Tampilkan postingan dengan label Tedunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tedunan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 April 2017

Lonthong Pecel “Bang Godheg” Tedunan Tetap Mak Nyuuuuuus Silakan Coba


Jepara- Jika anda pernah berkunjung ke desa Tedunan kecamatan Kedung . Tentunya anda tidak akan asing dengan warung makan ini. Tepatnya di depan SD Tedunan I berdiri warung makan sederhana dengan menu utama “ Lonthong Pecel “. Warung makan ini sudah berdiri ada sepuluh tahun yang lalu.

Dari sejak berdiri hingga sekarang menu andalannya adalah lonthong Pecel. Lonthong adalah sejenis ketupat berbahan baku beras namun cara masaknya dengan di bungkus daun pisang atau plastic. Sedangkan pecel adalah sejenis sayuran yang terbuat dari kangkung, bayan, kol dan kacang panjang .
Sedangkan penyedapnya adalah bumbu yang terbuat ramuan kacang tanah, gula, garam ,cabai ditambah bumbu lainnya. Rasanya yang manis , asin dan pedas itulah menjadi nikmat jika disiramkan ke sayuran. Apalagi jika ditemani lonthong yang kenyal rasanya makin mak nyus.
“ Alhamdulillah satu hari kita buat lonthong rata-rata 50 – 60 porsi , satu porsi kita jual Rp 7.000,- bisa dimakan disini atau dibawa pulang seperti ini “, kata Ny. Muryadi pemilik warung Pecel desa Tedunan pada kabarseputarmuria.

Ny. Muryadi mengatakan warung yang dibuka di pinggir jalan raya Kedungmalang – Pecangaan ini buka setiap hari. Jam buka sore hari sekitar pukul 4 sedangkan warung ditutup jika dagangan habis atau paling lama sampai jam 9 malam. Selain menu utama Lonthong pecel masih ada hidangan lain seperti bakwan, tahu isi, dan juga sate telur puyuh.
“ Khusus untuk lonthong pecel ini merupakan menu andalan di warung kami ini. Selain warga desa Tedunan pembeli juga datang dari desa-desa tetangga seperti kendalasem, Karangaji, Kaliombo bahkan ada juga pelanggan kami dari Kalinyamatan “, papar Ny. Muryadi.
Dulu sebelum membuka warung makan , usaha harian keluarga adalah konfeksi. Namun karena sepi order maka usaha konfeksi itupun gulung tikar. Untuk tetap menghidupi keluarga akhirnya terbuka pemikiran untuk membuat warung makan. Maka dibukalah warung makan lonthong pecel menu yang belum ada di desanya.
“ Alhamdulillah dari buka warung ini mulai ada pemasukan untuk keluarga kembali. Meski tidak lebih keuntungan setiap harinya bisa untuk membiayai kehidupan keluarga. Pernah setiap hari  bisa habis hingga 100 porsi karena jalan raya ini cukup ramai “, katanya.
Namun semenjak jalan raya Pecangaan – Kedungmalang rusak parah maka penjualan lonthong pecel ini semakin lama semakin turun. Dulu setiap sore hari jalan depan warung ramai dengan pengendara yang datang dari berbagai penjuru. Jalan depan warung merupakan jalan alternative menuju kota Jepara melewati pantai Selatan Jepara.Harapannya jalan itu segera diperbaiki agar warungnya ramai kembali. (Muin)

Selasa, 19 Agustus 2014

Gebyar Semarak HUT RI ke 69 Di Desa Tedunan Jepara



Jepara – Dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke 69 Pemerintah Desa Tedunan menggelar berbagai acara lomba. Lomba yang dilaksanakan mulai tanggal 17 Agustus – 19 Agustus berjalan cukup meriah. Selain di gelar untuk anak-anak lomba 17 an itu juga diperuntukkan remaja.

“ Tujuan lomba selain untuk memeriahkan HUT RI juga kami tujukan untuk silaturahmi antar warga. Dengan lomba ini kami harap persaudaraan makin akrab dan saling kebersamaan “, ujar Yahya Ketua Panitia Lomba yang dihubungi
FORMASS.



Yahya mengatakan berbagai lomba digelar diantaranya Sepak bola dan Catur , panjat pinang untuk remaja . Sedangkan anak-anak disedikan lomba balap karung, balap kelereng, makan krupuk, mengambil koin, memasukkan bolpoin, sepeda pelan.


“ Untuk pendanaan disediakan oleh pemerintah desa Tedunan. Selain untuk kegiatan kami juga menyediakan berbagai macam hadiah untuk pemenang. Hadiah bukan tujuan utama yang penting kebersamaan dan persatuan menjadi tujuan utama “, tambahnya.



Harapannya dengan adanya berbagai lomba tersebut kondisi warga desa Tedunan semakin harmonis . Sehingga kebersamaan terus terjalin dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Diharapkan juga desa di pesisir ini juga semakin maju. (Muin)




Selasa, 17 Juni 2014

Betonisasi Jalan Raya Desa Tedunan Tahun Ini Selesai


Jalan raya desa Tedunan yang belum dibetonisasi

Demak- Jalan desa Tedunan kecamatan Wedung kabupaten Demak sepanjang 1 kilometer yang kini kondisinya masih rusak parah tahun ini akan dibetonisasi. Diharapkan warga yang melewati jalan tersebut tidak akan terganggu baik di musim hujan maupun kemarau. Selain itu akses jalan menuju ke kantor kecamatan tidak akan kesulitan lagi.

Hal itu di katakan Camat Wedung Drs. Syahri dihadapan peserta pelatihan SIBAT dibalai Desa Kedungmutih , Senin (16/6). Dengan akses jalan Tedunan yang sudah bagus tersebut nantinya transportasi ke kantor kecamatan tidak akan terkendala lagi. Apalagi jika musim penghujan tidak aka nada lagi jalan becek atau mathol.

“ Mudah-mudahan dengan betonisasi jalan desa Tedunan itu , Kepala desa atau perangkat tidak kesulitan lagi menuju ke kantor kecamatan Wedung. Dulu sering mereka terlambat dengan alasan jalan rusak , becek atau mathol “, kata Camat Wedung.




Kecamatan Wedung tahun ini menurut Camat Wedung mendapatkan dana untuk pembangunan infrastruktur sebesar 11.9 Milyar . Diantaranya untuk betonisasi jalan desa Tedunan yang akan menyambung ke desa Mutih Kulon. Selain itu juga untuk betonisasi jalan depan kantor kecamatan yang kondisinya juga rusak parah.

“ Selain itu juga merehabilitasi beberapa sarana dan prasarana yang rusak . itu semua ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat. Jalan beton juga dilaksanakan di desa Mutih Wetan nyambung ke desa Jungpasir “, tambah Camat  Wedung.

Sementara itu Adib perangkat desa Kedungmutih merasa senang dengan terselesaikan betonisasi jalan desa Tedunan tahun ini. Sehingga jika dia dan teman-teman konperensi ke kantor kecamatan tidak akan kesulitan lagi. Apalagi jika musim penghujan tiba selain diguyur air jalan rusak mengakibatkan kesulitan melewatinya.


“ Nah dengan jalan yang sudah bagus ini , kita berharap akses menuju desa desa lain juga lancar. Selain itu pengankutan hasil tambak berupa ikan dan garam tidak kesulitan jika musim penghujan”, tambah Adib yang sudah lebih 10 tahun jadi perangkat desa Kedungmutih. (Muin).


Minggu, 01 Desember 2013

PNPM Mandiri Bangun Gedung Madin ”Tasymirusy Syubban” Jepara

Gedung Madin PNPM 2013

Jepara – FORMASS , Desa Tedunan kecamatan Kedung kabupaten Jepara tahun 2013 ini mendapatkan kembali kucuran dana dari pemerintah lewat PNPM ( Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat ) Mandiri Perdesaan. Lewat Musrenbangdes dana  sebesar Rp 151.961.000   tersebut disepakati untuk rehab berat Madrasah Diniyyah ”Tasymirusy Syubban”  yang kondisinya sudah cukup tua.

Dengan ditambah Swadaya Masyarakat sebesar Rp 40 Juta Gedung Madrasah tersebut akan direnovasi kembali sehingga kondisinya layak kembali untuk belajar para siswa jika sore hari. Adapun bangunan Madrasah Diniyyah yang dibangun berukuran 7,3 X 19,3 meter.

”  Dengan dana PNPM ini kami  membangun 3 lokal baru , bangunan lama kami robohkan karena sudah tua selain itu kondisi lantai juga kami tinggikan sesuai dengan kesepakatan  Rapat dan juga RAB yang ada ” ujar Fahrur Rozi (48) Sekretaris TPKD ( Tim Pengelola Kegiatan Desa) PNPM Mandiri Perdesaan desa Tedunan pada FORMASS Ahad (1/12).

Fahrur Rozi   mengatakan, pelaksanaan pembangunan Gedung Madrasah ini mengacu pada aturan yang ada. Dari mulai perencanaan , musyawarah desa,verifikasi  sampai dengan penetapan dilewati secara baik . Selain itu untuk swadaya masyarakat juga cukup tinggi , karena hampir 25 % anggaran pembangunan Gedung Madrasah ini bersumber dari swadaya masyarakat. 

Penggalangan dana swadaya tersebut  melibatkan ketua RT yang ada dengan cara menarik  swadaya dari pintu ke pintu  . Jika sekali belum lunas maka penarikannya doatur secara angsuran , setelah terkumpul uang tersebut disetorkan pada bendahara TPKD .

Selain itu diwaktu-waktu tertentu TPKD juga mengerahkan tenaga masyarakat dalam rangka membantu pembangunan Madin ini , untuk tahap awal ketika pembongkaran bangunan hampir seluruh warga datang sehingga pekerjaan cepat terselesaikan.


Gedung Madin PNPM 2012

” Saya akui warga kami kesadaran untuk berswadaya masih tinggi , selain kami bebani bentuk uang tunai , tenaga mereka pada waktu tertentu kami minta pergunakan mereka dengan suka rela datang membantu kami ”, terang Fahrur Rozi.

F. Rozzi mengatakan , tahun 2012 yang lalu Madin ini juga telah mendapatkan dana PNPM sebesar  Rp 91,975 ditambah swadaya Rp 30 juta . Dana tersebut dipergunakan untuk membangun dua local kelas , dua kelas lagi murni sawadaya masyarakat. Tahun 2013 ini kembali mendapatkan dana PNPM untuk membangun 2 lokal kelas dan 1 lokal kantor Madrasah.

Madrasah Diniyyah ”Tasymirusy Syubban” ini usianya sudah puluhan tahun. Santri atau siswa yang belajar mencapai lebih dari 500 siswa. Yang belajar di Madrasah ini adalah anak-anak usia SD / MI. Adapun kurikulum pembelajarannya mangacu pada LP Ma’arif Jepara. (Muin)

Senin, 11 November 2013

Lonthong Pecel dan Es Puter Tedunan Jepara Mak Wenak Tenannn !!!!

Warung Lonthong Pecel dan Es Puter Tedunan Jepara

Jepara - Desa Tedunan kecamatan Kedung kabupaten Jepara saat ini bisa dikatakan tidak terisolir seperti dahulu, selain kondisi sosial masyarakatnya yang banyak berubah juga kondisi fisik desa juga selangkah lebih maju .

 Selain itu pula desa ini juga menjadi daerah penyangga antara desa Purwogondo menuju Kedungmalang dan juga dari Pecangaan menuju ke Kedungmalang salah satu desa pesisir terakhir yang di kenal sebagai desa pinggir pantai yang menghasilan garam , ikan dan udang.

 Apalagi setelah jalan-jalan tersebut di hotmik mulus maka desa-desa yang terisolir kini membuka diri untuk dikunjungi warga desa lainnya. Hal ini bisa dilihat jika hari Minggu, Jum’at dan hari libur lainnya jalan-jalan di sekitar desa Tedunan cukup ramai dengan hilir mudiknya warga sekitar Pecangaan, Kalinyamatan yang ingin Jalan-jalan santai menuju ke desa Kedungmalang atau ke Jepara .

Gorengan dan Sate Telur Puyuh
Melihat peluang itulah maka Muryadi ( 34 ) warga desa Tedunan membuka usaha warung pinggir jalan yang menyediakan menu makanan dan minuman untuk warga sekitarnya atau para pengunjung lain yang kebetulan mampir untuk sekedar melepas dahaga ataupun niat makan karena lapar.

 Menu yang ia sediakan untuk minumannya ada Es campur, Es teh, Kopi hangat sedangkan untuk makanannya adalah spesial Lonthong Pecel. Selain itu pula ia juga menyediakan berbagai macam gorengan khas pesisir ada bakwan , pisang goreng, tahu goreng dan tidak ketinggalan sate telur puyuh dan juga telur asin yang merupakan produk lokal desa Tedunan dan sekitarnya.

” Alhamdulillah Mas kurang lebih saya membuka warung ini sudah 4 tahun , kelihatannya lancar-lancar saja pelanggan semakin banyak , oleh karena itu jika ada rejeki lebih saya ingin buat warung permanen meskipun kontrak. Soalnya warung yang saya tempati ini kan dipinggir jalan raya jadi bangunannya ya sederhana seperti ini ”, tutur Muryadi warungnya depan SD Tedunan Jepara.

Lonthong Pecel Mak Nyus !!!!
Muryadi yang pernah gonta-ganti profesi ini mengungkapkan, ide untuk membuat warung pinggir jalan ini berawal dari kebangkrutannya sebagai pengusaha konveksi , setelah usahanya membuat pakaian jadi jatuh yang tersisa hanya satu sepeda motor , maka sepeda motor itupun ia lego untuk dijadikan modal membuat warung.

Awal membuka usaha warung itupun masih ada kendala dari fihak-fihak yang kurang suka usahanya itu , namun berkat ketekunannya dan bantuan istri dan kedua adiknya maka usaha yang dibangunnya itu lambat laun menuai hasil. Jumlah pelanggannya dari waktu ke waktu bertambah banyak.

Warung pecel Tedunan ini  buka mulai pukul 15.00 sore sampai dengan tengah malam. Selain menu utama lonthong pecel , ada berbagai macam gorengan yang menemani kita. Diantaranya Bakwan , Tahu isi , Telur Asin , Sate Telur Puyuh dan juga yang lainnya.

Sedangkan untuk minumannya yang favorit adalah Es Puter . Selain itu ada berbagai macam pilihan ada es jeruk, es teh , kopi ,susu dan ada lagi yang lainnya.
 
Es Puter  hanya Rp 4 Ribu
Untuk ukuran warung desa menu yang disediakan di warung pak ghodeg ini cukup merakyat, sepiring lonthong pecel , satu mangkok besar es campur ditambah dengan beberapa gorengan tidak menghabiskan uang Rp 10.000,-. Lonthong pecel dijual Rp 5 ribu satu porsinya , sedangkan Es Puter Rp 4 Ribu , sedangkan gorengan paling mahal Rp 1.000,-.

 . Oleh karena itu tidak mengherankan jika warung ini cukup banyak pembelinya , ada yang ingin merasakan Es campur mangkuk besar , Wedang kopinya yang manis , beraneka gorengan sampai dengan lonthong pecel yang pedas menggigit.

Keramaian itu bertambah jika musim laut ramai dan juga ketika sawah penduduk panen , para warga banyak yang keluar malam untuk menikmati hidangan warung Mang Godheg ini .

Nah bagi pembaca dimana saja berada jika kebetulan mampir ke desa Tedunan Kecamatan Kedung kabupaten Jepara ini dapat mampir dan merasakan kelezatan , kemeriahan serta kemurahan warung Mang Godheg ini , untuk lokasinya pinggir jalan raya Kedung – Pecangaan depan SD Tedunan 1 silakan mencoba rasanya mak ................... Nyus (Muin)


 

Selasa, 22 Oktober 2013

Ja’far Unggul Atas Bardi Menangi Pilihan Petinggi Desa Tedunan Jepara

Subardi tanpa Ja'far karena urusan kesehatan

Jepara - Hari  Selasa (22/10) adalah  hari yang bersejarah bagi Ja’far calon petinggi  desa Tedunan dengan nomor urut 2 . Dalam pertarungan pilihan  petinggi dia berhasil mengungguli Subardi calon nomor 1 dengan hanya selisih 7 suara.  Subardi beroleh suara 797 sedangkan pesaingnya Ja’far beroleh suara 804 suara.

“ Dengan perolehan 804 suara calon nomor 2 Ja’far berhak menduduki jabatan kepala desa Tedunan periode yang akan datang “, kata Yahya Irsyadi ketua P5 desa Tedunan pada FORMASS usai penghitungan suara.

Ja'far sang pemenang


Yahya mengatakan , pelaksanaan pilihan petinggi desa Tedunan berlangsung dengan aman tertib dan lancar. Pembukaan rapat pemilihan petinggi dibuka pukul 7 pagi dan ditutup pada pukul 14.00. Selanjutnya diadakan rapat penghitungan suara diawali pukul 14.00 sampai dengan selesai pukul 15.30.

Ditambahkan oleh Yahya , untuk calon nomor urut 1 Subardi menduduki kursi yang disediakan panitia dari awal sampai akhir penghitungan suara. Namun untuk calon nomor urut 2 Ja’far karena kesehatan yang tidak memungkinkan maka usai istirahat dia tidak kembali ke arena pemilihan petinggi.

Yahya umumkan hasil pilihan petinggi


“ Tanpa kehadiran calon sampai akhir penghitungan suara hal itu tidak menjadi masalah bagi pelaksanaan penghitungan suara “, tambah Yahya.

Dari pantauan , ajang pemilihan petinggi desa Tedunan ini menjadi acara yang istimewa bagi warga desa. Hampir seluruh warga tumpleg bleg mendatangi tempat pemungutan suara. Jalan raya depan TPS harus ada pengamanan khusus dari petugas kepolisian .

Proses penghitungan suara


Kemeriahan mencapai puncaknya ketika acara penghitungan suara . Masing-masing penonton membentuk formasi tersendiri sambil membuat catatan penghitungan sendiri. Sebagian warga ada yang merangsek ke arena penghitungan suara terutama ibu-ibu ingin melihat dari dekat.

Pendukung Ja'far rayakan kemenangan

Selesai penghitungan juga tambah meriah karena warga desa mendatangi rumah calon yang jadi. Satu persatu mereka memberikan salam pada calon yang jadi. Dengan kedatangan para pendukung maka diperlukan pengamanan khusus agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“ Ya rasanya pasti gembira karena jago saya jadi . Tapi kami harapkan para pendukung tetap tertib menjaga keamanan dan ketertiban “, ujar Maksum salah satu tim sukses Ja’far. (Muin).









Sabtu, 05 Oktober 2013

Desa Tedunan Prosentase Penduduk Miskin Tertinggi Di Jepara

405.005 warga Jepara hidup di bawah garis kemiskinan
Warga miskin (dok:Sindonews)
Muhammad Oliez
Selasa,  17 September 2013  −  16:05 WIB
Sindonews.com - Sebanyak 36 persen dari total penduduk di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, hidup di bawah garis kemiskinan. Berdasarkan hasil survei Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), jumlah penduduk miskin di Jepara sebanyak 405.005 jiwa dari total penduduk 1.123.439 jiwa.

“Kalau diprosentase masih ada 36 persen yang miskin. Tapi ini data tahun 2011, kalau angka terbaru belum ada, karena hasil survei terakhir angka itu,” kata Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, di Ruang Rapat I Setda Jepara, Selasa (17/9/2013).

Para penduduk miskin itu terbesar di Desa Karanggondang Kecamatan Mlonggo dengan jumlah 7.413 jiwa, Desa Troso Kecamatan Pecangaan (7.117 jiwa), Desa Sinanggul Kecamatan Mlonggo (6.305 jiwa), Desa Lebak Kecamatan Pakisaji (5.927 jiwa), dan Desa Guyangan Kecamatan Bangsri (5.608 jiwa). 

Sedangkan dari prosentasenya, lima desa pemilik warga miskin terbanyak adalah Desa Tedunan (81,77 %), Desa Karangaji (79,92 %), Desa Raguklampitan Kecamatan Batealit (77,10 %), Desa Kaliombo (76,38 %), dan Desa Tanggultlare (75,29 %) di Kecamatan Kedung.

“Penanganan kemiskinan tak bisa diselesaikan secara parsial. Semua elemen harus bersinergi agar program penanggulangan kemiskinan maksimal, sehingga masyarakat mandiri dan berdaya,” jelasnya.

Dilanjutkan dia, salah program pengentasan kemiskinan di daerah itu adalah PNPM Mandiri Perkotaan. Program ini sudah mulai dijalankan sejak 2007. Jika ditotal hingga 2013 ini, Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp70,3 miliar. 

Rinciannya yang bersumber dari APBN Rp63,97 miliar, dan dana pendamping dari APBD Kabupaten Jepara Rp6,355 miliar.

“Dari jumlah itu, dana yang dimanfaatkan sebesar Rp59,7 miliar. Sedangkan swadaya yang terkumpul dari masyarakat selama program ini berjalan, telah mencapai Rp33 miliar lebih,” kata Koordinator PNPM–MP Kabupaten Jepara Bambang Rudihartono.

Menurut Bambang, sasaran PNPM–MP di Jepara berada di 86 desa yang tersebar di tujuh kecamatan, masing masing Kecamatan Mlonggo, Pakisaji, Jepara, Tahunan, Pecangaan, Kalinyamatan, dan Welahan. 

Mayoritas BLM PNPM–MP, dimanfaatkan untuk pembangunan lingkungan (79,6 persen), diikuti pembangunan bidang ekonomi (13 persen), dan bidang sosial (7,4 persen).

“Berbagai progam tersebut merupakan inisiatif dari masyarakat sendiri. Prinsipnya masyarakat akar masalah kemiskinan itu, lalu kita dampingi penyelesaian persoalan tersebut,” tandasnya.

Ditambahkan dia, perlu berbagai langkah terobosan untuk menekan angka kemiskinan di bumi Kartini. Tak kalah pentingnya, adanya sinergi antarberbagai lembaga yang terkait dengan progam penanggulangan kemiskinan tersebut.

(san)
Sumber  : Sindodotcom




Selasa, 24 September 2013

Mbah Sutar Jualan Bakso – Mie Ayam Sudah Puluhan Tahun

Warung Bakso Mbah Sutar Tedunan Jepara

Jepara - Saat ini makanan yang cukup populer dan dimana-mana ada adalah Bakso dan Mie Ayam , sehingga dimanapun kita berada kita pasti menjumpai dua jenis makanan ini , baik kelilingan, kakilima menetap, kios sederhana pinggir jalan sampai dengan warung makan atau restoran.

Selain banyak penggemarnya makanan ini juga universal setiap orang manapun pasti pernah merasakan dua makanan yang katanya dulu berasal  dari negeri china . Pangsa pasar yang semakin banyak inilah yang menjadikan usaha penjualan Bakso dan Mie ayam ini terus berkembang disegenap penjuru.

Bagi pengusaha lama yang bermain dalam usaha ini  tidak takut tersaingi , karena masing-masing telah mempunyai pasar dan pelanggan yang berbeda-beda. Pengusaha barupun bermunculan optimis usaha mereka nantinya akan maju dan berkembang seperti ysng lainnya.

Seperti halnya Sutarno pria yang asli Solo yang kini bertempat tinggal di desa Tedunan kecamatan Kedung kabupaten Jepara mengaku telah tiga  puluh tahun lebih menekuni usaha penjualan Bakso dan Mie Ayam .
Sebelum buka warung di desa Istrinya itu ,dia mengaku berjualan Bakso semenjak lulus SMP dan ikut iparnya di Jakarta tahun 1980an  . Awalnya dia hanya bertugas mendorong gerobag menemani iparnya berkeliling di seputaran Cikini Jakarta  .

Beberapa bulan kemudian barulah ia diberitahu caranya membuat glondongan bakso, bumbu-bumbu nya, serta kuah yang membuat lezat bakso sehingga mampu mengikat  para pelanggan.

 Setelah mahir membuat racikan bumbu barulah dia keliling sendiri dengan menggunakan angkringan yang dipikul , karena untuk membeli gerobag belum ada modal.

“ Setelah beberapa tahun berkeliling menggunakan angkring dan sudah mempunyai cukup pelanggan dan sedikit tabungan  , maka saya membeli gerobag bekas milik teman yang pulang kampung, dengan menggunakan gerobag sendiri ini usaha kami semakin maju dan sudah mandiri lepas dari kakak ipar saya”, aku Sutar mengenang.

Menurut Sutar Bakso dan Mie Ayam populernya lebih duluan bakso , karena makanan bakso ini sudah ada semenjak bangsa china berimigrasi ke Indonesia sehingga ketika dia masih kecil usaha penjualan bakso sudah ada di mana-mana .

Namum makanan Mie Ayam ini  populer di Indonesia baru 15 tahunan dengan boomingnya makanan itu dimana-mana akhirnya tumbuh usaha yang berbahan baku tepung terigu dan daging ayam ini .


Sehingga usahanya pun berkembang lagi dengan penjualan Mie Ayam , sempat usaha penjualan baksonya kalah populer dengan Mie Ayam , namun saat ini kedua makanan jualannya itu hampir sama penjualannya karena masing-masing telah mempunyai pelanggan sendiri.



Untuk yang ingin kenyang dan takut kolesterol maka pilihannya jatuh pada Mie ayam  selain lebih ringan terasanya karena berbahan baku daging ayam juga cepat membuat perut kenyang. Namun jika ingin yang berat dan berlemak banyak pilihannya jatuh pada Bakso karena selain kuahnya cukup berat juga bahan bakunya daging sapi.

“ Dulu memang Mie Ayam lebih populer karena semua orang ingin mencicipi rasa Mie Ayam , namun sekarang penjualan kami kelihatannya berimbang , bahkan satu dua orang pelanggan ada yang memadukan Mie Ayam ini dengan bakso sehingga tercipta Mie Ayam pakai glondong bakso yang juga banyak penggemarnya “, ujar Sutar menambahkan.

Ketika ditanya hitung-hitungannya berjualan Bakso dan Mie Ayam ini, Sutar yang mengaku pernah juga berjualan bakso sampai di Cianjur Jawa Barat  mengatakan , cukup jika untuk menghidupi anak dan istri.

Seperti dirinya dia mengaku usahanya biasa-biasa saja , namun dari keuntungannya berjualan bakso dan Mie ayam ini sudah membuahkan banyak hasil , selain rumah yang sederhana , sepeda motor , dan juga dapat menyekolahkan ketiga anak-anaknya seperti anak yang lainnya.

Padahal dia hanya membuka 1 warung  yang buka jam2 siang sampai jam 9 malam . Ia membuka warung dekat dengan rumahnya. Di desa saja usaha penjulan bakso dan Mie ayam ini cukup lumayan hasilnya , apalagi jika mau membuka ditempat strategis atau ramai hasilnya jauh lebih banyak.

Mengenai modal yang dikeluarkan untuk membuka usaha penjualan bakso dan mie ayam bagi pemula bang Sutarno memaparkan , modal pertama adalah gerobag baik keliling atau menetap harus ada gerobag sebagai tempat menaruh dagangan, kompor untuk memasak dan juga dandang untuk merebus.

Biaya yang dikeluarkan saat ini sekitar satu juta rupiah . Untuk pembelian bahan-bahan pembuat bakso, Mie, daging ayam dan juga bumbu-bumbunya sekitar Rp 400.000,- . Kompor gas , dandang , mangkok ,gelas dan kebutuhan pecah belah lainnya kurang lebih 600.000,-. 

sehingga mempunyai uang Rp 2.000.000,- sudah bisa jualan bakso dan Mie ayam keliling kampung, jika ingin menetap harus menyewa atau kontrak tempat yang harganya tergantung dari kondisi tempat jualannya.

Namun untuk pemain pemula disarankan untuk keliling kampung menggunakan gerobag dorong , selain dapat bertemu orang banyak juga sebagai ajang promosi .

Jika pelanggan kelilingan sudah banyak selanjutnya bisa jualan menetap dengan cara menyewa atau mengontrak tempat yang strategis, sehingga pelanggan yang mendatangi si penjual.

“ Untuk menjadi pengusaha yang berhasil resepnya harus tekun dan selalu belajar dengan orang lain , selain itu pula harus banyak teman atau relasi. Silakan jika ada orang yang ingin belajar membuka usaha penjualan bakso atau Mie ayam pada kami karena dulu sayapun belajar dengan orang lain.

Namun demikian saya berpesan untuk menjadi usaha yang besar butuh waktu yang panjang , tidak sebentar saja terus jadi besar atau banyak pelanggannya “ , ujar Sutar yang mengaku hidupnya penuh liku-liku .(Muin)