Tampilkan postingan dengan label Kalinyamatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalinyamatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Desember 2013

Pecel “Rujak Cingurnya” Bu Maaryam Purwogondo Memang Lezat


REP | 26 December 2013 | 10:03  Dibaca:    Komentar: 0    0

1388026746712390066
Bu Maryam ( baju merah)
Jepara - Salah satu warung makan yang terkenal di seputaran protelon Purwogondo kecamatan Kalinyamatan Jepara adalah Rujak Cingur bu Maryam. Lokasi warung ini dari protelon sekitar 200 meter ke arah selatan tepatnya menuju ke lapangan Kenari. Tepat di kiri jalan jika anda menuju ke Water Boom Tiara Park.
Sejak dulu warung ini menyajikan hidangan yang khas yaitu pecel campur rujak cingur. Untuk temannya disediakan lonthong dan horog-horog makanan khas Jepara yang berasal dari tepung aren. Untuk minumannya ada berbagai pilihan es dawet , es teh , kopi , bubur kacang ijo dan minuman ringan lainnya.Selain itu masih ada berbagai macam gorengan.
Khusus untuk pecel rujak cingurnya sudah ada sejak dulu . Jika dihitung warung ini melayani pelanggannya sudah lebih 20 tahun. Waktu itu putra-putri ibu Maryam masih kecil-kecil.Dan Warung itu dibuka untuk membantu suami menambah penghasilan untuk keluarganya. Dulu yang membuat dan menyajikan ibu Maryam sendiri.
Namun seiring dengan perjalanan waktu yang melayani pembeli kini adalah putra dan putrinya. Justru kini salah satu putranya sering mengantikannnya dalam meramu bumbu pecel untuk dihidangkan ke pelanggannya. Anda jangan kaget itu adalah salah satu putra ibu Maryam.
1388026824984687586
Pecel Rujak Cingur bu Maryam
“ Ya sekarang yang menunggui warung ini kebanyakan saya . Ibu paling-paling yang meramu bumbu dan juga member pengarahan saja “, kata putra ibu Maryam padaFORMASS Selasa (24/12).
Selain sayur-sayuran yang segar ciri khas  pecel rujak cingur ibu Maryam ini terletak pada bumbu pecel yang cukup menendang. Tekstur bumbunya sangat halus sehingga campuran kacang ,gula , dan bumbu lainnya menyatu banget. Keistimewaannya terletak pada bau terasi yang sedap dalam bumbu pecel tersebut.
Oleh karena itu cukup mantap jika dipadukan dengan dengan rujak cingur yang kenyal. Sehingga jika dimakan rasanya akan gurih-gurih nyos . Apalagi jika dimakan pada siang hari ketika perut lapar rasanya begitu lezat dan ngangeni. Wajar jika warung ini cukup ramai jika makan siang tiba.
1388026916478428305
Es dawetnya nyus
“Alhamdulillah selama lebih 20 tahun membuka warung . Pelanggan saya silih berganti namun banyak pula pelanggan lama yang sudah puluhan tahun merasakan pecel rujak cingur ini “, aku Ibu Maryam.
Untuk harganya saat ini satu porsi pecel rujak cingur beserta nasi atau horog-horog Rp 8 ribu rupiah. Sedangkan untuk minuman Es dawet Rp 4 ribu. Oleh karena itu jika kita masuk ke warung ini tidak usah bawa uang banyak cukup Rp 15 ribu bisa merasakan satu porsi pecel rujak cingur, satu gelas Es Dawet, dan beberapa gorengan.
Nah bagi pembaca yang belum pernah merasakan lezatnya “Pecel Rujak Cingur “ Ibu Maryam Purwogondo bisa klenang-klenong ke warung ini. Lokasinya cukup mudah anda dari Jepara atau Kudus sampai di protelon Purwogondo belok Kiri dan lurus sekitar 200 meter ada banner warung . Kalau belum ketemu langsung tanya pada orang sekitar dijamin ketemu Silakaaaan, (Muin)



Selasa, 05 November 2013

Melihat Peternakan Kambing Perah di Banyuputih Jepara

Khakim tunjukkan Susu Kambing

Jepara- Ada yang menarik dari desa Banyuputih kecamatan Pecangaan kabupaten Jepara. Di desa ini kini sudah ada peternakan Kambing yang memproduksi susu Kambing. Meskipun belum berskala besar setidaknya usaha ini bisa dijadikan ajang pembelajaran bagi peternak lain.

Adalah Abdul Khakim warga RT 09 RW 03 yang cukup kreatif membuka usaha peternakan kambing perah. Di belakang rumahnya ada sekitar 15 kambing perah yang setiap hari menghasilkan susu kambing. Kambing jenis ettawa yang cukup besar ini bisa diperah 2 kali sehari.

“ Ya kalau dihitung setiap hari satu ekor kambing bisa diperah susunya 1 – 1,5 liter . Jadi jika kita mempunyai 10 ekor kambing setiap hari kita bisa menjual 10 – 15 liter susu kambing segar “, ujar Abdul Khakim pada FORMASS .


Hakim di kandang kambing



Abdul khakim mengatakan , sebelum membuka usaha peternakan kambing perah ini ia memelihara kambing biasa. Dalam satu siklus ia pernah mempunyai kambing lebih 20 ekor. Namun karena dihitung untungnya kecil maka iapun beralih usaha memelihara kambing perah .

“ Alhamdulillah saya sudah menjalani usaha kambing perah ini selama setengah tahun. Kelihatannya penjualan susu kambing makin bagus prospeknya “, aku Khakim

Saat ini pemasaran susu kambingnya kebanyakan dari mulut ke mulut . Selain itu adiknya juga memasarkannya lewat jejaring social. Hasilnya cukup bagus setiap harinya pasti ada pelanggan yang datang ke rumahnya untuk membeli susu kambing .

“ Ya setiap hari satu dua pelanggan datang ke sini untuk membeli susu kambing. Biasanya sebelumnya SMS dulu sehingga kami bisa mempersiapkan dan susu kambing dalam keadaan segar “, tambah khakim.

Saat ini susu kambing dengan label BM ( Berkah Manunggal ) Farm ia sediakan 2 pilihan . Yang pertama ia sediakan dalam botol berukuran 0,5 liter dan yang kedua bungkus plastic dengan ukuran 0,25 liter. Adapun harga jual perliter saat ini Rp 30 ribu.

Khasiat susu kambing yang bisa menyembuhkan penyakit inilah yang menjadi alasan konsumen datang kembali. Salah satu pelanggan yang mengkonsumsi susu kambing mengatakan sakitnya Asma sembuh setelah minum susu kambing secara rutin. Selain itu susu kambing ini diyakini bisa menyembuhkan penyakit bronchitis , dan juga stroke ringan.

Silakan pesan


“ Sehari kami memerah susu dua kali pagi dan sore hari , oleh karena itu pelanggan kami sarankan untuk datang ke tempat kami SMS terlebih dulu. Sehingga bisa langsung melihat pemerahan susu “, kata Abdul Khakim.

Meski berskala kecil namun usaha kambing perah ini bagi Abdul Khakim sudah bisa menghidupi keluarganya. Selain itu iaupun masih mempunyai usaha mengolah lahan pertanian untuk di tanami padi dan tebu.

Minum Susu kambing Asyik


Oleh karena itu selain membeli susu tamu yang datang ke rumahnya ada yang belajar beternak dan bertani . Mereka datang untuk belajar memelihara kambing , membuat pakan fermentasi dan juga meminta informasi seputar pertanian.

“ Bagi yang ingin beli susu silakan datang kemari , untuk yang belajar bertani saya juga siap menerima . Saya siap membagikan ilmu kepada siapa saja yang berminat pada usaha Kambing perah ini “, kata Khakim sambil memberikan nomor HPnya 082 332 608 507 . (Muin)

Profil Usaha:
Nama Usaha  : Berkah Manunggal Farm
Pemilik          : Ahmad Khakim Dan Abdullah Kharis
Alamat       : Desa Banyuputih RT 09 RW 03  Kecamatan Kalinyamatan   Kabupaten Jepara
Jenis Usaha: Produksin Usaha Susu Kambing
Kontak        : 082 332 608 507  ( Khakim)  085  226  459  409 (Kharis )





Minggu, 27 Oktober 2013

Menikmati Nasi Goreng Babat Telur “ Rama “ Purwogondo Jepara


Kliping Berita Formass, 20 Desember 2011

Nasi Goreng babat

Jepara – Bagi penggemar kuliner di kawasan desa Purwogondo kecamatan Kalinyamatan Jepara pasti sudah mengenal warung tenda yang satu ini. Warung dengan tenda berwarna hijau bertuliskan “Nasi Goreng Babat –Telur Rama “ ini membuka lapak di dekat pertigaan Purwogondo. Lapak nasi goreng ini dibuka sekitar jam 6 sore dan ditutup menjelang tengah malam . Meski kondisi warung cukup sederhana  , namun warung yang menyajikan nasi goreng campur Babat atau telur ini tiada sepi dari pembeli. Selain di makan di tempat banyak pula pelanggan yang membungkusnya untuk yang dirumah.

“ Saya berjualan di tempat ini sejak tahun 1995 , namun sebelum tahun itu saya ikut orang berjualan nasi goreng di Semarang. Setelah bisa membuat sendiri dan punya sedikit modal saya kemudian buka warung nasi goreng disini “, aku Sahlan (48) pemilik usaha nasi goreng “ Rama “ pada wartawan yang menemuinya Senin ( 19/12)
Pak Sahlan menyajikan nasi goreng untuk pelanggannya

Sahlan yang asli warga desa Kendeng Sidi Alit mengatakan , selama buka warung di seputaran pertigaan Purwogondo ini hasilnya cukup lumayan. Meski tidak berlebihan namun setiap harinya bisa untuk menghidupi keluarga sehingga usaha ini ditekuni sampai saat ini. Setiap harinya warung tendanya selalu buka  menyediaakan nasi goreng ala semarang dengan camnpuran telur dan babat. Nasi putih ia goreng bersama bumbu yang ia ramu sendiri , setelah bercampur baru babat dan telur ia campurkan . Nasi putih setelah dicampur dengan bumbu , babat, telur dan kecap berubah warna menjadi coklat yang menggugah selera.

Dalam keadaan masih hangat nasi goreng ia sajikan dalam piring yang diatasnya di alasi daun pisang hijau sehinga menambah selera bagi yang ingin merasakan. Selain itu di meja tersedia sambal dan juga acar sebagai pelengkap nasi goreng . Untuk minumnya ia sediakan   teh  hangat atau es teh. Tak ketinggalan kerupuk kerung juga tersedia di sana yang membuat makan jadi berselera.
“ Selain makan di tempat banyak pula pelanggan kami yang meminta untuk dibungkus , harga piringan dan bungkusan sama . Warung kami  ramainya jika malam minggu tiba atau jika kondisi habis hujan orang butuh hangat-hangat “, kata Sahlan sambil mengoreng nasi di wajan.


 Harganya nasi goreng babat atau telur di warung tenda “Rama” milik pak Sahlan ini cukup terjangkau kantong kita . 2 piring nasi goreng babat , 2 gelas es teh dan kerupuk hanya Rp 17.500,- atau Rp 20.000,- kembali Rp 2.500,-.. Nah bagi anda yang kebetulan lewat tempat ini dan belum pernah merasakan nikmatnya nasi goreng babat telur “ Rama” Purwogondo silakan mampir dan rasakan sensasinya. (Fatkhul Muin)

Minggu, 15 September 2013

Kusir Dokar , Usaha Yang Masih Bisa Menghidupi Keluarga


Demak - Meski saat ini alat transportasi sudah beragam dan serba mesin , namun Dokar yang ditarik kuda masih bisa kita saksikan diberbagai tempat. Dokar mungkin sudah puluhan ataupun ratusan tahun dikenal sebagai alat transportasi . Oleh karena itu keberadaannya tidak bisa hilang begitu saja. Ini bisa kita lihat di sudut-sudut pasar tradisional dimanapun berada kendaraan jenis Dokar ini masih terparkir rapi menanti penumpang.

Oleh karena masih lakunya kendaraan dokar itulah yang membawa Supaat (45) warga desa Purwogondo kecamatan Pecangaan memutuskan untuk berprofesi sebagai kusir penarik Dokar. Dengan kendaraan roda dua tak bermesin yang ditarik seekor kuda setiap hari ia mencari nafkah dengan membawa penumpang yang menuju dan pulang dari pasar. Habis subuh ia mengeluarkan dokar kesayangannya untuk berjalan mondar-mandir keluar masuk kampung membawa ibu-ibu yang ingin berbelanja ke pasar Kalinyamat atau ke tempat lain.

“ Setiap hari saya mangkal di pasar Kalinyamatan , jika dihitung saya menekuni kerja menarik dokar ini sudah lebih 10 tahun “, aku Pak Supaat pada kabarseputarmuria.

Dikatakan oleh Supaat , ketertarikan untuk menekuni profesi sebagai tukang tarik dokar ini berawal dari tetangganya yang lebih dulu merasakan hasil dari manisnya mengantarkan penumpang dengan dokar.  Dengan modal sekitar  15 Juta iapun mencoba membeli dokar beserta kudanya yang seterusnya digunakan untuk mengantar penumpang utamanya ke pasar Kalinyamatan dan sekitarnya. Awalnya memang canggung dalam menjalankan usaha sebagai penarik dokar ini , namun setelah terbiasa maka iapun punya langganan yang setiap hari naik dokarnya.

“ Ya kalau di hitung-hitung setiap harinya Rp 50 ribu dapat bahkan jika kondisi ramai bisa lebih ,apalagi jika hari lebaran tiba sehari bisa dapat Rp 100 ribu lebih “, ujar Supaat.

Selain mengantarkan penumpang seperti biasanya , pada waktu-waktu tertentu dokar juga dicarter untuk berbagai keperluan seperti memeriahkan pawai ,  karnaval , dan memeriahkan upacara adat seperti mengiring anak yang dikhitan atau disunat. Untuk event seperti ini Pak Supaat menerima upah yang lebih dari seperti biasanya. Sekali mengiring sunat tarip yang ia patok Rp 200 ribu , jika tempatnya jauh ada tambahan tersendiri.
Mengiring sunat 

“ Untuk mengiring anak khitan seperti ini tergantung dari keinginan yang punya gawe , pakai dokar lengkap silakan atau hanya kuda saja juga monggo  , ongkosnya sama sekali jalan Rp 200 ribu “, kata Pak Supaat.

Selain upah menarik penumpang , Pak Supaat juga bisa mendapatkan keuntungan lain dari usaha menarik dokar ini yaitu dari jual beli kuda. Kuda yang sehari-harinya dipergunakan untuk menarik dokar adalah barang dagangan yang setiap waktu bisa dibeli orang. Sehingga sering orang datang ke rumahnya untuk melihat kuda yang dipeliharanya , jika penawaran orang cocok kuda itupun dilepasnya dan iapun mencari kuda yang baru . Sehingga kuda yang ia pakai untuk menarik kuda tidak selalu tetap namun bisa ia ganti sewaktu-waktu.

“ Kalau saya hitung saya sudah ganti kuda lebih 25 kali , untungnya ya berkisar Rp 1 juta – 1,5 juta setiap ganti kuda . Memelihara kuda itu cocok-cocokan Mas selain itu harus rumat betul-betul sehingga kudanya selelu sehat setiap hari “, paparnya.

Selain memandikan  setiap hari , memberi pakan secara rutin dan bergizi juga setiap waktu doperiksakan kesehatannya . Untuk biaya pakan setiap harinya berkisar Rp 15 ribu – 25 ribu ,selain dedak atau katul ,rumput juga hijau-hijauan yang lainnya .(Muin)

Senin, 19 Agustus 2013

Refresing Ke Tiara Park Purwogondo Jepara, Main Air Sambil Berkaraoke



Jepara - Salah satu obyek wisata air di Jepara yang cukup dikenal adalah Water Boom “ Tiara park” yang berlokasi di desa Purwogondo Jepara. Meski wahananya tidak komplit seperti di WBL namun tempat ini bisa jadi sebagai obyek wisata alternative untuk kota sekitar Jepara.

Oleh karena itu selain warga Jepara sendiri obyek wisata air ini juga dikunjungi oleh warga sekitarnya. Ada yang datang dari kabupaten Demak, Kudus , Grobogan dan juga Semarang. Kadang juga ada pengunjung yang datang dari Surabaya, Yogyakarta dan Bandung.




“ Ya mencoba aja datang kesini soalnya kami sekeluarga sedang mudik di Demak . Anak-anak ngajak mencoba melihat obyek wisata air disini meski kecil kelihatannya juga bagus “, kata salah seorang pengunjung yang datang dari Surabaya.

Selain kolam renang obyek wisata air ini dilengkapi berbagai macam wahana, ada kolam untuk anak-anak, tangga terjun , mandi air mancur, flying fox, kolam arus , Motor ATV dan juga Bioskop 3 Dimensi. Sarana pendukung lainnya adalah panggung karaoke , kantin , musholla dan tempat parkir yang luas.



“ Alhamdulilah hari lebaran kemarin pengunjung di Tiara Park ini cukup banyak. Satu hari bisa mencapai 2.000 pengunjung sehingga cukup meriah di tempat ini “, Kata Suyono salah satu pemandu dan penjaga lapangan di Tiara Park.

Suyono mengatakan, untuk lebaran kemarin pengunjung tidak hanya datang dari kota Jepara saja.Namun mereka datang dari kota kota lain di seputaran Jepara. Mereka datang ke Jepara untuk berhalal bihalal ke keluarga di Jepara. Pulangnya mampir ke sini untuk melihat dan merasakan asyiknya berwisata air disini.



Untuk panggung Karaoke fihak Tiara Park memberikan kesempatan bagi pengunjung yang mempunyai hobi menyanyi . Oleh karena itu pengunjung bisa menyalurkan kemampuannya di panggung . Bisa menyanyi sendiri atau duet dengan teman atau pemandu.

“ Ya kalau tidak ada yang nyanyi kadang saya sendiri yang terjun untuk menghibur para pengunjung “, kata Suyono.

Bagi kota Jepara obyek wisata Water Boom “Tiara Park” menjadi salah satu tujuan wisata dan dikolaborasikan dengan obyek wisata belanja di tempat ini. Biasanya bagi pengunjung yang datang ke tempat ini akan ditawari dengan wisata belanja di seputaran kota Kalinyamatan.



Dengan naik kereta kelinci mereka diajak berkeliling kota Kalinyamatan dan mampir di sentra kerajinan monel di desa Kriyan dan juga berbelanja pakaian di Pass Mode desa Sendang . Sehingga mereka bisa membeli oleh-oleh khas dari Jepara.


Nah bagi pembaca yang belim pernah datang ke obyek wisata air ini bisa kunjung ke tempat ini. Untuk lokasinya di desa Purwogondo kecamatan Pecangaan kabupaten Jepara. 

Dari kota Jepara , Kudus, Demak langsung ke pertigaan Masjid Purwogondo lalu ikuti papan nama dari pertigaan sekitar 400 meter. (Muin)

Rabu, 12 Juni 2013

Rujak Cingur Warung Ibu Siti Mariam Purwogondo Jepara Memang Mantap Dan Dicari


Dilihat dari bentuk warungnya yang sederhana warung rujak cingur ibu Siti Mariam ini tidak berbeda jauh dari warung makan di sekitarnya , namun yang membedakan hanyalah menu yang disajikan yaitu rujak cingur yang sudah 30 tahun ia sajikan untuk pelanggannya. Menu ini hanya ada di warung ibu Siti Mariam yang lokasinya di sebelah utara lapangan Kenari desa Purwogondo dan sebelah Selatan Masjid Purwogondo. 

Selain dikenal enak rasa rujak cingur buatan ibu Siti Mariam ini dari dulu sampai sekarang rasanya tidak ada perubahan , bumbu kacangnya begitu pulen dan menggigit dan cirri khasnya rasa amis dari petisnya juga mengundang selera untuk makan. Sehingga tidak mengherankan jika warung dipinggir jalan Purwogondo – Kalipucang ini selalu ramai dengan para pembelinya . Pembeli kelihatan antri ketika baru buka sekitar jam 9 – 10 saatnya orang untuk sarapan pagi dan puncaknya ketika makan siang tiba yaitu pukul 12 – 1 siang. 

Warung rujak cingur Purwogondo sudah 30 tahun
“ Seperti biasa saya membuat rujak cingur ini sekitar 150 – 200 porsi setiap harinya dan itu selalu habis , buka warung ini ya sekitar jam 9 pagi kalau kondisi agak sepi ya sampai jam empat sore. Namun jika kondisi sedang ramai kadang-kadang jam 1 – 2  dagangan sudah habis sehingga banyak pelanggan yang kecewa sampai disini “ , ujar ibu siti Mariam  yang mengaku resep bumbu rujak cingur hasil bikinannya sendiri.

Dengan penuh semangat  ibu Siti Mariam yang ramah dan banyak senyum ini menceritakan awal mula dia berusaha jualan rujak cingur  pada waktu itu dia masih muda dan baru mempunyai beberapa putra dan masih kecil-kecil. Niat pertama adalah untuk menambah penghasilan keluarga , sehingga dirumahnya yang di pinggir jalan itu ia coba buka jualan rujak cingur yaitu menu makanan yang terbuat dari sayur pecel ditambah dengan cingur atau kulit sapi bagian hidung yang cukup lunak. 

Adapun bumbunya dibuat dari petis udang . kacang, gula , jeruk dan juga sedikit kecap  dan dihidangkan bisa dengan nasi , lonthong dan horog-horog yaitu sejenis nasi yang terbuat dari tepung aren. Mulanya ia membuat beberapa porsi saja , semakin lama pelanggannya semakin banyak karena pelanggan lama pasti membawa temannya untuk mencoba menu buatannya . 

Sehingga makin lama warung yang ia kelola semakin besar , sehingga akhirnya warung inilah satu-satunya tempat untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya , karena suaminyapun ikut membantu mengelola warung rujak cingur ini.

“ Alhamdulilah dari membuka warung ini saya dapat menyekolahkan anak-anak saya berjumlah 7 bisa lulus Sarjana semua , sehingga bagi kami sekeluarga warung rujak cingur ini turut berjasa dalam memenuhi pendidikan anak-anak saya “, tambah Ibu Mariam sambil melayani pelanggannya.

Saya yang baru pertama kali merasakan lontong yang dipadukan dengan pecel rujak cingur benar-benar kaget dengan kelezatannya , selain lontong yang pulen bumbu rujak cingurnya juga mantap dirasakan dengan kacang dan juga jeruk nipisnya. Oleh karena itu tidak mengherankan jika warung ini punya banyak pelanggan dari kalangan , ada pegawai negeri , guru , pegawai swasta , pak polisi dan beberapa pejabat pemerintahan juga menjadi pelanggannya . 

Hal ini bisa dilihat dari kendaraan yang diparkir di halaman warung yang sederhana , seperti ketika saya sedang menikmati nikmatnya lontong rujak cingur ini tiba-tiba ada mobil patroli polisi yang berhenti di depan warung ini . Beberapa bapak polisi turun dan masuk warung untuk memesan hidangan untuk makan siang seperti saya.

Sepiring lontong pecel rijak cingur memang mantap
“ Saya sudah menjadi pelanggan warung rujak cingur  ibu Mariam Purwogondo ini lebih dari sepuluh tahun , oleh karena itu setiap dua minggu sekali saya pasti makan siang di warung ini . Jika sebulan tidak mampir rasanya kangen dengan mak nyusnya rujak cingur disini “ aku mas Edy warga Mijen Demak salah satu pelanggan rujak cingur ibu Siti Mariam.

Kelezatan rujak cingur ibu Siti Mariam ini suatu waktu  pernah ditularkan kepada seseorang yang ingin membuka warung yang sama ,namun beberapa waktu orang yang diberi resep datang kembali dan menceritakan warungnya tidak begitu ramai sehingga akhirnya ia tutup. Jawaban  ibu Mariam meskipun bahan bumbunya sama . 

Namun komposisi serta tangan yang meracik berbeda maka hasilnya berbeda pelanggan akan tahu itu. Oleh karena itu saat ini hanya dua anaknya kelak yang akan mengantikan usaha ibu Mariam ini , yaitu satu anaknya pria dan satu wanita , meskipun begitu setiap menyajikan kepada pelanggan dia tetap memantau hasilnya . Karena dia tidak ingin pelanggan yang sudah banyak ini akan lari , karena menu yang disajikan berbeda dengan yang sebelumnya , oleh karena itu sampai saat ini dia tidak punya pikiran untuk membuka warung rujak cingur di tempat lain.

Lalu berapa satu porsi menu rujak cingur di warung ibu siti Mariam ini  dulu awal buka satu porsinya hanya 2 ribu kini satu porsi Rp 6 ribu . Adapun minumannyapun beragam ada es cendol , es jeruk , es kolak , es teh dan juga minuman ringan lainnya dengan harga 2 – 3 ribu rupiah satu gelasnya . 

Oleh karena itu dengan bekal uang Rp 10 ribu kita bisa merasakan nikmatnya rujak cingur buatan ibu siti Mariam yang sudah 30 tahun ini.  Nah bagi yang kebetulan singgah di kota Jepara silakan mampir diwarung ini dan jangan lupa pula mampir di Tiara Park Waterboomnya kota Jepara karena jalan menuju wisata air ini satu jalur dengan warung rujak cingur ibu Mariam..

Fatkhul Muin

Selasa, 11 Juni 2013

Menikmati Nasi Goreng Babat Telur “ Rama “ Purwogondo Jepara

Nasi Goreng babat

Jepara – Bagi penggemar kuliner di kawasan desa Purwogondo kecamatan Kalinyamatan Jepara pasti sudah mengenal warung tenda yang satu ini. Warung dengan tenda berwarna hijau bertuliskan “Nasi Goreng Babat –Telur Rama “ ini membuka lapak di dekat pertigaan Purwogondo. Lapak nasi goreng ini dibuka sekitar jam 6 sore dan ditutup menjelang tengah malam . Meski kondisi warung cukup sederhana  , namun warung yang menyajikan nasi goreng campur Babat atau telur ini tiada sepi dari pembeli. Selain di makan di tempat banyak pula pelanggan yang membungkusnya untuk yang dirumah.

“ Saya berjualan di tempat ini sejak tahun 1995 , namun sebelum tahun itu saya ikut orang berjualan nasi goreng di Semarang. Setelah bisa membuat sendiri dan punya sedikit modal saya kemudian buka warung nasi goreng disini “, aku Sahlan (48) pemilik usaha nasi goreng “ Rama “ pada wartawan yang menemuinya Senin ( 19/12)
Pak Sahlan menyajikan nasi goreng untuk pelanggannya

Sahlan yang asli warga desa Kendeng Sidi Alit mengatakan , selama buka warung di seputaran pertigaan Purwogondo ini hasilnya cukup lumayan. Meski tidak berlebihan namun setiap harinya bisa untuk menghidupi keluarga sehingga usaha ini ditekuni sampai saat ini. Setiap harinya warung tendanya selalu buka  menyediaakan nasi goreng ala semarang dengan camnpuran telur dan babat. Nasi putih ia goreng bersama bumbu yang ia ramu sendiri , setelah bercampur baru babat dan telur ia campurkan . Nasi putih setelah dicampur dengan bumbu , babat, telur dan kecap berubah warna menjadi coklat yang menggugah selera.

Dalam keadaan masih hangat nasi goreng ia sajikan dalam piring yang diatasnya di alasi daun pisang hijau sehinga menambah selera bagi yang ingin merasakan. Selain itu di meja tersedia sambal dan juga acar sebagai pelengkap nasi goreng . Untuk minumnya ia sediakan   teh  hangat atau es teh. Tak ketinggalan kerupuk kerung juga tersedia di sana yang membuat makan jadi berselera.
“ Selain makan di tempat banyak pula pelanggan kami yang meminta untuk dibungkus , harga piringan dan bungkusan sama . Warung kami  ramainya jika malam minggu tiba atau jika kondisi habis hujan orang butuh hangat-hangat “, kata Sahlan sambil mengoreng nasi di wajan.


 Harganya nasi goreng babat atau telur di warung tenda “Rama” milik pak Sahlan ini cukup terjangkau kantong kita . 2 piring nasi goreng babat , 2 gelas es teh dan kerupuk hanya Rp 17.500,- atau Rp 20.000,- kembali Rp 2.500,-.. Nah bagi anda yang kebetulan lewat tempat ini dan belum pernah merasakan nikmatnya nasi goreng babat telur “ Rama” Purwogondo silakan mampir dan rasakan sensasinya. (Fatkhul Muin)

Selasa, 04 Juni 2013

Inilah Kronologi Pembunuhan Amelia Almaz Adzani alias Bella Mahasiswi Jepara


Keluarga Korban

Korban Berstatus Janda dan Dekat Pejabat


Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG 
- Korban pembunuhan di kamar kos, Amelia Almaz Adzani alias Bella (21), merupakan seorang janda. Terakhir, ia menjadi pacar seorang pria calon penerus perusahaan kayu lapis.

Seorang perempuan yang mengaku sahabat Amelia, Gayun (23) mengatakan bahwa selama berstatus janda, Amelia beberapa kali ganti pacar.

Pertemuan terakhir Gayun dan Amelia terjadi sekitar dua pekan silam. Saat itu, Amelia bersama seorang pria bernama Dion, warga Semarang.

"Dion anak seorang pengusaha kayu lapis. Dion ternyata kenal papaku," kata Gayun saat ditemui di RS Bhayangkara, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (20/5/2013).

Informasi lain yang diterima Tribun Jateng menyatakan, Amelia juga menjadi teman dekat pejabat pemerintahan. Namun informasi ini belum bisa dimintakan konfirmasi.

Amelia berstatus janda sejak 2011. "Sekitar September 2011 , dia dan suaminya mulai sering ribut, lalu mereka cerai. Perceraian itu dipicu kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga)," kata Gayun. (*)

Penulis : adi-prianggoro
Editor : ignatius_prayogo
Sumber : Tribun Jateng


Bella Akan Dimakamkan di Jepara



TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Amalia Almas Adzani (21) atau Bella, korban pembunuhan yang ditemukan jenasahnya semalam di kamar kosnya di daerah Lamper Kidul akan dimakamkan di Jepara.

Mbah Kas (67), nenek korban mengatakan usai jenazah dibersihkan dan dikafani, akan langsung dibawa ke Jepara untuk dimakamkan.

Dari pantauan Tribun Jateng, saat ini keluarga korban dan teman-temannya masih berada di depan ruang jenazah. Menunggu keputusan apakah jenazah akan diautopsi atau tidak.

Ditanya di mana alamat yang berada di Jepara, Kas menjawab, di daerah Kriyan, Kalinyamatan Jepara. "Itu rumah ibunya," katanya. (*)

Editor : rajif
Sumber : Tribun Jateng


Bella Pernah Jadi Pramugari
Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG
 -  Korban pembunuhan, Amelia Almaz Adzani alias Bella (21), pernah bekerja sebagai pramugari di sebuah maskapai penerbangan.

"Dia diterima sebagai pramugari kemudian mengikuti sekolah sekitar empat bulan. Dia pernah terbang sekali saat menjadi pramugari. Namun saat mengikuti pendidikan itu dia keluar karena tidak betah terhadap aturan-aturannya dan teman-temannya," kata teman dekat korban, Gayun (23), saat ditemui di RS Bhayangkara, Jalan Brigjen Sudiarto, Semarang, Senin (20/5/2013).

Dijelaskannya, saat menjalani pendidikan pramugari Amel menetap di Jakarta. Setelah keluar dari pendidikan tersebut, Amel kembali ke Semarang kemudian bekerja sebagai sales promotion girl (SPG) di sebuah perusaahaan rokok. Amel masih tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Ilmu Komputer Udinus,  jurusan broadcasting.

"Tetapi dia sudah tidak aktif kuliah sejak 2010 karena sibuk bekerja," ungkap Gayun. (*)

Penulis : adi-prianggoro
Editor : rajif
Sumber : Tribun Jateng 

                                              

Kamar SPG Korban Pembunuhan Kondisinya Acak-acakan
Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG
 - Pakaian yang berserakan dan darah yang berceceran di lantai menjadi pemandangan pada sebuah kamar kos di atas klinik kecantikan De' Est Beauty Clinic di Jalan Lampersari Nomor 41, Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kamar kos itu merupakan kamar Amel Almas Adzani alias Bella Amelia (21).  Di kamar tersebut, Amel ditemukan tewas bersimbah darah Minggu (19/5/2013) sekitar pukul 22.00.

Kamar kos Amel terletak di lantai dua. Sedangkan lantai dasar bangunan itu ditempati klinik kecantikan De' Est Beauty Clinic. Selain itu, di bagian depan bangunan terdapat tulisan "Praktik dokter spesialis THT, dr Awal Prasetyo".

Jasad wanita muda asal Jepara itu ditemukan dalam kondisi memakai kaus warna hitam dan posisinya telentang di kasur. "Ada luka senjata tajam di leher, kami menduga dia korban pembunuhan," kata Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Bayu Suseno. (*)

Penulis : adi-prianggoro
Editor : ignatius_pray



Amelia Sempat Didatangi Tamu Laki-laki
LAPORAN WARTAWAN TRIBUN JATENG, M RADLIS
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polisi terus menggali informasi penyebab meninggalnya Amelia Asmi yang ditemukan tergeletak di kamar kosnya.

Menurut keterangan saksi, penjaga rumah, sebelumnya Amelia didatangi oleh teman prianya. "Sebelumnya saya sempat dengar ada teriakan korban, jam 12.30 siang, terus naik, korban sempat menyahut dari dalam kamar kalau tidak terjadi apa-apa," ungkapnya di lokasi kejadian.

Pukul 21.00, ujar dia, teman laki-laki korban datang. "Tahu-tahu turun ke lantai satu, ngomong kalau korban meninggal, sempat dobrak pintu, saya tidak tahu kalau dia dobrak pintu, karena posisi saya di lantai 1," tuturnya. (*)

Editor : jayanto
Sumber : Tribun Jateng





12 Saksi Diperiksa Polisi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG 
-  Kapolrestabes Semarang, Kombes Elan Subilan menyatakan saat ini sebanyak 12 saksi diperiksa terkait kasus pembunuhan , Amelia Almaz Adzani alias Bella (21).

"Mereka yang dimintai keterangan terdiri dari pemilik, penjaga, dan penghuni kos serta teman-teman korban," kata Elan, Senin (20/05/2013).

Sementara itu, polisi dari Polsek Lamper, Polrestabes Semarang, dan Polda Jateng, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah kos di Jalan Lampersari nomor 41, Semarang Selatan.

Petugas juga memeriksa sebuah kamera CCTV di rumah tersebut. CCTV tersebut diketahui terdapat di gerbang depan dan di pintu masuk klinik kecantikan De' Est Beauty Clinic, yang berada di lantai 1 rumah tersebut. (*)

Penulis : adi-prianggoro
Editor : rajif
Sumber : Tribun Jateng

Anakku Sudah Dibunuh, Mau Diambil Saja Sulit


Laporan Wartawan Tribun Jateng, Tiko Septianto

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG 
- Orangtua Bella menolak jenazah anaknya diautopsi. Dari pantauan wartawan Tribun Jateng di lapangan di ruang tunggu jenazah, tampak orangtua korban terisak memohon jenazah anaknya agar bisa cepat dibawa pulang.

"Kasihan pak anak saya pak, dari pagi tadi sampai sekarang belum keluar-keluar! Biar ketemu keluarganya, di rumah sudah menunggu! Sudah ditunggu keluarganya di rumah. Cepat pak! Sudah sakit, meninggal, mau pulang aja kok susah! Udah dari kemarin meninggal pak, tolong pak, cepat dibawa pulang pak," kata Ibu Bella, Mustini, sambil berteriak-teriak, menangis.

"Bella tulang punggungku, meninggal!," tambahnya kepada petugas kepolisian.

Menurut Koko, keluarga korban, keluarga telah menolak autopsi yang akan dilakukan kepolisian. "Keluarga menolak diautopsi dari jam 10. Keluarga ndak tega. Ingin dibawa pulang. Karena itu anak satu-satunya," kata Koko, paman korban. (*)

Editor : rajif
Sumber : Tribun Jateng


Autopsi Jenazah Bella Berlangsung Dua Jam
LAPORAN WARTAWAN TRIBUN SEMARANG

TRIBUNJATENG.COM,  SEMARANG
 - Pihak keluarga akhirnya mengizinkan jenasah Amalia Almas Adzani (21) alias Amelia alias Bella untuk diautopsi.

Proses autopsi berlangsung selama sekitar 2 jam. "Dari pukul 14.30 sampai 16.30," kata Agus Staff Dokpol, Senin sore (20/5/2013).

Jenazah langsung dibawa  keluarga ke Jepara, untuk dimakamkan.

Menurut Agus sejumlah luka ditemukan pada tubuh Amel. "Luka terbesar di lehernya. Digorok lehernya sampai hampir putus. Kemudian luka tusukan di leher bagian belakang sebelah kiri," kata Agus.

Selain itu juga ditemukan luka hantaman benda tumpul di kepala bagian belakang. "Pundak kiri, dada dan mukanya lebam, pukulan. Pinggang kanan juga ditemukan goresan," tambah Agus.

Agus mengatakan sebelumnya sempat ada insiden dengan keluarga korban. Yang sempat menolak korban untuk diautopsi. "Setelah dijelaskan dengan perlahan keperluan dan kepentingan autopsi untuk menemukan pelaku, akhirnya korban mengizinkan," (*)

Editor : jayanto
Sumber : Tribun Jateng



Amel Cucu Pengusaha Rokok di Jepara
Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG 
- Korban pembunuhan di kamar kos, Amelia Almaz Adzani alias Bella (21), merupakan cucu pengusaha rokok merek Layar Putih di Robayan, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara.

"Bella cucu saya satu-satunya," ujar pemilik pabrik rokok Layar Putih, Hj Kasmani, saat ditemui Tribun Jateng di RS Bhayangkara Semarang, Jawa Tengah, Senin (20/05/2013).

Kasmani mendapat kabar bahwa cucunya meninggal sekitar pukul 03.00. Saat itu, Kasmani yang selesai shalat terkejut melihat putrinya, Mustini (40), berlari-lari sembari menangis dan berteriak-teriak.

Mustini merupakan ibunda Amel. "Amel kecelakaan! Dia digorok orang!" kata Kasmani menirukan teriakan Mustini dini hari itu.

Menurut Kasmani, rumahnya dan rumah Mustini berjarak beberapa meter. Hanya saja, rumah Kasmani terletak di wilayah Desa Kriyan sedangkan rumah Mustini berada di wilayah Desa Robayan. Kedua desa tersebut sama- sama di bawah Kecamatan Kalinyamatan.

Sejak kuliah dan bekerja, Amel jarang pulang ke Robayan. Amel merupakan mahasiswi angkatan 2009 Jurusan Ilmu Komunikasi Broadcasting Udinus, Semarang.

Sejumlah mahasiswi Udinus Semarang juga berdatangan ke ruang jenazah RS Bhayangkara. "Saya dapat kabar Bella meninggal sekitar pukul 03.00. Dia sahabat saya sedari awal kuliah," kata Gayun (23), warga Medoho, Gayamsari.

Penulis : ade
Editor : ignatius_prayogo