Tampilkan postingan dengan label Tribun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tribun. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Agustus 2014

Heboh !!!!! Sepasang Jenglot Berhasil Ditangkap Warga Desa Kaliputu


Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNNEWS.COM, KUDUS - Warga Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kudus, dihebohkan penangkapan sepasang jenglot berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, Rabu (27/8/2014). Warga berbondong-bondong ingin menyaksikan pasangan jenglot tersebut.
Penangkapan kedua jenglot berawal dari tertangkapnya satu jenglot berjenis kelamin perempuan, Selasa (26/8/2014) dini hari. Awalnya, seorang warga RT 5 RW 1, Desa Kaliputu, Edi Mulyono melihat benda yang memancarkan bayangan putih dan terbang bolak-balik di depan rumahnya sekitar jam 01.00.
"Edi kemudian penasaran, dan meminta bantuan warga lain untuk menangkap benda itu. Karena bantuan warga, akhirnya berhasil menangkapnya," kata Kepala Desa Kaliputu, Suyadi.
Setelah ditangkap, diketahui bahwa benda tersebut adalah sebuah jenglot. Sebuah sosok kecil dengan besar setelapak tangan dan berkulit hitam. Jenglot berjenis kelamin perempuan itu kemudian diamankan Edi di rumahnya.
"Kemudian pada malam berikutnya yaitu Rabu (27/8/2014) dini hari sekitar jam 01.30, terjadi Kejadian yang sama. Ada penampakan bayangan putih di depan rumah Edi," ujarnya.
Oleh warga, benda berwarna putih itu pun kemudian kembali ditangkap. Warga meyakini bahwa penangkapan jenglot kedua masih ada hubungannya dengan jenglot yang pertama.
"Dan ternyata setelah tertangkap, juga diketahui sama dengan penemuan pertama. Hanya saja, bentuknya lebih besar dan panjang. Diyakini bahwa yang pertama ketangkap itu kan, jenisnya perempuan, sedangkan yang kedua itu adalah laki-laki. Jadi sepasang," terang Suyadi.
Kabar penangkapan kedua jenglot langsung menyebar dari mulut ke mulut. Tak ayal, warga pun penasaran ingin menyaksikan langsung wujud jenglot tersebut hingga membuat rumah rumah Edi menjadi ramai dengan warga yang penasaran akan bagaimana bentuk jenglot.
Agar tidak terlepas, kedua jenglot tersebut kemudian dimasukan dalam sebuah toples plastik. Sehingga, warga dengan leluasa menyaksikannya dan tidka perlu khawatir.
"Untuk sementara biar di rumah Edi dulu, Nantinya, kalau memang sudah waktunya, jenglot itu akan kita larung saja," pungkasnya. (*)



Jumat, 18 April 2014

Penipuan Kelas Tinggi !!!!!! Hendra Saputra , OB Yang Mendadaj jadi Direktur


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hendra Saputra hanyalah seorang pegawai rendahan. Ya, betul-betul rendahan. Pendidikannya pun sebatas lulusan sekolah dasar. Di kantor-kantor perusahaan di metropolitan Jakarta, posisi seperti dia biasanya pesuruh, atau biasa disebut office boy.
Siapa nyana, dia rupanya tidak sekadar pesuruh melainkan merangkap sebagai direktur utama perusahaan. Namun posisi hebat itu justru membawanya meringkuk di dalam penjara, Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Cipinang. Kok bisa?
Begini ceritanya. Hendra merupakan office boy di perusahaan PT Imaje Media Jakarta. Perusahaan ini milik Riefan Avran, putra Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengan (UKM)  Syarief Hasan. Syarief merangkap Ketua Harian DPP Partai Demokrat, partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono.
Entah bagaimana bisa, nama Hendra tiba-tiba muncul menjadi seorang pimpinan tertinggi, denga jabatan direktur utama. Dan parahnya, dia dianggap menjadi orang yang bertanggung jawab atas kasus dugaan korupsi yang dilakukan perusahaan tersebut.
Pengacara Hendra Saputra, Ahmad Taufik mengatakan kliennya sudah bekerja pada perusahaan Riefan Avran selama empat tahun. Tugasnya setiap hari membersihkan kantor tempat Rivan bekerja, kemudian menjemput anak dan istri majikannya di apartemen untuk sekolah dan ke kantor.
"Awalnya dia digaji Rp 800 ribu per bulan. Belakangan gajinya naik menjadi Rp 1,2 juta," ucap Ahmad kepada TRIBUNnews.com.
Sebagai pesuruh di kantor, Hendra bekerja tidak melalui perusahaan alih daya atau outsorcing tetapi langsung bekerja pada perusahan Riefan yang berkantor di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Gajinya yang pas-pasan membuat Hendra memilih tinggal di kantor Riefan.
"Karena rumahnya di Bogor, ia pulang hanya Sabtu Minggu. Bila pulang setiap hari gajinya bisa habis buat ongkos," ungkapnya.
Ahmad pun menceritakan bagaimana nama kliennya bisa tercantum dalam akte perusahaan PT Imaje Media Jakarta sebagai direktur. Suatu ketika, ia disodori sebuah akta untuk ditanda tangan.
Ia tidak tahu akta yang ditanda tangannya tertera namanya sebagai direktur. Ia tidak membaca secara cermat karena diminta cepat untuk mengirimkan surat ke Kementerian Hukum dan HAM. "Penandatanganan tersebut pun bukan dilakukan di depan notaris," ucapnya.
Ada dua nama perempuan yang saat itu meminta Hendra menandatangan akte tersebut. Wanita tersebut dikatakan Ahmad dekat dengan Riefan. "Mereka sering rapat bertiga dengan Riefan," ujarnya.
Mengenai rekening atas nama Hendra yang dijadikan penampungan uang proyek pengadaan videotron --video lektronik layar lebar yang lazim dijadikan media promosi, Ahmad menjelaskan, Hendra diminta Riefan untuk membuka rekening atas nama Hendra sendiri. Ia tidak tahu tujuan pembuatan rekening tersebut. "Ia pura-pura menyuruh membuka rekening, tapi uangnya diambil oleh Riefan," ucapnya.
Kasus ini telah membawa korban. Dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan videotron di Kementerian Koperasi dan UKM, yakni Hasnawi Bachtiar dan Kasiyadi diduga tewas di dalam Rutan Cipinang. Sebab-sebab kematian belum diketahui.
Setelah kematian tersangka atas nama Hasnawi Bachtiar, Hendra mulai ketakutan bernasib sama dengan tersangka videotron lainnya.
Meskipun tidak ada ancaman yang diarahkan kepadanya, kematian Hasnawi Bachtiar mengganggu psikologis Hendra. "Sejak kematian tersangka Bachtiar, hal tersebut menimbulkan rasa takut kepada Hendra," ucap Ahmad Taufik.
Bagaimana pun, Hendra merasa menjadi incaran pelaku sebenarnya dalam kasus tersebut untuk menghilangkan jejak. "Tentu dia takut karena pelaku sebenarnya bukan dia," katanya.
Di tengah ketakutannya kemudian, Hendra menghubungi keluarganya sampai akhirnya meminta bantuan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Ahmad berharap, LPSK bisa secepatnya mengambil kliennya guna memberikan rasa aman.
Meskipun dilanda ketakutan, Hendra tetap bersikap seperti biasa di dalam tahanan. Ia makan makanan yang diberikan pihak Lapas karena tidak memiliki pilihan lain. "Makan tetap makan yang disediakan Lapas, karena memang tidak ada makanan lain di sana," ungkapnya.
 Hendra menjadi tersangka korupsi kasus pengadaan videotron di Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Kasus ini ditangani Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Kasus dugaan korupsi videotron pernah menjadi sorotan mantan politikus Demokrat Gede Pasek Suardika, teman dekat mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Hendra dibekuk Tim Jaksa Kejati DKI dan Kejati Kaltim pada Oktober 2013 silam di sebuah tempat kos di Samarinda, Kaltim. Ia diminta mempertanggung jawabkan dugaan korupsi sementara Riefan sang boss asli berstatus sebagai saksi. Awalnya Hendra ditahan di Rutan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, kemudian pada 26 Februari 2014 dipindah ke Rutan Cipinang.
Dalam kasus korupsi proyek senilai Rp 23,4 miliar ini kejaksaan menduga terjadi penyimpangan yang oleh PT Imaje Media Jakarta. Dalam kasus ini negara telah dirugikan sebesar Rp 17 miliar.
Kejati Jakarta telah menetapkan 3 orang tersangka. Tiga tersangka merupakan pejabat di Kemenkop dan UKM, mereka adalah Pejabat Pembuat Komitmen Hasnawi Bachtiar dan Anggota Panitia Lelang Kasiyadi, serta Hendra Saputra yang diangkat menjadi Direktur PT IMJ.
Tersangka Bachtiar merupakan tahanan Kejati DKI Jakarta yang dititipkan di Rutan Cipinang. Bachtiar adalah adik ipar Menkop dan UKM Syarif Hasan telah meninggal 18 Maret lalu. Kemudian tersangka Kasiyadi, selaku Anggota Panitia Lelang. Namun, dia belum dapat terkonfirmasi keberadaannya sampai saat ini. (tribunnews/adi/edf)




Rabu, 02 April 2014

Info Terbaru : Penumpang MH370 Kirim Pesan Ditahan di Diego Garcia Oleh Militer


TRIBUNNEWS.COM - Hampir satu bulan lamanya misteri hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 belum juga terpecahkan. Perdana Menteri Malaysia Najib Razak sebelumnya sudah mengumumkan bahwa MH370 tujuan Kuala Lumpur-Beijing perjalanannya berakhir di Samudera Hindia dan tidak ada satupun penumpang yang selamat.
Namun kini mendadak muncul pengakuan dari salah seorang penumpang bernama Philip Wood. Ia menuliskan pesan di forum 4plebs.org.
Philip memposting pesannya 19 Maret 2014 atau usai 11 hari MH370 hilang. Isi pesan Philip pada intinya bahwa ia bersama penumpang MH370 lainnya saat ini berada di pulau Diego Garcia setelah pesawat yang ia tumpangi dibajak.
"Saya disandera oleh beberapa personil militer yang tidak diketahui darimana. Saya ditahan setelah pesawat dibajak. Saya sendiri kerja untuk IBM dan ketika pesawat dibajak lalu saya ditahan, saya menyembunyikan handphone saya di pantat. Sekarang saya ditahan di sel bersama ratusan penumpang lainnya," kata Philip.
Warga AS tersebut juga sempat mengubah foto profilnya di forum 4lebs.org. Ia mengubahnya menjadi warna hitam pekat dan setelah ditelusuri ternyata foto terpasang pada tanggal 18 Maret 2014 pada pukul 20.49 malam waktu setempat.
Philip di akhir postingan fotonya yang menggunakan I Phone Apple 5 memberikan sedikit pesan.
"Profil foto sangat menarik, karena bukan saja hanya warna hitam pekat. Kamu bisa melihat noise jika dizoom. Saya berada di ruangan yang gelap,"ujar Philip.
Keyakinan bahwa foto yang diposting Philip adalah asli juga dibenarkan oleh salah satu jurnalis di situs jimstonefreelance.com/phillipwood.html.
Di situs tersebut jurnalis itu menegaskan bahwa foto yang diposting Philip bukanlah hoax.
Sementara itu di banyak sosial media banyak pengguna internet mencoba menganalisa foto-foto hitam yang diposting Philip Wood. Dari sekian banyak yang menganalisa, sebagian besar melihat ada bayangan mirip seperti manusia dan berjumlah tiga orang.
Diduga ketiga orang tersebut adalah penjaga sel tempat dimana Philip ditahan bersama ratusan penumpang lainnya.
Keanehan juga terjadi dalam informasi di situs resmi Bandara Diego Garcia. Di situs resminya www.amc.af.mil saat hilangnya MH370 pada tanggal 8 Maret 2014 mendadak terpampang di layar tidak ada jadwal penerbangan.
Namun setelah dicek sekitar tanggal 18 Maret 2014 saat dibuka kembali situsnya terlihat jelas jadwal penerbangan dari dan menuju Diego Garcia.
Adanya informasi tersebut menambah panjang deretan spekulasi dan misteri mengenai hilangnya Malaysia Airlines MH370.
Namun, dugaan Philip Wood berada di Diego Garcia bersama ratusan penumpang lainnya sangat cocok dengan deretan saksi mata yang melihat MH370.
Seperti misalnya pilot Boeing 777-200 yang menerbangkan pesawat menuju bandara Narita, Jepang sempat melihat 30 menit sebelum MH370 hilang. Pesawat Malaysia Airlines tersebut dilihatnya berada tepat di hadapannya pada tanggal 8 Maret pukul 01.30.
Berikutnya masih tanggal 8 Maret 2014 seorang nelayan Malaysia melihat pesawat terbang rendah menuju arah Selat Malaka.
Tidak lama setelahnya nelayan Indonesia juga melihat pesawat mirip Malaysia Airlines terbang rendah pada koordinat 05 derajat 21'94 N-98 derajat 18'61.30 E atau di sekitar wilayah Banda Aceh.
Pukul 06.15 pada hari yang sama seorang warga negara Maladewa yang tinggal di Kuda Huvadhoo mengaku melihat pesawat mirip Malaysia Airlines MH370 terbang rendah dari utara menuju tenggara, diduga menuju Diego Garcia.

Senin, 10 Februari 2014

Banjir Kedungmutih , Lagi, 7 Warga Demak Positif Demam Berdarah

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK- Kemarin tercatat sudah 28 warga terjangkit demam berdarah dan 3 diantaranya meninggal dunia. Kini, ada lagi tambah 7 warga Kedungmutih, Kecamatan Wedung, Demak positif demam berdarah.
Kepala Desa Kedungmutih, Hamdan mengatakan,  warga yang dirawat di RS bertambah 7 orang. Saat ini masih banyak warga yang rawat jalan di klinik dokter maupun di Puskesmas.
Desa Kedungmutih Kecamatan Wedung yang terletak di tepi pantai dan berbatasan dengan Kabupaten Jepara tersebut dilanda banjir selama dua minggu lebih. Hamdan mengatakan lebih lanjut, saat ini warga yang sakit sedang dalam penanganan dan pantauan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Demak dan Puskesmas Wedung II.
"Sudah sejak Sabtu (8/2/2014) ada bantuan fogging di rumah warga oleh Dinas Kesehatan untuk mengurangi berkembang biak nyamuk," terang Hamdan, Minggu (9/2/2014) siang.  (*)
Laporan  Tribun Jateng, Alfi M Muhamad
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK-  Sebanyak 28 warga Desa Kedung Putih, Wedung menderita demam berdarah disinyalir karena dampak banjir yang melanda daerah di Demak tersebut.
Kepala Desa Kedungmutih, Hamdan, mencatat sebanyak 28 warganya menderita demam berdarah dan sebagian besar sudah dirawat di RS wilayah Kudus dan Jepara. Tiga diantarannya sudah dinyatakan meninggal. Satu orang meninggal saat dirawat di RSUD Kartini Jepara dan dua lainnya meninggal sebelum dibawa ke rumah sakit
"Ada 28 warga yang sakit demam berdarah. Ada 3 warga yang sudah meninggal akibat penyakit tersebut yaitu warga Rt 02 RW 02, Ibu Salami (50) meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Kartini. Sedangkan dua warga lainnya meninggal sebelum dibawa ke RS yaitu warga RT 08 Rw 01 Bapak Kundori (78) dan Bapak Matori (84) keduanya warga RT 8 RW 1," ujar Hamdan saat dihubungi Tribun Jateng, Jumat (7/2/2014) siang.
Selain warga yang dirawat di RS Hamdan mengatakan ada ratusan warga yang sakit tapi dilakukan rawat jalan di klinik dokter setempat dan Puskesmas Wedung yang ada di Desa Mutihkulon.
"Ini kali pertama kejadian wabah demam berdarah menimpa warga kami. Dari hasil pemeriksaan puskesmas total 77 persen dari 44 KK terjangkit demam berdarah kami menggratiskan pengobatan untuk penanganan darurat," lanjutnya.
Desa Kedungmutih terkena dampak luapan Sungai Serang selama  hampir dua minggu. Para warga tidak bisa beraktifitas hanya tinggal di pengungsian dan ada yang memilih bertahan.
"Kami ingin dari Pemerintah daerah memberikan bantuan fogging dan memberi obat kaporit untuk sumur warga agar nyamuk tidak berkembangbiak di genangan-genangan air. Penyakit tak hanya demam berdarah, warga juga ada yang menderita diare dan kencing tikus," tandas Hamdan. (*)

Selasa, 28 Januari 2014

Deddy Corbuzier Kini Berkursi Roda, Ini Kronologi Penyebabnya


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deddy Corbizier yang biasa tampil dengan bahasa tubuh meyakinkan, gagah, macho dan gentleman itu tiba-tiba muncul berkursi roda saat terakhir nongol di acara "The Next Mentalist" di Trans 7.
Acara yang memamerkan kepiawaian Corbuzier dalam hal hipnotis itu memang tetap berlangsung lancar, tapi Corbuzier membawakannya dengan berkursi roda. Banyak orang bertanya-tanya, apa yang terjadi pada pesulap yang pernah memandu acara talkshow "Hitam Putih" itu?
Deddy Corbuzier rupanya menyadari pertanyaan banyak penggemarnya itu. Lewat akun facebook pribadinya, ia memaparkan apa yang terjadi pada dirinya.

Berikut ini kronologi penjelasan Deddy Corbuzier:

- Sekitar 5 tahun yang lalu saya pernah mengalami sebuah kecelakaan hebat yang menyebabkan terkoyaknya bagian bawah tulang punggung saya. Namun hal itu belum menjadi masalah hingga beberapa hari yang lalu.
- Tepat pada hari minggu, 25 Januari 2014 di sebuah gym tiba tiba tubuh saya memanas dan saya merasakan sakit yang luar biasa di punggung hingga kaki kiri saya.. Dan 5 menit kemudian semua menjadi gelap dan saya pun tidak sadar. Terbangun sudah dikelilingi org dan ada seorang anggota Gym anak muda bernama Leon yang kebetulan seorang dokter..

- Saat terbangun seluruh badan saya kejang dan bergetar kencang, mata saya terbuka tapi gelap tak melihat apapun hanya suara, seluruh tubuh saya bergetar dan merasakan SAKIT yang luar biasa hingga pernafasan saya terganggu dan tidak bisa mengeluarkan suara disertai mulut saya bergerak sendiri dan MIRING ke kiri (gejala Stroke) dokter disana mengajak saya terus bicara agar saya tidak tertidur krn bila saya tertidur maka saya tidak bangun lagi dan bisa KOMA..

- Dibawalah saya ke sebuah rumah sakit dengan keadaan kejang hebat. Sesampainya saya di RS saya di-MRI untuk mengetahui apa yang terjadi (setelah badan saya dimasukkan Morphin tuk menghentikan kejang) pemeriksaan nya dinamakan Lumbosacral dan hasilnya ternyata ini adalah TRAUMA waktu kecelakaan lalu yang menyebabkan tulang ekor saya menjepit syaraf-syaraf di punggung saya.

- Hingga saya mengalami kelumpuhan di punggung dan kaki saat itu. Pilihannya hanya 2: dioperasi dengan risiko tinggi (lumpuh) atau diam dan berharap sembuh dengan sendirinya...?

- Kalau sembuh apapun itu teorinya saya harus diam terkapar di RS selama 1 minggu tak boleh bergerak dan belajar jalan setelah 2 bulan rest.. (Kalau bisa sembuh syaraf nya)

- Jadi apa pilihan saya? Sembuh operasi atau lumpuh... Dan diam resting atau tak bisa jalan kembali.. Punggung saya di suntik oleh dokter 8 suntikan inflamasi dan pain killer dengan harapan baru itu bisa membantu saya rilex dan mudah mudahan tubuh saya bisa mentolerir hal ini dan bisa berjalan dgn cepat tanpa operasi.. Thanks doc for trying ur best!
So now im on a wheel chair.. All hurt....

Tapi saya tiap hari belajar jalan dengan tongkat dan mencoba melepasnya di hari kedua dengan jatuh berkali kali..... Goals saya: tanpa operasi minggu depan saya berdiri lagi di atas kaki saya berjalan lagi dan say HI to u all... Dgn harapan tidak terjadi lagi (bisa langsung lumpuh)

- Pasti berita ini menyebar dan kemarin ada pihak t
ak bertanggung jawab di twitter yang mengatakan pasti karena OCD.. Hal bodoh oleh orang bodoh yang hanya bisa mengatakan kebodohan...


Minggu, 19 Januari 2014

Cerita Kholil dari Mijen, Musim ini Banyak Durian Berasa Anyep

Tribun Jateng/Bakti Buwono
DURIAN BERKUALITAS - Muh Kholil menunjukkan buah durian berkualitas di rumahnya. 

Musim durian telah tiba. Di berbagai sudut Kota Semarang, pedagang durian mulai bermunculan. Para petani durian pun bersiap menyambut puncak musim durian yang datang awal Februari mendatang.
DURIAN kholil. Menyebut dua kata itu, hampir semua warga di Mijen, Semarang, mengetahuinya. Warga sekitar langsung memberi tahu tempat durian yang jadi juara satu tingkat nasional pada 2008 lalu itu. Petunjuknya mudah.
"Pertigaan Mijen-Cangkiran, belok ke arah Gunungpati. Di kanan jalan, ada patung durian besar. Nah depannya itu rumah Pak Kholil," kata seorang warga Mijen, Sabtu (19/1/2014) sore.
Begitu sampai di sana, pemilik nama durian yang terkenal di Mijen itu, Muh Kholil (47) langsung menyambut Tribun Jateng.
Rumahnya sederhana, mirip rumah tipe 21 bercat biru. Selain bertani, Kholil rupanya juga menjual hasil panennya di garasi rumahnya.
Sore itu, hujan di rumah Kholil yang beralamat RT 2 RW 3, Kelurahan Bubakan, Kecamatan Mijen, cukup deras. Namun, hal itu tidak menyurutkan beberapa pembeli datang langsung ke rumah Kholil. Setiap beberapa menit, ada mobil atau sepeda motor yang berhenti untuk membeli durian hasil panen Kholil musim ini.
"(Varietas) durian kholil yang dimaksud belum sempurna. Kayaknya musim ini beratnya hanya separuh, sekitar 2,5 Kilogram hingga 3 Kilogram. Beda dengan kejuaraan lalu," ucapnya.
Ayah tiga anak itu langsung bercerita secara singkat sejarah varietas durian kholil yang sudah bersertifikasi tersebut. Pada 2008 lalu, pada masa panen perdana, ada lomba durian. Waktu itu, salah satu pohon duriannya berbuah sempurna.
Besar batangnya tiga kali pelukan orang dewasa. Lalu, berat duriannya mencapai 4,7 kilogram. Durian itu dikirimkan ke lomba tingkat provinsi dan menang. Lalu, dibawa ke Bogor dan menang di tingkat nasional. Durian Kholil pun diberi sertifikat.
"Beda buahnya lebih legit, manis, dan kalau sempurna warnanya kuning keemasan. Sekarang yang mengembangkan Dinas Pertanian Kota Semarang," kata Kholil.
Usai sedikit bercerita tentang durian unggulannya, ia sedikit mengeluh tentang cuaca tiga tahun terakhir ini. Rasa dalam durian ada tiga macam yaitu manis, agak manis, dan anyep (hambar).
Entah kenapa, dalam tiga tahun terakhir, prosentase durian yang anyep semakin tinggi. Bisa mencapai 30 persen dari total durian yang berbuah di satu pohon. Bahkan ada yang satu pohon yang duriannya anyep.
Warna kuning pun tidak jaminan durian manis. Biasanya durian anyep itu untuk makanan, semisal es durian, es krim, kolak, dan sebagainya.
"Selain itu, musim hujan ini juga ada pohon yang disambar petir. Lalu ada gangguan dari lalat buah. Dulu ada bajing, tapi sekarang malah jarang," imbuh Kholil
Meskipun begitu, para penggemar durian ini masih mencari-carinya. Dalam sehari, ia bisa menjual durian hingga 200 hingga 250 buah durian. Kalau hari libur mencapai 400 buah. Biasanya dalam satu musim, 10 ribu buah durian bisa terjual.
Konsumennya pun macam-macam. Ada maniak duren pahit. Lalu ada juga pelanggan yang menuruti sarannya. Jika sudah maniak, harga tidak menjadi masalah. Ia mematok harga durian mulai Rp 40 ribu hingga Rp 140 ribu. Bisa naik lagi tergantung beratnya.
"Kini harapan saya agar petani anggota saya bisa menanam sendiri, merawat sendiri, hingga jual sendiri. Kalau lewat tengkulak pasti keuntungannya sedikit," kata ketua kelompo tani karya makmur itu.
Pendamping kelompok tani Kelurahan Bubakan, Hendrik Simarmata (25) mengatakan, banyak durian yang hasilnya tidak maksimal karena beberapa hal. Satu di antaranya masalah pupuk. Sepengetahuannya, banyak petanai durian yang tidak pakai pupuk.
"Kami harus mengubah pola pikir dari pertanian tradisional ke modern. Kenapa kita kalah dari Thailand atau Malaysia dalam hal produksi buah? Karena kita belum menerapkan teknologi pertanian," ucap pegawai Yayasan Obor Tani. (Tribun Jateng cetak/Bakti Buwono)

Selasa, 10 Desember 2013

Sofyan Hadi Tulis Status 'Semoga Ditempatkan di Tempat Yang Tepat'


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keluarga Sofyan Hadi (20) mengaku sangat terpukul atas kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Sofyan. Satria Putra (21), kakak sepupu Sofyan, menuturkan kepiluan keluarga karena Sofyan adalah anak laki-laki satu-satunya dan bungsu dari empat bersaudara.
"Selain baik, Sofyan juga terkenal penurut dan rajin. Di rumah juga mau melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan wanita. Kami sangat terpukul karena dia baru tiga bulan kerja," ujar Satria di RS Polri Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (10/12/2013).
Sofyan adalah teknisi KRL Commuter Line yang menabrak truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di perlintasan Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2013) siang. Sofyan sebelumnya adalah lulusan SMK jurusan Mesin Otomotif.
Satria menuturkan pekerjaan tersebut sudah diidamkan Sofyan sejak setahun belakangan. Dia pernah mengirimkan lamaran. Namun ternyata dia belum berjodoh dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) itu.
"Ini keinginannya sejak tahun lalu, tapi nggak keterima. Ini map (untuk berkas pencocokan DNA Sofyan) adalah map yang ditulis Sofyan," lanjut Satria.
Dalam setahun itu, sembari menunggu lamaran dibuka di PT KAI, Sofyan sempat bekerja di tempat lain.
Firasat Nenek dan Ayah
Keluarga Sofyan sangat terkejut melihat pemberitaan kecelakaan teknisi KRL Commuter Line yang menabrak truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di perlintasan Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2013) siang.
Mereka langsung khawatir karena sadar bahwa jalur tersebut adalah jalur kereta yang dilalui Sofyan.
"Awalnya keluaga tahu dari media tv. Kemudian keluarga tahu Sofyan bertugas di jalur tersebut. Maka keluarga saya, paman ke lokasi cari informasi. Ternyata Sofyan Hadi ada (di kereta)," cerita Satria.
Satria sendiri menuturkan sebelumnya nenek mereka bermimpi dibangunkan Sofyan pukul 11.00 WIB.
"Nenek langsung bangun pulang terima kabar Sofyan kecelakaan. Paman saya, orang tua Sofyan bermimpi di rumah gelar tikar, padahal rumahnya belum jadi," lanjut Satria.
Selain itu, Sofyan sebenarnya memiliki jaket. Namun ketinggalan di rumah di hari nahas itu. Jaket itu kemudian dipakai ayahnya.
Yang lebih memilukan adalah, Sofyan nampaknya mengetahui akan kecelakaan tersebut. Dalam status telepon pintarnya, Sofyan menuliskan 'Semoga ditempatkan di tempat yang tepat.'

Selasa, 19 November 2013

Wooow !!!!! Tiba-tiba Dapat Rp 9 Miliar Rekeningnya Diblokir

Ilyas, yang juga warga Tanete, Kecamatan maritenggae, tiba tiba menjadi bahan perbincangan, karena dana sebesar Rp 9 miliar tiba tiba ada di rekeningnya, saat ia mencoba menarik uangnya di salah satu ATM BRI Sidrap. 

TRIBUNNEWS.COM, PAREPARE - Ilyas, Mahasiswa jurusan peternakan Universitas Muhammadiyah Parepare (Umpar), melaporkan Bank Rakyat Indonesia Cabang Sidrap, Sulawesi Selatan, karena memblokir rekening tabungannya yang tiba-tiba terdapat uang Rp 9 miliar.
Hal tersebut, diungkapkan oleh Ilyas, saat diwawancarai di unit pemeriksaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Mapolres Sidrap, Selasa (19/11/2013).
Menurut Ilyas, ia melapor di Mapolres Sidrap, karena rekeningnya diblokir oleh pihak bank setempat. Pemblokiran itu, terjadi setelah dirinya mendapat tambahan uang Rp 9 miliar dalam rekening.
Sebelumnya diberitakan, Ilyas kaget melihat tabungannya di ATM BRItiba-tiba bertambah Rp 9 miliar.
Informasi yang dihimpun, keberadaan uang sekitar Rp 9 miliar lebih tersebut berawal saat Ilyas bermaksud menarik uang di salah satuATM BRI Cabang Sidrap, Kamis (14/11/2013) lalu.
Ilyas kaget saat mengetahui bahwa saldo uang di rekeningnya tiba-tiba membengkak hingga beberapa digit.
Ilyas pun melaporkan hal tersebut kepada satpam bank setempat. Kabarnya, pihak BRI langsung memblokir rekening milik Ilyas.
Sementara itu, pimpinan Bank BRI Cabang Sidrap, Hidayat Akbar, mengaku belum bisa memberikan komentar terkait keberadaan uang tersebut.
"Baru akan kita telusuri, dan memastikan bagaimana transaksinya. Informasi sementara, rekening itu baru dibuka beberapa pekan lalu," kata Hidayat Akbar.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Endy Sutendi mengaku belum mengetahui mengenai rekening salah seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Parepare (Umpar) atas nama Ilyas tersebut.
"Maaf saya belum monitor hal ini. Mohon maaf, saya masih ada acara, nanti saya telepon balik," kata mantan Wakapolwil Makassar ini, Senin (18/11/2013)

Sumber Berita : Tribun New

.

Rabu, 16 Oktober 2013

Inilah Kronologi Gatot Bunuh Holly karena Minta Rumah dan Ceraikan Istri Pertama


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah menjalani pemeriksaan selama 13 jam, Gatot Supiartono, pejabat eselon I BPK akhirnya ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan Holly AngelaHayu Winanti (37), Rabu (16/10/2013) malam. Gatot akan langsung ditahan di tahanan Mapolda Metro Jaya.
Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Slamet Riyanto menegaskan, bahwa Gatot dianggap terbukti sebagai otak pelaku pembunuhan Holly.
Gatot menghabisi Holly dengan menyewa pembunuh bayaran sebanyak 5 orang.
Menurut Slamet, motif Gatot menghabisi Holly dengan keji karena Gatot merasa tertekan atas rongrongan Holly.
Akumulasi dari permintaan dan rongrongan Holly ini membuat Gatot memutuskan untuk menyewa komplotan bayaran guna membunuh Holly.
Slamet menjelaskan selama ini Gatot selalu menuruti kemauan Holly dengan membelikan apartemen dan mobil.
"Korban sudah dibelikan apartemen dan mobil, sesuai permintaannya, lalu minta rumah. Bahkan terakhir, korban (Holly) meminta supaya G menceraikan istri pertamanya. Ini mungkin menjadi puncaknya," kata Slamet, Rabu (16/10/2013) malam.
Karena Gatot merasa tertekan apalagi dengan permintaan Holly atas rumah dan menceraikan istri pertamanya, kata Slamet, maka timbullah niat jahat Gatot untuk mengakhiri hubungan dengan Holly dengan cara membunuhnya."Akhirnya G menyewa komplotan bayaran untuk membunuh Holly," kata Slamet.
Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan, kepada Warta Kota Rabu (16/10/2013) malam menjelaskan berdasarkan hasil gelar perkara para penyidik di Subdit Jatanras, Gatot pada hari ini, sudah ditingkatkan statusnya dari saksi menjadi tersangka.
Menurut Herry, Gatot langsung ditahan Rabu malam ini.
Herry menambahkan atas perbuatannya, Gatot dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati atau 20 tahun penjara.
Menurut Herry lima pelaku pembunuh bayaran Holly yang disewa Gatot yakni Surya Hakim, Abdul Latief, El Riski, PG dan R, mereka baru pertama kali melakukan hal ini.
Namun katanya, empat orang selain Surya, diketahui pernah melakukan kejahatan perampokan di beberapa tempat. "Untuk kejahatan ini baru pertama kali. Tapi untuk kasus 365 (perampokan-Red), diantara mereka ada yang pernah melakukannya," kaya Herry.

Selasa, 15 Oktober 2013

Wooow !!!!! Tukang Becak Qurban Sapi Seharga 13 Juta


Bambang bersama sapi yang akan dikurbankan seharga Rp 13.000.000.
TRIBUNNEWS.COM,PASURUAN - Seorang tukang becak asal Pasuruan bernama Bambang (51), berkurban seekor sapi seharga Rp 13.000.000.
Warga jalan Pucangan no 9 RT 4 RW 4, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, ini mengaku mengumpulkan uang selama lebih dari lima tahun, hingga akhirnya dia bisa membeli seekor sapi.
Ada yang cukup unik cara Bambang menyimpan uang. Pria yang mengaku sudah bekerja menjadi penarik becak sejak masih muda ini, tak pernah menyimpan uangnya di bank.
Selama ini, dia menyimpan uangnya di bawah tempat duduk atau jok becaknya.
Alasannya, dia merasa lebih aman menyimpan di jok becaknya.Sebab, dengan begitu dia dapat memantau uangnya setiap saat.
"Kalau di bank takut kena rampok, kalau di jok kan tersamar," kata Bambang dengan polos, saat ditemui Suryaonline (Tribunnews.com Network)Senin (14/10/2013) siang di rumahnya.
Tepat, di bawah jok becaknya, terdapat kotak dengan lubang kecil untuk memasukan uang. Uang kertas hasil dari menarik becak, ia gulung hingga menyerupai sebatang rokok kemudian, dia masukan ke dalam lubang itu.
Saat pulang ke rumah, ia melepas jok tersebut, dan ia simpan di dalam rumah. Terkadang, apabila dia membutuhkan uang dia terpaksa membuka kotak kayu itu dengan obeng, kemudian dia pasang kembali.
"Kadang kalau butuh uang untuk bayar sekolah atau uang belanja istri, ya saya congkel pakai obeng. Trus saya lem kembali," kata ayah satu orang anak ini.
Selama ini dia tak pernah menghitung uang yang dia masukan dalam celengan pribdinya itu. Dia juga mengaku tak menyangka, uang yang dia kumpulkan mencapai Rp 13.000.000.
"Saya masukan saja, kadang Rp 1000, kadang Rp 50.000, kadang Rp 100.000, nggak pasti. Kemarin dibuka ternyata pas Rp 13.000.000," terangnya.
Ia mengatakan, kurban pada tahun ini, bukanlah kurban yang pertama. Bambang mengaku, sudah tiga kali berkurban, yang pertama dia berkurban seekor kambing, dan tepat pada 2012, tahun lalu dia berkurban dua ekor kambing.
Kedepan, jika diberi umur dan kesehatan, Bambang mengatakan akan berkuban sapi kembali. Sebenarnya, dia juga mempunyai cita-cita naik haji, hanya saja dia takut karena tidak bisa membaca dan menulis.
Sementara itu, Takmir Masjid Al-Iklhas RT 04 RW 04 , Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, Nursalim Jamil mengatakan, di kampung tersebut, hanya satu warga yang berkurban sapi.
"Kalau di RT 04, ya cuma Pak Bambang saja yang berkurban sapi," kata Jamil.
Jamil menambahkan, rencananya, sapi yang dikurbankan oleh Bambang, akan dirias dan diarak, setelah sholat Ied sebelum disembelih.
Tujuannya, kata Jamil, sapi tersebut diarak dengan maksud sebagai syiar, agar masyarakat sekitar terinspirasi dan termotivasi untuk berkurban.
*Bambang menyerahkan sapi kurbannya kepada takmir masjid  Al-Iklhas RT 04 RW 04 , Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo