Tampilkan postingan dengan label Sidigede. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sidigede. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Juni 2017

Dokar Masuk Desa , Ajak Anak-Anak Ngabuburit Keliling Desa





Demak – Orang mencari rezeki dituntut harus kreatif agar menghasilkan hasil sesuai yang diinginkan . Seperti halnya Sudirman warga desa Sidi Gede kecamatan Welahan ini. Ia adalah kusir penarik dokar yang mangkal di desa. Namun pada bulan puasa ini ia mencari peruntungan dengan berkeliling desa.

Pertama kali desa yang terdekat dengan desanya semakin lama semakin jauh. Yang menjadi sasarannya adalah  anak-anak yang libur sekolah. Dengan menawarkan jasa keliling desa ia mendapatkan bayaran dari anak-anak Rp 3.000 sekali naik. Sehingga ia tidak narik lagi di pangkalan namun keliling desa melayani anak-anak.

“ Berangkat dari rumah ya sekitar jam tujuh  dan pulang nanti sore mau buka puasa , ya kalau Rp 100 ribu ya dapat , kalau ramai ya lebih . Lumayan bisa untuk persiapan lebaran”, kata Sudirman kusir dokar  pada kabaredemak.

Sudirman mengatakan narik dokar keliling desa hasilnya lebih banyak dari pada mangkal di pangkalan atau pasar. Namun demikian membutuhkan waktu yang lama karena harus sabar menanti penumpang.  Iapun selalu berpindah tempat dalam rentang waktu 1-2 hari. Desa yang ia kunjungi lebih dari 5 Desa diantaranya desa di kabupaten Demak dan Jepara . Seperti desa Jungsemi,Jungpasir, Mutih , Kedungmutih dan Kedungmalang. (Muin)

Rabu, 25 Desember 2013

Masjid “Sidiq Mulyo” Sidi Gede Dulu Diresmikan Hendro Martojo


Jepara – Beberapa hari  yang lalu  saya berjalan-jalan njajah desa milangkori ke desa Sidi Gede kecamatan Welahan kabupaten Jepara. Ketika itu waktu shalat Ashar tiba akhirnya saya anak saya mampir ke masjid untuk melaksanakan shalat.

Masjid tersebut bernama Masjid “Sidiq Mulya” dengan kondisi bangunannya  yang bagus  dibandingkan dengan yang lainnya. Selain halamannya luas untuk parkir dengan paving yang rapi. Tempat wudhunya juga banyak dan airnya cukup lancar. Kamar mandi dan WC juga tersedia untuk para jamaah.

Usai wudlu sayapun masuk ke dalam masjid untuk sholat. Meskipun tidak begitu besar kondisi dalam masjid cukup nyaman untuk shalat. Bentuk mihrabnya sederhana namun kelihatan gagah. Mimbar untuk khotbah kecil terbuat dari kayu jati berukir sehingga cukup nyeni untuk dilihat.

Bagian depan masjid berlantai dua tidak full. Namun disisakan dibagian depan. Kanan kiri serta belakang berlantai dua sehingga mampu menampung jamaah yang cukup banyak. Utamanya untuk shalat Jamaah Jum’at dan shalat hari raya.

Untuk lantainya memang agak kuno karena terbuat dari marmer kasar. Namun untuk jendela dan pintu dilihat cukup bagus karena terbuat dari kaca patri yang dipadukan dengan kusen kayu jati. Sedangkan untuk dinding selain dikeramik ada juga yang dicat halus.




Ketika saya lewat di bagian depan masjid ada prasasti yang cukup besar. Papan dari batu marmer itu bertuliskan kapan masjid itu usai dibangun dan diresmikan. Nah di batu itu tertulis masjid Sidiq Mulyo desa Sidi Gede itu diresmikan hari Rabu tanggal 27 Oktober 2010 oleh orang nomor 1 Jepara pada waktu itu Bapak Hendro Martojo.

Adapun renovasi pertama tertanggal 4 Maret 2004 . Sehingga Masjid yang cukup megah di kawasan Sidi Gede dan sekitarnya hanya dibutuhkan waktu sekitar 6 tahun. Warga Sidi Gede patut diacungi jempol untuk kegiatan pengumpulan dana pembangunan masjid ini.


Nah bagi anda yang belum pernah melihat kemegahan masjid “Sidiq Mulya” ini bisa mampir dan shalat di sana . Adapun lokasinya pinggir jalan antara desa Teluk Wetan menuju ke desa Karanganyar dan tepat dipinggir jalan. (Muin).