Rabu, 15 Januari 2014

Suami Khofifah Ditemukan dengan Kondisi Mulut Berbusa dan Sudah Berwasiat Meninggal Rabu


Suami mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan, Khofifah, Indar Parawansa ternyata sudah berwasiat kepada sang istri akan meninggal dunia hari Rabu pukul 22.00, sebelum almarhum dipanggil sang khaliq.

Hal ini diungkapkan Khofifah kepada detikcom yang menemuinya di rumah duka, Jalan Jemursari VIII/24, Surabaya, Kamis (16/1/2014) dini hari.

"Sudah lama beliau bilang akan meninggal pada Hari Rabu pukul 22.00. Bahkan ditulis buku catatan beliau serta pernah ditulis di papan white board," katanya.


Selain berwasiat akan meninggal Hari Rabu, Indar Parawansa ingin dimakamkan di Palu tempat kelahiran almarhum. "Namun, setelah musyawarah keluarga diputuskan dimakamkan disini (Surabaya). Nanti akan kita makamkan di TPU Wonocolo pukul 15.00 WIB," imbuh dia.

Sedangkan, penyebab meninggal dunia suami mantan cagub Jatim ini, Khofifah memastikan karena penyakit diabetes yang diderita almarhum sejak lama. Indar Parawansa lahir di Palu 26 Juli 1960 dan meninggalkan 4 putra.

"Diabet sudah lama, setahun lalu mulai parah. 6 bulan lalu baru insulin," ujar Khofifah.


sumber: detikcom


Penyebab kematian suami mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan, Khofifah Indar Parawansa masih belum diketahui pasti. Indar ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dengan mulut berbusa.

Indar ditemukan tak bernyawa di dalam kamar nomor 02 Hotel DB, Palu, Sulawesi Tengah. Pihak keluarga menyatakan bahwa Indar tengah berada di Palu untuk urusan dinas.

"Ketuk kamar pukul 21.00 WITA, sudah meninggal. Ada busa sedikit saja di mulut," terang seorang petugas hotel DB saat dihubungi, Kamis (16/1/2014).

Menurut petugas tersebut, Indar mulai check-in pada Selasa (14/1) sore dan berniat hanya menginap sehari. Ketika masa menginap sudah lewat, petugas hotel pun mendatangi kamar Indar untuk memberitahukan hal tersebut.

Tidak mendapat respon setelah berulang kali mengetuk pintu kamar, petugas hotel memberanikan diri membuka pintu kamar yang kebetulan tidak dikunci. Ditemukanlah almarhum dalam kondisi tak bernyawa terbaring di kasur.

Pihak hotel lantas melapor ke polisi terdekat soal temuan tersebut. Saat ditemukan, kondisi tubuh pria berusia 54 tahun tersebut sudah kaku. Diduga, almarhum sudah meninggal dunia selama beberapa jam sebelum ditemukan.

Pihak keluarga menyebutkan bahwa almarhum meninggal karena penyakit diabetes yang diderita sejak lama. Jenazah almarhum akan dimakamkan di TPU Wonocolo, Surabaya pada Kamis (16/1) pukul 15.00 WIB nanti.

Khofifah menikah dengan Indar Parawansa bulan November 1992 lalu dan melaksanakan resepsi 23 Februari 1993 yang dikaruniai 4 orang putra.

sumber: detikcom



Rebana dan Drumb Band Meriahkan Pindahan PKL Masjid Agung Demak


Pemkab Kabupaten Demak Jawa Tengah, memindah Pedagang Kaki Lima (PKL) di seputar Masjid Agung Demak (MAD) menuju Taman Tembiring Jogo Indah, dengan arakan musik rebana dan drum band.

Ratusan PKL yang biasa jualan diseputar MAD, oleh Pemkab Demak Jawa Tengah dipindah di Taman Tembiring. Mereka diarak dengan musik rebana dan drum band, menyusuri jalan kota, dari jalan Kiai Singkil menuju Taman Tembiring Desa Jogoloyo Kecamatan Wonosalam.

Atas kawalan mobil patroli, rombongan warga PKL berkonvoi. Kendati mereka banyak melembar senyuman kepada masayarakat yang menonton, namun dari wajah mereka masih menunjukan kemurungan, akibat lokasi jualannya dipindah.

Pedagang Nasi Mangut dan Pecel, Romijah (45) mengaku kurang nyaman bila dipindah di taman tembiring. Biasanya dia berjualan di MAD, ramai pembeli. Dia masih menyanksikan berjualan di Taman Tembiring akan seramai di seputar masjid.

“Kalau jualan dekat masjid, tidak hanya melayani wisatawan, pembelinya juga anak pelajar atau pengunjung di alun-alun Demak,” aku Romjah, Minggu (12/1)

Kalau jualan dekat masjid, sambung Penjual Bakso Balungan Iriyanto (50), sangat ramai, sehari bisa untung lebih Rp 100 ribu. “Jualan di Tembiring, saya hanya bisa berharap akan seramai dekat di Masjid Agung Demak,” pintanya.

Pedagang masih pesimis untuk berjualan di Taman Tembiring, mereka masih beranggapan keramaian kota hanya di seputar Masjid Agung Demak dan alun-alun. “Kita jualan disini masih uji coba, kalau sepi terpaksa mencari usaha lain,” jelas Kundari (54), pedagang Pecel Lele Lamongan.

Menurut Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Demak, M Ridwan, sebanyak 317 PKL akan ditempatkan di zona 1, 2 dan zona 3 Taman Tembiring. “Namun untuk sementara PKL masih menempati zona 1,” jelasnya.

Karena PKL biasa berjualan pada malam hari, sehingga di Taman Tembiring mereka akan berjualan pada sore hari sampai pagi.

Untuk lahan parkir kendaraan dan bus, akan ditempatkan dibagian belakang Taman Tembiring atau pada zona 2 dan zona 3. Sehingga penumpang harus berjalan kaki untuk menuju ke pintu gerbang taman.

Wisatawan yang akan memakai jasa ojek, becak atau dokar untuk menuju lokasi wisata religi Majid Agung Demak, harus berjalan kaki ke pintu gerbang. Karena pihaknya telah menematkan jasa angkotan itu, di depan gerbang masuk taman.

Dari proses perjalan wisatawan menuju pintu gerbang ini, mereka akan melewati los PKL yang menyajikan berbagai makan dan minuman, sehingga wisatawan bisa membeli masakan tanpa harus bersusah payah pergi ke tempat lain. (swi)


Sumber : Harian Semarang




Alon-Alon Demak Bebas Dari PKL , Pedagang di Relokasi Ke Tembiring


Demak – Lebih dari 200 pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di Alun-alun akan direlokasi ke Lapangan Tembiring. Mereka diberi waktu hingga Minggu (12/1) untuk menempati areal parkir yang dijadikan lokasi baru untuk berjualan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Periwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Demak M Ridwan didampingi Kasi Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Energi (DPUPE), Heru Prayitno, saat meninjau Lapangan Tembiring. Menurut Ridwan, relokasi pedagang ini dimaksudkan agar estetika Masjid Agung dan lingkungan sekitarnya tetap terjaga.
”Tidak lama lagi, Alun-alun selesai direnovasi dan dibuka untuk publik. Kami ingin aktivitas di dalamnya bisa terbebas dari PKL. Sebab mereka sudah disediakan tempat berjualan baru di Lapangan Tembiring,” ujarnya, baru-baru ini. Penempatan PKL di areal baru itu sama sekali tidak dipungut biaya. Hanya saja untuk sementara, mereka dibebaskan memilih mendirikan tenda atau dengan gerobak.
Pasalnya, fokus jangka pendek masih berorientasi pada relokasi dan penyediaan lokasi baru bagi PKL eks Alun-alun. Ke depan, penataan PKL ini bisa diikuti dengan penyeragaman sarana berjualan seperti tenda ataupun gerobak. Adapun proyek renovasi Alun-alun sesuai jadwal sudah harus selesai sejak 29 Desember lalu.
Hingga enam bulan mendatang, proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan. Ia meminta pedagang agar tidak khawatir terhadap perkembangan usaha mereka di lokasi baru tersebut. Pihaknya akan menggelar event-event seni dan budaya secara rutin di Lapangan Tembiring. Pertunjukkan kesenian yang sudah dimulai Minggu kemarin, akan digelar selang-seling baik pagi, siang ataupun malam.
Terkait kondisi Lapangan Tembiring yang kian memprihatinkan, Heru Prayitno mengatakan, tahun ini APBD II mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk meningkatkan infrastruktur lapangan tersebut. Selama ini, Lapangan Tembiring digunakan untuk areal parkir bus wisatawan yang berziarah ke Masjid Agung. Bus-bus rombongan peziarah itu biasanya ditempatkan di arel parkir depan.
Namun, lanjutnya, mulai Minggu besok bus-bus akan dipindahkan ke areal parkir tengah dan belakang. Areal parkir depan akan ditempati PKLeks Alun-alun. Adapun kondisi landasan parkir yang rusak parah akan dilakukan betonisasi.
”Ini masih kami ukur terkait berapa luasannya. Untuk areal parkir tengah dan belakang masing-masing bisa muat sekitar 60 bus besar,” terangnya. Adapun areal parkir depan hanya dilakukan renovasi terhadap paving-paving yang rusak. Perbaikan paving dan pagar Terminal Tembiring masingmasing dianggarkan Rp 118 juta dan Rp 40 juta. Kedua proyek itu ditangani oleh Dinparbud.
Sementara itu, Muslih (54), koordinator penertiban angkutan mengatakan, ada tiga moda transportasi yang selama ini digunakan untuk mengangkut rombongan peziarah dari Lapangan Tembiring menuju Masjid Agung Demak. Ketiga moda transportasi itu andong, becak dan ojek motor.
Kondisi lapangan yang rusak ini terjadi sudah dua tahun terakhir, lantaran dipicu Grebeg Besar. ”Kerusakan paving ini dipicu beberapa wahana permainan Grebeg Besar. Kami berharap lapangan ini segera diperbaiki karena menjadi ladang rejeki orang banyak,” katanya. *(Humas Demak – NDR)



Bulan Maulud Bulan Ulang Tahun Nabi Muhammad


Ada tradisi yang masih dilestarikan berkaitan dengan bulan Mulud atau Rabiul Awwal. Dipelosok desa pesisir utamanya di kabupaten Demak dan Jepara ada keramaian tersendiri. Mulai tanggal 1 sampai dengan 12 habis shalat isya’ jamaah tidak langsung pulang. Mereka bersama-sama membaca barjanji di Masjid atau musholla.

Dengan dipandu 3-4 orang , jamaah mengikuti bacaan barjanji yang dilantunkan . Sehingga dari kejauhan suara terdengan sahut sahutan. Bacaan yang di baca diantaranya sholawat nabi serta kisah nabi dalam bahasa arab.

“ Tradisi ini sudah ada sejak saya masih kecil . Bacaannya dari dulu hingga sekarang tidak berubah . Yang berubah adalah jumlah jamaah yang hadir dulu banyak sekarang sudah berkurang tidak seperti dulu “, ujar Jambari jamaah Musholla “Baitul Muttaqin” desa Kedungmutih Wedung Demak pada FORMASS, Selasa (14/1).



Jambari mengatakan selain baca barjanji bersama-sama . Jamaah dari rumah masing-masing membawa makanan dan minuman ala kadarnya. Diantaranya kue , nasi bungkus, pisang goreng dan yang lainnya. Sementara minuman ada yang membawa wedang teh , wedang sirup dan makanan lainnya.

“ Makanan di bagi setelah bacaan barjanji selesai dilanjutkan dengan doa. Makanan dibagikan secara melingkar sehingga semua kebagian dengan merata “, tambah Jambari.

Hal sama juga dikatakan Musa Abdillah warga desa Bandung Rejo kecamatan Pecangaan kabupaten Jepara. Tradisi memeriahkan bulan kelahiran nabi juga dengan pembacaan barjanji secara bergiliran.



Anak-anak muda dengan urut membaca  barjanji dari awal sampai akhir. Sedangkan orang tua dilewati dalam pembacaan . Sehingga mereka yang mendapatkan giliran harus bersiap –siap menunggu giliran. Sehingga mereka yang kebagian harus mempersiapkan terlebih dahulu.

“ Nah untuk konsumsinya kalau disini bergiliran. Satu hari dijatah untuk 3-4 orang. Sedangkan untuk puncaknya biasanya diisi pengajian dengan mengundang penceramah dari luar “, kata Musa Abdillah.


Tradisi memeriahkan bulan kelahiran nabi sudah mentradisi dimana-mana. Kita tidak tahu kapan mulainya sampai kini tradisi ini masih dilestarikan. Untuk pelaksanaannya mungkin desa satu dengan desa lain ada perbedaan . Namun esensi yang di kandung sama yaitu memuliakan nabi Muhammad SAW. (Muin).



Jumat, 10 Januari 2014

Drs. Harwanto Dilantik Sebagai Wakil Bupati Demak Periode 2011-2016


Demak - Drs. Harwanto, mantan Asisten I Pemerintah Kabupaten Demak, akhirnya resmi menjadi Wakil Bupati Demak Masa Bakti 2011- 2016 setelah dilantik oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Rabu 18 Desember 2013 di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Demak.
Pelatikan yang sedianya dilaksanakan pagi hari diundur pada malam harinya karena Gubernur Jawa Tengah harus ke Jakarta untuk menerima Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya dari Presiden RI.
Dalam acara tersebut, Ganjar Pranowo berpesan agar Wakil Bupati Demak yang baru dapat mendampingi Bupati Demak dalam menjalankan roda pemerintahan. Mereka harus bersinergi dan selalu menjaga komunikasi dalam memimpin Demak agar lebih baik ke depannya.
Ganjar mengajak Pemerintah Kabupaten Demak dan Pemerintah Provinsi Jateng untuk terus saling berkoordinasi dalam melaksanakan pembangunan. “Komunikasi yang baik, tahu peran kita masing-masing untuk membangun Jateng. Nanti saya kasih nomor telepon pribadi saya agar bisa berhubungan langsung.” ujar Ganjar Pranowo.( Humas Pemda Demak )

Honor RT dan RW dari Dana ADD


Demak – Tahun ini Pemkab Demak mengalokasikan anggaran sebesar Rp 41.786.700.000 untuk alokasi dana desa (ADD) bagi 243 desa. Alokasi tersebut besarannya masih sama dengan anggaran tahun sebelumnya.
Kabid Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana, Adi Prabowo menyatakan, besaran ADD ini sudah sesuai ketentuan, yakni minimal 10 persen dari dana alokasi umum (DAU) setelah dikurangi belanja pegawai. Adapun formulasi dan variabel pembagian ADD di masing-masing desa masih juga sama dengan tahun lalu.
’’Ada empat variabel utama dalam penentuan besaran ADD di tiap desa, meliputi luas wilayah, tingkat pendidikan, tingkat kesehatan dan jumlah penduduk,’’ katanya, saat ditemui belum lama ini.
Selanjutnya, variable utama itu masih ditambah dengan variable tambahan seperti jumlah kekayaan banda desa serta jumlah RT/RW. Tahun lalu, besaran ADD terbesar dialokasikan ke Desa Batursari, Kecamatan Mranggen sebesar Rp 324 juta. Adapun ADD terendah diterima Desa Boyolali, Kecamatan Gajah sebesar Rp 143 juta. ADD diperuntukkan untuk kegiatan pembangunan yang dicairkan melalui rekening desa.
Untuk mengantisipasi penyimpangan, pencairan ADD harus melampirkan tanda tangan camat. Rincian pemanfaatan ADD ini terdiri atas 70 persen kegiatan pemberdayaan masyarakat yang di dalamnya bisa untuk betonisasi jalan serta aktivitas PKK. Sisanya, untuk operasional pemerintah desa termasuk honor RT/RW. *(Humas Demak–NDR)


Minggu, 05 Januari 2014

Inilah Calon DPR Pusat Dapil II Jepara , Kudus, Demak


Jakarta, Antara Jateng - Berikut daftar calon tetap (DCT) anggota DPR RI Pemilu 2014 dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah II (Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Demak) yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum di Jakarta, Kamis (22/8) malam.

1 Partai NasDem
1 H.M. Prasetyo, S.H.
2 Ali Mahir
3 Siti Umaiyati, S.H., M.H.
4 Sukahar
5 Ria Rukiah
6 Wening Nurati, S.Pd.
7 Luqman Hakim, M.H.

2 Partai Kebangkitan Bangsa
1 Drs. Fathan
2 Drs. Mufid A. Busyairi, M.Pd.
3 Dra. Hj. Dewi Ani Endriyanti
4 Mandala Abadi
5 Moch. Basuni, S.E., S.T.
6 Dra. Hj. Noor Aini
7 Siti Khotimah

3 Partai Keadilan Sejahtera
1 Kamal Fauzi
2 Imam Nur Azis
3 Elich Kusumawati
4 Dr. H. Sugeng Raharjo
5 Edi Sayudi
6 Purdayanti, S.Pt.
7 Novita Fardiyah

4 Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan
1 Ir. H. Daryatmo Mardiyanto
2 H.M. Masluri, S.H., M.H.
3 Dina Ardiyanti, S.H.
4 Erry Syahrian
5 Dr. Drs. R. Permadi Mulajaya., M.Si.
6 Intias Maresta Buditami, S.I.A.
7 Ir. Heru Mulyati

5 Partai Golongan Karya
1 Dr. H. Noor Achmad, M.A.
2 Nusron Wahid
3 Dany Soedarsono
4 Riyono Asnan,S.E., M.Si.
5 Bowo Sidik Pangarso
6 Dra. Dewi Utari, M.M.
7 Sintadewi Nastiti, S.H.

6 Partai Gerakan Indonesia Raya
1 Abdul Wahid
2 M. Thosin Faisal
3 Hj.Ainun Naim
4 Rajimah, S.Pd.I.
5 Hario Sudiro, S.H.
6 Ulul Aufa
7 Dwi Andriyani, S.Kom.

7 Partai Demokrat
1 Dr. H. Subyakto, S.H., M.H., M.M.
2 Muhammad Rahadian Syarief
3 Dra. Suly Budhi Aminingsih
4 Ir. H. Iryanto Muchyi
5 Afroni Imawan
6 Hj. Ratih Widyawati, S.E.
7 Nina Maryati

8 Partai Amanat Nasional
1 Nasrullah, M.Si.
2 Nurul Fatah, S.H., M.H.
3 Ir. Diah Wardhani
4 Dr. Moh. Gempar Soekarnoputra, S.H.
5 Riayati
6 Mastar
7 Maya Ermawati, S.P.

9 Partai Persatuan Pembangunan
1 Dr. H. Arif Mudatsir Mandan, M.Si.
2 Inna Hadianala, S.E.
3 Dr. Fachrudin Salim, S.E., M.M.
4 M. Mukhlisin
5 Hj. Nur Rif'ah Patich
6 H. Mohammad Farid Aljawi, S.E.
7 Atika Sorayya

10 Partai Hati Nurani Rakyat
1 Prof.Dr.Muhtosim Arief, S.E.,M.M., C.P.M.
2 Muhammad Izzul Muslimin, S.I.P.
3 Sukma Wardani, S.H.
4 H. Solikhin, S.T., M.T.
5 Mustaqim
6 Tri Ruswati, S.Pd.
7 Sandra Fertasari Putri

14 Partai Bulan Bintang
1 Dr. H. Muhanto, A.Q., M.M.
2 Muhammad Fuad Hasyim, S.H.I.
3 Akbp (Purn.) Endang Purwaningsih
4 Sa'roni, S.H., M.M.
5 Sufti Husnafiyah
6 Arni Wulansari, B.Sc.
7 Dian Asri Kusumaningrum, S.Psi.

15 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
1 M. Sukron
2 Dr. H. Agung Aryanto, S.Sos., S.H.
3 Dini Handayani
4 Jalintar Simbolon
5 Ahmad Faisal
6 Sendi Tyas Yulianti
7 Selvia Ismy Retno Yuliani

Penetapan DCT Anggota DPR RI Pemilu 2014 ditandatangani oleh Ketua KPU Husni Kamil Manik dan para anggota KPU Arief Budiman, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Hadar Nafis Gumay, Ida Budhiati, Juri Ardiantoro dan Sigit Pamungkas.

Editor : D.Dj. Kliwantoro