Jumat, 14 Februari 2014

Woooo !!!!!!! Letusan Gunung Kelud, bencana membawa berkah

Warga kumpulkan pasir muntahan Gunung Kelud. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Debu bekas material letusan Gunung Kelud, yang dimuntahkan pada Kamis malam lalu, ternyata bermanfaat bagi warga sekitar. Debu abu vulkanik yang mengotori tiga wilayah di sekitar gunung, yaitu Blitar, Kediri, dan Malang, dikumpulkan untuk bahan bangunan atau dijual.

Pemandangan ini terlihat di Kota Kediri. Salah satunya, dilakukan Kamdir, warga Desa Reco, Kecamatan Kendat, Kediri. Dia dan empat rekan sekampungnya, membersihkan debu yang berserakan di area jalan persawahan di Desa Reco.

Sejak pagi tadi, lima warga Desa Reco itu, mengumpulkan debu-debu ke atas truk. "Ini sudah dapat satu angkle truk. Nantinya mau saya gunakan sendiri di rumah," aku Kamdir, Sabtu (15/2).

Tak hanya digunakan untuk pribadi, yaitu untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak akibat dihantam hujan debu bercampur kerikil pada Kamis malam, tapi pasir-pasir itu juga akan dijual jika ada yang mau membelinya.

"Kalau ada yang mau beli ya nggak apa-apa. Kalau dulu, waktu meletus tahun 2007, satu angkle truk dihargai Rp 400 ribu, sekarang ya nggak tahu, yang jelas lebih mahal lah," katanya.

Menurut kelima warga Reco ini, letusan Gunung Kelud, selain menjadi bencana, juga bermanfaat bagi warga sekitar.

"Ini juga berkah dari Gusti Allah. Pasir-pasir ini bisa dimanfaatkan warga sekitar. Ini juga rezeki yang patut disyukuri. Ya memang bencana, karena merusak rumah-rumah warga, tapi diganti sama Allah dengan pasir-pasir ini. Gratis dan bisa dijual buat tambahan renovasi," sahut salah satu rekan Kamdir.

Dari pantauan merdeka.com di lapangan, kelima orang ini memiliki peran masing-masing. Dua orang mengumpulkan pasir (debu vulkanik) yang berserakan di jalan dengan skrop, tiga lainnya mengangkutnya ke atas truk.

Seperti diketahui, pasca-erupsi Kamis malam lalu, beberapa warga terdampak, bergotong royong membersihkan atap rumah mereka masing-masing yang dipenuhi debu. Sebagian lagi ada yang menyiramnya dengan air, agar debu tidak beterbangan saat dilalui mobil.

Lainnya lagi membersihkan jalanan dan mengumpulkan material bekas muntahan Kelud teersebut, seperti yang dilakukan Kamdir Cs. Selain menguntungkan, membersihkan debu-debu yang berserakan itu, juga membantu para pengguna jalan, akan kembali merasa nyaman dalam berkendara.
[war]


Rabu, 12 Februari 2014

Kasihan Mangkir Shalat Zuhur, Pelajar Ini Ditemukan Tewas di Kelas


DEMAK, KOMPAS.com - Salah seorang siswa MTs Negeri I Karangtengah, Demak, Ansmin Widianto (14), warga Desa Dukun RT 02 RW 01, Kecamatan Karangtengah, Demak ditemukan sudah tidak bernyawa di salah satu ruang kelas, Selasa (11/2/2014).

Saat ditemukan, kondisi siswa kelas dua tersebut sangat mengenaskan. Kepalanya luka parah akibat terjatuh dari atap ruangan kelas.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Demak, AKP Sutomo menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi saat jam istirahat kedua sekitar pukul 11.45 WIB. Seperti biasa, pihak sekolah mengadakan shalat zuhur berjamaah di masjid sekolah. Bukannya ikut kegiatan rutin tersebut, Ansmin justru menyelinap ke toilet sekolah di lantai dua, lalu naik ke atas atap ruang kelas 8 untuk bersembunyi.

Tanpa disadari, korban berada di atas atap asbes yang rapuh. Diduga tidak mampu menahan beban tubuh korban, asbes ambrol, korban pun jatuh.

"Atap ruangan yang dipijak tidak kuat menahan berat korban. Tiba-tiba atapnya ambrol, korban pun ikut meluncur ke bawah dan kepalanya membentur lantai hingga mengalami pendarahan hebat," jelas AKP Sutomo.

Dari hasil olah TKP, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. "Korban murni terjatuh dari atap ruangan setinggi tiga meter," imbuh Sutomo.




Horeee !!!! 50 KM Jalan Kabupaten Demak Dibeton Lagi


Demak – Tahun ini, Pemkab Demak akan meneruskan betonisasi jalan kabupaten sepanjang 50 kilometer.
Sedikitnya, 115 paket kegiatan fisik jalan dan jembatan telah teranggarkan senilai Rp 123 miliar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Energi (DPUPE) Demak, Budi Haryanto mengatakan, sejumlah ruas jalan antar kecamatan akan terhubung tanpa putus. Diantaranya, Demak-Bonang, Bonang-Wedung, Bonang-Morodemak, Kaligondang-Tlogodowo, Wonokerto-Tambakbulusan dan Cangkring-Karangrejo.
Kalau perbaikan jalan (kabupaten) yang rusak akibat banjir nantinya sebatas tambal sulam, seperti di kawasan Alun-alun,” katanya saat ditemui baru-baru ini. 
Perbaikan jalan tersebut hingga kini belum dapat dilakukan perbaikan secara permanen karena pertimbangan cuaca yang masih belum menentu. Diperkirakan, perbaikan sejumlah ruas jalan rusak ini bisa dilakukan setelah intensitas hujan mulai berkurang atau sekitar Maret.
Sementara itu, Sekretaris DPUPE Budi Harsono didampingi Kabid Bina Marga Giharto menambahkan, proyek peningkatan jalan ini sumber anggarannya berasal dari dana alokasi khusus (DAK), bantuan gubernur (Bangub) dan APBD II. Proyek tersebut nantinya menghubungkan jalan kabupaten dengan jalan provinsi dan nasional.
Di antaranya KarangawenPamongan, Buyaran-Guntur, Gajah-Dempet, Mranggen-Banyumeneng. Tiap ruas jalan yang dibeton itu mendapatkan alokasi anggaran mulai Rp 700 juta-Rp 1 miliar.
Di luar betonisasi, pemeliharaan rutin jalan juga mendapat alokasi dana dari APBD II. Tahun ini anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan masing-masing senilai Rp 4 miliar dan Rp 1,2 miliar,” terangnya.
Selanjutnya, tiga jembatan juga akan dibangun permanen yakni Jembatan Pasir (Desa Pasir Kecamatan Mijen), Jembatan Kalicogeh (Desa Ploso Kecamatan Karangtengah) dan Jembatan Gedangalas (Desa Gedangalas Kecamatan Gajah). Total anggaran ketiga jembatan ini senilai Rp 8,5 miliar.
Proses lelang pengadaan barang dan jasa tahap I akan dilakukan awal Maret. Adapun kegiatan fisik baru dimulai sekitar April. Proyek pembangunan jembatan memakan waktu paling lama yakni minimal sekitar enam bulan. *(Humas Demak–NDR)

Selasa, 11 Februari 2014

Demak Belum Berani Rilis Pengumuman CPNS K2

DEMAK, suaramerdeka.com Hasil tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari jalur honorer kategori II (K2) di 45 kabupaten/kota se-Indonesia telah beredar di dunia maya sejak Senin kemarin. Meski begitu, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Demak belum berani merilis pengumuman tersebut.
Plt BKD Demak, Agus Hartono mengaku belum berani mengumumkan hasil tes CPNS honorer K2 ini lantaran hingga kini belum menerima berkas salinan secara resmi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Selain itu, informasi yang disampaikan BKN bahwa hasil tes CPNS honorer K2 ini akan diumumkan pada 14 Februari mendatang.
"Kami belum bisa mengomentari benar tidaknya informasi yang beredar di dunia maya. Sebab ada kekhawatiran jika website Kementerian PAN dan RB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) diretas hacker," katanya, Selasa (11/2).
Pihaknya juga berkali-kali diberondong pertanyaan dari peserta tes CPNS honorer K2. Pengumuman yang mundur hingga dua kalis dari yang dijadwalkan yakni akhir Januari dan 5 Februari lalu, semakin membuat Pemkab tidak berani merilis informasi itu ke publik.
BKD Demak sendiri, sudah membuka beberapa website yang melansir hasil tes CPNS honorer K2 termasuk website dari Kementerian PAN dan RB. Dari website itu, 559 orang dari 1.870 orang peserta tes dinyatakan lolos.
Jika diprosentase, lanjutnya, jumlah peserta yang lolos ini sesuai dengan ketentuan dari pusat yakni sekitar 30 persen. Hanya saja, informasi yang terkait by name itu kebenarannya belum bisa dipertaanggungjawabkan.
"Biasanya sebelum diumumkan ke publik, berkas salinan pengumuman akan diserahkan melalui BKN Regional I atau Pemprov. Kami masih menunggu undangan resminya," tukasnya.
Berdasar informasi yang dihimpun, hasil tes CPNS honorer K2 dari 47 kabupaten/kota di lima provinsi diumumkan di situs Kementerian PAN dan RB, BKN, JPNN, dan Liputan6. Seperti dikutip di website Kementerian PAN dan RB bahwa hasil tes tersebut diumumkan secara bertahap.
( Hartatik / CN31 / SMNetwork

Senin, 10 Februari 2014

Banjir Kedungmutih , Lagi, 7 Warga Demak Positif Demam Berdarah

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK- Kemarin tercatat sudah 28 warga terjangkit demam berdarah dan 3 diantaranya meninggal dunia. Kini, ada lagi tambah 7 warga Kedungmutih, Kecamatan Wedung, Demak positif demam berdarah.
Kepala Desa Kedungmutih, Hamdan mengatakan,  warga yang dirawat di RS bertambah 7 orang. Saat ini masih banyak warga yang rawat jalan di klinik dokter maupun di Puskesmas.
Desa Kedungmutih Kecamatan Wedung yang terletak di tepi pantai dan berbatasan dengan Kabupaten Jepara tersebut dilanda banjir selama dua minggu lebih. Hamdan mengatakan lebih lanjut, saat ini warga yang sakit sedang dalam penanganan dan pantauan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Demak dan Puskesmas Wedung II.
"Sudah sejak Sabtu (8/2/2014) ada bantuan fogging di rumah warga oleh Dinas Kesehatan untuk mengurangi berkembang biak nyamuk," terang Hamdan, Minggu (9/2/2014) siang.  (*)
Laporan  Tribun Jateng, Alfi M Muhamad
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK-  Sebanyak 28 warga Desa Kedung Putih, Wedung menderita demam berdarah disinyalir karena dampak banjir yang melanda daerah di Demak tersebut.
Kepala Desa Kedungmutih, Hamdan, mencatat sebanyak 28 warganya menderita demam berdarah dan sebagian besar sudah dirawat di RS wilayah Kudus dan Jepara. Tiga diantarannya sudah dinyatakan meninggal. Satu orang meninggal saat dirawat di RSUD Kartini Jepara dan dua lainnya meninggal sebelum dibawa ke rumah sakit
"Ada 28 warga yang sakit demam berdarah. Ada 3 warga yang sudah meninggal akibat penyakit tersebut yaitu warga Rt 02 RW 02, Ibu Salami (50) meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Kartini. Sedangkan dua warga lainnya meninggal sebelum dibawa ke RS yaitu warga RT 08 Rw 01 Bapak Kundori (78) dan Bapak Matori (84) keduanya warga RT 8 RW 1," ujar Hamdan saat dihubungi Tribun Jateng, Jumat (7/2/2014) siang.
Selain warga yang dirawat di RS Hamdan mengatakan ada ratusan warga yang sakit tapi dilakukan rawat jalan di klinik dokter setempat dan Puskesmas Wedung yang ada di Desa Mutihkulon.
"Ini kali pertama kejadian wabah demam berdarah menimpa warga kami. Dari hasil pemeriksaan puskesmas total 77 persen dari 44 KK terjangkit demam berdarah kami menggratiskan pengobatan untuk penanganan darurat," lanjutnya.
Desa Kedungmutih terkena dampak luapan Sungai Serang selama  hampir dua minggu. Para warga tidak bisa beraktifitas hanya tinggal di pengungsian dan ada yang memilih bertahan.
"Kami ingin dari Pemerintah daerah memberikan bantuan fogging dan memberi obat kaporit untuk sumur warga agar nyamuk tidak berkembangbiak di genangan-genangan air. Penyakit tak hanya demam berdarah, warga juga ada yang menderita diare dan kencing tikus," tandas Hamdan. (*)

Tingkatkan Minat Kuliah dengan University Expo


Jepara - Dalam rangka meningkatkan minat peserta didik Kabupaten Jepara untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Alumni Pesantren Kilat Mata Air Jepara menggelar kegiatan University Expo (Uniex), Jumat hingga ahad (7-9/02). Kegiatan yang diselenggarakan di gedung wanita kabupaten Jepara tersebut merupakan agenda utama alumni mata air dalam mengabdi kepada masyarakat Jepara.

Siti Rahayu, ketua kegiatan University Expo menuturkan bahwa kegiatan tersebut telah digelar dua tahun belakang. “Melihat antusiasme masyarakat Jepara setahun yang lalu, tahun ini punkami juga menggelar kegiatan serupa,” tuturnya.

Kegiatan yang bertemakan ‘Mengabdi Berkarya untuk Indonesia’ tersebut akan diisi oleh perguruan-perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. “Meskipun tidak semua Perguruan Tinggi turut andil dalam kegiatan ini, namun setidaknya Pergurun Tinggi yang ada telah mewakili semuanya,” kata Rahayu saat ditemui setelah pembukaan University Expo, jumat (07/02).

Dia menerangkan selain Pameran Perguruan Tinggi kegiatan tersebut juga diisi dengan Seminar Pendidikan, Try Out bersama SBMPTN, lomba Futsal, lomba karikatur, lomba poster, lomba geguritan dan lomba Stand Up Comedy. “Pada umumnya kegiatan ini untuk meningkatkan prestasi pendidikan yang ada di Jepara,” terangnya.

Adib Khoiruzzaman, manajer Mata Air Jepara  mengatakan, kegiatan bertujuan untuk memberikan sosialisasi PTN-PTS kepada siswa SMA sederajat se-kabupaten Jepara. Ia menilai sosialisasi yang dilakukan selama ini belum menyeluruh. Sekolah di pinggiran, sambungnya, jarang disentuh. Padahal mereka juga memiliki potensi meski dalam hal pendanaan memang kurang.

Adib menyampaikan, University Expo merupakan agenda untuk memberikan informasi PTN-PTS kepada siswa SMA. Harapannya kegiatan bermanfaat untuk mereka yang hendak meneruskan jenjang ke pendidikan yang lebih tinggi.

Di Jepara, terang Adib Mata Air sudah berjalan 3 tahun. Komunitas Mata Air Foundation dalam setiap tahun mengadakan Pesantren Kilat (Sanlat) sebagai bekal untuk kuliah. Saat Sanlat santri dibina materi persiapan masuk ke Perguruan Tinggi Materi lain yang tidak kalah penting adalah materi keagamaan dan kebangsaan.

“Alumni Pesantren Kilat Mata Air Jepara selain kami siapkan untuk dapat masuk ke perguruan tinggi negeri juga kami pacu untuk berwirausaha dan mempunyai jiwa kepemimpinan,” katanya.

Subroto, wakil bupati Jepara dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini perlu dijadikan sebagai agenda wajib untuk meningkatkan taraf pendidikan di Kabupaten Jepara. “Sosialisasi Perguruan Tinggi perlu diadakan agar pelejar di Jepara semakin tinggi minat kuliahnya,” katanya.

Beliau berharap melalui kegiatan tersebut pihaknya berharap masyarakat semakin sadar untuk menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi. (Rif’ul Mazid Maulana)





Banjir Kedungmutih Demak, Puluhan Warga Masih Di Rawat


Demak - Banjir yang yang melanda desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak akhir Januari tahun ini masih menyisakan duka lara bagi ratusan warga. Selain harta benda yang terkurang habis nyawa juga terancam karena terserang berbagai penyakit pasca banjir.

“ Saat ini warga kami yang masih berada di rumah sakit sekitar 32 orang . Mereka tersebar di berbagai RS dan Puskesmas di Jepara , Demak dan Kudus “, kata Hamdan Kepala Desa Kedungmutih Minggu (9/2).

Sedangkan yang positif meninggal dunia dalam kasus pasca banjir ini ada 3 orang . Masing-masing Kondori (76), Matori (84) dan Sawami (50). Untuk Kondori dan Matori mereka meninggal dunia di rumah masing-masing. Sedangka Sawami meninggal di Rumah Sakit “ RA Kartini “ Jepara.

Dengan adanya musibah yang terjadi pasca banjir Hamdan mengharapkan bantuan semua fihak . Utamanya Dinas Kesehatan mulai dari tingkat kabupaten ,propinsi sampai dengan pusat. Musibah yang tergolong luar biasa itu baru kali ini terjadi.

“ Banjir kali ini marupakan banjir yang terbesar sepanjang sejarah desa kami. Selain merendami hampir semua rumah dampak yang ditimbulkan cukup luar biasa berkenaan dengan penyakit yang menyerang “, tambah Hamdan.

Fatkul M dari Pusat Informasi Masyarakat Pesisir mengatakan , Banjir yang melanda wilayah Wedung memang berdampak cukup besar bagi warga desa. Selain penyakit yang menyerang warga pasca banjir juga menyebabkan beberapa warga terkena depresi.

Harta mereka berupa garam dan ikan di tambak semuanya hanyut terbawa air. Padahal harta tersebut adalah simpanan mereka yang diharapkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Puluhan warga mempunyai simpanan garam ikan di tambak namun semunya habis di sapu banjir.

“ Dari keterangan yang saya dapatkan dari Kepala Desa Kedungmutih ada seorang warga yang mengalami depresi dan harus diikat karena mengamuk terus. Pasalnya garam sekitar 50 ton miliknya terendam oleh air banjir”, kata Fatkhul.

Fatkhul mengharapkan dengan kondisi tersebut diatas dia mengharapkan bantuan dari berbagai fihak utamanya pemerintah untuk menuntaskan derita warga desa Kedungmutih. Selain bantuan kesehatan seperti pengobatan gratis , rujukan ke rumah sakit dan juga pembersihan kampung dari berbagai macam virus yang menyebarkan penyakit.

“ Kami tidak ingin ada musibah yang kedua kali yang melanda desa Kedungmutih ini . Karena kondisi saat ini masih hujan sehingga akan muncul genangan kembali “, kata Fatkhul . (Muin)