Tampilkan postingan dengan label Betaljemur Adam makna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Betaljemur Adam makna. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 April 2014

Setahun Lebih Jalan Raya Kedungmalang – Pecangaan Rusak Parah

Salah satu ruas jalan raya Kedungmalang - Pecangaan

Jepara – Jalan raya antara Kedungmalang – Pecangaan saat ini kondisinya memprihatinkan. Jalan sepanjang kurang lebih 11  Km ini rusak parah di berbagai titik. Akibatnya pengguna jalan mengeluh dengan kondisi ini karena membahayakan dalam berkendara.

“ Apalagi jika hujan deran jalan tidak kelihatan. Banyak pengendara yang terperosok dalam lubang yang dalam “, ujar Birin tukang ojek asal desa Kedungmalang pada FORMASS, Sabtu (19/4)

Birin mengatakan kerusakan jalan raya Kedungmalang – Pecangaan ini sudah setahun lebih . Namun belum ada perbaikan dari pemerintah sehingga banyak pengendara yang mencari jalan alternative . Mereka menyeberang melewati jalan di wilayah Demak yang kondisinya lebih baik.

“ Jalan raya desa Kedungmalang jadi sepi , banyak pengendara yang lewat jalan desa Kedungmutih Demak yang kondisinya lebih baik “, kata Birin.

Menurut Birin jalan raya Kedungmalang – Pecangaan ini di beberapa titik memang sudah ada peningkatan dengan di beton . Namun pengerjaannya saat ini mandek sehingga jalan yang rusak bertambah parah.

Kondisi paling parah terlihat di jalan raya Kedungmalang – Karangaji . Jalan sepanjang 4 Kilometer ini rusak parah . Lubangnya cukup dalam dan lebar. Jika hujan tiba badan jalan tidak kelihatan . Akibatnya pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak jatuh.

jalan rusak mirip kolam 


Keluhan yang sama juga disuarakan oleh warga lewat jejaring social FB. Dzul Faqqor Abbas  warga desa Kedungmalang menulis, kondisi jalan yang rusak seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Jalan raya ini cukup potensial dalam peningkatan ekonomi warga.

“ Dengan jalan yang bagus maka distribusi hasil laut dan tambak lancar. Hargapun akan bagus karena jalan yang mulus “, ungkap Dzul Faqqor.

Sementara itu beberapa warga juga memberikan komentar akan lambannya penanganan jalan rusak. Digambarkan menjelang tiga tahun kepemimpinan bupati baru ini belum ada gebrakan riil terhadap pembangunan infrastruktur khususnya jalan .


“ Dulu jaman pak Hendro jalan rusak tidak seperti saat ini . Ya ada juga jalan rusak namun dengan cepat diperbaiki. Tapi saat ini menunggu-dan menunggu “, tulis warga Jepara di jejaring social FB. (Muin)



Minggu, 15 September 2013

Watak Dan Keberuntungan Manusia Berdasarkan Weton Menurut Primbon Betal Jemur Adammakna


Manusia dilahirkan di dunia ini mempunyai watak dan keberuntungan tersendiri , manusia satu dan yang lainnya pasti berbeda. Itu semua sesuai dengan unen-unen atau slogan yang dari dulu sampai sekarang masih dipercayai orang yaitu Jodoh, Rejeki dan Kematian itu hanya Tuhan yang tahu. Namun demikian para pujangga jaman dahulu membaca situasi yang demikian itu dengan menerapkan ilmu titen atau kalau sekarang mungkin disebut logika .

 Dengan ilmu titennya itu mereka dapat menuliskan hal-hal yang berkenaan dengan watak dan keberuntungan itu dalam sebuah buku yang saat ini orang menyebutnya dengan primbon.

Dalam buku primbon ini tertulis berbagai macam informasi yang berkenaan dengan tata kehidupan manusia hidup didunia ini mulai lahir sampai dengan mati. Sebagai contoh untuk menggambarkan keberuntungan bayi menurut weton ( Neptu hari dan Pasaran) di bagi 7 , keberuntungan manusia dibagi 7. 1 Segara Wasesa yang berarti semua pekerjaannya baik dan banyak rijekinya, 2 Tunggak Semi , rijekinya terus mengalir ,3 Satriya Wibawa, dimanapun berada akan menui keberuntungan,4 sumur sinaba, bisa dujadikan tempat meminta pertolongan,5. Bumi Kapethak keberuntungannya dalam bidang pertanian.6. Satriya wirang , akan menemukan keruwetan 7. 

Lebu katiup angin, sering pindah tempat dan terus kekuranga. Dalam hitungan ini neptu hari Jum’at 1, Sabtu 2, Ahad 3, Senin 4, Selasa 5, Rabo 6, Kamis 7. Begitu pula neptu pasaran Kliwon 1 , Legi 2, Paing 3, Pon4 dan Wage 5. Adapun cara menghitungnya begini anda misalnya lahir pada Rabu Wage Rabu 6 dan Wage 5 jumlah 11 kemudian dibagi 7 sisa 4 jatuh pada hitungan sumur sinaba. Misal lagi anda lahir hari ahad wage neptu ahad 3 dan wage = 5 jadi 8 dibagi 7 sisa 1 jatuh pada segara wasesa begitu selanjutnya ( Dapat di baca di hal 67 bab wataking bayi menurut neptu dan pasaran ketika lahir)

Sedangkan untuk watak manusia menurut weton ( neptu hari dan pasaran ketika lahir ) dibedakan menjadi , 7. Sifatnya sabar , rendah hati, bicaranya banyak tidak mau dikalahkan dan hoby bepergian jauh, 8. Brangasan, keras hati ,suka berdebat, suka berkelahi,pemberani,9. Beranjalan, sering pindah rumah,perantauan, 10. Anteng Sembada.Cerdas pikirannya, bisa jadi guru, cinta kepada keluarga, rajin,11. Mapan Bares Tur Pralayan, senang tirakat, berani mati,senang memberi pada sesame tapi sifat jeleknya jika kesulitan tidak takut untuk mencuri milik orang lain,12. Kurang Panarima ing Titah, banyak cita-citanya, senang di hormati, mudah mencari rijeki namun sering kehilangan ,13. 
Bicaranya lancar, hatinya baik, rukun dengan saudara, senang begadang tanpa guna, kalau berusaha cocoknya berdagang,14. Semua pekerjaan bisa dilakukan, sebentar bisa mengerjakan , rajin belajarnya, namun agak malas dan tidak dapat kaya.,15. Mudah memerintah pada orang lain,keras sifatnya, tidak kekurangan sandang pangan , banyak temannya yang menyenanginya tetapi sering bertengkar dengan orang dan keluarganya.16. Mudah bergaul , kaya, banyak bicaranya , semua keinginannya mudah terjadi , kalau punya kehendak sulit di halangi. 17. 

Diam namun pemarah, kalau bekerja terlalu berani,sering ditipu orang, tidak mau di kalahkan orang lain, 18. Berani tanpa perhitungan, senang main-main, tetapi jika dilawan akan mengalah. Cara mengetahuinya sama dengan yang diatas menggunakan weton aslinya yaitu ( Minggu 5, Senin 4,Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jum’at 6, Sabtu 9 dan Kliwon 8, Legi 5,Pahing 9, Pon 7, dan Wage 4 ). Misal calon menantu anda wetonnya Kamis Kliwon , Kamis=8 dan Kliwon=8 jumlah 16 dia jatuh pada 16 yaitu mudah bergaul , kaya, banyak bicaranya , semua keinginannya bisa terpenuhi begitu selanjutnya. ( baca Betal Jemur hal 67-68 sub wataking bayi )

Bagi orang Jawa yang masih menerapkan etung-etungan dalam menjodohkan putra-putrinya, maka sebelum menuju ke menanyakan ( nakoake ), pengikatan ( naleni), lamaran sampai dengan pelaksanaan pernikahan. Hitungan weton ini sangat penting oleh karenanya yang pertama ditanyakan pasti wetonnya apa , sehingga banyak calon pengantin yang gelagapan karena tidak tahu atau lupa akan wetonnya itu.

 Padahal dalam perjodohan Jawa weton sangat berpengaruh pada kelangsungan perjodohan tersebut agar terus runtut sampai dengan kakek-kakek dan nenek-nenek istilah orang Jawa mengatakan. Selain itu pula jika telah diketahui watak dan nasib seseorang baik atau kurang baik maka setidaknya kita dapat mengantisipasinya dengan cara-cara yang lainnya sehingga tidak akan terjadi suatu perceraian dalam perkawinan itu kelak. Saya melihat saat ini banyak perjodohan yang dilakukan karena dasar nafsu dan keinginan saja tanpa perhitungan yang matang yang akhirnya perjodohan itu kandas ditengah jalan.

Oleh karena itu untuk mengantisipasi hal tersebut diatas ada cara yang merupakan tinggalan pujangga dahulu yang ditulis agar ditiru dan dilanjutkan demi kelancaran kehidupan kita. Namun demikian banyak orang yang mengatakan hal tersebut sudah tidak jamannya lagi , itu semua terserah pembaca untuk menaggapi tulisan saya ini. Ini semua saya lakukan agar pengalaman ini dapat diketahui orang banyak percaya monggo dan bila tidak ya terserah anda. (FM)

Fatkhul Muin 
Pengelola Blog : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir (http: www.For-Mass.Blogspot.com )

Bila ingin serius mempelajarinya baca DI SINI




Menentukan Hari Memulai Membuat Rumah, Berdasarkan Primbon BetalJemur



Bagi orang jawa segala sesuatu yang berhubungan dengan kebaikan pasti dicarikan hari baiknya . Termasuk juga mendirikan rumah atau membuat rumah . Selain mengadakan selamatan sebagai tolak bala hari memulai pekerjaan juga menentukan . Saat ini buku primbon rujukan yang dipergunakan untuk mencari hari baik itu adalah ” Betal Jemur Adam Makna” . Bagi yang sudah mempunyai buku tersebut biasanya menghitung sendiri . Namun kebanyakan orang jawa datang ke tempat orang pintar untuk mohon petunjuk mengenai hari baik tersebut.

Dalam Buku Kitab Primbon BetalJemur Adammakna bab yang membahas hari baik untuk memulai pekerjaan membuat rumah atau memindah rumah ada pada halaman 136 (berbahasa jawa) dan halamn 140 ( bahasa Indonesia) . Dengan sub bab Miwiti ngadani gawe omah lan ngelih omah.

Dalam bab tersebut disebutkan hari baik untuk memulai membuat rumah atau memindahkan rumah dilihat dari hari dan pasaran  . Masing-masing kemudian dijumlahkan dan akhirnya dibagi 4  dan hasilnya  akan bersisa berapa ? jika  Guru (sisa 1) , ratu (sisa 2) , Rogoh (sisa 3) dan Sempoyong(sisa 4). Empat Kriteria tersebut sebagai patokan baik atau kurangnya hari untuk memulai pekerjaan.

Kriteria  Guru maka rumah tersebut sebagai tumpuan bertanya , mempunyai wibawa, mudah sandang pangannya , jauh dari bencana dan banyak kemujurannya. Sedangkan jika jatuh pada hitungan Ratu maka rumah tersebut akan ditakuti banyak orang , jauh dari bencana dan banyak rejekinya . Lalu jika jatuh perhitungan Rogoh maka rumah tersebut sering mengalami kecurian . Dan jika jatuh pada hitungan Sempoyong maka penghuni rumah tersebut akan mengalami sakit atau kesusahan.

Untuk perhitungan ini neptu hari adalah sebagai berikut : Ahad = 6 , Senin =4, Selasa = 3, Rebo =6, Kamis =5 , Jum’at = 7 , Sabtu . Sedangkan untuk neptu pasaran atau pekan adalah Kliwon=8 , Legi = 5 , Paing = 9 , Pon = 7 dan Wage = 4 . Perhitungan neptu hari diatas tidak sama dengan yang biasanya , sedangkan neptu pasaran sama dengan umumnya.

Contoh jika anda memulai membuat rumah pada hari dan pasaran  Senin Pahing maka perhitungannya  Senin = 4 dan Pahing = 9 jika dijumlah ketemu 13 . Kemudian di hitungkan dengan 4 kriteria tersebut dengan membagi 4 maka hitungan tersebut sisa 1 . Sehingga perhitungan tersebut jatuh pada Guru.

Jika  anda mulai mengerjakan rumah pada hari Ahad Kliwon maka perhitungannya sebagai berikut Ahad = 6 dan Kliwon = 8 kemudian dijumlahkan menjadi 14 . Hasil 14 tersebut kemudian di bagi 4 bersisa 2 jatuh pada hitungan  Ratu  begitu seterusnya.

Lalu mana yang baik dari hitungan itu  ?  dari 4 kriteria tersebut yang baik adalah jika bersisa 1 atau 2 karena jatuh pada kriteria Guru dan Ratu. Oleh karena itu sebaiknya jika anda ingin memulai membuat rumah maka perhitungannya hari dan neptunya sebisanya jika dibagi 4 akan lebih 1 atau 2 . Untuk hari dan neptunya bisa anda pilih sendiri menurut kesiapan dan juga waktu yang tersedia.

Itulah sekelumit tulisan mengenai hari baik untuk membuat dan memindah rumah , dalam buku Betaljemur Adammakna masih banyak solusi mengenai berbagai hal dalam kehidupan yang didasarkan oleh perhitungan orang jaman dahulu dan masih menjadi rujukan orang saat ini . Utamanya orang jawa masih menjunjung luhur nilai-nilai budaya jawa , sehingga jika melakukan kegiatan apapun pasti akan merujuk pada perhitungan hari baik. Untuk lebih mengenal buku Kitab Primbon ini anda bisa mendapatkannya DISINI ( Fatkhul Muin)