Tampilkan postingan dengan label Bungo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bungo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Mei 2017

Mayat di Bungo Terkuak !!! , Pembunuhnya Ternyata Pacar Korban



 
Tersangka praktekkan cara bunuh korban
Demak – Teka – teki yang menyelimuti  kasus pembunuhan mayat wanita dalam karung yang menggegerkan warga Demak . Serta mayatnya ditemukan nelayang desa Bungo kecamatan Wedung kabupaten Demak Kamis (27/4/2017) lalu. Telah terungkap berkat kerjasama yang baik antara aparat kepolisian Demak , media masa dan juga netizen.

Korban yang diketahui bernama Ayu Kurniandani (19) , warga Welahan, Jepara meninggal karena dibunuh oleh kekasihnya sendiri Umar Sodiq (25) warga Desa Tanggul RT 02 RW 02 , Kecamatan Mijen, Demak. Setelah melakukan pembunuhan dan membuang mayat korban ke sungai, pelaku kemudian melarikan diri ke luar kota.

Beruntung , Unit Resmob Sat Reskrim Polres Demak, bergerak dengan cepat sehingga dalam tempo satu minggu berhasil meringkus tersangka di daerah Banjar, Jawa Barat, Kamis (4/5/2017). Dengan tertangkapnya tersangka tersebut maka kasus yang sempat tersebar di media social dan menjadi perhatian khusus Kapolda Jateng akhirnya terkuak

“ Terduga Pelaku ini terpaksa kita lumpuhkan kaki kanannya dengan timah panas, karena melakukan perlawanan saat ditangkap oleh anggota, ” ungkap Kapolres Demak, AKBP Sonny Irawan, saat gelar perkara di Mapolres Demak, Jumat ( 5/5/2017).

Terungkapnya kasus pembunuhan tersebut, berawal dari keterangan saksi kunci M Sihabusin warga Mijen, Demak, teman tersangka yang diminta oleh pelaku meminjam karung ke tetangganya. Dari informasi itu dan sejumlah barang bukti seperti pakaian korban, sarung, karung plastik, batu pemberat, jepit rambut dan HP milik korban, petugas mengembangkan penyelidikan yang hasilnya mengarah kepada tersangka Umar yang akhirnya bisa diringkus.

Dikatakan Kapolres, tersangka bertindak brutal dan tidak berperikemanusiaan karena khilaf . Korban yang diakui sebagai pacar tersangka mendesak kepada tersangka  untuk menggugurkan kandungannya . Tersangka mengenal korban sejak lima bulan yang lalu. Hubungan itupun makin erat sehingga terjadi hubungan badan diantara keduanya.

Korban mengetahui dirinya hamil kemudian mendesak tersangka untuk menggugurkan kandungannya ,karena masih ingin melanjutkan sekolah. Setiap ketemu korban terus mendesaknya, padahal tersangka menawarkan untuk bertanggungjawab. Namun demikian korban tetap berkehendak untuk menggugurkan kandungannya.

“ Nah pada hari Minggu sepuluh hari yang lalu karena khilaf terjadilah kejadian itu , tersangka mencekik leher korban dengan kain kerudung hingga meninggal dunia. Karena kebingungan akhirnya tersangka memasukkan mayat korban ke dalam karung plastic dan pada malam harinya membuangnya di Kali Wulan”. Tambah kapolres dalam gelar perkara.
Dengan melihat kondisi seperti itu , terduga pelaku menurut Kapolres akan dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. 

Sabtu, 29 April 2017

Mayat di Bungo Demak Terungkap , Ternyata Pelajar Dari Jepara

 
Mayat di Bungo

DEMAK - Mayat perempuan dalam karung yang sempat ditarik anak-anak untuk mainan di pesisir Bungo kecamatan Wedung Demak Jawa Tengah, terungkap identitasnya. Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban yang masih pelajar berpamitan hendak arisan ke rumah ke rumah temannya.

"Dini hari tadi ada warga Welahan Jepara datang ke Mapolsek Wedung mencari anak perempuan yang tidak pulang sejak Minggu 23 April 2017. Anak yang hilang bernama Ayu Kurniyandai," kata Kabag Ops Polres Demak, Kompol Sutomo, Sabtu (29/4/2017).

Dijelaskan, sebelumnya pelajar usia 19 tahun yang beralamat di Desa Welahan RT 2/1 Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara itu berpamitan hendak arisan di tempat temannya bernama Aida di Desa Pecuk, Kecamatan Mijen, Demak pada hari tersebut.
"Menurut keluarga, sekitar pukul 13.00. WIB korban ditelpon dan terdengar nada panggil namun tidak diangkat," tambahnya.

Selanjutnya petugas Polsek Wedung mengajak pihak keluarga ke RSUD Sunan Kalijaga Demak untuk meneliti pakaian yang dipakai korban. Berdasarkan ciri-ciri dan pakaian yang dikenakan dipastikan korban adalah Ayu, yang hampir satu pekan ini dicari-cari.

"Dengan demikian korban sudah ditemukan oleh keluarganya. Polisi lantas menyerahkan jenazah korban ke keluarga untuk dimakamkan. Kini polisi masih mencari saksi-saksi dan melakukan penyelidikan guna mengungkap perkara tersebut," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, sekelompok anak di kampung nelayan Desa Bungo, Kecamatan Wedung, Demak, bermain di tepi Sungai Wulan dan menarik-narik karung plastik yang nyaris tenggelam. Setelah diperiksa, karung berwarna putih itu berisi mayat seorang perempuan.

"Awalnya kan kami memperbaiki perahu, dan banyak anak kecil yang bermain di tepi sungai. Mereka menarik bungkusan karung berwarna putih, karena penasaran saya mendekat dan tercium bau sangat menyengat," kata Hasyim, warga Desa Bungo RT 5/8 Kecamatan Wedung, Demak, Kamis 27 April.

Saksi dibantu sejumlah warga lantas membuka karung putih itu dan menemukan sosok mayat tanpa identitas. Seketika, penemuan mayat di dekat tempat bersandarnya perahu-perahu nelayan itu, menggegerkan warga.

Mereka berdatangan ke lokasi untuk memastikan kabar sekaligus mengenali identitas korban.

Setelah dicek oleh petugas medis ciri-ciri jenazah antara lain, kulit sawo matang, rambut hitam lurus panjang sebahu, dan tinggi badan diperkirakan 155 sentimeter. Mayat ini juga mengenakan jilbab hitam dan sarung putih hitam dengan motif kotak-kotak.

Diperkirakan sebelum meninggal, korban dianiaya terlebih dahulu karena ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan berupa bekas jeratan di leher dan pelipis kanan memar.

Setelah meninggal, mayat korban dimasukkan ke karung dan diberi beban dua buah batu agar tengelam di sungai.

(nag)
Sumber : SINDONEWS

Kamis, 27 April 2017

Desa Bungo Geger, Warga Temukan Mayat Dalam Karung Di Duga Di Bunuh


Korban di otopsi ( Foto / FB Mpu Ranubaya)

DEMAK, KOMPAS.com - Sesosok mayat dalam karung ditemukan di Sungai Wulan , Desa Bungo, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jateng, Kamis (27/4/2017). Mayat berkelamin perempuan yang terbungkus karung putih tersebut, diduga merupakan korban pembunuhan.


Kabar adanya penemuan mayat dalam karung itu, menggemparkan warga. Mereka berbondong bondong ke lokasi untuk melihatnya.

Adapun ciri-ciri mayat perempuan tersebut berkulit sawo matang , rambut hitam lurus panjang sebahu, tinggi sekitar 155 cm dan diperkirakan berumur 30 tahun.
Saat ditemukan, korban yang berperawakan sedang itu, mengenakan baju mo
tif lurik warna Ungu terong dan celana warna biru putih motif kotak- kotak dan berkerudung warna hitam.

Kepala Bagian Operasional Polres Demak, Kompol Sutomo, mengungkapkan, dari hasil identifikasi sementara dari pihak dokter dan kepolisian dimungkinkan korban sebelum meninggal dunia dianiaya terlebih dahulu.

"Ada tanda-tanda bekas jeratan yang masih menempel di leher dan pelipis kanan memar. Setelah meninggal korban dimasukkan dalam karung dan diberi beban dua buah batu agar mayat bisa tengelam dan tidak mengapung," ungkap Sutomo.

"Saat ditemukan celana pendek dan celana dalam sudah terpisah dibungkus dengan kantong plastik," tambahnya.

Lebih lanjut, Sutomo menambahkan, penemuan mayat tersebut bermula saat dua nelayan setempat hendak memperbaiki perahu, Mereka melihat anak-anak kecil yang sedang bermain di sekitar lokasi kejadian sedang menarik bungkusan karung berwarna putih.

Penasaran, kedua nelayan tersebut kemudian mendekati bungkusan karung putih itu. Setelah didekati karung tersebut tercium bau busuk menyengat, ketika dibuka teryata di dalamnya berisi mayat perempuan.

"Lokasi penemuan mayat dalam karung berdekatan dengan tempat parkir perahu nelayan," sebutnya.
Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, Polres Demak menunggu proses autopsi dari Bidokes Polda Jateng untuk mengetahui penyebab kematian korban.
"Pelaku masih dalam proses penyelidikan," katanya. ( Kompas)

Jumat, 09 Mei 2014

Jembatan Bungo Demak Lokasi Memancing Yang Mengasyikkan

Pemancing mangkal di jembatan Bungo lama

Demak - Salah satu tempat favorit untuk memancing ikan di seputaran Jepara , Kudus dan Demak adalah jembatan Bungo yang dibawahnya mengalir sungai Wulan yang dikenal cukup deras alirannya. Jembatan ini yang terletak di desa Bungo kecamatan Wedung kabupaten Demak .

 Bagi penggemar olah raga memancing bukan tempat asing lagi , karena setiap hari puluhan orang memanfaatkan tempat ini untuk melampiaskan hoby memancing mereka . Puncaknya jika hari Minggu atau liburan tempat ini penuh dengan pemancing yang datang dari berbagai penjuru daerah Kudus , Jepara dan Demak . Mereka biasa datang 3 – 4 orang dengan membawa peralatan memancing dan juga umpan berupa udang hidup yang dibeli dari kiri kanan jembatatan.

” Saya bisa dipastikan memancing disini seminggu sekali , jika tidak ada pekerjaan bisa dua kali seminggu habis gimana udah hobi . Selain itu dalam setiap memancing saya dipastikan bisa membawa pulang ikan jadi ya ketagihan terus ”, ujar Ngadono (45) pemancing dari Welahan Jepara 

Ngadono yang siang itu ditemani 5 rekannya yang mempunyai hobny sama mengatakan , meskipun hasil memancing dengan biaya operasional memancing kadang lebih banyak biaya operasionalnya namun setiap kali mereka pasti berangkat memancing . 


Padahal selain meluangkan waktu mereka juga mengeluarkan biaya untuk membeli umpan berupa udang hidup, bensin atau ongkos transportasi dan juga untuk biaya makan satu hari . Namun hal itu bagi mereka bukanlah menjadi halangan , karena menurut mereka dengan memancing ikan bisa menghilangkan stres apalagi jika pulang membawa ikan besar hati ini rasanya gembira bukan kepalang.



” Seperti beberapa bulan yang lalu di tempat ini pernah ada pemancing yang mendapatkan ikan kakap dengan berat hampir 20 Kg , hari selanjutnya pemancing datang kesini secara berduyun-duyun sehingga jembatan ini penuh dengan manusia ”, tambah Ngadono yang setiap mancing pasti pulang membawa ikan.

Namun demikian ada yang disayangkan oleh para pemancing yang mangkal di jembatan Bungo ini yaitu kurang bersihnya kondisi air di sungai Wulan yang diakibatkan oleh limbah pabrik . Pada saat-saat tertentu kondisi air jadi keruh m sehingga ikan-ikanpun lari ke laut lagi , bahkan kadang kala ikan-ikan ditemukan para pemancing sudah dalam keadaan mati mengambang. 


Oleh karena itu mereka berharap kondisi air di sungai Wulan ini dapat bersih terus , dan pengelola pabrik di daerah Kudus tidak membuang limbahnya ke sungai Wulan. Dengan kondisi sungai yang bersih itu ikan-ikan besar akan datang ke sungai , sehingga para pemancing dapat mendapatkan ikan yang besar sebagai jerih payahnya memancing sehari.

” Bagi teman-teman yang punya hobi mancing dan bertempat tinggal disekitar Demak bisa coba mancing di jembatan Bungo ini , kita tanggung puas ”, ujar bang Kliwir teman Ngadono. ( Muin)