Rabu, 03 Juli 2013

Jembatan Sambirejo Wedung Mulai Dikerjakan

Anggaran belanja sekitar 5 Milyard


Jembatan Sambirejo yang melintasi Sungai Ketapang di desa Berahan kecamatan Wedung kabupaten Demak mulai dikerjakan. Jembatan dengan panjang 31 X 6 meter itu menghabiskan dana 5 Milyar itu sudah lama didambakan masyarakat.

Diharapkan dengan selesainya jembatan itu menambah lancarnya lalu lintas antara Bungo- Wedung. Jembatan yang lama selain lebarnya minim kondisinya juga ambles di beberapa bagian.

Sisi bagian Utara Jembatan


Jembatan yang baru ini selain lebar juga kontruksinya besar , sehingga kendaraan besar bisa melewati dengan lancar. Dulu sering terjadi kemacetan karena kendaraan harus satu-satu jika melewati jembatan.

“ Pembangunan Jembatan Sambirejo itu sebagai rangkaian peningkatan sejumlah jembatan di kabupaten Demak. Pada tahun ini jembatan di desa Buko juga akan ditingkatkan seperti itu . Jembatan Pasir yang roboh juga akan diperbaiki juga “, Kata Fatkhan Anggota DPRD Demak dari Fraksi Demokrat.

Fatkhan mengharapkan dengan selesainya dua jembatan besar di kecamatan Wedung itu menambah kelancaran lalu lintas . Selain itu diharapkan pula adanya peningkatan ekonomi warga masyarakat. Dengan lancarnya distribusi hasil pertanian dan perikanan akan menambah peningkatan pendapatan warga. (Muin)

Haji Nyaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202




Di Kedungmutih Demak Ada Jompo Miskin Tak dapatkan BLSM

 
Hamdan Kades Kedungmutih , inzet contoh KPS

Demak - Pembagian KPS ( Kartu Perlindungan Sosial) membuat sejumlah Kepala Desa pening kepalanya. Pasalnya Kartu Kuning yang didapatkan dari Kantor Pos itu ditemukan salah sasaran.

Mestinya yang berhak mendapatkan KPS itu adalah Kapala Keluarga yang benar-benar kurang mampu atau kategori miskin. Namun kenyataannya ada KK yang rumahnya bagus, punya motor lebih dari satu mendapatkan kartu sakti itu.

“ Tetapi ada warga saya yang janda, jompo , tidak memiliki rumah dan makannya dari belas kasihan orang namun tidak mendapatkan. Kami kalau kayak begini harus berbuat apa ? “, kata Hamdan Kepala Desa Kedungmutih kecamatan Wedung.

Menurut Hamdan, desa Kedungmutih terdiri dari 1.245 KK jatah kartu KPS dari Pos dan Giro sebanyak 340 KK. Dari jumlah tersebut yang benar-benar layak hanya 64 KK , sisa adalah salah sasaran.

Sedangkan warga yang layak mendapatkan namun terlewatkan karena pendataan yang salah sebanyak 90 KK. Oleh karena itu dia pusing dari mana dia memberikan kekurangannya karena semua amplop sudah tertera nama masing-masing penerima.

“ Padahal menurut aturannya yang mengambil dana BLSM itu nama yang tetera dalam KPS . Bagaimana saya mengusahakan warga yang layak mendapatkan namun tidak terdata ? “, kata Hamdan (4/7)

Hamdan mengharapkan data penerima KPS itu harus bisa dimutakhirkan sesuai dengan kondisi yang ada. Sehingga warganya yang benar-benar layak mendapatkan segera menerima haknya. Sedangkan warga yang tidak layak kartu itu segera dikembalikan atau ditarik. (Muin)



Haji Nyaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202

Sambut Bulan Suci Ramadhan, Warga Jepara Ziarahi Makam Mantingan



Ada tradisi warga Jepara yang dilakukan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Tradisi itu adalah bersih-bersih dan berziarah ke makam leluhur. Oleh karena itu disetiap makam kelihatan ramai jika pagi atau sore menjelang.

Salah satu makam yang tidak lepas dari tradisi ziarah tersebut adalah Makam Sultan Hadiri dan Ratu Kalinyamat di desa Mantingan.Makam ini letaknya dari pusat kota sekitar 8 Kilometer ke arah Selatan. Merupakan salah satu makam yang bersejarah bagi kota Jepara.

Di Mantingan ini selain makam atau pesareyan ada juga Masjid Kuno yang mempunyai sejarah bagi perkembangan agama islam di Jepara. Oleh karena itu warga atau peziarah yang datang ke Makam ini tidak melewatkan untuk melihat dan shalat di Masjid ini.

Dari pantauan , jelang Ramadhan jumlah peziarah yang datang mencapai ribuan orang setiap harinya.Tempat parkir yang biasanya bisa memuat kendaraan hari-hari ini meluber hingga pinggir jalan kanan dan kirinya.

Selain warga Jepara sendiri terlihat mobil luar kota hadir di pemakaman ini. Banyaknya peziarah yang memasuki areal makam membuat mereka harus antri . Selain itu peziarah kebanyakan berombongan datangnya sehingga membuat arela makam penuh sesak.

“ Ya kami berombongan datang kemari untuk berziarah ke makam Njeng Sunan dan Ratu Kalinyamat mohon berkah mudah-mudahan diberikan kelancaran dan kesehatan “, ujar peziarah yang datang dari desa Pecangaan. (Muin)


Haji Nyaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202





Selasa, 02 Juli 2013

Mashur : Bekerja di Luar Negeri Adalah Perjuangan


Munadirun  bergaya di depan mobil perusahaan

Abu Dhabi - Bagi Mashur hidup adalah perjuangan , oleh karena itu meski harus bersusah-susah kerja di Luar negeri hal itu bukan halangan baginya. Tekadnya sudah bulat karena di negeri sendiri sulit atau susah mencari pekerjaan maka iapun menjadi TKI di Uni Emirat Arab ( Dubai ). Meski harus mengeluarkan biaya dan juga meninggalkan keluarga , namun baginya pekerjaan adalah niomor satu . Itu semua demi cita-citanya membahagiakan keluarga , kelak selepas dari kerja sebagai TKI di negeri orang.

“ Saya kerja diluar negeri sudah 5 tahun lebih, hampir semua pekerjaan sudah saya jalani saya kerja mulai jam 7.30 – jam 5 sore “, ujar Mashur TKI asal desa Kedungmutih pada wartademak yang mewawancarai via FB.

Di negeri yang cukup kaya itu , ia terdampar sebagai pekerja bongkar muat container yang cukup berat . Karena belum berpengalaman , kerja yang cukup keras itu ia jalani sampai 6 bulan dengan duka lara. Ketika ada kesempatan berpindah pekerjaan iapun mencoba peruntungan baru sebagai pekerja Cleaning Service selama satu tahun .

Di pekerjaan Cleaning Servise hampir sama dengan  kuli bongkar muat , pekerjaan juga berat karena sebagai petugas kebersihan harus selalu stanbay di tempat. Selain itu gajinya juga masih minim, sehingga agar gajinya mendapat tambahan ia harus kerja lembur.

“ Gaji sebagai cleaning servise hanya 700 dirham jika dirupaiahkan setara dengan Rp 1.750.000,-, oleh karena itu ntuk mencari tambahan gaji aku harus lembur sehingga setiap bulannya bisa mendapatkan gaji 1.000 dirham “, aku Mashur.

Selama satu setengah tahun ia berprofesi sebagai tenaga cleaning service , Munadirun yang sudah mempunyai pengalaman berpindah kerja sebagai petugas  delivery atau pengantar barang2. 

Nah di tempat baru itulah ia mendapatkan banyak pengalaman karena setiap waktu ia bisa melihat-lihat keadaan kota di UEA. Diantaranya ia mengenal 7 kota  antara lain Dubai,Abu Dhabi,Sarja,Ajman,Ras Alkhaima,Al Ain Serta Fujaerah,

“ Setelah kontrakku 3 tahun berakhir aku dan temen-temenku bersepakat untuk cancel atau pulang kalo gaji tidak di naikan,menejer kami pun turun dan berbicara kepada kam”, tambahnya.

Karena gaji tidak dinaikkan , teman-temannya bayak yang pulang kembali ke Indonesia , namun karena ia ingin membuktikan kata-kata managernya iapun mencari pekerjaaan di kota Abu Dhabi. Untung di kota itu ia mendaptkan pekerjaan sebagai mercendaeser rokok (menata rokok di warung-warung ),tiap hari aku keliling kota Abu Dhabi .  Gaji yang ia dapatkan 1.400 dirham satu bulan , selain itu ia kadang mendapatkan bonus hingga 1.800 Dirham.

“ Alhamdulillah meski teman-teman banyak yang tidak kembali ke sini , namun saya coba sendiri untuk mencari pekerjaan . Berkat perjuangan yang keras akhirnya aku jalani pekerjaan berkeliling kota setiap hari “, katanya menutup sua.

Sebelum mengakhiri perbincangan dengan warta demak , Mashur yang telah lebih 5 tahun berkelana di negeri orang titip salam kepada seluruh teman-teman di Indonesia. 

Jika ada yang ingin kerja di luar negeri harus benar-benar mempersiapkan dengan matang. Baik segi mental juga ketrampilan . Kenal lebih dekat dengan dia Klik DISINI . (Bang Muin)


Haji Nyaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202

H. Mufrodi Carik Desa Teluk Wetan , PNS Atau Tidak Sama Saja

H. Mufrodi Carik Desa Teluk Wetan

Jepara - Bagi H. Mufrodi Carik desa Teluk Wetan menjadi PNS adalah suatu hal yang tidak disangka-sangka. Awalnya dia hanya mengabdi di desa sebagai Carik yang pada waktu itu dengan cara pilihan langsung oleh wakil warga masyarakat. Pada waktu itu tahun 1999 ada lowongan jabatan perangkat desa diantaranya Carik .

 Dengan tekad bulat dan nawaitu untuk mengabdi kepada desa maka iapun mendaftarkan diri dan mengikuti ajang pemilihan Carik . Selain dia masih ada calon lain yang juga ingin mengisi lowongan jabatan Carik desa tersebut.

“ Alhamdulillah dengan niat dan do’a keluarga saya bisa menyisihkan calon lain sehingga saya bisa menduduki jabatan Carik desa sampai sekarang “, tutur H. Mufrodi pada kabarseputarmuria di kantor desa Teluk Wetan belum lama ini.

Setelah dilantik iapun bekerja sesuai dengan tugas dan wewenangnya yang berkaitan dengan administrasi desa  yang cukup banyak . Namun karena dilandasi niat untuk mengabdi kepada desa maka tugas yang diembannya tidaklah berat. Segala sesuatu yang berkenaan dengan surat menyurat ia tangani dengan baik , begitu juga pelayanan administrasi kepada warga dilayani sebaik-baiknya . Misalnya pembuatan berbagai surat keterangan, surat pengantar , pembuatan KK dan KTP serta surat-surat penting lainnya.

“  Bagi saya kerja adalah ibadah oleh karena itu tidak ada rasa berat . Apalagi melayani masyarakat adalah tugas yang harus didahulukan karena kita ini adalah pelayan masyarakat. Sehingga apapun tugas yang kita jalankan jika kita ihlas menjalankannya maka itu akan menjadi ringan dan tidak terasa “ tambahnya.

H. Mufrodi mengemukakan , awal menjadi Carik desa di tahun 1999 gaji yang ia peroleh berupa bengkok yaitu tanah sawah seluas 7,5 Ha . Tanah sawah tersebut bisa ia garap sendiri  semuanya atau sebagian ia sewakan kepada orang lain . Harga sewa tergantung dari hasil panen padi pada waktu itu , jika hasil panen bagus harga sewa juga bagus dan sebaliknya. Dari bengkoknya itu ia bisa menghidupi keluarganya sehari-hari , dan juga keperluan lainnya.

Pada tahun 2009 yang lalu H. Mufrodi diangkat sebagai PNS sebagai tindak lanjut peraturan dari pusat yang memutuskan Carik desa yang memenuhi persyaratan diangkat jadi PNS . Selain dia ada ratusan Carik desa di Jepara yang sama dengannya.  

Antara senang atau tidak senang peraturan itu harus dijalankan agar pelayanan kepada warga tetap jalan seperti biasanya. Bagi yang dahulu tanah bengkoknya minim hal ini menjadi berkah karena ada tambahan gaji dari pemerintah , namun bagi Carik desa dahulu tanah bengkoknya laku mahal hal ini merupakan pengurangan penghasilan.

Namun bagi H. Mufrodi hal itu tidak jadi masalah meski saat ini sudah jadi PNS , namun kinerja sehari-harinya tidak berubah . Apa yang menjadi tugas dan kewenangannya ia jalankan dengan baik. Bekerja sama denga petinggi memberdayakan warga masyarakat desa untuk bersama-sama membangun desa . Gaji atau bengkok adalah bukan tujuan utama yang ia cari , namun pengabdian kepada masyarakat yang ia kedepankan.

“ Seberapapun gaji atau bengkok yang kita dapatkan jika tidak kita syukuri akan selalu kurang. Bagi saya PNS atau tidak sama saja karena selain gaji dari pemerintah saya masih dapat sebagian dari bengkok saya dulu . Jika ditanya bagaimana enak dulu atau sekarang ya jawabannya sama enaknya “, imbuh H. Mufrodi sambil tertawa. (MUIN)
Haji Nyaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202



Pak Sutrisno Breaker Yang Juga Pranatacara dan MC



Pak Sutrisno tanpa kacamata bergambar dengan Pemred Warta Demak

Semarang - Sutrisno bagi warga Kelurahan Sadeng kecamatan Gunung Pati kabupaten Semarang adalah sosok kepala keluarga yang rajin bekerja. Selain setiap hari bertugas menjaga keamanan kampung sebagai tenaga linmas.

Di sela-sela kesibukannya juga menyempatkan diri menjadi Pranatacara Pamedarsabdo di acara pernikahan. Tidak itu saja kadang ia juga menerima order sebagai penyiar organ tunggal ,Orkes Melayu bahkan juga siap untuk jadi penyanyi.

Kepiawaiannya sebagai pembawa acara itu berawal dari hobinya cuap-cuap di udara lewat HT.Dengan kebiasaan berbicara itulah maka keahliannya berbicara makin terlatih,sehingga ketika ada rekan yang menyuruhnya jadi MC ia percaya diri.Setelah itu mulailah ia berprofesi sebagai pembawa acara.

“ Untuk jadi MC di acara pernikahan atau istilah kerennya Pranata cara saya tidak pernah sekolah khusus namun semuanya itu saya pelajari sendiri lewat baca-baca buku dan juga melihat secara langsung “, ujar Sutrisno pada Warta Demak.

Dikatakan oleh Sutrisno , awalnya memang grogi karena pranata acara adalah sebagai pengatur jalannya upacara akad nikah. Namun karena terus melakukan hal itu justru menjadi hal yang biasa, sehingga jika satu bulan tidak menerima job rasanya seperti nglangut . Untuk menghilangkan rasa sepinya itu ia tuangkan dalam bentuk ngebrik berbicara di udara dengan teman-temannya.

Ketika ditanya honor , Sutrisno enggan menyebutkan berapa besarnya berapapun ia terima karena para juru rias kebanyakan sudah mengerti berapa honor yang diberikan untuk MC.Ia menganggap tarif itu tidak begitu penting besar kecil adalah relative. Sehingga berapapun honor yang ia dapatkan merupakan rejeki yang harus disyukuri.

“ Ahamdulillah selain dari honor MC , penghasilan lainnya dari honor linmas dan juga usaha istri membuat tape . Dengan penghasilan itu saya bisa menyekolahkan anak-anak bahkan anak mbarep saya kini jadi tentara “, kata Sutrisno bangga.

Menurut dia kerja yang paling berkesan adalah sebagai pranatacara di acara pernikahan. Tidak semua orang mempunyai keahlian seperti dirinya , selain itu juga sebagai perwujudan nguri-nguri kabudayan jawa yang adilihung. Oleh karena itu setiap waktu ia terus belajar agar keahliannya itu semakin professional.

Bagi pembaca Warta Demak yang tinggal di seputaran Gunung Pati Semarang bisa calling pak Sutrisno alias Mbah Tris untuk memeriahkan acara pernikahan atau yang lainnya. Apalagi yang punya hoby ngebrik atau para breaker pak Trisno akan memberikan discount khusus. (Muin) 

Haji Nyaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202



Santi Novita Sari “Off Roader” Cewek Dari Jepara


Santi Novitasari mahasiswi yang Off Roader


Demak - Bagi Santi Novita Sari yang akrab di panggil Santi olah raga Off Roader baginya adalah olah raga yang cukup menantang nyalinya. Oleh karena itu meski dia seorang cewek namun dia tidak takut memegang setir dan menggeber mobil balapnya di arena yang sulit dan naik turun. Meski penuh dengan resiko namun ketika sudah di dalam kabin mobil nyalinya tidak ciut justru ia dengan cepat injak pedal gas dan beer mobilpun melaju dengan kencang.

“ Gimana ya karena ayah hoby dengan olah raga semacam ini sayapun ikut-ikutan juga. Dulu ketika kecil sering diajak ayah latihan atau melihat lomba semacam ini jadi nyali saya jadi tertantang “, ujar Sari (20) pada Warta Demak usai mengikuti salah satu session ajang lomba Jepara Adventure 2013 di pantai Bandengan Minggu (7/4)

Sari yang saat ini kuliah di IAIN Walisongo Semarang mengatakan, hobynya menggeber mobil dengan kecepatan tinggi itu sudah dijalani lebih 3 tahun . Awalnya mempunyai rasa takut , namun karena terus disupport ayahnya yang juga off roader andalan Jepara maka rasa takut semakin hilang. Oleh karena itu disela-sela liburan kuliahnya iapun giat berlatih dengan pelatih sang ayah.

Mobil yang diawaki Santi


Untuk menjajal kemampuannya dalam hal menggeber mobil dengan kecepatan tinggi iapun telah mengikuti berbagai ajang lomba bersaing bersama off roader pria. Meski saat ini belum mempunyai prestasi yang menonjol namun ia mengganggap ajang lomba ini sebagai ajang untuk berlatih dan menempa diri agar lebih baik.

“ Mudah-mudahan ke depan saya bisa mendapatkan kejuaraan sebagai bukti bahwa cewek juga bisa seperti cowok mengikuti lomba ekstrem seperti off road ini. Bagi saya sesuatu tidak ada yang sulit asal kita mau berlatih dengan tekun pasti bisa”, kata Sari .

Sari mengatakan selain di Jepara sendiri ia telah mengikuti berbagai perlombaan menggeber mobil di arena penuh tantangan ini sampai di kota Semarang , Pati , Purwodadi dan kota lainnya. Oleh karena itu waktu sangat berarti bagi dirinya selain untuk kuliah juga ia menggunakan waktunya untuk latihan off road .
“ Ya mudah-mudahan kuliah bisa berjalan lancar dan hoby off road jalan terus mudah-mudahan  seperti ayah bisa menyabet gelar juara meski saya seorang cewek “, kata Sari menutup sua. (Muin)



 Haji Nyaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202