, sehingga timbul kesadaran masyarakat bahwa P4S dan BLSM ini merupakan hak masyarakat dengan status sosial ekonomi  terendah indonesia.





Haji yaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202

Cuaca Masih Hujan Harga Garam Demak Mulai Menanjak


Demak - Hujan yang masih mengguyur di lahan pertambakan garam di kabupaten Demak membuat harga garam mulai naik. Hal itu di sambut gembira oleh sejumlah petani yang masih mempunyai sisa garam tahun lalu di gudang. Namun demikian tidak semua petani merasakan kenaikan harga , karena stok garam mereka telah habis sebelumnya.


“ Ya jika dihitung , petani garam yang merasakan kenaikan garam hanya beberapa orang saja karena garam mereka telah dijual ketika banjir besar menerpa tambak 3 bulan yang lalu “, ujar Zaenuri pedagang garam dari desa Kedungmutih.

Zaenuri mengatakan , sebelumnya harga garam di lahan berkisar Rp 20 ribu – 25 ribu setiap kwintalnya dengan kualitas umum. Namun karena hujan yang terus mengguyur ada kenaikan harga berkisar Rp 10 – 15 ribu setiap kwintalnya. Sehingga harga garam saat ini sudah mulai naik menjadi Rp 30 ribu – 40 ribu setiap kwintalnya.

“ Kalau dulunya masuk gudang Rp 30 ribu setiap kwintalnya , saat ini sudah laku Rp 40 ribu dengan kualitas umum. Jadi keuntungannya sudah 10 ribu setiap kwintalnya. Untuk yang kualitas super harga bisa dua kali lipatnya”, papar Zaenuri.

Hal sama juga dikatakan H. Ahmadi petani garam asal desa Kedungkarang. Di lahan garam desa Kedungkarang harga garam juga mulai dirasakan oleh petani. Sehingga beberapa gudang garam mulai dibongkar dan dijual pada pengepul.

Menurutnya stok garam simpanan petani di desa Kedungkarang hanya tinggal sekitar 20 persen saja. Semua gudang garam sudah di bongkar pemiliknya . Selain untuk keperluan sehari-hari hasil dari penjualan garam ada yang dipergunakan untuk biaya haji.

“ Dari hasil garam ini petani garam banyak yang berhasil naik Haji. Apalagi jika harga garam bagus yang naik haji setiap tahunnya ada kenaikan”, kata H. Ahmadi. (Muin)


Haji yaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202




Rabu, 10 Juli 2013

Petani Garam Demak Tunggu Cuaca Panas

Lahan garam 

Petani garam di kabupaten Demak saat ini menunggu cuaca panas agar tambak mereka menghasilkan garam. Namun demikian kondisi hujan masih saja mengguyur sehingga panen garam yang dinantikan tak kunjung datang. Hal ini membuat sejumlah petani  garam mengalami kerugian karena terutama lahan yang digarap merupakan lahan sewaan.

“ Lahan garam ini kami sewa 1 tahun 20 jutaan mestinya bulan Juli ini sudah mulai memetik hasilnya. Namun karena musim hujan yang kepanjangan sampai saat ini belum ada hasil apa-apa “, tutur Hamzawi Anwar warga desa Kedungmutih Wedung Demak.

Hamzawi Anwar mengatakan ,ia menyewa lahan garam milik desa dengan cara lelangan. Harga sewa sekitar 20 juta rupiah.   Tanah garam itu selanjutnya di garapkan pada petani lain dengan harapan selain bisa mengembalikan biaya sewa lahan ia mendapatkan keuntungan. Namun dengan kondisi cuaca yang masih hujan itu ia belum bisa mendapatkan hasil sama sekali.

“ Kalau normal saat ini sudah panen raya. Tahun lalu bulan Juni hasil garam sudah berlimpah-limpah. Namun tahun ini lahan belum menghasilkan garam sama sekali “, tambah Hamzawi.

Hal sama juga dikatakan Kholil petani garam   warga desa Kedungmutih. Ia mempunyai lahan garam di daerah Jepara. Sampai saat ini lahannya juga belum menghasilkan garam karena airnya masih payau. Sehingga lahannya kini ia gunakan untuk memelihara ikan bendeng dan udang.

“ Dari pada tidak ada hasil sama sekali , ya kita tebari bibit bandeng dan udang. Mudah-mudahan ada hasil dari sini “, kata Kholil yang menggarap lahannya sendiri. (Muin)

Haji yaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202











Tong ,Tong Lek Sahur ! Sahuuur !

Orkes pembangun sahur 


Puasa identik dengan orchestra pembangun sahur , entah siapa yang mengkoordinirnya saya tidak tahu . Seperti bulan puasa tahun ini orchestra itupun berkumandang dari gang-gang sempit, jalan-jalan kampung sampai dengan depan rumah-rumah penduduk. 

Alat musiknyapun sederhana ada kaleng bekas, jrigen plastic tempat minyak, drum plastic besar sampai dengan botol-botol kaca yang dipukul bertalu-talu. Namun demikian ada juga rombongan yang lebih modern dengan melengkapinya dengan gitar dan harmonica dan gendang sehingga suara yang ditimbulkannya lebih menarik dan enak didengarkan. Sesesakali meneriakkan Lek ,Lek Sahur !, Sahurrr yang artinya bangun , bangun sahur, sahur.

Tadi malam sekitar pukul dua  malam saya sengaja bangun untuk melihat kegiatan mereka para pembangun sahur di kampung saya. Ketika suara makin mendekat sayapun keluar untuk melihat dari dekat sambil mempersiapkan kamera untuk mengambil gambar mereka. Hati saya jadi trenyuh melihat mereka itu kebanyakan masih anak-anak dengan peralatan yang sederhana mereka berombonngan 5 – 10 orang dengan tugas masing-masing.  

Ada yang memikul drum plastic besar sambil memukulnya bertalu-talu, ada yang membunyikan kentongan dari bambu, ada yang membawa besi bekas dan ada yang bertugas menyanyi dan berteriak-teriak  membangunkan orang untuk bangun sahur. Meskipun alat yang dipergunakan cukup sederhana namun suara yang ditimbulkan enak di dengar dan khas sekali , sehingga jika mendengar bunyi-bunyian itu ingatan kita pasti melayang ke bulan puasa seperti biasanya.

Siapa yang mengkoordinir mereka semua warga  tidak tahu , bulan ramadhan tiba merekapun ada dan membentuk kelompok-kelompok tersendiri menurut wilayah kerjanya masing-masing . Sebagai contoh anak-anak warga RW 01 misalnya daerah kelilingannya diseputaran wilayah RW 01 sendiri , begitu juga anak-anak RW 02 dan RW 03. Dari bunyi-bunyian yang ditimbulkan tadi malam di desa kami paling sedikit ada 4 – 5 rombongan orchestra pembangun sahur yang setiap malam berkeliling dari gang-gang sempit dan jalan-jalan kampung.  

Mereka keluar dari sarangnya sekitar pukul dua malam dan terus berkeliling sampai terdengarnya suara tarhiman di masjid sekitar pukul tiga malam , meskipun tanpa ada yang mengkoordinir mereka setiap malam dengan setia keluar membangunkan orang sahur seperti biasanya.

Memang ada satu dua orang yang kurang berkenan dengan kehadiran mereka para pembangun sahur dengan alasan membuat berisik dan mengganggu orang tidur  . Namun kebanyakan orang menganggap hal tersebut adalah hal yang biasa yang mungkin juga ditemukan ditempat lain , toh hal tersebut tidak terus setiap malam . Bahkan banyak ibu-ibu yang merasa terbantu dengan kehadiran mereka itu , tanpa ada yang membangunkan mereka sering ketiduran sehingga lupa untuk mempersiapkan sahur untuk keluarga mereka.

 Meskipun kedengaran berisik  bagi  mereka yang tidak terbiasa mendengarkan namun music pembangun sahur ini cukup bermanfaat untuk lingkungan yang berkaitan juga dengan system keamanan lingkungan . Tanpa ada siskamling malingpun tidak berani menyatroni rumah warga karena mereka terbangun oleh music pembangun sahur.

Pemain music pembangun sahur rata-rata dilakukan oleh anak-anak usia SD atau SMP , namun demikian dalam memainkan musiknya cukup kompak antara satu dengan yang lainnya sehingga kedengarannya cukup khas . Jam keluarnya merekapun kelihatannya terjadwal dengan baik  , sehingga tahu kapan mereka berkeliling kampung , dan kapan untuk kembali ke sarangnya pulang untuk  istirahatdan paginya sekolah . 

Namun demikian namanya anak-anak kadang-kadang dalam berkeliling kampung suka usil dengan memainkan kenthongan  terlalu keras , bahkan satu dua ada yang membunyikan petasan sehingga membuat kaget warga. Sehingga satu dua warga complain akan hal tersebut meskipun begitu malamnya merekapun kembali berkeliling lagi tong……tong ….lek …sahur ….sahur terus sampai akhir bulan ramadhan . (FM)

Fatkhul Muin 

Haji Nyaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202







Ziarah Kubur Dulu Baru Berpuasa




Ada tradisi yang entah kapan dimulainya yang berkaitan dengan datangnya bulan suci Ramadhan.Satu hari menjelang datangnya bulan suci ini semua makam , pekuburan , pesareyan ramai dengan kedatangan para peziarah . Sehingga jika hari-hari biasa area pemakaman sepi sunyi yang ada paling pemburu burung dan pencari rumput , sore hari menjelang manghrib bagai pasar malam dengan kedatangan peziarah dari mana-mana. 

Meskipun dari luar kota mereka menyempatkan diri untuk berziarah ke makam ayah, ibu, saudara, kakek atau buyut mereka sebagai ritual yang harus di jalani ketika akan menjalankan ibadah puasa. Bagi mereka menjalankan ibadah puasa tanpa lebih dahulu berziarah kubur sepertinya kurang pas , sehingga dengan mengajak seluruh anggota keluarga mereka datang ke makam mohon do’a restu dan juga mendo’akan leluhur mereka.

” Ini sudah tradisi yang dijalankan warga disini sehingga jika bulan puasa tiba kami sudah mempersiapakan diri untuk standby disini mengatur jalan agar para peziarah nyaman . Selain warga desa sini sendiri mereka juga ada yang datang dari jauh untuk menunjukkan pada keluarga mereka keberadaan makam leluhur  yang harus dido’akan seterusnya ”, ujar Hansip Udin (45) yang berjaga di pinggir jalan makam desa Tedunan Kecamatan Kedung kabupaten Jepara belum lama ini.

Hansip Udin yang telah sepuluh tahun menjadi Hansip desa mengemukakan, Selain ziarah di makam para leluhur mereka di desanya juga ada tradisi lain yang berkaitan dengan penghormatan pada leluhur desa mereka ”mbah Dero”. Menjelang bulan Ramadhan ini bertepatan dengan tanggal 15 Sya’ban kemarin di Pundhen ” Mbah Dero” yang diyakini sebagai leluhur warga desa juga diadakan acara haul oleh seluruh warga desa. 

Di pundhen yang berumur puluhan tahun ini digelar acara do’a bersama yang dipimpin oleh tokoh agama ( modin dan kyai ) yang diakhiri dengan selamatan bersama berupa makan nasi beserta uba rampenya yang dibawa masing-masing dari rumah. Di Pundhen yang berada di tengah sawah ini mereka melampiaskan rasa syukur mereka dengan makan bersama-sama seluruh warga desa , bekal yang mereka bawa saling ditukar yang tercipa sama rasa dan sama suka.

” Pundhen Mbah Dero ini diyakini sebagai leluhur warga desa kami , sehingga pada waktu-waktu tertentu banyak warga yang berziarah disini . Dan setahun sekali menjelang datangnya bulan suci Ramadhan seluruh warga desa datang ketempat ini untuk selamatan dan do’a bersama . Seluruh warga besar kecil , pria wanita datang ketempat ini dengan membewa bekal dari rumah masing-masing .”. tutur Suprat tokoh masyarakat desa Tedunan.

Sementara itu di pekuburan umum desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak juga tak kalah ramainya sore kemarin , saking banyaknya peziarah pekuburan umum yang biasanya sepi penuh dengan manusia . Dilihat dari wajah-wajah peziarah banyak yang datang dari jauh selain membawa kembang dan air mawar sebagai piranti ziarah mereka juga mengajak anak dan istri mereka dalam satu rombongan. Sesampainya di makam mereka tidak hanya berziarah di satu makam saja namun berpindah-pindah dari makam satu ke makam yang lainnya , 

selain itu pula merekapun bisa kangen-kangenan sesama saudara atau tetangga ketika sebelum mereka merantau. Oleh karena mereka menganggap jika berziarah ke makam orangtua atau leluhurnya  itu suatu ritual yang harus dilakukan untuk menyambut bulan suci Ramadhan dan nanti ketika Hari Raya tiba. Oleh karena itu meskipun cukup jauhnya mereka menyempatkan diri untuk pulang menengok makam orang tua diawal bulan puasa ini dan nanti kembali lagi ketika hari raya tiba.

” Puasa kurang afdol jika tidak berziarah ke makam orang tua atau leluhur dulu , oleh karena itu saya sempatkan diri pagi-pagi utuk datang ke makam ini dan Insya allah nanti lebaran tiba kamipun akan kesini lagi sambil halal bihalal dengan keluarga yang ada disini ” , ujar peziarah yang mengaku dari Klaten yang sudah tinggal disana sepuluh tahun lebih dan setiap puasa atau lebaran tidak pernah lupa menengok makam keluarganya di Demak.

Memang bila tradisi sudah melekat di hati masyarakat tiada seorangpun yang bisa menghilangkannya seperti halnya tradisi ziarah kubur dalam rangka menyambut datangnya bulan puasa tahun ini . Saya mencoba memantau dari beberapa makam yang ada semuanya penuh dengan peziarah yang datang selain sepeda motor banyak pula mobil-mobil dari jauh yang diparkir . 

Mungkin di daerah lainpun tidak jauh berbeda karena akar budaya nenek moyang kita sama , sehingga meskipun leluhur kita sudah meninggal namun komunikasi diharapkan tidak terputus sampai hari kiyamat nanti .. ( FM)

Fatkhul Muin    






Haji Nyaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202