Selasa, 02 Juli 2013

Petani Garam Jepara Temukan “Slender” Mesin Untuk Ratakan Tanah


Petani Garam Jepara Temukan “Slender” Mesin Untuk Ratakan Tanah


Ngadiman dan Slender mesin ciptaannya

Bagi Ngadiman (42) Petani garam dari desa Panggung kecamatan Kedung Kabupaten Jepara pekerjaan meratakan tanah adalah yang paling berat dan membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu beberapa bulan ini ia merekayasa alat untuk meratakan tanah dengan menggunakan mesin.

 Hasil kreasinya itu kini sudah terwujud dan kini sudah diuji cobakan di lahan pembuatan garam di kecamatan Kedung.

“ Alat ini saya beri nama “Slender”  mesin karena slender yang biasa digunakan oleh petani garam masih manual terbuat dari pipa paralon yang diberi tangkai bambu . Petani garam menyebutnya slender “ ujar Ngadiman pada Warta Demak di bengkelnya  

Ngadiman mengatakan alat slender mesin buatannya sudah lama terinspirasi di benak pikirannya. Namun karena ketiadatersediaan modal untuk membuat maka ide itu baru terealisasi ketika fihak Dinas Perikanan dan Kelautan Jepara mensuplai dana untuk percobaan ini.

Alat slender mesin buatannya itu rangkanya terbuat dari besi , sedangkan rodanya terbuat dari pipa paralon dengan diameter 40-50 cm . Sedangkan tenaga yang menggerakkan  slender itu berasal dari mesin kecil yang dipasang sedemikian rupa sehingga jika mesin dihidupkan maka alat slender ini bisa bergerak.



“ Gerakan mesin ini bisa maju dan mundur dilahan garam , petani bisa naik disini kemudian kita tinggal menyetir kemana  alat slender mesin ini digunakan maju mundur atau berkeliling disepanjang lahan garan “, tambah Ngadiman sambil menunjukkan cara kerja mesin silinder buatannya.

Bahan bakar yang digunakan adalah bensin dan cukup hemat. Mesin yang dijalankan bisa dikatakan  gasnya nol karena jalan mesin slender itu tidak membutuhkan kecepatan tinggi.Oleh karena itu dengan bahan bakar satu liter saja mesin itu bisa digunakan untuk meratakan tanah serta melicinkan .

Ketika ditimbang alat slender mesin ini kurang dari 1 kwintal , karena berat bersih sekitar 80 Kg . Sehingga jika dijalankan di lahan garam dalam kondisi tanah agak becek slender itu tidak akan ambles. Selain ringan roda yang terbuat dari pipa paralon besar itu terdiri dari roda depan dan roda belakang dan roda itu terus berputar sehingga tidak akan ambles meski di naiki oleh petani garam.

“ Alat ini sudah diuji cobakan di lahan garam sini karena cukup berhasil dan dapat meringankan kerja para petani maka kami disuruh membuat satu lagi yang katanya ajkan diujicobakan di lahan pergaram kabupaten Indramayu Jawa Barat”, kata Ngadiman.

Untuk harga jual mesin Slender buatannya itu , Ngadiman mematok harga Rp 3,5 Juta  tanpa mesin jika dilengkapi dengan mesin harga yang diberikan pada pembeli Rp 5 – 5,5 juta tergantung dari mesin yang digunakan. Namun demikian harga itu bisa agak murah jika bahan-bahan yang digunakan kualitas nomor dua.

Ngadiman menjamin alat slender mesin buatannya itu bisa bertahan lima tahun lebih apalagi jika perawatannya bagus bisa tahan lebih lama lagi. Agar awet digunakan selain di beri pelumas secara rutin juga diadakan pengecatan setahun sekali.

Sedangkan untuk mesin selain menggerakkan alat slender ini , jika penylenderan selesai mesin bisa dicopot dan digunakan untuk mesin pompa air. Oleh karena itu jika petani sudah mempunyai mesin maka petani hanya membeli alat slender untuk meratakan tanah.

“ Ya karena kami belum mempunyai modal yang banyak kami baru melayani pelanggan secara order duluan. Setelah order masuk alat slender baru kami buatkan  secepatnya dan jika sudah jadi baru kita kirimkan ke pemesan”, tambah Ngadiman sambil menunjukkan nomor telepon yang bisa dihubungi 085 727 686 930. (Muin)



 Haji Nyaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202



Sekilas Info Kartu Perlindungan Sosial


Kartu Perlindungan Sosial (KPS) adalah kartu yang diterbitkan oleh Pemerintah sebagai penanda Rumah Tangga Miskin. KPS memuat informasi Nama Kepala Rumah Tangga, Nama Pasangan Kepala Rumah Tangga, Nama Anggota Rumah Tangga Lain,

Alamat Rumah Tangga, Nomor Kartu Keluarga, dilengkapi dengan kode batang (barcode) beserta nomor identitas KPS yang unik. Bagian depan bertuliskan Kartu Perlindungan Sosial dengan logo Garuda, dan masa berlaku kartu.

Sebagai penanda Rumah Tangga Miskin, Kartu Perlindungan Sosial ini berguna untuk mendapatkan manfaat dari Program Subsidi Beras untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah atau dikenal dengan Program RASKIN. Selain itu KPS dapat juga digunakan untuk mendapatkan manfaat program Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).

Pemerintah mengeluarkan Kartu Perlindungan Sosial ini kepada 15,5 juta Rumah Tangga Miskin dan rentan yang merupakan 25% Rumah Tangga dengan status sosial ekonomi terendah di Indonesia.

Kartu Perlindungan Sosial dikirimkan langsung ke alamat Rumah Tangga Sasaran (RTS) oleh PT  Pos Indonesia.
Adapun syarat dan ketentuan dari penggunaan KPS ini adalah sebagai berikut:
1.      Kepala Rumah Tangga pemegang Kartu ini beserta seluruh Anggota Rumah Tangganya berhak menerima Program Perlindungan Sosial.
2.      Kartu ini ditunjukkan pada saat pengambilan manfaat Program Perlindungan Sosial. Ketidaksesuaian nomor Kartu Keluarga asli dengan nomor KK yang ada di KPS,  tidak menghapuskan hak Rumah Tangga atas manfaat program.
3.      Kartu ini tidak dapat dipindahtangankan.
4.      Kartu ini harus disimpan dengan baik, kehilangan atau kerusakan kartu menjadi tanggung jawab pemegang kartu.

Sumber Data Kartu Perlindungan Sosial
Data Rumah Tangga Sasaran (RTS) bersumber dari Basis Data Terpadu (BDT) yang dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Pendataan RTS telah dilakukan sebanyak tiga kali oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu: Pendataan Sosial Ekonomi (PSE) pada tahun 2005, Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) pada tahun 2008, dan yang terakhir PPLS pada tahun 2011.
Dalam rangka meningkatkan keakuratan data RTS, metodologi pendataan RTS disempurnakan, yang mana penyempurnaan metodologi tersebut dikoordinasikan oleh TNP2K. Pendataan di lapangan untuk mencacah seluruh karakteristik Rumah Tangga sasaran dilakukan oleh BPS.

Hasil pencacahan tersebut disampaikan kepada TNP2K untuk diolah sehingga menghasilkan 40% data Rumah Tangga dengan status sosial ekonomi terendah. Data tersebut kemudian dikelola sebagai Basis Data Terpadu (BDT).
Berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT), diputuskan bahwa KPS diberikan kepada 25% Rumah Tangga dengan status sosial ekonomi terendah. Sebagaimana diketahui, bahwa jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan pada bulan September 2012 adalah 11,66%. Maka, pemberian KPS tidak hanya mencakup mereka yang miskin namun juga mencakup mereka yang rentan.

Mekanisme Pemutakhiran dan Pengaduan

Untuk mengantisipasi adanya kemungkinan kesalahan pengiriman yang disebabkan oleh adanya dinamika perubahan status sosial ekonomi masyarakat, atau sebab lainnya seperti Rumah Tangga yang telah pindah alamat, tercatat lebih dari satu kali, atau Rumah Tangga yang seluruh anggota Rumah Tangganya meninggal, telah disusun mekanisme pemutakhiran daftar penerima Kartu Perlindungan Sosial di tingkat desa/kelurahan. Masyarakat dihimbau untuk berpartisipasi aktif dalam mekanisme ini sehingga memungkinkan masuknya Rumah Tangga miskin dan rentan sebagai calon penerima KPS.

Selain itu juga Pemerintah menyediakan layanan pengaduan terkait dengan kepesertaan Kartu Perlindungan Sosial ini melalui Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) yang dapat disampaikan melalui situs www.lapor.ukp.go.id atau melalui SMS ke 1708 dengan mengetik KPS (spasi) Nomor KPS (spasi) isi aduan. Sementara bagi yang bukan penerima Kartu Perlindungan Sosial dapat  mengirimkan SMS ke 1708 dengan mengetik KPS (spasi) isi aduan.

Bagi Rumah Tangga yang merasa tidak termasuk dalam kelompok miskin dan rentan tetapi menerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS), karena beberapa hal seperti kesalahan pengiriman maupun karena inclusion error, dihimbau agar dapat mengembalikan kartu tersebut kepada aparat desa/kelurahan setempat untuk dialihkan kepada Rumah Tangga yang benar-benar berhak. 

Cara Menggunakan KPS Untuk Program RASKIN

Bagi Rumah Tangga Penerima Kartu Perlindungan Sosial, cara memanfaatkan KPS untuk mendapatkan Program RASKIN adalah sebagai berikut:
1.      Rumah Tangga Sasaran membawa Kartu Perlindungan Sosial ke Titik Bagi.
2.      Rumah Tangga Sasaran mengambil Beras RASKIN di Titik Bagi dengan menunjukkan Kartu Perlindungan Sosial.
3.      Rumah Tangga Sasaran dapat membawa pulang 15 Kg Beras RASKIN setiap bulannya dengan harga tebus Rp. 1.600/Kg di Titik Bagi.

Cara Menggunakan KPS Untuk Program BSM 
·         Siswa dari keluarga yang menerima KPS dapat membawa KPS tersebut ke sekolah tempat siswa terdaftar untuk dicalonkan sebagai penerima manfaat Program BSM, paling lambat hingga tanggal 31 Juli 2013 dengan disertai salah satu bukti tambahan berikut:
·          
o    Kartu Keluarga yang nama kepala keluarganya sama dengan nama Kepala Rumah Tangga (KRT) di KPS atau;
o    Surat Keterangan bahwa anak/siswa berasal dari Rumah Tangga penerima KPS dari Kepala RT/RW/Dusun/Setara jika: 
§  Nama kepala keluarga tidak sama dengan nama KRT di KPS namun alamat di Kartu Keluarga sama dengan alamat di KPS atau; 
§  Kepala Keluarga/Rumah Tangga tidak memiliki Kartu Keluarga.
·         Khusus bagi rumah tangga memperoleh KPS dan juga memperoleh Kartu Calon Penerima BSM, dapat membawa salah satu dari kedua kartu tersebut ke sekolah/madrasah tempat siswa terdaftar.
·         Pada pertengahanbulan September2013, Kemendikbud dan Kemenag akan mengeluarkan Surat Keputusan Penetapan Penerima Program BSM sebagai dasar penyaluran dana Program BSM Tahun Pelajaran 2013/2014 untuk semua Jenjang Pendidikan. Bagi tingkat SD/MI sebesar Rp 225.000/semester, SMP/MTs Rp 375.000/semester dan SMA/SMK/ MA Rp 500.000/semester.
·         Pada akhir September2013,siswa dapat mengambil secara langsung dana BSM 1 semester plus manfaat tambahan tahun 2013 sekaligus ke Lembaga Penyalur yang ditunjuk dengan membawa dan menunjukkan beberapa dokumen sebagai berikut:
·          
o    Surat Pemberitahuan Penerima BSM dari Kepala Sekolah/Madrasah;
o    Bukti identitas lainnya (seperti Akte Kelahiran, Kartu Keluarga, Rapor, Ijazah dll).


Cara Penggunaan KPS Untuk Program BLSM 
·         Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) disalurkan ke seluruh Indonesia secara bertahap setelah pengumuman penyesuaian harga BBM. Penerima BLSM diwajibkan membawa Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dan dokumen pendukung (misalnya, KTP) ke kantor pos terdekat untuk mengambil bantuan tunai.
·         Pengambilan BLSM dapat dilakukan oleh pihak keluarga yang lain dengan membawa KPS, surat kuasa dan bukti pendukung tambahan, seperti Kartu Keluarga, KTP atau Surat Keterangan Domisili sebagai bukti bahwa yang mewakili adalah bagian dari Rumah Tanga yang sama.
·         Untuk daerah terpencil dan tidak terdapat kantor pos, PT. Pos Indonesia akan mendatangi daerah tersebut untuk membuka loket khusus pembayaran. Pembayaran masih bisa dilaksanakan hingga awal Desember 2013 yang ditentukan oleh kantor pos dan Pemerintah Daerah setempat.

Sumber : www.TN2PK

 Haji Nyaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202

Senin, 01 Juli 2013

Hello !!!! Di Demak ADA PAK HAJI TERIMA BLSM


Suasana pembagian BLSM 

-Pembagian Tidak Tepat Sasaran

DEMAK-Baru hari pertama pencairan BLSM di Kantor Pos, beberapa warga penerima sudah mengaku jatahnya akan di sunat oleh lembaga desa setempat.
Seperti, Mursidi (40) warga Dukuh Manyar Desa Donorojo Kecamatan Demak Kota, setelah menerima uang BLSM sebesar Rp 300 ribu, sesampai dirumah harus menyetor ke Ketua RT setempat untuk dibagikan secara rata kepada warga lain yang tidak menerima BLSM.

"Baru pertama ini saya terdaftar menerima BLSM, setelah menerima uang sebesar Rp 300 ribu nanti dirumah saya ditagih oleh pak Ketua RT sebesar Rp 100 ribu untuk dibagikan ke warga lain,” ungkap bapak tiga anak ini.

Bagi pria pekerja serabutan ini, uang sebesar Rp 300 ribu cukup membantu biaya hidup keluarganya, sebenarnya dia merasa berat untuk melepas uang Rp 100 ribu untuk dibagikan warga lain, sebab kebutuhan sekolah anaknya yang duduk di kelas satu SD masih kurang. Namun Mursidi tak bisa berbuat banyak, karena hal ini sudah menjadi kesepakatan bersama di desanya.

Ditempat lain, pembagian BLSM tidak tepat sasaran, hal ini terjadi di Kecamatan Wonosalam. Sejumlah rumah tangga sasaran (RTS) yang menerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS), justru sudah menyandang gelar pak haji, memiliki sepeda motor dan sawah.

Suryono (30) warga Dukuh Pampang Desa Tlogorejo Kecamatan Wonosalam mengatakan, tak sedikit penerima KPS berasal dari kalangan berada. Di RT 02 RW 05 Dukuh Pampang, terdapat seorang warga yang menyandang gelar pak haji dan memiliki usaha dealer mobil justru menerima KPS.

“Padahal masih banyak orang-orang jompo dan miskin, seperti Mbah Nyiami justru tidak menerima kartu BLSM,” ungkapnya, kemarin. Kondisi ini juga terjadi di RT 03 RW 05, dari 45 KK yang menerima KPS, hanya enam RTS. Dari jumlah itu, tiga orang diantaranya memiliki sawah bahkan terdapat dua unit sepeda motor di masing-masing rumahnya.

Sementara, dalam pembagian BLSM tahap pertama ini, Kecamatan Demak Kota mendapat giliran pertama pencairan BLSM. “Kami sudah menjadwalkan pembagian bagi warga Kecamatan Demak selama dua hari, yaitu hari Senin dan Selasa,” ungkap Kepala Kantor Pos Cabang Demak, Akhmad Solikin.

Pada hari pertama jumlah penerima BLSM sebanyak 6.045 orang berasal dari 12 desa di Kecamatan Demak , dan hari kedua diperkirakan sebanyak 2.853 orang penerima BLSM dari 7 desa di Kecamatan Demak.

Sementara itu Bupati Demak, HM Dachirin Said mengaku kaget dengan persoalan tersebut, “Saya belum dapat informasi adanya temuan kasus pemotongan itu,” ungkapnya seusai mengikuti Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi soal LPJ APBD 2012 di Gedung DPRD Demak, Senin (1/7).

“Kita lihat segi positifnya dulu, kalau untuk dibagikan kepada warga lain di kampungnya yang tidak dapat BLSM, mungkin untuk mencegah timbulnya gesekan di bawah,” jelas Dachirin. (harsem/swi/hst)
Sumber : HARSEM


 Haji Nyaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202

Terminal Wisata Kudus Terlihat Kumuh

Sampah berserakan di sela-sela bus yang parkir

Kudus - Kondisi terminal wisata Kudus yang berada di desa Sumur Tulak kecamatan Kota kondisinya memprihatinkan. Selain pengaturan jalan yang semrawut juga kebersihannya kurang diperhatikan.

 Terlihat sampah yang berserakan di berbagai tempat khususnya di areal parkir kendaraan roda empat. Di sela-sela kendaraan bus dan minibus terlihat sampah.  Selain menimbulkan pemandangan yang tidak nyaman juga menimbulkan bau yang kurang sedap.

Pemandangan terlihat pada hari Minggu (30/6) yang kebetulan masa liburan sehingga areal parkir cukup di padati kendaraan yang datang dari berbagai kota di Jawa. Kendaraan tersebut mengantarkan para peziarah yang akan berkunjung ke Makam Sunan Kudus.

Jalan masuk ke terminal juga kurang lebar sehingga membuat kemacetan yang cukup lama. Pintu masuk dan keluar hanya satu jalur  sehingga bus yang keluar masuk harus hati-hati agar tidak terjadi kecelakaan.(Muin)


 Haji Nyaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202







Bupati Demak Terkejut Ada Pemotongan BLSM Rp 100 Ribu


Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Priatmojo
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Bupati Kabupaten Demak, HM Dachirin Said saat ditemui seusai Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi soal APBD 2012 di Gedung DPRD Demak mengaku terkejut atas temuan adanya pemotongan bantuan BLSM sebesar Rp 100 ribu.
Dirinya menyatakan belum mendapat informasi terkait adanya temuan kasus pemotongan tersebut.
"Kita coba lihat ini dari segi positifnya dulu jangan negatifnya. Kalau peruntukannya untuk dibagikan kepada warga lain di kampungnya yang tidak dapat BLSM ya itu barangkali untuk mencegah timbulnya gesekan biar tidak ada kecemburuan sosial. Makanya kami ingin lihat datanya dulu," terangnya, Senin  (1/7/2013).
Dachirin juga menambahkan persoalan penyunatan tersebut sebenarnya tidak akan menjadi masalah kalau kedua belah pihak sudah sepakat dengan pemotongan tersebut.
Seperti diberitakan, pembagian Bantuan Langsung Sementara Mandiri (BLSM) di Kabupaten Demak yang dimulai pada Senin (1/7) pagi berjalan lancar.
Tapi lagi-lagi, BLSM memunculkan permasalahan baru. Hal itu seperti yang dialami Mursidi (40). Warga Manyar, Donorojo, Demak Kota itu mengaku uang BLSM yang diterimanya sebesar Rp 300 ribu disunat sebesar Rp 100 ribu.
"Kata RT-nya untuk tetangga di kampung saya yang miskin tapi tidak dapat BLSM. Ya mau gimana kalo untuk kampung ya pasrah saja," ujarnya saat ditemui seusai menerima BLSM di Kantor Pos Cabang Demak.
Sumber : Tribun Jateng


 Haji Nyaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202

Liburan Pengunjung Wisata Religi Demak Membludag


Gerbang makam Sunan Kalijaga Kadilangu


Liburan sekolah yang berlangsung saat ini membuat  tempat wisata religi di Demak  kebanjiran peziarah. Mereka datang dari berbagai tempat bahkan ada yang datang dari luar pulau jawa seperti Lampung. Sehingga membuat tempat Parkir Makam Sunan Kalijaga tidak dapat menampung Kendaraan seperti bus dan minibus.

“ Ya membanjirnya peziarah sudah satu mingguan ini, selain liburan sekolah juga menjelang Ramadhan . Mereka tidak hanya datang dari Jawa Tengah saja namun hampir semua kota di Jawa dan luar Jawa datang berziarah ke sini “, ujar penerima tamu di Makan Sunan Kalijaga

Makam Sunan Kalijaga terletak di desa Kadilangu kecamatan kota. Makam ini sejak dahulu dikenal sebagai obyek wisata religi Demak selain makam Sultan Fatah dan Masjid Demak.


Depan makam Sunan kalijaga


Sunan Kalijaga di kenal sebagai salah satu wali dari Walisongo penyebar agama Islam di tanah Jawa. Setiap satu tahun sekali ada keramaian Grebeg Besar yaitu tradisi untuk mencuci pusaka peninggalan sunan yang berupa Keris Kyai Crubuk dan Kutang Antakesuma.

Keramaian Grebeg besar merupakan salah satu agenda wisata religi tahunan sebagai salah satu pemasukan di sector Pariwisata. Selama sepuluh hari di lapangan  kota di gelar berbagai pertunjukan untuk rakyat. Selain mendatangi keramaian warga dari seluruh penjuru Demak juga berziarah ke makam Sunan Kalijaga dan Raden Patah.

Keramaian Makam Sunan Kalijaga pada liburan kali ini membuat rejeki tersendiri bagi pedagang yang mremo di sekitar makam. Selain itu penjual jasa WC umum juga menangguk untung yang lumayan besar . Setiap hari pengunjung yang datang mencapai ribuan orang. (Muin)

 Haji Nyaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202





Muthoifin, Mahasiswa Asal Demak Raih 10 Gram Emas


Muthoifin (tengah) saat menerima penghargaan dan hadiah

Muthoifin, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor,  asal Desa. Kedungmutih, Kec. Wedung, Kab. Demak, berhasil menjadi Juara 2 Lomba Menulis Artikel tingkat Jawa Tengah yang diselenggarakan PT. Pegadaian Persero. Dengan hasil tersebut, Muthoifin meraih hadiah berupa investasi emas sebesar 10 gram atau sekitar 5 juta rupiah.

Dalam lomba yang bertemakan “Emas sebagai Alat Investasi”, Muthoifin membuat tulisan yang berjudul Emasku Pencerah Mimpiku. Dalam tulisannya, Muthoifin menyoroti peluang investasi emas yang kian menjanjikan, dan harus dimbangi dengan tempat pemilihan investasi yang tepat, sekaligus sarana untuk mencerahkan mimpi indah bagi seseorang yang mempunyai mimpi mulia.

Dihubungi lewat telepon, Muthoifin mengungkapkan rasa syukur yang tidak terkira atas prestasinya tersebut. “Sebagian hadiahnya akan saya uangkan untuk keperluan wisuda, sedangkan sebagian yang lain akan saya investasikan “berupa logam emas” buat masa depan,” ungkap Muthoifin.

Selain Muthoifin, Angga dan Firstya Evi Dianastiti masing-masing dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) juga berhasil menjadi juara 1 dan 3 dalam lomba tersebut. Angga membuat tulisan yang berjudul Berkebun Emas di Ladang Gadai. sedangkan Firstya tulisan berjudul Berburu Kemilau Emas. Dengan hasil tersebut, Angga mendapat hadiah berupa investasi emas sebesar 15 gram dan Firstya 5 gram. (Mm)


 Haji Nyaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202