Jumat, 08 November 2013

32 Petinggi Di Jepara Dilantik , 1 Perempuan Dari desa Plajan

Bupati lantik 32 Petinggi baru

Jepara- 32 Petinggi hasil pilihan petinggi tahap 1 Jum’at (8/11) diambil sumpah dan dilantik Bupati Jepara Ahmad Marzuki ,SE di pendopo Kabupaten. Hadir dalam acara tersebut Forkompinda , Kepala kantor Instansi terkait, Camat , Ketua P5 dan Ketua BPD dan tokoh Masyarakat.

Bupati Jepara Ahmad Marzuki ,SE dalam sambutan pengarahannya mengatakan, petinggi adalah pejabat yang paling tinggi di desa. Oleh karena itu diharapkan petinggi baru bisa menyesuaikan dengan kondisi desa yang ada. Baik dalam segi pemerintahan , kondisi lingkungan dan kondisi kemasyarakatannya.

Bupati beserta Istri beri Selamat


“ Karena Petinggi adalah pejabat yang paling tinggi di desa maka sayapun jika tinggal di desa akan mengikuti apa yang diarahkan oleh bapak atau ibu Petinggi “ kata Ahmad Marzuki.

Selain itu Bupati juga mengharapkan adanya komunikasi yang baik usai pilihan petinggi. Gesekan-gesekan yang ada selama berlangsungnya pilihan petinggi diharapkan hilang berganti dengan kebersamaan.

“ Sekarang mereka jangan dianggap lawan, namun kita kembali bersaudara.Oleh karena rangkulah mereka untuk diajak membangun desa “, harap Bupati.

Priyatin Petinggi Plajan beseta suami 


Bupati juga mengharapkan petinggi yang baru dilantik harus merendah diri kepada siapa saja. Rendah diri bukan berarti merendahkan diri. Diharapkan Petinggi harus bisa berkomunikasi dengan siapa saja. Terutama dengan tokoh masyarakat dan lembaga yang ada.

Dari 32 Petinggi yang dilantik ada satu Petinggi perempuan berasal dari desa Plajan Priyatin  . Priyatin adalah istri Marwoto mantan petinggi Plajan yang telah berkhidmah 2 periode. Meskipun ada lawan namun Priyatin berhasil menjadi petinggi dengan dukungan yang kuat dari masyarakat.

M. Sodik S Sos Petinggi Lebak


Adapun pengisian lowongan jabatan petinggi dalam 3 periode pemilihan sebanyak 132 . Tahap yang pertama 32 petinggi , tahap kedua 52 desa sedangkan tahap ketiga adalah 50 petinggi.  (Muin)




Selasa, 05 November 2013

Melihat Peternakan Kambing Perah di Banyuputih Jepara

Khakim tunjukkan Susu Kambing

Jepara- Ada yang menarik dari desa Banyuputih kecamatan Pecangaan kabupaten Jepara. Di desa ini kini sudah ada peternakan Kambing yang memproduksi susu Kambing. Meskipun belum berskala besar setidaknya usaha ini bisa dijadikan ajang pembelajaran bagi peternak lain.

Adalah Abdul Khakim warga RT 09 RW 03 yang cukup kreatif membuka usaha peternakan kambing perah. Di belakang rumahnya ada sekitar 15 kambing perah yang setiap hari menghasilkan susu kambing. Kambing jenis ettawa yang cukup besar ini bisa diperah 2 kali sehari.

“ Ya kalau dihitung setiap hari satu ekor kambing bisa diperah susunya 1 – 1,5 liter . Jadi jika kita mempunyai 10 ekor kambing setiap hari kita bisa menjual 10 – 15 liter susu kambing segar “, ujar Abdul Khakim pada FORMASS .


Hakim di kandang kambing



Abdul khakim mengatakan , sebelum membuka usaha peternakan kambing perah ini ia memelihara kambing biasa. Dalam satu siklus ia pernah mempunyai kambing lebih 20 ekor. Namun karena dihitung untungnya kecil maka iapun beralih usaha memelihara kambing perah .

“ Alhamdulillah saya sudah menjalani usaha kambing perah ini selama setengah tahun. Kelihatannya penjualan susu kambing makin bagus prospeknya “, aku Khakim

Saat ini pemasaran susu kambingnya kebanyakan dari mulut ke mulut . Selain itu adiknya juga memasarkannya lewat jejaring social. Hasilnya cukup bagus setiap harinya pasti ada pelanggan yang datang ke rumahnya untuk membeli susu kambing .

“ Ya setiap hari satu dua pelanggan datang ke sini untuk membeli susu kambing. Biasanya sebelumnya SMS dulu sehingga kami bisa mempersiapkan dan susu kambing dalam keadaan segar “, tambah khakim.

Saat ini susu kambing dengan label BM ( Berkah Manunggal ) Farm ia sediakan 2 pilihan . Yang pertama ia sediakan dalam botol berukuran 0,5 liter dan yang kedua bungkus plastic dengan ukuran 0,25 liter. Adapun harga jual perliter saat ini Rp 30 ribu.

Khasiat susu kambing yang bisa menyembuhkan penyakit inilah yang menjadi alasan konsumen datang kembali. Salah satu pelanggan yang mengkonsumsi susu kambing mengatakan sakitnya Asma sembuh setelah minum susu kambing secara rutin. Selain itu susu kambing ini diyakini bisa menyembuhkan penyakit bronchitis , dan juga stroke ringan.

Silakan pesan


“ Sehari kami memerah susu dua kali pagi dan sore hari , oleh karena itu pelanggan kami sarankan untuk datang ke tempat kami SMS terlebih dulu. Sehingga bisa langsung melihat pemerahan susu “, kata Abdul Khakim.

Meski berskala kecil namun usaha kambing perah ini bagi Abdul Khakim sudah bisa menghidupi keluarganya. Selain itu iaupun masih mempunyai usaha mengolah lahan pertanian untuk di tanami padi dan tebu.

Minum Susu kambing Asyik


Oleh karena itu selain membeli susu tamu yang datang ke rumahnya ada yang belajar beternak dan bertani . Mereka datang untuk belajar memelihara kambing , membuat pakan fermentasi dan juga meminta informasi seputar pertanian.

“ Bagi yang ingin beli susu silakan datang kemari , untuk yang belajar bertani saya juga siap menerima . Saya siap membagikan ilmu kepada siapa saja yang berminat pada usaha Kambing perah ini “, kata Khakim sambil memberikan nomor HPnya 082 332 608 507 . (Muin)

Profil Usaha:
Nama Usaha  : Berkah Manunggal Farm
Pemilik          : Ahmad Khakim Dan Abdullah Kharis
Alamat       : Desa Banyuputih RT 09 RW 03  Kecamatan Kalinyamatan   Kabupaten Jepara
Jenis Usaha: Produksin Usaha Susu Kambing
Kontak        : 082 332 608 507  ( Khakim)  085  226  459  409 (Kharis )





Senin, 04 November 2013

Bakso Super Raksasa Ada di Singorojo Mayong, Mau Coba Silakan !!!!!!!!

 
Warung Bakso dan Mie " Radja " Singorojo Mayong

Jepara -  Jika anda menikmati bakso , gelondongannya paling besar ya sebesar bola tenes. Namun di warung bakso “ Radja “ ada gelondongan bakso super raksasa. Besarnya tidak tanggung-tanggung yaitu sebesar bola takrow plastic. Sehingga jika dimasukkan dalam mangkok biasa air dan kuahnya tidak muat saking besarnya gelondongan baksonya.

“ Biasanya kalau ingin menikmati bakso super raksasa ini pelanggan harus order lebih dahulu . Selain buatnya lama kami sehari bikin tidak lebih 3 gelondong “, ujar Ibu Sri Rahayu pemilik usaha bakso “Radja” depan perumahan  Singorojo Mayong Jepara.

Ide membuat bakso super ini berawal dari pengalamannnya sejak tahun 1974 bergelut dengan usaha bakso ini. Dia bersama suaminya pak Yudi melanglang di berbagai tempat untuk memasarkan makanan bakso ini. Dari kota –kota kecil sampai kota besar ia datangi untuk berjualan bakso. Paling lama di ibukota Jakarta kurang lebih ada dua puluh tahun.

Gelondongan bakso super raksasa

“ Nah di Jakarta tepatnya di lapangan tembak inilah ide bakso super raksasa timbul dan memang di ibu kota bakso super raksasa cukup laku . karena satu porsi bisa untuk satu keluarga”, tambah pak Yudi yang didampingi putra Mas Manshur.

Oleh karena itu ketika berpindah ke Jepara tepatnya di Singorojo Mayong untuk menarik pembeli iapun membuat bakso dengan berbagai ukuran gelondongan. Yang paling kecil adalah satu porsi dijual Rp 10 ribu , besar dikit Rp 20 ribu , selanjutnya Rp 50 ribu dan yang paling super Rp 100 ribu yang besarnya mirip bola takraw.

Breaker 14.2760 melihat bakso raksasa


“ Yang lebih besar lagi saya sih bisa buat namun karena harga daging yang selalu naik jadi nanti terlalu mahal. Lha wong yang harga Rp 100 ribu kadang 1 hari laku 1 sisanya ya kami potong-potong untuk ukuran kecil “, kata ibu Sri yang juga menjual Mie ayam dan berbagai minuman seperti Es teh,es jeruk dan es campur.

Mengenai penjualan bakso yang paling laris adalah yang seharga 10 ribu. Setiap harinya laku 150 – 200 mangkok. Untuk bakso ukuran raksasa ibu Sri setiap hari membuat gelondongan  tidak lebih 3 buah . Jadi kalau ada yang ingin merasakan untuk orang banyak ya pesan dulu.

bakso biasa Rp 10 ribu perporsi


“ Jadi kalau ada yang bilang saya kalau jual memaksa harus beli yang Rp 100 ribu itu salah besar. Apalagi ada yang bilang pembeli disini harus meninggalkan STNK karena tidak kuat bayar bakso itu juga fitnah. Jadi mau beli yang 10 ribu ya monggo . yang 20 ribu monggo , mau yang beli Rp 100 ribu ya silakan ”, tutur ibu Sri yang diiyakan pak Yudi suaminya yang telah puluhan tahun membuat bakso.

Ketika ditanya dari segi rasanya antara bakso yang berharga Rp 10 ribu – Rp 100 ribu tidak ada perbedaan. Bahan gelondongannya sama, bumbu kuahnya sama jadi tidak ada perbedaan rasa. Bagi pelanggan yang telah merasakan sudah tahu kelezatan bakso buatannya. Sehingga warungnya yang berada dijalur Mayong – Pancur ini tiada sepi dari pembeli.

Nah ini yang 100 ribu sebesar bola takeaw


“ Bahkan untuk bakso super raksasa seharga Rp 100 ribu pernah dibawa oleh-oleh rombongan Bupati Jepara ketika mengadakan kunjungan ke daerah sini “, aku Ibu Sri Rahayu.

Sementara itu Mbah Kubro breaker asal desa Tiga Juru Mayong mengatakan , jika baksonya sebesar bola takraw dengan harga Rp 100 ribu cukup wajar. Selain mengandung unsure sensasi untuk pemasaran juga bisa dinikmati oleh orang banyak . Justru hal ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi warung bakso “ Radja “ ini.

kalau yang ini Rp 50 ribu



“ Nah kalau satu mangkok bakso untuk satu orang itu baru aneh dan terlalu mahal. Kalau untuk 6 – 7 orang seperti ini yaw ajar-wajar saja . Malah bisa di makan rame-rame jadi meriah “, tambah Mbah Kubro yang didampingi Mbah Pongge, Mbah Nur dan Pak Gandul dan Pak Ardans rombongan breaker Jepara di frekwensi 14.2760 . (Muin)




Minggu, 03 November 2013

KelomWan “ SRI MAKMUR” Kalianyar Jepara Hasilkan Garam Iodium Dari Lahan Plastik

Ibu Sutiah memanen garam di lahan plastik

Jepara – Ibu –ibu yang berprofesi sebagai buruh gendong garam di desa Kalianyar kecamatan Kedung kabupaten Jepara mempunyai kegiatan baru. Semenjak mereka berkelompok dalam Kelompok Wanita “ Sri Makmur” mereka memproduksi garam iodium dari lahan yang tidak jauh dari rumahnya.

Di samping rumahnya itu Ketua Kelompok Ibu Sutiah bersama 9 ibu-ibu buruh gendong lainnya membuat lahan garam yang terbuat dari plastic tebal berwarna hitam. Dengan membuat petak-petak kecil berukuran 1 X 2 meter di lahan 15 meter persegi itu mereka bisa memanen garam beriodium setiap 3-4 hari sekali.



“ Kami mulai membuat garam dengan lahan plastic ini sekitar satu bulan. Sehingga hasilnya belum maksimal musim hujan sudah keburu datang “, kata Ibu Sutiah ketua kelompok “ Sri Makmur “ pada FORMASS.

Ibu Sutiah yang didampingi ibu Mariam ( Sekretaris) dan Ibu Muzawidah ( bendahara) mengatakan. Plastik untuk lahan garam tersebut adalah bantuan dari pemerintah yang bertujuan untuk menambah penghasilan bagi ibu-ibu buruh gendong di desanya. Selain itu pula ada juga pelatihan yang berkaitan dengan pembuatan garam beriodium dengan media plastic.

garam iodium hasil dari lahan plastik


Menurut Ibu Sutiah membuat garam iodium dengan  media plastic cukup mudah . Selain lahan yang baik , air asin tua ketekunan juga sangat dibutuhkan. Yang pertama dilakukan setelah lahan siap adalah mengisi air tua ke dalam lahan ditambah dengan ramsol jugazat  iodium .

Adapun penangannya adalah jika air mulai surut harus di tambah. Selain itu kebersihan lahan juga dijaga jangan sampai ada kotoran yang masuk. Adapun masa panen dibutuhkan waktu 4 – 5 hari. Jika panasnya cukup kuat dalam waktu 3 hari air saja garam bisa di panen.

“ Alhamdulillah di lahan yang tidak begitu luasnya ini kelompok kami sudah panen lebih 20 zak garam iodium. Siapa yang mau membeli kami persilahkan menghubungi saya “, kata Ibu Sutiah .

Menurut ibu Sutiah garam yang dihasilkan di lahan plastic ini kualitasnya lebih bagus dibandingkan  dengan garam yang dibuat di media tanah liat. Warnanya lebih putih bersih , meski Kristal tidak besar namun cukup padat sehingga cocok untuk garam konsumsi . Apalagi sudah ada zat iodiumnya sehingga  dikemas bisa langsung dijual.

Garam iodium siap di pasarkan
Ketika ditanya kendala, Ibu Sutiah mengatakan saat ini kelompoknya masih membutuhkan peralatan untuk operasional garam . Alat yang dibutuhkan diantaranya adalah bakul plastic untuk memanen 20 biji. 

Pipa paralon untuk mengalirkan air ke lahan pembuatan garam , terpal plastic untuk menutupi lahan garam dari air hujan . Serta gudang garam untuk menyimpan hasil panen.

“ Alhamdulillah Pak Bupati Jepara Ahmad Marzuki sudah datang kesini melihat dari dekat pembuatan garam iodium ini . Mudah-mudahan usul kami ini mendapat respon dari bapak bupati”, kata ibu Sutiah. (Muin)

Profil Usaha:
Nama          : Kelompok Wanita "Sri Makmur"
Alamat        : Desa Kalianyar Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara
Jenis Usaha: Pembuatan garam beriodium.
Kontak        : 087 831 551 709










F. Razikin Petinggi Terpilih Desa Kedungmalang Jepara

F. Razikin Petinggih Terpilih Desa Kedungmalang

Jepara- Pemilihan petinggi desa Kedungmalang berakhir sudah Minggu Sore (3/11) F. Razikin dengan nomor calon 2 berhasil mengalahkan nomor calon 1 Agus Mugiono yang merupakan in cumbent. Dengan selisih suara lebih dari 500 F. Razikin membukukan kemenangannya sekaligus menghilangkan harapan Agus Mugiono untuk menjabat kembali sebagai petinggi desa Kedungmalang.

“ Pertarungan pasti ada yang menang dan kalah . Harapan saya Petinggi yang baru bisa memberi nuansa yang baru pada desa pesisir ini . Alhamdulillah pelaksanaan hari ini berjalan lancar “, ujar Ketua P 5 A. Djarir Al habsyi pada FORMASS.

Suasana penghitungan suara


Dalam penghitungan suara yang memakan waktu sekitar 5 jam itu Agus Mugiono calon nomor urut meraup suara 946 suara . F Razikin calon dengan nomor urut 2 mendapatkan suara 1.572 . dan suara tidak sah sebanyak 46 suara. Suara tersebut terbagi atas tiga kotak suara yang di buka berurutan.

“ Bapak dan Ibu serta saudara sekalian penghitungan suara pada hari ini syah nggih “, kata ketua P 5 yang diiiyakan seluruh hadirin.

F Razikin gunakan hak pilihnya


Jalannya penghitungan suara pada awalnya berlangsung cukup ketat dengan selisih di bawah 50 suara. Namun demikian seiring dengan bertambahnya waktu dan dibukanya suara selisih antara nomor I dan 2 makin jauh. Pada kotak ketiga sudah biasa diketahui pemenangnya adalah calon nomor urut 2.

Dari pantauan pelaksanaan pemilihan petinggi desa Kedungmalang ini mendapatkan pengamanan khusus dari Linmas, satpol PP, Polisi dan juga TNI AD. Bahkan Camat Kedung Budi Utomo beserta stafnya hadir dalam acara penghitungan suara.

lambaian tangan pendukung

“ Alhamdulillah pelaksanaan pemilihan petinggi di desa Kedungmalang hari ini lancar meski agak memanas tapi bisa dikendalikan dengan baik “, katanya.

Pemilihan petinggi desa Kedungmalang ini selain menjadi perhatian warga desa sendiri. Penonton datang berduyun-duyun dari desa tetangga sehingga membuat kemacetan jalan raya depan SD Kedungmalang yang menjadi TPS .Di tambah lagi dengan puluhan pedagang kaki lima yang mremo di sekitar TPS.

“ Maklum pilihan petinggi hanya terjadi 6 tahun sekali . Hari ini pemilih ibarat raja karena amat dibutuhkan oleh calon . Selain diberikan sejumlah uang juga disediakan mobil jemputan dari rumah masing-masing pemilih “, kata Birin warga desa Kedungmalang. (Muin)













Pil-pet Desa Kalianyar , Suami Istri Rebutan Jabatan Petinggi

TPS di Halaman SD Negeri Kalianyar

Jepara – Pemilihan petinggi desa Kalianyar yang berlangsung hari ini Minggu (3/11) berlangsung paling aman tertib dan lancar tanpa gejolak. Pasalnya dua petarungnya adalah Nur Khafid, S Ag (in cumbent) dan istrinya Titik Roufah. Suami istri tersebut berebut jabatan petinggi yang lowong karena masanya telah habis.

SD Kalianyar yang menjadi ajang pemilihan petinggi suasananya lengang. Tanpa ada pendukung yang terlihat mengelilingi arena pemilihan. Warga yang datang memilih tidak berombongan , namun satu-satu. Itupun dengan suara ajakan P5 yang terdengar dari arena pemilihan petinggi.

Justru keramaian ada di rumah calon dengan menggelar open house dengan puluhan meja dan ratusan kursi. Sebelum ke arena tempat pencoblosan warga dipersilahkan datang ke rumah calon untuk makan pagi bersama. Sedangkan warga yang habis mencoblos belum makan langsung diajak ke rumah calon.

Rumah calon terlihat ramai baik warga laki-laki maupun perempuan datang silih berganti. Aparat keamananpun terlihat santai di arena pemilihan maupun di rumah calon. Mereka hanya menunggu waktu pembukaan serta penghitungan suara.

Suasana di rumah calon petinggi


“ Habis gimana lagi ,tidak ada kerjaan rumah ya kumpul-kumpul di rumah pak petinggi nunggu hitungan. Yang jadi ya pasti pak Nur Khafid “, kata Nur Amin warga desa kalianyar pada FORMASS.

Menurut Amin awalnya memang ada calon pesaing lain. Namun karena masih saudara dan bisa dikondisikan maka calon tersebut mundur dengan teratur. Agar pelaksanaan pemilihan bisa berjalan maka istri petinggi lama diajukan sebagai pendamping.


“ Jumlah hak pilih Kalianyar tidak banyak mungkin sekitar 1000an jadi , dua jam penghitungan sudah selesai “, kata Amin. (Muin)


Sabtu, 02 November 2013

Pilihan Petinggi Kedungmalang , Calon Duduk Di Kursi Diiringi Sholawat Nabi

Calon nomor 1 Agus Mugiono No 2 F Razikin

Jepara - Ada yang yang menarik dari pilihan petinggi  di desa Kedungmalang kecamatan Kedung kabupaten Jepara hari ini Minggu (3/11). Meski waktu pencoblosan belum di buka namun kedua calon petinggi sudah memasuki arena pencoblosan. Masing-masing calon diantar oleh masing-masing pendukung dari rumah sampai dengan pintu gerbang TPS.

“ Karena waktunya belum sampai ya kita dudukkan kedua calon di kursi biasa di bawah panggung. Nanti ketika waktunya tiba kita undi untuk menentukan kursi “, kata A, Djarir Al-Habsy ketua P5 desa Kedungmalang pada FORMASS yang melihat dari dekat acara pemilihan petinggi.

A.Djarir Alh. Ketua P5 Kedungmalang


Ketika waktu  menunjukkan pukul 7 maka dibukalah dengan resmi acara pemungutan suara dalam rangka pemilihan petinggi. Undian penempatan calon diadakan dua kali. Undian yang pertama menentukan pengambilan undian. Sedangkan undian yang kedua yaitu memilih dua kursi yang disediakan panitia.

Menurut Djarir P5 menyediakan  dua kursi yang bentuknya sama . Di beri tanda  A dan B . Kedua calon memilih dengan nomor undian yang telah didapatkan . Hal itu dilakukan untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan. Dalam hal penentuan tempat dalam pilihan petinggi merupakan hal yang dan sering timbul konflik.

Saksi-saksi calon


Setelah undian kursi dilakukan maka kedua calon masing-masing nomor urut 1 Agus Mugiono dan nomor urut 2 F. Razikin naik ke atas panggung . Spontan pendukung yang tadinya terdiam meneriakkan yel-yel sambil bersholawat nabi. Sekitar lima menit lantunan sholawat menggetarkan tempat pemungutan suara di halaman SD Kedung 3.

“ Mudah-mudahan acara pemungutan suara hari ini lancar tanpa halangan mulai di buka sampai nanti ditutup dan dilanjutkan dengan penghitungan suara “, kata A, Djarir.

Suasana depan TPS
Usai penempatan calon maka acara pemungutan suara suara dimulai dengan penjelasan oleh ketua P5 tentang tata cara pemilihan. Pencoblosan pertama kali dilakukan oleh masing-masing calon beserta istri dilanjutkan warga sesuai dengan meja masing-masing. Tempat pencoblosan disediakan 7 kamar diharapkan jam 2 siang semua warga sudah menggunakan hak pilihnya. (Muin)