Tampilkan postingan dengan label KBIH Jabal Nur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KBIH Jabal Nur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 April 2014

Lakukan Silaturahmi Agar Kemabruran Tetap Terjaga

KH.Abdullah Uzair & KH. Ahmad Lutfie (baju Kuning)


Jepara - Salah satu jalan yang dilakukan agar kemabruran haji tetap terjaga sampai mati salah satu diantaranya dengan merutinkan silaturahmi. Silaturahmi adalah acara saling kunjung mengunjungi sesama muslim. Bahkan yang terbaik adalah sesama teman ketika melaksanakan ibadah haji di Makkah almukarramah.

“ Oleh karena itu acara pertemuan haji semacam inilah harusnya kita lestarikan . Agar kita bisa saling kunjung dan mengunjungi sesama saudara. Acara pagi hari ini insya Allah membawa barokah untuk semuanya”, kata ustadz H. Ahmad Lutfi didepan Anggota paguyuban Jamaah haji KBIH Jabal Nur Jepara tahun 2012/1433H, Ahad (30/3).





Dikatakan , selain bisa kangen-kangenan dan berinteraksi dengan sesama jamaah. Acara ini juga sebagai ajang permohonan maaf seluruh anggota keluarga kita yang telah meninggal dunia lewat bacaan tahlil. Sehingga keluarga kita mendapatkan keberkahan dari acara ini.

Selanjutnya dengan acara ini kita juga secara tidak langsung meningkat rasa kedermawanan kita. Dengan memberikan hidangan kepada tamu-tamu yang hadir secara tidak langsung kita mengeluarkan shodaqoh. Itu juga perwujudan kita menghargai tamu.

Disisi lain KH. Abdullah Uzair pimpinan KBIH “ Jabal Nur “ mengatakan, kemabruran haji harus kita jaga sampai kita meninggal dunia. Oleh karena itu usai kita melaksanakan ibadah haji. Kerajinan dalam ibadah tidak hanya ketika di Kota suci Makkah saja. Namun harus kita lestarikan sampai kita meninggal dunia.




“ Jadi jangan hanya rajin ketika di sana saja. Tetapi sampai di tanah air kembali harus meningkat ibadahnya . Itulah yang namanya haji Mabrur “, kata Abdullah Uzair yang setiap tahun membimbing jamaah haji ke tanah suci.

Salah satu sikap yang sering dilupakan adalah rasa kepedulian terhadap orang yang tidak mampu. Diharapkan kita peduli terhadap sesama yang kurang mampu dari segi financial. Jika sewaktu-waktu ada yang membutuhkan bantuan kita harus membantu sekuatnya.


“ Contohnya jika pada hari Jum’at ada orang yang minta sedekah. Jangan ditolak dan berikan semampunya . Siapa tahu yang minta itu adalah malaikat yang “membo-membo” seperti manuasia “, tambah Uzair yang senang humor . (Muin) 


Minggu, 22 Desember 2013

Kemabruran Haji Harus Tetap Terjaga

Ustadz H. Misbahuddin berikan tausiyah

Jepara – Haji adalah salah satu ibadah yang tidak setiap orang bisa menjalani. Selain ada persyaratan tertentu juga situasi dan kondisi menjadi salah satu penentu keberhasilan ibadah ini. Oleh karena itu siapapun orang yang pernah menjalani ibadah haji harus menjaga kemabruran haji yang telah diperolehnya.

“ Ya salah satu menjaga kemabruran haji adalah tetap terjalinnya silaturahim. Yaitu dengan idaroh semacam ini silaturahim tetap terjaga . Oleh karena itu diharapkan kegiatan ini terputus “, kata Ustadz H. Misbahuddin dari Demangan Jepara di acara Silaturahim Paguyuban haji KBIH “Jabal Nur” tahun 2012/1433 H di rumah H. Sukardi Demaan Jepara.

Ustadz H. Misbahuddin yang berangkat ibadah haji tahun 2006 mengatakan, haji yang mabrur akan mendapat 2 keistimewaan. Keistimewaan yang pertama akan dikabulkan segala permintaannya . Oleh karena itu jika memohon kepada Allah diharapkan permintaan yang baik saja.

Sedangkan keistimewaan yang kedua mereka akan mendapatkan maghfiroh atau pengampunan kepada Allah. Segala kesalahan yang diperbuat terdahulu akan mendapat pengampunan dari Allah SWT. Namun demikian diharapkan setelah mendapatkan ampunan tidak akan melakukan kesalahan lagi.

Sebagian Anggota paguyuban


“ Selain itu masih banyak lagi keistimewaan yang didapatkan oleh orang yang mendapatkan predikat haji Mabrur. Oleh karena itu kita mohon kepada Allah mudah-mudahan ibadah haji yang telah kita kerjakan mendapatkan predikat Haji Mabrur “, tambah Ustad Misbahuddin.

Sementara itu H. Agus Ketua Paguyuban haji KBIH Jabal Nur tahun 2012 mengatakan acara Silaturahim haji sudah menjadi agenda rutin. Acara silaturahim diadakan setiap 2  bulan sekali dengan tempat berpindah sesuai dengan giliran masing-masing.

Awalnya anggota berjumlah sekitar 60 orang . Namun karena tempatnya yang berpencaran di Jepara . Maka yang benar-benar aktif mengikuti acara silaturahim sekitar 40 orang. Meskipun demikian tidak semua anggota bisa menghadiri acara karena terbentur dengan kesibukan keluarga masing-masing.

“ Ya kita tidak dapat memaksakan agar bisa datang semua. Harapan kami meskipun tidak bisa full datang semua paling tidak ada separoh lebih agar acara ini bisa gayeng “, kata H. Agus. (Muin)





Senin, 23 September 2013

Jamaah Calon Haji Kloter SOC 37 Jepara Di Berangkatkan

Azan mengantar Calon Haji
Jepara - Sebanyak 370 Calon Haji Kloter 37 SOC dari Jepara pagi tadi ( 24/9) telah diberangkatkan ke Asrama haji Donohudan Solo. Pelepasan Jamaah calon haji di saksikan oleh ribuan pengantar yang datang dari seluruh penjuru kabupaten Jepara. Meski acara pelepasan pagi-pagi buta ,namun hal itu tidak menyurutkan semangat para pengantar.

“ Emang sudah tradisi meski pelaksanaan pelepasan haji pagi betul , namun pengantar haji sudah datang ke pendopo habis shalat subuh . Jadinya pendopo dan alon-alon Jepara seperti pasar malam “, ujar Mualim pengantar haji dari desa Babalan kecamatan Wedung kabupaten Demak.

Sebagian calon haji kloter 37 SOC dari jepara


Salah satu panitia mengatakan , semua calon jamaah haji yang diantar keluarganya  masuk pendopo dengan mobil tanda khusus. Setelah itu mereka ditempatkan pada kursi sesuai dengan rombongannya. Itu semua dilakukan agar kondisi jamaah calon haji dapat beristirahat dengan aman dan nyaman. Selain itu juga menjaga keamanan barang bawaan.

“ Oleh karena itu kami menghimbau yang turun dari kendaraan hanya jamaah haji saja , pengantar bisa menyaksikan dari luar pagar ini demi keamanan dan kenyamanan “, katanya.

 H. Abdullah Uzair pimpinan KBIH “Jabal Nur “  Bandengan Jepara mengatakan , pada tahun 2012 ini dia membawa sekitar 50 calon haji. Semestinya jumlah jamaah tersebut lebih banyak lagi . Namun karena ada pemangkasan sebesar 20 persen maka beberapa jamaah yang ia bombing tertunda keberangkatannya.

“ Pada awalnya sayapun terkena penundaan , namun karena tanggungjawab saya sebagai pimpinan KBIH maka saya berjuang untuk bisa berangkat. Alhamdulillah itu semua bisa saya lakukan atas ridho Allah hari ini saya bisa mendampingi jamaah saya “, ujar H. Abdullah Uzair

Selain KBIH Jabal Nur dalam rombongan calon haji Kloter SOC 37 yang terangkut dalam 10 bus. Diantaranya KBIH NU Jepara , KBIH Al- Kaustar, KBIH Masalikil Huda , dan jamaah non KBIH. Setelah sampai di kota Makkah nanti mereka akan ditempatkan di Maktab Jarwal dengan jarak kurang lebih 1,5 KM

Kasat Bimas Polres Jepara AKP  Hadi Prastowo


“ Alhamdulillah tahun ini kami membawa rombongan calon haji sebanyak 53 orang. Do’akan semua berjalan lancar tidak kurang suatu apapun “, kata H. Musyafak pimpinan KBIH Al- Kausar Mloggo Jepara.

Sementara itu Kasat Bimas Polres Jepara , AKP Hadi Prastowo dalam sambutan pelepasan mengatakan , seluruh jamaah haji diharapkan untuk bisa bersatu padu dan membawa nama baik daerah. 

Selain itu di mohon do’anya agar kondisi Jepara kondusif aman dan tentram. Untuk para jamaah semoga diberikan kesehatan sehingga bisa menjalankan semua rukun dan wajib haji dan beroleh haji yang mabrur. (Muin)







Rabu, 31 Juli 2013

Istri Gus Dur Resmikan SMP Modern Bandengan


JEPARA - Disela sela padatnya jadwal kunjungan ke Jepara, istri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid, Dra Hj Sinta Nuriyah MHum singgah di Ponpes Jabal Nur Bandengan, Jepara, baru-baru ini. Tak sekadar singgah, oleh sahibul bait, KH Abdullah Uzair, Ny  Sinta didaulat untuk meresmikan berdirinya SMP Modern Islamic School Jabal Nur.
                
Ikut hadir, asisten pribadi Gus Dur, Aris Junaidi dan istri, Pengasuh Ponpes Hadziqiyyah Gemiring Lor, Nalumsari, dan sejumlah tokoh masyarakat. Sebagai Ketua Yayasan Puan Amal Hayati --yang memperjuangkan pemberdayaan perempuan dan anak -- Ny Sinta berharap sekolah yang baru berdiri kelak menjadi sekolah baju alam segala hal. Utamanya, mampu mendidik anak-anak salih-salihah, dan  berkualitas.
               
Kepada guru dan pengelola, diimbau agar dapat memberikan perhatian yang penuh kepada anak-anak. Sekolah yang lokasinya tak jauh dari Pantai Tirta Samudra Bandengan diharapkan menjadi persemaian yang baik bagi tumbuhnya jiwa-jiwa yang penuh semangat, berani menghadapi masa depan dan tantangan hidup.
               
''Anak-anak harus berani merebut masa depannya, jangan hanya menunggu,'' pesannya.
agenda B Sinta ke Jepara untuk menghadiri pengajian akhirrissanah di Ponpes At-Taqi, asuhan KH Nur Kholis, di Desa Kalipucang Kulon, welahan. Walau sudah sering ke Jepara,  pada kunjungan ini punya kesempatan rekreasi melihat keindahan Pantai Bandengan. Juga melihat kamar pingitan dan tempat RA Kartini mengajar murid-muridnya, di Rumah Dinas Bupati Jepara. Juga melihat Kura-Kura cean Park (KOP) di Taman Pantai Kartini.(kar/SMNetwork/njs)
 
Sumber :  Harian Semarang
 
 
Haji yaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202

Minggu, 30 Juni 2013

KBIH “Jabal Nur Bandengan” Jepara Adakan Wisata Religi



KBIH ( Kelompok Bimbingan Haji ) “Jabal Nur Bandengan” Jepara yang dipimpin oleh H. Abdullah Uzair Ahad (30/6) adakan wisata religi. Kegiatan tersebut adalah sebagai rangkaian penutupan pelatihan ibadah haji yang diadakan mulai bulan Januari yang lalu.

Acara yang setiap tahun sekali diadakan tersebut selain untuk refresing bagi calon jamaah haji . Juga sebagai perwujudan menghormati para leluhur yang telah mendahului kita.Yaitu dengan menziarahi sejumlah makam yang berada di seputaran Jepara.

Rombongan yang terbagi dua armada yang terdiri dari 1 bus besar dan 1 minibus itu diawali mengunjungi dan berdo’a bersama di makam Syeh Hasan Kuasen . Selanjutnya rombongan bergerak ke makam Mantingan dengan menziarahi makam Sunan Hadirin dan Ratu Kalinyamat .




Usai dari Mantingan calon jamaah haji dari KBIH Jabal Nur menuju ke Demak dengan menziarahi makam Sunan kalijaga. Selanjutnya rombongan menuju ke Kudus untuk berziarah ke makam Sunan Kudus .

Seterusnya rombongan bergerak ke daerah Kajen kecamatan Margoyoso Pati dengan berziarah ke makam 3 auliya masing-masing Makam Syeh Mutamakin, Syeh Ronggo Kusumo dan berakhir di Makam Hadrotus Syaih KH. Abdullah Salam.

Ustadz H. Abdullah Uzair mengatakan , tradisi berziarah ke makam auliya’ di seputaran Jepara merupakan kegiatan rutin KBIH yang dibimbingnya sepuluh tahun lebih. Sebelum calon jamaah haji berziarah ke makam rasulullah Muhammad SAW maka mereka terlebih dahulu berziarah ke makam leluhur di Indonesia.




Selain mendo’akan para auliya’ yang telah wafat mendahului kita . Para calon jamaah juga berdo’a memohon kepada Alah SWT semoga perjalanan haji mereka diberikan kelancaran, kesehatan dan juga mendapatkan predikat haji Mabrur.

“ Acara rutin wisata religi ini kami selenggarakan setiap tahun sekali , selain sebagai refresing juga sebagai ajang memohon do’a kepada Allah semoga perjalanan haji kita bersama di berikan keselamatan dan juga kelancaran mulai berangkat sampai kembali di rumah “, ujar H. Abdullah Uzair. (Muin)


 Haji Nyaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202





Jumat, 28 Juni 2013

Ustadz H. Abdullah Uzair Jepara , Kembangkan Pembelajaran Bahasa Arab Secara Sistematis

Ustadz Abdullah Uzair

Bagi Ustadz H. Abdullah Uzair Pengasuh Pondok Pesantren “ Jabal Nur” desa Bandengan kecamatan Kota Jepara, saat ini Bahasa Arab adalah salah satu Bahasa Asing yang cukup penting selain Bahasa internasional yaitu Bahasa Inggris.

Oleh karena itu , ke depan ia membuat satu lembaga pendidikan Bahasa Arab yang diperuntukkan bagi  berbagai kalangan. Selain siswa , Guru dan juga masyarakat umum bisa belajar di lembaga yang mengkhususkan diri pada pembelajaran bahasa arab yang dipergunakan berbagai keperluan.

“ Misalnya calon mahasiswa yang ingin belajar ke Timur tengah bisa belajar Bahasa Arab disini. Guru yang ingin mengajar Bahasa arab dengan metode yang cepat dan sistematik juga bisa belajar disini . Atau para professional atau bisnismen yang ingin berbahasa arab dengan cepat juga bisa belajar disini “, ujar H. Abdullah Uzair pada kabarseputarmuria yang menemui di rumahnya.


Gedung tempat pembelajaran Bahasa Arab itu dirintisnya dua tahun yang lalu , dengan modal sendiri ia membangun gedung yang nanti jika jadi sempurna akan menelan biaya lebih dari 500 juta rupiah .

Gedung yang berlokasi tepat di depan rumahnya saat ini kondisinya baru 30 persen , oleh karena itu agar gedung tersebut terealisasi dengan cepat dia dengan tangan terbuka menerima bantuan dari berbagai fihak yang peduli akan pembelajaran bahasa Arab ini .

Sebagai contoh ada salah satu rekannya yang bekerja di Kemenag Jakarta , memberikan arahan sehingga ada sedikit kucuran dana untuk membantu pembangunan Gedung pembelajaran Bahasa Arab yang telah digagasnya sejak lama.

Ke depan ia mengharapkan bantuan dari fihak lain utamanya pemerintah daerah untuk membantu menyelesaikan pembangunan gedung sekolah bahasa arab ini.

“ Mudah-mudahan gedung pembelajaran Bahasa Arab ini bisa selesai dengan cepat sehingga kami bisa memulai proses belajar dan mengajar  pada tahun 2013 mendatang. Untuk tenaga pengajarnya kami memberdayakan teman-teman alumni universitas Al- Madinah “ tambah Uzair.

Ustadz H. Abdullah Uzair mengemukakan, sebelum dibangunnya gedung tersebut dia telah membuat buku khusus pembelajaran Bahasa Arab ( Arab Alphabet ) untuk siswa SMP dan juga siswa SMA dan SMK .

Dengan tujuan agar ada bekal Bahasa Arab bagi siswa SMP ,SMA/SMK selain bahasa Inggris dan juga bahasa asing lainnya. Buku tersebut telah diajarkan beberapa sekolah lanjutan di Jepara misalnya SMP Hadziqiyah , SMK “Darul Musyawarah” dan juga SMP dan SMK Azzahro “Mlonggo”.

Selain itu ia juga membuat buku Arab Alphabet untuk siswa TK/RA/TPA/TPQ dua jilid dan juga untuk Perguruan Tinggi dan Pondok pesantren 3 jilid . Buku tersebut masing-masing mempunyai tujuan agar anak TK/RA/TPA dan TPQ sejak dini telah mengenal huruf arab dan juga bahasa arab sederhana sejak dini.
Sedangkan untuk Perguruan Tinggi maupun pondok pesantren diharapkan dengan mempelajri arab Alphabet yang dikarangnya itu mahasiswa ataupun santri pondok pesantren bisa berbahasa arab secara aktif .

buku-buku pembelajaran bahasa arab karya Uzair
“ Memang kami membuat buku Arab Alpabet ini dengan tujuan untuk mempermudah pembelajaran bahasa arab di sekolah-sekolah dengan metode baru. Kami menjamin dengan pembelajaran ini para siswa yang ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri utamanya Timur Tengah tidak ada kesulitan. Bahkan untuk yang ingin melanjutkan ke universitas Madinah kami menjamin langsung diterima dengan rekomendasi dari kami “, papar Ustad H. Abdullah Uzair.

Oleh karena itu agar sistem pembelajaran bahasa arab yang dikembangkan itu bisa dikenal diberbagai kalangan fihaknya dengan terbuka menerima siapapun yang ingin belajar atau mengetahui sistem pembelajaran ini . Di setiap kesempatan fihaknya diundang dari berbagai kalangan untuk mempresentasikan buku “ Arab Alphabet” karangannya tersebut.

 Selain di Jepara sendiri , daerah-daerah lain di Jawa Tengah pernah ia kunjungi . Selain itu beberapa lembaga pendidikan di daerah Jawa Timur juga mulai tertarik mengembangkan sistem pembelajaran “Arab Alphabet” ini.

“ Bulan ini kami akan mempresentasikan “ Aran Alpahbet “ ini dihadapan ratusan guru bahasa arab se Mojokerto Jawa Timur , ini semua kami lakukan akan Bahasa Arab ini bisa dikuasai oleh para santri dan juga siswa “ kata Uzair .

Nah bagi pembaca atau siapapun yang ingin mengetahui pembelajaran Bahasa Arab ( Arab Alphabet ) ini bisa berhubungan langsung dengan pengarang bukunya secara langsung yaitu Ustadz H. Abdullah Uzair di nomor HP : 081 393 577 202 atau Email : Abdullah_Uzair@ymail.com. ( Muin )


 Haji Nyaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202








Senin, 17 Juni 2013

KISAH UNIK SEPUTAR IBADAH HAJI (2) Di Tengok Keluarga Yang Bekerja Di Jeddah


Bagi pemerintah Kerajaan Saudi Arabia jamaah haji merupakan tamu istimewa , karena mereka mengganggap tamu Allah SWT sehingga segala sesuatu yang berkenaan dengan ibadah haji telah dipersiapkan dengan matang. Begitu juga warganya juga sangat menghormati jamaah haji terlebih-lebih dari Indonesia. Sehingga apapun caranya dilakukan untuk menyambut kedatangan para tamu Allah itu.
Dengan dalil itulah kami satu kamar ( 6 orang ) yang bermaktab di Jumaizah  kota Makkah bisa ditengok atau disambangi keluarga yang sedang bekerja menjadi Sopir dan Pramu Wisma . Meski mereka bekerja di kota Jeddah yang jaraknya lebih 100 Km dari Mekkah mereka diijinkan oleh majikannya untuk menengok kami di pemondokan. Selain diliburkan dari kerja mereka juga diijinkan untuk membawa mobil untuk menengok kami.
“ Kami disini seharian ndak apa-apa mas karena sudah di beri ijin  oleh Majikan saya. Awalnya saya cerita kami punya saudara yang melaksanakan ibadah haji tahun ini. Seterusnya majikan saya malah menyuruh untuk menengok Mas disini “, aku Faizin (30) pria asal Lampung yang beristrikan wanita asal Demak yang sama-sama bekerja di Jeddah pada Warta Demak.
H. Faizin ditengah-tengah kami
Faizin mengemukakan awalnya ia ingin menengok keluarganya sebelum hari Haji , namun karena pemeriksaan masuk kota Makkah yang cukup ketat maka niat itu diurungkan ditunda setelah hari Haji. Sebelum hari haji tiba tidak semua orang bisa memasuki kota Makkah hanya jamaah haji dari berbagai negara dan orang yang mempunyai ijin haji yang bisa memasuki kota Makkah. Namun setelah hari haji berakhir siapapun boleh memasuki kota Makkah untuk berumroh seperti dirinya.
Sementara itu Kiswati (25) istri Faizin yang asli Demak mengatakan, dia sudah di Saudi lebih 5 tahun dan tidak bisa pulang setiap tahunnya. Oleh karena itu ketika diberi tahu saudaranya ada yang naik haji hatinya gembira sekali dengan berbekal nomor telepon iapun mengontak keluarganya . Setelah kontak telepon nyambung iapun kemudian membuat janji untuk bertemu keluarganya itupun dengan ditunjukkan alamat yaitu pemondokan di Makkah. Setelah melakukan perjalanan lebih kurang 1,5 jam dari Jeddah ia akhirnya bisa bertemu dengan saudaranya satu desa.
Bagi pemerintah Kerajaan Saudi Arabia jamaah haji merupakan tamu istimewa , karena mereka mengganggap tamu Allah SWT sehingga segala sesuatu yang berkenaan dengan ibadah haji telah dipersiapkan dengan matang. Begitu juga warganya juga sangat menghormati jamaah haji terlebih-lebih dari Indonesia. Sehingga apapun caranya dilakukan untuk menyambut kedatangan para tamu Allah itu.
Makan bersama sebelum berpisah 
Dengan dalil itulah kami satu kamar ( 6 orang ) yang bermaktab di Jumaizah  kota Makkah bisa ditengok atau disambangi keluarga yang sedang bekerja menjadi Sopir dan Pramu Wisma . Meski mereka bekerja di kota Jeddah yang jaraknya lebih 100 Km dari Mekkah mereka diijinkan oleh majikannya untuk menengok kami di pemondokan. Selain diliburkan dari kerja mereka juga diijinkan untuk membawa mobil untuk menengok kami.
“ Kami disini seharian ndak apa-apa mas karena sudah di beri ijin  oleh Majikan saya. Awalnya saya cerita kami punya saudara yang melaksanakan ibadah haji tahun ini. Seterusnya majikan saya malah menyuruh untuk menengok Mas disini “, aku Faizin (30) pria asal Lampung yang beristrikan wanita asal Demak yang sama-sama bekerja di Jeddah pada Warta Demak.
Faizin mengemukakan awalnya ia ingin menengok keluarganya sebelum hari Haji , namun karena pemeriksaan masuk kota Makkah yang cukup ketat maka niat itu diurungkan ditunda setelah hari Haji. Sebelum hari haji tiba tidak semua orang bisa memasuki kota Makkah hanya jamaah haji dari berbagai negara dan orang yang mempunyai ijin haji yang bisa memasuki kota Makkah. Namun setelah hari haji berakhir siapapun boleh memasuki kota Makkah untuk berumroh seperti dirinya.
Sementara itu Kiswati (25) istri Faizin yang asli Demak mengatakan, dia sudah di Saudi lebih 5 tahun dan tidak bisa pulang setiap tahunnya. Oleh karena itu ketika diberi tahu saudaranya ada yang naik haji hatinya gembira sekali dengan berbekal nomor telepon iapun mengontak keluarganya . Setelah kontak telepon nyambung iapun kemudian membuat janji untuk bertemu keluarganya itupun dengan ditunjukkan alamat yaitu pemondokan di Makkah. Setelah melakukan perjalanan lebih kurang 1,5 jam dari Jeddah ia akhirnya bisa bertemu dengan saudaranya satu desa.(Muin-Red)
Haji Nyaman Bersama KBIH " Jabal Nur " Bandengan Jepara 
 Nama Kelompok : “ Jabal Nur “
Alamat                    :   Ds. Bandengan Kec. Kota Jepara
Pengasuh              : Ustad H. Abdullah Uzair
Telp                         : 081 393 577 202

Minggu, 16 Juni 2013

KBIH “ Jabal Nur “ Bandengan Jepara Gelar Praktek Lapangan Ibadah Haji

H. Abdullah Uzair  beri penjelasan pada Jamaah

Jepara – Bertempat di lapangan desa Bandengan Ahad (16/6) KBIH “ Jabal Nur” menggelar acara praktek lapangan ibadah haji untuk menutup kegiatan Manasik Haji tahun 2013. Kegiatan  ini bertujuan memberikan pemahaman yang jelas pada calhaj tentang ibadah haji antara teori dan praktek.

H. Abdullah Uzair pimpinan KBIH “ Jabal Nur” mengatakan, manasik yang dilaksanakan di awali pada bulan Januari yang lalu. Selanjutnya setiap dua minggu sekali  calhaj hadir untuk mendapatkan berbagai pengetahuan tentang Ibadah haji dan umroh. Materi yang diajarkan telah dibuatkan buku modul kecil yang memuat semua pengetahuan haji dan Umroh.

“ Nah agar teori itu bisa jelas , maka hari ini kita gelar praktek lapangan agar calhaj bisa tahu kondisi yang sebenarnya nantinya di Makkah itu seperti apa “, kata Abdullah Uzair.

Jamaah praktek di lapangan


Menurut Abdullah Uzair calhaj sebelum sampai di tanah suci , harus benar-benar mengerti dan tahu akan praktek ibadah haji dan umroh ini. Dengan harapan sesampainya di sana mereka bisa melaksanakan haji dengan lancar dan nyaman. Selain dibutuhkan tenaga yang ekstra ibadah haji ini juga harus memenuhi syarat dan rukun sesuai dengan tuntunan yang ada.

“ Oleh karena itu dilapangan ini kita buatkan miniature  ka’bah dan perlengkapannya seperti tempat untuk thowaf , sa’I , wukuf dan juga melontar jamarat “, tambah Ustadz yang telah memberangkatkan haji lebih dari 10 kali.

Pada tahun ini KBIH “ Jabal Nur “ memberangkatkan calon haji sekitar 90 orang yang rencananya akan dibagi 2 rombongan. Untuk ketua rombongan yang pertama akan ia pimpin sendiri . Sedangkan untuk rombongan kedua akan di pimpin ustadz Syamsul Arief. Calon haji sejumlah itu datang dari berbagai wilayah di kabupaten Jepara.



“ Dari catatan yang ada calhaj yang kami bimbing ada yang data dari kecamatan Mayong , Nalum Sari, Pecangaan, Kedung , Kota . Ka;au tidak salah hampir semua kecamatan ada “, tukas Uzair.

Sementara itu H.Haryanto pembimbing haji KBIH Jabal Nur perwakilan Nalumsari mengatakan, praktek lapangan adalah sebagai wujud pemahaman langsung pada calon haji. Oleh karena itu posisi tempat-tempat yang akan dijalani sebisanya harus disamakan dengan kondisi yang sebenarnya di sana .

Tujuannya agar calon haji sesampainya di tanah suci tidak akan kesulitan menjalankan semua rukun dan wajib haji. Utamanya calon haji yang berusia lanjut sedapatnya di dampingi oleh calon haji yang berusia muda agar bisa mengerjakan ibadah haji dengan lancar dan nyaman.

“ Seperti contoh tempat sa’I ini kita harus memberikan dimana letak lampu hijau ini berada agar calon haji bisa menjalankan sa’I sesuai dengan tuntunan dengan lari-lari kecil “, kata H. Haryanto . (Muin)