Jumat, 28 Maret 2014

Koperasi Harus Sejahterakan Anggotanya

Supriyadi dari Kantor Koperasi Demak

Demak - Koperasi didirikan dengan tujuan untuk kesejahteraan anggotanya . Oleh karena itu jangan hanya mengejar SHU ( Surplus Hasil Usaha) yang besar tetapi mengabaikan kepentingan dan kesejahteraan anggota. Ukuran keberhasilan koperasi bukan dari SHU yang tinggi namun sebatas mana koperasi itu dapat menyejahterakan anggota.

“ Selain itu koperasi harus sehat , hal itu bisa dilihat dari laporan keuangan setiap RAT seperti ini. Mudah-mudahan KSP “ Margi Rahayu” ini terus dapat menyejahterakan anggotanya “, kata Supriyadi pejabat dari Kantor Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Demak di acara RAT KSP “ Margi Rahayu” Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak, Jum’at (28/3).

Selain itu koperasi harus menaati segala aturan yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang tentang perkoperasian dan juga peraturan pemerintah. Diantaranya harus berbadan hukum , dan juga mempunyai SOP dan SOM dalam rangka menjalankan usaha.

Jika semua itu dilaksanakan maka perjalanan koperasi dalam rangka melayani anggotanya akan lancar. Dalam perjalanan tidak ada hal-hal yang membuat kerugian koperasi. Oleh karena itu masing-masing harus menempatkan perannya masing-masing.

“ Dari pengalaman yang ada hancurnya koperasi bukan karena kelalaian anggotanya , namun kebanyakan dari kelalaian pengurusnya. Saya berharap pengurus KSP ini selalu amanah menjalankan tugasnya”, harap Supriyadi.

Selain itu Supriyadi berpesan kepada pengurus untuk selalu hati-hati dan waspada dalam menjalankan usaha simpan pinjam. Usaha Simpan Pinjam mempunyai resiko yang tinggi .Oleh karena itu harus teliti berkaitan dengan keabsahan jaminan peminjam.

“ Beberapa waktu yang lalu ada salah satu koperasi di Demak kebobolan karena sertifikat yang diagunkan merupakan sertifikat palsu. Hal ini menimbulkan masalah ini jangan sampai terjadi lagi kasus semacam itu “, pesannya.


Menutup sambutannya Supriyadi mengharapkan adanya kepedulian semuanya baik pengelola , pengurus, pengawas dan anggota untuk kemajuan koperasi. Jika semua dijalankan menurut aturan yang ditentukan koperasi benar-benar bisa menyejahterakan anggota dan juga mampu menggerakkan ekonomi warga di sekitarnya. (Muin)


Berkoperasi Banyak Manfaatnya

Hanafi

Demak- Berkoperasi bagi Hanafi salah satu anggota KSP “ Margi Rahayu” banyak manfaatnya. Selain satu tahun bisa bertemu di acara RAT ( Rapat Anggota Tahunan ) anggota juga bisa memanfaatkan  koperasi sebagai tempat untuk pinjam dan juga meyimpan uang.

“ Dengan menjadi anggota Koperasi kita bisa menyimpan dan pinjam uang , sehingga jika perlu modal tidak perlu jauh-jauh ke bank atau lembaga lain”, kata Hanafi pada demakpos di Acara RAT KSP “Margi Rahayu” desa Kedungmutih , Jum’at (28/3).

Hanafi mengatakan dia menjadi anggota KSP “ Margi Rahayu “ sudah lebih 10 tahun . Dia merupakan anggota pendiri yang dulunya KSU “Margi Rahayu” . Setiap RAT dirinya pasti menghadiri acara tersebut selain menerima SHU dan hak lainnya . Dalam kesempatan itu juga mengajukan usul serta saran untuk kemajuan koperasi.

“ Memang saya sering usul dan bertanya , tadi saya mengusulkan agar anggota diberikan seragam . Sehingga tahun depan ketika hadir disini bisa kompak pakaiannya “, tutur Hanafi.

Manfaat yang paling dirasakan sebagai anggota koperasi aku Hanafi , ketika dia butuh uang dengan cepat . Pernah ia meminjam ke koperasi karena mau punya gawe. Dengan membawa persyaratan yang telah ditentukan beberapa menit uang sudah didapatkan.

“ Jadi bagi anggota tidak ada ruginya menjadi anggota koperasi. Ini saya alami sendiri . Tiap butuh uang untuk keperluan apa saja bisa diatasi lewat KSP “ Margi Rahayu “ ini “, kata Hanafi.



Hal sama juga dikatakan Hamdan Kepala desa Kedungmutih. Dia merupakan inisiator berdirinya KSP “ Margi Rahayu” tersebut. Setelah dilantik menjadi Kepala Desa iapun mempunyai gagasan mendirikan lembaga koperasi ini. Harapannya ke depan koperasi ini dapat meningkatkan perekonomian desa Kedungmutih.

“ Dan harapan saya berhasil meski awalnya memang berat namun setelah berjalan lebih 10 tahun ada perkembangan yang bagus. Ini RAT yang ke 14 belas . Dan saya menjabat kepala desa ya lebih 14 tahun “, kata Hamdan.

Hamdan berharap KSP “Margi Rahayu” ini terus berkembang yang lebih baik lagi. Melayani anggota dengan sepenuh hati dan professional. Persaingan semakin ketat harus di landasi dengan ketekunan kejujuran dan ketelitian dalam mengelola uang.


“ Jika pengelolaan asal-asalan maka pengurus dan pengelola berhadapan dengan aparat hukum yang berakibat akan masuk penjara. Maka hati-hatilah dalam mengelola koperasi ini “, pesan Hamdan pada pengurus dan pengelola saat RAT. (Muin)

Rabu, 26 Maret 2014

PIP Semarang Berikan Penyuluhan Pelayaran Untuk Nelayan

Capt. Suwiyadi berikan kenang-kenangan pada Hamdan Kades Kedungmutih

Demak -  Bertempat di Balai desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak  Kamis, (27/3) berlangsung Penyuluhan Keselamatan Pelayaran dan juga kesehatan bagi nelayan. Penyuluhan yang diadakan oleh Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang (PIP)  ini diikuti 75 nelayan warga desa Kedungmutih.

Dr. Capt. Suwiyadi, S.Mat, M Mar, MPd selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat mewakili Direktur PIP mengatakan, acara penyuluhan untuk nelayan tersebut bertujuan agar nelayan yang melaut menangkap ikan selamat dan sehat dalam bekerja. Selain itu lingkungan laut juga terjaga kelestariannya.

Dikatakan , sering terjadi kecelakaan nelayan dilaut karena kurangnya ilmu pengetahuan dalam berlayar. Misalnya persiapan mesin perahu , kondisi perahu dan perbekalan yang lainnya.

Penyuluhan ini juga diharapkan para nelayan akan lebih trampil dalam berlayar sehingga selamat badannya  perahunya dan juga lingkungan. Tidak hanya badannya yang sehat , namun perahu dan mesin awet serta tidak menyebabkan polusi laut.


Suasana Penyuluhan nelayan dari PIP Semarang


“ Dalam pelatihan ini selain Persiapan berlayar , kami juga berikan penyuluhan mengenai perbaikan mesin kapal atau perahu. Sehingga para nelayan bisa mengatasi kerusakan mesin perahu dengan cepat”, kata Capt Suwiyadi pada demakpos.

Selain itu acara penyuluhan ini  juga sebagai ajang pengenalan Politeknik Ilmu Pelayaran untuk para nelayan. Diharapkan putra atau putri  nelayan yang ada di Demak bisa belajar di PIP ini. Sehingga nantinya mejadi tenaga pelayaran yang profesional.

“ Kita berharap putra-putri nelayan dari Kedungmutih ini ada yang meneruskan pendidikan di PIP Semarang. Agar kelak menjadi pelaut yang handal “, tambahnya.
Hamdan Kepala Desa Kedungmutih mengatakan acara penyuluhan untuk nelayan dari PIP Semarang diapresiasikan oleh nelayan Kedungmutih cukup positif. Oleh karena itu nelayan  yang datang ke balai desa melebihi kuota yang disediakan.

Oleh karena itu dia selaku pemerintahan desa Kedungmutih mengucapkan terima kasih pada PIP . Dengan adanya penyuluhan tersebut diharapkan para nelayan lebih profesional dalam berlayar. Selain itu juga kemanan dan kesehatan para nelayan terjaga dengan baik.

“ Harapan saya ke depan ada lagi putra nelayan yang belajar di PIP ini. Saat ini ada satu taruna dari desa Kedungmutih yang belajar di sana”, kata Hamdan.

Menurut Hamdan  Amirul adalah salah satu taruna PIP yang berasal dari desa Kedungmutih. Dia adalah anak seorang nelayan dari RT 07 RW 03 . Saat ini sedang menempuh ujian akhir. Ke depan diharapkan ada lagi taruna atau Taruni PIP yang berasal dari desa Kedungmutih kecamatan Wedung Kabupaten Demak. (Muin)




Biar Kapok Pengecer Judi Togel Ditangkap Polisi

Supadi (52) warga Desa Ngawen Wedung Demak, Senin (24/3) ditangkap polisi, karena tertangkap tangan sedang menjual kupon kuda lari atau judi toto gelap (togel) kepada penduduk setempat. 

Selain menangkap pelaku, petugas juga menyikat barang bukti berupa uang tunai Rp27 ribu, tiga bendel kupon rekap, 15 lembar kupon togel, potongan kertas karbon, sebuah ponsel, dan 10 kertas ramalan.

Kapolres Demak AKBP Setijo Nugroho melalui Kasubbag Humas AKP Sutomo mengatakan, penggerebegan rumah Supadi menindaklanjuti laporan warga yang resah terhadap aktifitas kakek beranak-cucu, yang pada Juli 2011 lalu terjerat kasus sama.

“Tersangka ini sudah pernah mendekam di penjara”, tutur Sutomo kepadademakpos. Dengan demikian, ‘rapor’ Supadi tersebut menjadi catatan khusus bagi penyidik dan penuntut umum di pengadilan. (mac)




Zaman Orba, NU Dilarang Berkembang, Tak Kebagian Menteri

Di jaman orde baru (ORBA), Nahdlatul Ulama (NU) dilarang berkembang membumi di Indonesia, sehingga seakan-akan hanya di Pulau Jawa saja yang ada rumah sakitnya milik NU. 

Kini, jumlah RSI NU di Indonesia ada 114 unit dan sebentar lagi akan menyusul berdiri rumah sakit serupa di Kalimantan Selatan dan di Lampung, yang merupakan basis warga nahdliyin.

Demikian dikemukakan Ketua Umum PNBU Prof Dr KH Said Agil Siraj ketika memberikan sambutannya sesaat sebelum meresmikan ruang ICU dan CT Scan Rumah Sakit Islam (RSI) NU, Selasa (25/3) kemarin.

“Jangankan rumah sakit, di pemerintahan Orba pun NU tidak kebagian mengurusi negara (menteri-red). Padahal, di antara yang ikut mendirikan negeri dan yang menetapkan rumusan Pancasila seperti yang sekarang ini adalah KH Hasyim Asya’ari, seorang tokoh dan ulama NU”, tambahnya.

Namun seiring masa reformasi, NU berkembang pesat. Beberapa orang NU ditunjuk menjadi menteri, seperti yang sekarang ini di antaranya; Mendiknas M Nuh, Menpera Dhan Faridz, Menag Surya Dharma Ali, dan Menakertrans Muhaimin Iskandar.

“Kalau NU dilibatkan berkiprah, insya Allah negeri ini aman dan tetap damai, koq” tuturnya kepada demakpos. (mac)



Wow. !!!!! RSI NU Punya Ruang ICU dan CT Scan

Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSI NU) Demak, Selasa (25/3) lalu sudah mempunyai ruang ICU dan CT Scan sendiri, dan sudah mulai dapat dipergunakan untuk melayani pasien. 

Peresmian penggunaan ruang dan peralatan canggih tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua Tanfiziyah PBNU Prof Dr KH Said Agil Siraj.

Ruang ICU RSI NU ini dilengkapi dengan peralatan canggih dan dokter spesialis anastesinya, sehingga tidak hanya melayani orang dewasa tetapi juga pasien anak-anak. 

Dijelaskan oleh Direktur RSI NU dr H Abdul Aziz, rumah sakit ini telah memiliki IGD dengan dokter jaga 24 jam nonstop, 95 bed untuk rawat inap, pelayanan poli umum dan spesialis yang dilengkapi peralatan medis seperti USG empat dimensi, radiologi dan farmasi 24 jam, serta laboratorium yang memiliki molai manfaat lebih berupa hasil pemeriksaan lebih akurat.

Didukung oleh tenaga medis profesional ; 18 dokter spesialis, 20 dokter umum dan 194 perawat dan karyawan administrasi, RSI NU mulai Januari 2014 juga melayani pasien BPJS PBI maupun non-PBI”, terang Abdul Aziz kepadademakpos. (mac)

Sumber : demakpos.com



Selasa, 25 Maret 2014

Waduh !!!!! Dua Anak Meninggal akibat DBD

Hingga Maret 2014 ini terdapat sebanyak 16 kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Demak, dan dua anak di antaranya meninggal dunia oleh serangan DBD tersebut. 

Kedua pasien meninggal tersebut sempat dirawat di Puskesmas Sayung 2 dan Puskesmas Bintoro.
Demikian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Iko Umiyati kepadademakpos dan Suara Merdeka secara terpisah, Selasa (25/3) kemarin. 

Kasus DBD sekarang cenderung naik dari tahun sebelumnya. Tahun 2012 tercata 483 kasus, 6 orang diantaranya meninggal dan tahun 2013 terjadi 610 kasus dan 13 orang/pasien lainnya tidak dapat diselamatkan nyawanya.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati dan waspada terhadap serangan nyamuk Aedes aegypti. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus tetap dilakukan oleh masyarakat, terutama membasmi jentik nyamuk pada genangan air.

Orang tua harus waspadai apabila bayi dan anaknya mengalami panas demam tinggi dalam 3-4 hari tanpa ada gejala penyakit lain. Segera dibawa ke dokter atau puskesmas terdekat untuk dilakukan tindakan medis”, pesan Iko. (mac)

Sumber : demakpos.com