Jumat, 28 April 2017

Di Desa Kenduren Demak , Yang Terima Raskin Rumahnya Tertempel Stiker “Keluarga Miskin”



Rumah dengan stiker KELUARGA MISKIN
Demak –  Ada yang berbeda pada pembagian raskin  di desa Kenduren kecamatan Wedung kabupaten Demak  pada tahun 2017 ini. Pasalnya tahun lalu beras miskin yang hanya diterima oleh 392 KK namun pada prakteknya diberikan kepada 1.920 KK yang ada di desa . Atau istilahnya diratakan pada semua KK. Namun pada tahun ini desa Kenduren mendapatkan raskin hanya 347 KK dan beras itu diberikan kepada 347 KK sesuai dengan daftar yang ada.

“ Memang desa Kenduren tahun ini membuat gebrakan baru dalam pembagian raskin ini. Yang dulu-dulu semua warga dapat jatah beras ini. Tetapi saat ini yang menerima hanya yang tertera dalam daftar saja “, kata Malikhan satgas raskin pada kabaredemak.com.

Malikhan mengatakan keputusan itu mengacu pada hasil Musyawarah Desa ( Musdes) yang memutuskan bahwa raskin hanyaa diberikan pada yang berhak saja . Sebelumnya fihak desa dan lembaga mengadakan verifikasi terhadap warga yang berhak menerima raskin ini. Setelah itu diputuskan bersama merekalah nantinya yang berhak mendapatkan beras miskin itu. Dan rumah mereka di tempeli stiker “KELUARGA MISKIN”.

Inilah stiker nya
“ Saat ini tidak ada lagi pembagian beras 1 zak untuk 4-5 orang seperti dulu . Namun mereka yang mendapatkan saat ini membawa pulang 1 zak beras seberat 15 Kg. Jadi hak mereka tidak dibagi yang lain seperti yang dulu “, tambah Malikhan.

Malikhan menambahkan , tahun lalu desa mendapatkan beras 5.580 Kg yang dibagikan kepada 1.960 KK . Rata-rata mereka hanya mendapatkan beras 3 Kg , namun sekarang satu warga mendapatkan beras 1 zak seberat 15 Kg. Dengan naiknya jatah beras mereka diharapkan yang benar-benar miskin akan lebih sejahtera.

“ Nah untuk menandai mereka menerima beras raskin , pada rumah-rumah mereka ditempel label atau Stiker “ Keluarga Miskin” yang dibuat desa. Semua rumah yang mendapatkan beras raskin pasti ada stikernya. “, tambah Malikhan.

Gebrakan desa Kenduren ini patut dicontoh desa yang lain. Hampir semua desa masih menerapkan beras miskin di bagi rata . Dengan mencontoh desa Kenduren kecamatan Wedung kabupaten Demak ini diharapkan kesejahteraan keluarga miskin makin terangkat. Harapannya semua program untuk keluarga miskin diharapkann tidak salah sasaran. (Muin)


Kamis, 27 April 2017

Obyek Wisata Morosari , Jasa Antar Maksimal Rp 75 Ribu dan Parkir 40 Ribu



 
Rapat membahas Jasa Antar Wisata Morosari
Demak - Pantai Morosari, merupakan salah satu wisata pantai yang ada di kabupaten Demak. Lokasinya tidak jauh dari jalan raya, hanya berjarak sekitar 3 Km dari jalan raya. Pantai ini dikenal dengan keindahan panorama alamnya yang indah. Selain wisata pantai kita juga dapat mengunjungi salah satu hutan mangrove yang ada disebrang pulau dengan menaiki prahu.


Hal inilah yang akan menimbulkan masalah baru di lokasi pantai Morosari yang jadi destinasi wilayah Sayung yaitu tentang jasa pengawalan atau jasa antar wisata sampai pantai Morosari, karena di sinyalir akhir akhir ini telah beredar di media sosial bahwa jasa pengantar wisata yang terlalu besar dan berita di medsos sering terjadi pungutan yang memberatkan pengunjung wisata.


Untuk itu Danramil yang di wakilkan Batituud Koramil 11/Sayung Pelda Bayu.S menghadiri rapat yang membahas tentang jasa pengawalan/jasa antar wisata sampai pantai morosari yang bertempat di balai Desa Purwosari kecamatan Sayung Kab.Demak, Kamis (27/04/2017).


Turut hadir dalam rapat tersebut  antara lain Camat sayung Bpk Sugiyanto, Kapolsek Sayung AKP Budi Rahmadi, Pj.Kades Purwosari Sukarman, Kades Bedono Agus Salim,BPD Ds.Bedono, Perwakilan dari Dzuriah Makam Mbah Mundzakir serta Perwakilan Ojeg Bahari 10 orang.


Yang menjadi perhatian pada rapat yaitu membahas tentang masalah jasa pengantar wisata yang pada akhir akhir ini telah beredar di media sosial bahwa jasa pengantar wisata terlalu besar dan berita di medsos sering terjadi pungutan yang memberatkan pengunjung wisata.


Maka dari itu Forkompincam menyarankan agar menyikapi berita yang ada di medsos dengan bijak dan dikelola dengan baik serta adil, mohon di sosialisasikan bahwa jasa antar wisata tidak memberatkan wisatawan dan akan menjadi polemik apalagi sampai masuk di medsos.


Dari hasil keputusan rapat bahwa wisatawan bisa mengetahui bahwa jasa antar telah di tentukan oleh wilayah setempat dan tidak memberatkan, yang semula lebih dari Rp.100.000 sekarang Rp.75.000 pulang pergi serta tidak melebihi yang telah di tentukan.Untuk parkir di Desa Bedono sudah di kelola oleh desa sebesar Rp.40.000,- dan tidak ada masalah.(Pendim 0716/Demak)

Ini yang Masih Dilestarikan , Tradisi Ruwahan di Bulan Sya’ban



 
Salah satu Tradisi Ruwahan Ziarah Kubur
Demak - Saat ini kita berada di awal bulan Sya’ban atau orang jawa mengenalnya sebagai bulan Ruwah. Dan pada bulan ini ada tradisi yang diuri-uri kelestariaannya sampai sekarang dan masih dijalankan terutama di daerah pinggiran atau pedesaan.
Orang mengenalnya sebagai tradisi Ruwahan atau Arwahan yaitu tradisi yang berkaitan dengan pengiriman arwah orang-orang yang telah meninggal dengan cara di do’akan bersama dengan mengundang tetangga kiri kanan yang pulangnya mereka diberi ”berkat” sebagai simbul rasa terima kasih .
Oleh karena itu jika bulan Ruwah tiba pasar-pasar tradisional akan kebanjiran order untuk selamatan ruwahan , diantaranya beras , bumbu-bumbu, lauk semuanya laris untuk kebutuhan selamatan Ruwahan.
Entah kapan mulainya , beberapa warga desa yang ditemui tidak dapat menjelaskan karena mereka ada tradisi itu telah ada dan selanjutnya terus diadakan sampai mereka punya anak dan cucu.
Sehingga jika bulan Ruwah tiba di desa-desa pesisir utamanya Demak dan Jepara setiap harinya pasti ada warga yang mengadakan Selamatan dalam rangka mengirim arwah para leluhurnya baik ibu, bapak, mbah, buyut dan diatasnya lagi. Biasanya yang di undang adalah tetangga kiri kanan dengan pimpinan do’a modin atau kyai yang dituakan di desa itu, adapun bacaan yang dibaca umumnya adalah tahlil .
Namun satu dua warga ada juga yang mengawalinya dengan acara khotmil qur’an dengan mendatangkan hafid atau hafidoh. Khotmil qur’an itu dengan niatan pahalanya di kirimkan pada ahli kubur yang telah mendahuli mereka , agar di dalam kuburnya mendapatkan ketenangan , kemudahan dari siksa kubur.
” Memang bulan Ruwah bagi masyarakat di desa kami sebagai bulan untuk mengirim arwah leluhur yang telah mendahului dengan cara mengadakan selamatan mengundang tetangga kanan kiri . Pahala dari bacaan tahlil tersebut ditujukan untuk para arwah ”, ujar Jambari  (55) warga desa Kedungmutih yang mengadakan acara Ruwahan belum lama ini.(MUIN)

Desa Bungo Geger, Warga Temukan Mayat Dalam Karung Di Duga Di Bunuh


Korban di otopsi ( Foto / FB Mpu Ranubaya)

DEMAK, KOMPAS.com - Sesosok mayat dalam karung ditemukan di Sungai Wulan , Desa Bungo, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jateng, Kamis (27/4/2017). Mayat berkelamin perempuan yang terbungkus karung putih tersebut, diduga merupakan korban pembunuhan.


Kabar adanya penemuan mayat dalam karung itu, menggemparkan warga. Mereka berbondong bondong ke lokasi untuk melihatnya.

Adapun ciri-ciri mayat perempuan tersebut berkulit sawo matang , rambut hitam lurus panjang sebahu, tinggi sekitar 155 cm dan diperkirakan berumur 30 tahun.
Saat ditemukan, korban yang berperawakan sedang itu, mengenakan baju mo
tif lurik warna Ungu terong dan celana warna biru putih motif kotak- kotak dan berkerudung warna hitam.

Kepala Bagian Operasional Polres Demak, Kompol Sutomo, mengungkapkan, dari hasil identifikasi sementara dari pihak dokter dan kepolisian dimungkinkan korban sebelum meninggal dunia dianiaya terlebih dahulu.

"Ada tanda-tanda bekas jeratan yang masih menempel di leher dan pelipis kanan memar. Setelah meninggal korban dimasukkan dalam karung dan diberi beban dua buah batu agar mayat bisa tengelam dan tidak mengapung," ungkap Sutomo.

"Saat ditemukan celana pendek dan celana dalam sudah terpisah dibungkus dengan kantong plastik," tambahnya.

Lebih lanjut, Sutomo menambahkan, penemuan mayat tersebut bermula saat dua nelayan setempat hendak memperbaiki perahu, Mereka melihat anak-anak kecil yang sedang bermain di sekitar lokasi kejadian sedang menarik bungkusan karung berwarna putih.

Penasaran, kedua nelayan tersebut kemudian mendekati bungkusan karung putih itu. Setelah didekati karung tersebut tercium bau busuk menyengat, ketika dibuka teryata di dalamnya berisi mayat perempuan.

"Lokasi penemuan mayat dalam karung berdekatan dengan tempat parkir perahu nelayan," sebutnya.
Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, Polres Demak menunggu proses autopsi dari Bidokes Polda Jateng untuk mengetahui penyebab kematian korban.
"Pelaku masih dalam proses penyelidikan," katanya. ( Kompas)

Senin, 24 April 2017

Bakso Bang Kasan, Bakso Ndeso Murah Meriah




Demak – Bakso saat ini merupakan kuliner yang banyak penggemarnya . Dari kota sampai desa bertebaran warung yang menjual bakso ini. Masih ada penjual bakso yang berkeliling kampung . Salah satunya adalah bang Kasan warga desa kedungkarang kecamatan Wedung. Bang kasan menjual bakso keliling sejak lulus SMP.

Sampai saat ini jika dihitung sudah ada tujuh tahunan menjajakan Bakso ini. Ia menjajakan bakso yang dibuat ayahnya. Keluarganya memang pengusaha bakso di desa. Mulai dari ayahnya , ibunya dan dia semua ider bakso. Awal yang membuka usaha ayahnya kelilingan dengan sepeda motor. Lalu ibunya buka warung di rumahnya . Sedangkan dia dibuatkan gerobag setelah lulus SMP.
Bang Kasan  mengatakan kualitas bakso yang ia buat untuk konsumsi orang ndeso . Sehingga jika dibandingkan dengan di kota jauh dari segi rasanya. Ini dibuat karena permintaan pelanggan yang menginginkan bakso murah meriah. Satu mangkok untuk ukuran normal paling mahal Rp 5.000  , selain itu ia melayani pembelian di bawah itu. Pembelian mulai Rp 2.000, Rp 3.000 dan seterusnya.

“ Ya kalau harga dipathok Rp 5.000 misalnya  yang beli cuma sedikit. Jadinya ya kita buat semampu yang beli minimal Rp 2.000 kita kasih 2 gelondongan bakso “, kata Kasan pada kabaredemak.com

Kasan mengatakan , ia setiap harinya keliling bakso di desa tetangganya Kedungmutih. Ia keluar dari rumahnya sekitar pukul 2 siang . Ia ider  bakso keluar masuk gang sampai dengan jam sembilan malam. Namun jika ramai jam tujuh malam ia bisa pulang ke rumahnya. Satu hari ider ia bisa mendapatkan keuntungan Rp 50 ribu – Rp 75 ribu.

“ Kalau cuaca hujan tidak begitu deras bakso cukup laris , namun jika hujan deras ya kadang harus nunggu hingga malah hari . yang namanya julan kadang ramai ya kadang sepi Mas “, kata Kasan .(Muin)