Tampilkan postingan dengan label Haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Haji. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 September 2014

H. Hamzah Asyrofi Sukses Membangun KBIH Karena Menjaga Amanah



Jepara – Nama H. Hamzah Asrofi  (55) bagi sesama pengelola Kelompok Bimbingan Ibadah Haji di Jepara tidak asing lagi. Hamzah yang pernah mukim di Makkah 7 tahunan ini dikenal sebagai pengelola KBIH dengan jamaah terbesar lima tahun terakhir ini. Setiap pemberangkatan haji jamaah yang dikawal ke tanah suci lebih 100 orang dari berbagai wilayah di Jepara. Dan itu terus berulang setiap tahun pemberangkatan haji.

 

“ Alhamdulillah tahun 2014 ini saya membimbing jamaah haji 160 orang , dan kalau tidak ada aral melintang Jum’at 12 September ini berangkat dari pendopo kabupaten tergabung dalam kloter 33 bersama beberapa KBIH dari Jepara “, Ujar Hamzah Asyrofi pimpinan KBIH “ Al-Firdaus yang berkantor di desa Srobyong RT 04 RW 01 kecamatan Mlonggo Jepara pada FORMASS, Senin (8/9).

 

Hamzah mengatakan dia mendirikan KBIH sekitar tahun 2002 setelah beberapa kali mengantarkan jamaah umroh dan haji “sandal jepit”. Selain itu juga di dorong oleh pentingnya bimbingan terhadap jamaah haji yang berusia lanjut dan juga yang kurang memahami tentang ibadah haji. Modal itulah yang mendorong ia mendirikan KBIH Al-Firdaus.

Setamat mondok dibeberapa pondok pesantren di Jawa Tengah , ia berangkat ngaji ke Makkah menimba ilmu  lewat Umroh sandal jepit. Ketika rombongan umroh pulang iapun terus mukim di Makkah menunggu haji sambil ngaji di beberapa ulama di Makkah. Di Makkah iapun ditampung oleh sesama mukimin sehingga ia dapat terus menimba ilmu. Ketika tiba waktu haji iapun melaksanakan ibadah haji.

 

“ Alhamdulillah di sana saya bertemu dengan banyak santri Demak yang sudah menjadi Syeh . Sehingga setiap waktu haji saya bisa melaksanakan ibadah haji sambil membantu syeh yang juga mengatur jamaah haji yang kebanyakan dari Indonesia”, lanjut Hamzah Asyrofi yang kelahiran Demak Kota Wali.



H.Hamzah Asyrofi masuk pendopo dengan motor tahun 2011

 

Dari pengalaman nyantri di Makkah itulah ia tahu manajemen pengelolaan ibadah haji. Meskipun demikian dalam mengelola haji ia juga pernah tertipu oleh sesama lembaga pengelola haji dan umroh. Ketika itu ia belum mendirikan KBIH sehingga jamaah haji yang ia rekrut diikutkan kelompok lain . Ketika akan pelunasan lembaga itu menghilang dengan mengondol uang para jamaah.

 

“ Untungnya ketika kami lacak jamaah haji kami sudah ada visa. Akhirnya kamipun menutup semua uang jamaah yang di bawa lari dengan uang pribadi. Meskipun saya dirugikan namun jamaah kami tetap bisa berangkat. Kami jualkan tiga mobil untuk membayar BPIH yang dibawa lari pengelola haji yang tidak bertanggung jawab itu “, tambahnya

 

Dari pengalaman itulah setelah mengelola KBIH “Al-Firdaus” ini ia selalu menjaga amanah dari para jamaah haji yang diberangkatkan. Berapapun uang yang diterima dari para jamaah haji diterangkan secara transparan penggunaannya. Bahkan ia juga siap mencarikan dana talangan untuk menutup pelunasan BPIH . Untuk pembayaran bisa diatur secara musyawarah.

 

Selain itu dia juga membuka kantor kantor cabang di beberapa kecamatan untuk mendekatkan jamaah dengan KBIH. Beberapa kantor cabang diantaranya di desa Purwogondo untuk kecamatan Kalinyamatan. Desa Jondang untuk kecamatan Kedung . Desa Mantingan untuk kecamatan Jepara dan sebagai koordinasi berpusat di Desa Srobyong RT 04 RW 01. Jamaah tinggal pilih dimana ia akan mengikuti bimbingan atau pelatihan.

 

“ Dalam setiap pelatihan kami selalu datang ke kantor cabang untuk memastikan koordinasi kami dengan para jamaah. Sehingga mereka benar-benar mendapat bimbingan tentang ibadah haji, kami mengatur jadwal agar bisa face to face dengan jamaah “, kata Hamzah yang dulu pernah berusaha dibidang perkayuan.

 

Hamzah mengatakan keberhasilan merekrut jamaah terbesar di tahun 2014 bukan hasil jerih payahnya semata. Namun hal itu merupakan kerjasama dalam satu tim . Selain itu juga dari menjaga amanah yang telah diberikan jamaah pada tahun-tahun sebelumnya . Mereka akan menjadi pemasar-pemasar tanpa bayaran setelah mengalami perjalanan haji dengan rombongannya.


Kerudung hijau ciri khas seragam KBIH "Ak-Firdaus"

 

Oleh karena itu ketika dalam Forum Komunikasi antar KBIH ada usulan membagi jamaah . Dia kurang menyetujui usulan tersebut hal ini berkaitan dengan kinerja KBIH itu sendiri. Selama KBIH kinerjanya bagus dalam melayani jamaah maka KBIH itu tidak akan ditinggal oleh para jamaahnya. Ini terbukti pada KBIH yang ia pimpin.

 

“ Kinerja itu diawali dengan pembimbingan di tanah air di mulai dengan pengawalan berkas-berkas, pelatihan , pelunasan dan persiapan. Di tanah suci juga demikian bagaimana para jamaah haji itu bisa beribadah dengan aman ,lancar dan sempurna. Sampai di tanah air kembali juga kita kawal terus “, papar Hamzah yang pernah mondok di Magelang dan Kediri.

 

Nah bagi calon haji di Jepara yang akan berangkat haji tahun 2015 fihaknya dengan pintu terbuka menerima kedatangan para calon jamaah haji di kantornya. Selain itu petugas dari KBIH juga siap menjemput ke rumah memberikan informasi selengkapnya mengenai bimbingan ibadah haji di KBIH “ Al-Firdaus”. Untuk jelasnya bisa datang ke secretariat di desa Srobyong RT 04 RW01 Mlonggo Jepara atau kontak di no HP : 085 290 375 959(Muin)


Rabu, 20 Agustus 2014

Cara Berbelanja On-line Buku Kisah Unik Seputar Ibadah haji



=============================================
SINOPSIS BUKU  "KISAH UNIK SEPUTAR IBADAH HAJI"
=============================================

Buku kisah perjalanan  religi dalam menjalankan ibadah haji merupakan pengalaman nyata penulis dalam melaksanakan ibadah haji tahun 2102 . Dapat melaksanakan ibadah haji dengan tenang, aman dan nyaman merupakan dambaan setiap  umat Islam. 

Seperti halnya penulis yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji banyak hal yang terekam selama hampir empat puluh hari meninggalkan tanah air. Mulai dari memasuki embarkasi , naik pesawat, turun di bandara Jeddah, memasuki Maktab,sampai dengan pelaksanaan ibadah haji.

Ada banyak cerita atau kejadian unik yang tidak dapat dilupakan begitu saja oleh penulis. Oleh karena itu lewat buku “Kisah Unik Seputar Ibadah Haji “ ini pembaca bisa merasakan betapa khusuk, nikmat dan indahnya melaksanakan ibadah haji. Sehingga ibadah haji merupakan dambaan semua umat Islam di dunia. 




Berbagai kisah unik penulis sajikan kepada pembaca diantaranya bagaimana serunya thawaf dan sai diantara ribuan jamaah, shalat di dalam Hijir Ismail, nikmat dan segarnya air zam-zam. Selain itu penulis juga berbagi cerita mengenai ziarah ke tempat-tempat bersejarah di kota makkah seperti berziarah ke makam ma’la, shalat di dalam masjid Jin, naik gunung jabal rahmah sampai dengan mengunjungi pasar Ja’fariyah .

Di bagian lain penulis juga bercerita  tentang kegiatan wukuf di arafah , mabit di musdalifah dan juga cerita unik di perkemahan Mina. Penulis berharap buku Kisah Unik Seputar Ibadah Haji ini bisa digunakan sebagai bacaan atau referensi bagi siapa saja yang akan melaksanakan ibadah haji dan umroh. Dengan membaca buku ini diharapkan pula pembaca tergerak hatinya atau mendapatkan panggilan Nabi Ibrahim untuk segera bisa melaksanakan ibadah haji amiin ya rabbal alamin

Selain kisah-kisah unik seputar ibadah haji pada bagian lain penulis juga tambahan tips-tips bermanfaat dalam menjalankan ibadah haji. Diantaranya persiapan-persiapan baik mental , fisik dan juga materi. Ada pula jadwal pemberangkatan haji mulai dari rumah sampai kembali ke rumah selama kurang lebih empat puluh hari meninggalkan tanah air. Ada juga pengetahuan haji yang berkenaan dengan rukun , wajib dan kesunatan haji.


 

Bagi yang ingin membaca dan memiliki

Buku Perjalanan  "Kisah Unik Seputar Ibadah Haji " karya H.Fatkhul Muin

Tahun terbit: Agustus 2014
Penerbit: deepublish.com
Jumlah halaman: xii + 150 halaman
Ukuran: 14,8 x 21 cm
ISBN:

Harga: Rp 50.000 + ongkos kirim

PEMESANAN:
 
Kirim SMS ke 085641629350  dengan format:

Pesan buku - KUSIH - nama Anda - alamat lengkap Anda (termasuk nama kecamatan dan kode pos)- Jumlah

Contoh : Pesan buku - KUSIH - MOH. ARDANS - DESA KEDUNGMUTIH RT 02 RW 02 KEC.WEDUNG KAB DEMAK 59554-1

selanjutnya kami akan kirimkan informasi berapa uang yang harus dikirimkan pada rekening kami yaitu :

Nama : FATKUL MUIN
Bank : BRI UNIT PECANGAAN KULON JEPARA
NO REK : 5895-01-000092-53-8

Selesai kirim konfirmasi via SMS ke : 085641629350 dengan menyertakan
Nama , Alamat lengkap andakembali untuk pengiriman Buku  selanjutnya ,
Demikian yang kami sampaikan atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih 

Jumat, 25 April 2014

KISAH NYATA : PERJALANAN SUCI YANG BERUJUNG NESTAPA

 KISAH NYATA : PERJALANAN SUCI YANG BERUJUNG NESTAPA

By : Fauzy Chuzny., KJRI Jeddah

“Sungguh tidak ada niat saya sedikitpun untuk melakukan yang aneh-aneh di Tanah Suci, Pak. Saya juga tidak menyangka kalau jadinya begini,” tutur Nanang Suwandi Umar dengan suara lirih kepada Rofik Raqib, staf Konsuler KJRI Jeddah, yang ditugaskan untuk membebaskannya dari sel tahanan Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah.

Senin tanggal 14 April 2014 itu benar-benar menjadi pengalaman paling getir dalam hidupnya. Bagaimana tidak. Maksud hati ingin melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci Makkah dan Madinah. Namun, seperti bunyi pepatah “malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih.” Barang titipan tetangganya di kampung itu justru mencelakakan pria kelahiran Sukabumi 1970 ini. Ia ditahan pihak kepolisian Bandara karena kedapatan membawa buku sejenis primbon, semacam kumpulan lembaran yang berisi rumus ilmu gaib dan ramalan-ramalan, dan selembar kulit binatang berukuran 20 sentimeter yang bertuliskan huruf-huruf Arab.

Saat melewati mesin sensor xray bagasi di terminal kedatangan Bandara, petugas menemukan barang-barang mencurigakan yang tersimpan dalam kopernya. Petugas lantas meminta dia untuk membuka kopernya. Di situ ditemukan dua jenis barang yang oleh petugas dicurigai sebagai benda-benda sihir. Benda yang dapat menggiring seorang ke ujung maut bila ia terbukti bersalah menurut sistem hukum yang berlaku di Arab Saudi.

Ketika diminta menjelaskan benda tersebut, Nanang hanya terdiam dengan wajah pucat. Selain karena kurang paham bahasa Arab, ia terserang rasa gugup campur panik yang luar biasa. Karena tidak bisa menjelaskan mengenai barang bawaannya itu, Nanang akhirnya digelandang oleh pihak kepolisian Bandara dan diamankan di sebuah ruang tahanan yang sempit berukuran sekitar 2 x 3 meter bersama sekitar 10 orang tahanan yang mungkin senasib dengannya.

Nanang hanya bisa menangis, menyesali nasib sial yang menimpanya. Ia merasa terpukul, kecewa, gundah luar biasa. Kegetiran begitu berkecamuk dalam dirinya. Impiannya melakukan perjalanan suci ke Tanah Dambaan Umat Muslim seluruh dunia, yang telah sekian lama ia rintis dan niatkan, musnah sudah. Ia hanya bisa menyesali betapa bodohnya dirinya karena begitu saja mau mengiyakan titipan barang-barang yang tidak ia sangka akan menjerumuskan dirinya dan menghancurkan mimpinya itu.

Seminggu sudah ia meringkuk di sel tahanan yang pengap nan sesak itu, dengan satu-satu pakaian yang melekat di badan, yaitu seragam batik rombongan umrah yang didominasi warna hijau, berkofiah hitam, dengan tas kecil warna hijau yang melingkar di badan. Selama 7 hari itu ia bersama tanahan lainnya hanya bisa tidur duduk sambil memeluk lutut di ruang yang begitu sempit itu.

“Saya dibentak-bentak saat diinterogasi, Pak. Saya hanya bisa menangis, nggak tahu harus minta tolong sama siapa,” keluhnya sembil sesenggukan dengan matanya yang sembab dan bengkak.

“Ketua rombongan bapak kemana?” Tanya Rofik yang ditugaskan untuk membebaskan Nanang.

“Menghilang, Pak. Mereka cepet-cepet keluar termasuk ketua rombongan setelah tahu saya dibawa polisi,” jawab Nanang.

“Loh, kenapa?!” Tanya Rofik lagi penuh selidik. “Di sini kan juga ada perwakilannya. Ke mana mereka semua?”

“Pas tahu saya dibawa polisi, mereka lari menghindar. Mungkin takut dituduh terlibat, Pak.” Terang Nanang dengan wajah lesu.

Nanang Suwandi Umar diberangkatkan oleh penyelenggara paket umrah ASBIHU NU yang berkantor di Jakarta Timur, namun belum jelas berijin resmi atau tidak. Yang jelas travel ini masih menumpang proses ke sebuah travel bernama PT. LINTAS ISKANDARIA.

BAGAIMANA KEBERADAAN NANANG AKHIRNYA DITEMUKAN?
Ikuti kisah selengkapnya di Laman FB ini (Bi iznillah) .

By : Fauzy Chuzny., KJRI Jeddah

“Sungguh tidak ada niat saya sedikitpun untuk melakukan yang aneh-aneh di Tanah Suci, Pak. Saya juga tidak menyangka kalau jadinya begini,” tutur Nanang Suwandi Umar dengan suara lirih kepada Rofik Raqib, staf Konsuler KJRI Jeddah, yang ditugaskan untuk membebaskannya dari sel tahanan Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah.

Senin tanggal 14 April 2014 itu benar-benar menjadi pengalaman paling getir dalam hidupnya. Bagaimana tidak. Maksud hati ingin melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci Makkah dan Madinah. Namun, seperti bunyi pepatah “malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih.

” Barang titipan tetangganya di kampung itu justru mencelakakan pria kelahiran Sukabumi 1970 ini. Ia ditahan pihak kepolisian Bandara karena kedapatan membawa buku sejenis primbon, semacam kumpulan lembaran yang berisi rumus ilmu gaib dan ramalan-ramalan, dan selembar kulit binatang berukuran 20 sentimeter yang bertuliskan huruf-huruf Arab.

Saat melewati mesin sensor xray bagasi di terminal kedatangan Bandara, petugas menemukan barang-barang mencurigakan yang tersimpan dalam kopernya. Petugas lantas meminta dia untuk membuka kopernya. Di situ ditemukan dua jenis barang yang oleh petugas dicurigai sebagai benda-benda sihir. Benda yang dapat menggiring seorang ke ujung maut bila ia terbukti bersalah menurut sistem hukum yang berlaku di Arab Saudi.

Ketika diminta menjelaskan benda tersebut, Nanang hanya terdiam dengan wajah pucat. Selain karena kurang paham bahasa Arab, ia terserang rasa gugup campur panik yang luar biasa. Karena tidak bisa menjelaskan mengenai barang bawaannya itu, Nanang akhirnya digelandang oleh pihak kepolisian Bandara dan diamankan di sebuah ruang tahanan yang sempit berukuran sekitar 2 x 3 meter bersama sekitar 10 orang tahanan yang mungkin senasib dengannya.

Nanang hanya bisa menangis, menyesali nasib sial yang menimpanya. Ia merasa terpukul, kecewa, gundah luar biasa. Kegetiran begitu berkecamuk dalam dirinya. Impiannya melakukan perjalanan suci ke Tanah Dambaan Umat Muslim seluruh dunia, yang telah sekian lama ia rintis dan niatkan, musnah sudah. Ia hanya bisa menyesali betapa bodohnya dirinya karena begitu saja mau mengiyakan titipan barang-barang yang tidak ia sangka akan menjerumuskan dirinya dan menghancurkan mimpinya itu.

Seminggu sudah ia meringkuk di sel tahanan yang pengap nan sesak itu, dengan satu-satu pakaian yang melekat di badan, yaitu seragam batik rombongan umrah yang didominasi warna hijau, berkofiah hitam, dengan tas kecil warna hijau yang melingkar di badan. Selama 7 hari itu ia bersama tanahan lainnya hanya bisa tidur duduk sambil memeluk lutut di ruang yang begitu sempit itu.

“Saya dibentak-bentak saat diinterogasi, Pak. Saya hanya bisa menangis, nggak tahu harus minta tolong sama siapa,” keluhnya sembil sesenggukan dengan matanya yang sembab dan bengkak.

“Ketua rombongan bapak kemana?” Tanya Rofik yang ditugaskan untuk membebaskan Nanang.
“Menghilang, Pak. Mereka cepet-cepet keluar termasuk ketua rombongan setelah tahu saya dibawa polisi,” jawab Nanang.

“Loh, kenapa?!” Tanya Rofik lagi penuh selidik. “Di sini kan juga ada perwakilannya. Ke mana mereka semua?”

“Pas tahu saya dibawa polisi, mereka lari menghindar. Mungkin takut dituduh terlibat, Pak.” Terang Nanang dengan wajah lesu.

Nanang Suwandi Umar diberangkatkan oleh penyelenggara paket umrah ASBIHU NU yang berkantor di Jakarta Timur, namun belum jelas berijin resmi atau tidak. Yang jelas travel ini masih menumpang proses ke sebuah travel bernama PT. LINTAS ISKANDARIA.

Sumber Tulisan : Disini






Rabu, 02 April 2014

Lakukan Silaturahmi Agar Kemabruran Tetap Terjaga

KH.Abdullah Uzair & KH. Ahmad Lutfie (baju Kuning)


Jepara - Salah satu jalan yang dilakukan agar kemabruran haji tetap terjaga sampai mati salah satu diantaranya dengan merutinkan silaturahmi. Silaturahmi adalah acara saling kunjung mengunjungi sesama muslim. Bahkan yang terbaik adalah sesama teman ketika melaksanakan ibadah haji di Makkah almukarramah.

“ Oleh karena itu acara pertemuan haji semacam inilah harusnya kita lestarikan . Agar kita bisa saling kunjung dan mengunjungi sesama saudara. Acara pagi hari ini insya Allah membawa barokah untuk semuanya”, kata ustadz H. Ahmad Lutfi didepan Anggota paguyuban Jamaah haji KBIH Jabal Nur Jepara tahun 2012/1433H, Ahad (30/3).





Dikatakan , selain bisa kangen-kangenan dan berinteraksi dengan sesama jamaah. Acara ini juga sebagai ajang permohonan maaf seluruh anggota keluarga kita yang telah meninggal dunia lewat bacaan tahlil. Sehingga keluarga kita mendapatkan keberkahan dari acara ini.

Selanjutnya dengan acara ini kita juga secara tidak langsung meningkat rasa kedermawanan kita. Dengan memberikan hidangan kepada tamu-tamu yang hadir secara tidak langsung kita mengeluarkan shodaqoh. Itu juga perwujudan kita menghargai tamu.

Disisi lain KH. Abdullah Uzair pimpinan KBIH “ Jabal Nur “ mengatakan, kemabruran haji harus kita jaga sampai kita meninggal dunia. Oleh karena itu usai kita melaksanakan ibadah haji. Kerajinan dalam ibadah tidak hanya ketika di Kota suci Makkah saja. Namun harus kita lestarikan sampai kita meninggal dunia.




“ Jadi jangan hanya rajin ketika di sana saja. Tetapi sampai di tanah air kembali harus meningkat ibadahnya . Itulah yang namanya haji Mabrur “, kata Abdullah Uzair yang setiap tahun membimbing jamaah haji ke tanah suci.

Salah satu sikap yang sering dilupakan adalah rasa kepedulian terhadap orang yang tidak mampu. Diharapkan kita peduli terhadap sesama yang kurang mampu dari segi financial. Jika sewaktu-waktu ada yang membutuhkan bantuan kita harus membantu sekuatnya.


“ Contohnya jika pada hari Jum’at ada orang yang minta sedekah. Jangan ditolak dan berikan semampunya . Siapa tahu yang minta itu adalah malaikat yang “membo-membo” seperti manuasia “, tambah Uzair yang senang humor . (Muin) 


Minggu, 22 Desember 2013

Kemabruran Haji Harus Tetap Terjaga

Ustadz H. Misbahuddin berikan tausiyah

Jepara – Haji adalah salah satu ibadah yang tidak setiap orang bisa menjalani. Selain ada persyaratan tertentu juga situasi dan kondisi menjadi salah satu penentu keberhasilan ibadah ini. Oleh karena itu siapapun orang yang pernah menjalani ibadah haji harus menjaga kemabruran haji yang telah diperolehnya.

“ Ya salah satu menjaga kemabruran haji adalah tetap terjalinnya silaturahim. Yaitu dengan idaroh semacam ini silaturahim tetap terjaga . Oleh karena itu diharapkan kegiatan ini terputus “, kata Ustadz H. Misbahuddin dari Demangan Jepara di acara Silaturahim Paguyuban haji KBIH “Jabal Nur” tahun 2012/1433 H di rumah H. Sukardi Demaan Jepara.

Ustadz H. Misbahuddin yang berangkat ibadah haji tahun 2006 mengatakan, haji yang mabrur akan mendapat 2 keistimewaan. Keistimewaan yang pertama akan dikabulkan segala permintaannya . Oleh karena itu jika memohon kepada Allah diharapkan permintaan yang baik saja.

Sedangkan keistimewaan yang kedua mereka akan mendapatkan maghfiroh atau pengampunan kepada Allah. Segala kesalahan yang diperbuat terdahulu akan mendapat pengampunan dari Allah SWT. Namun demikian diharapkan setelah mendapatkan ampunan tidak akan melakukan kesalahan lagi.

Sebagian Anggota paguyuban


“ Selain itu masih banyak lagi keistimewaan yang didapatkan oleh orang yang mendapatkan predikat haji Mabrur. Oleh karena itu kita mohon kepada Allah mudah-mudahan ibadah haji yang telah kita kerjakan mendapatkan predikat Haji Mabrur “, tambah Ustad Misbahuddin.

Sementara itu H. Agus Ketua Paguyuban haji KBIH Jabal Nur tahun 2012 mengatakan acara Silaturahim haji sudah menjadi agenda rutin. Acara silaturahim diadakan setiap 2  bulan sekali dengan tempat berpindah sesuai dengan giliran masing-masing.

Awalnya anggota berjumlah sekitar 60 orang . Namun karena tempatnya yang berpencaran di Jepara . Maka yang benar-benar aktif mengikuti acara silaturahim sekitar 40 orang. Meskipun demikian tidak semua anggota bisa menghadiri acara karena terbentur dengan kesibukan keluarga masing-masing.

“ Ya kita tidak dapat memaksakan agar bisa datang semua. Harapan kami meskipun tidak bisa full datang semua paling tidak ada separoh lebih agar acara ini bisa gayeng “, kata H. Agus. (Muin)





Kamis, 17 Oktober 2013

Niat Naik Haji, Pria Pakistan Jalan Kaki Ribuan Km


MAKKAH, Suaramerdeka.com - Tiba di kota Mekkah pada 1 Oktober lalu, pria berusia 37 tahun itu disambut bak seorang pahlawan. Laman Al Arabiya, Minggu 13 Oktober 2013, melansir Rai disambut oleh pejabat tinggi Arab Saudi dan perwakilan dari imam Ka'abah suci serta para pendukungnya dari berbagai negara Muslim.
Total jarak yang ditempuh Rai dalam perjalanan selama hampir empat bulan itu yakni 6.387 kilometer. Rai mengaku ini bukan kali pertamanya dia melakukan aksi semacam itu.
Sebelumnya di tahun 2007 silam, Rai berjalan kaki sejauh 1.999 kilometer menelusuri daerah antara Khyber dan Karachi di Pakistan. Perjalanan itu dia tuntaskan dalam waktu 85 hari.
Perjalanan kedua dilakukan tahun 2009, dengan berjalan kaki menuju Islamabad dari kota Lahore. Total perjalanan sejauh 327 kilometer diselesaikan dalam waktu dua minggu saja. Di waktu yang sama, dia berjalan kaki dari Islamabad ke desa Chakuthi sejauh 222 kilometer, ditempuh hanya dalam waktu sembilan hari.
Terakhir dia berjalan kaki tahun 2011 silam, ketika dia mengulang perjalanan antara Khyber dan Karachi. Namun kemarin rute perjalanan yang ditempuh lebih jauh. Rai berhasil menumbangkan rekor yang sebelumnya dibuat, dengan berjalan kaki sejauh 2.287 kilometer dalam waktu 72 hari.
Ditanya motivasinya melakukan aksi tersebut, Rai mengatakan ingin menyebarkan pesan perdamaian kepada dunia. Selain itu dia turut mengutuk aksi terorisme di berbagai tingkatan.
"Saya menginginkan perdamaian dan kesetaraan di dunia. Selain itu, saya juga berharap adanya sebuah kesatuan bagi negara-negara Muslim seperti Uni Eropa," ujar Rai.
Dia mengatakan kendati menemui beberapa rintangan yang tidak terduga selama di perjalanan menuju Mekkah, namun Rai mengaku dalam keadaan sehat. Bahkan banyak orang yang memberinya semangat dan ramah ketika bertemu dengan mereka di tengah perjalanan.
Dalam kesempatan itu, Rai juga mengungkapkan dirinya tengah bersiap untuk memulai perjalanan ke kota Mina. Hal itu lantaran ritual Haji secara resmi sudah dimulai sejak hari Minggu kemarin.
Total jarak yang dia tempuh dari Mekkah menuju Mina mencapai delapan kilometer. Menurut Pemerintah Arab Saudi, ada lebih dari 1,3 miliar jamaah dari seluruh dunia yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini. Lebih dari separuh jumlah tersebut datang dari luar Arab Saudi.
( vvn / CN34 )


Senin, 23 September 2013

Jamaah Calon Haji Kloter SOC 37 Jepara Di Berangkatkan

Azan mengantar Calon Haji
Jepara - Sebanyak 370 Calon Haji Kloter 37 SOC dari Jepara pagi tadi ( 24/9) telah diberangkatkan ke Asrama haji Donohudan Solo. Pelepasan Jamaah calon haji di saksikan oleh ribuan pengantar yang datang dari seluruh penjuru kabupaten Jepara. Meski acara pelepasan pagi-pagi buta ,namun hal itu tidak menyurutkan semangat para pengantar.

“ Emang sudah tradisi meski pelaksanaan pelepasan haji pagi betul , namun pengantar haji sudah datang ke pendopo habis shalat subuh . Jadinya pendopo dan alon-alon Jepara seperti pasar malam “, ujar Mualim pengantar haji dari desa Babalan kecamatan Wedung kabupaten Demak.

Sebagian calon haji kloter 37 SOC dari jepara


Salah satu panitia mengatakan , semua calon jamaah haji yang diantar keluarganya  masuk pendopo dengan mobil tanda khusus. Setelah itu mereka ditempatkan pada kursi sesuai dengan rombongannya. Itu semua dilakukan agar kondisi jamaah calon haji dapat beristirahat dengan aman dan nyaman. Selain itu juga menjaga keamanan barang bawaan.

“ Oleh karena itu kami menghimbau yang turun dari kendaraan hanya jamaah haji saja , pengantar bisa menyaksikan dari luar pagar ini demi keamanan dan kenyamanan “, katanya.

 H. Abdullah Uzair pimpinan KBIH “Jabal Nur “  Bandengan Jepara mengatakan , pada tahun 2012 ini dia membawa sekitar 50 calon haji. Semestinya jumlah jamaah tersebut lebih banyak lagi . Namun karena ada pemangkasan sebesar 20 persen maka beberapa jamaah yang ia bombing tertunda keberangkatannya.

“ Pada awalnya sayapun terkena penundaan , namun karena tanggungjawab saya sebagai pimpinan KBIH maka saya berjuang untuk bisa berangkat. Alhamdulillah itu semua bisa saya lakukan atas ridho Allah hari ini saya bisa mendampingi jamaah saya “, ujar H. Abdullah Uzair

Selain KBIH Jabal Nur dalam rombongan calon haji Kloter SOC 37 yang terangkut dalam 10 bus. Diantaranya KBIH NU Jepara , KBIH Al- Kaustar, KBIH Masalikil Huda , dan jamaah non KBIH. Setelah sampai di kota Makkah nanti mereka akan ditempatkan di Maktab Jarwal dengan jarak kurang lebih 1,5 KM

Kasat Bimas Polres Jepara AKP  Hadi Prastowo


“ Alhamdulillah tahun ini kami membawa rombongan calon haji sebanyak 53 orang. Do’akan semua berjalan lancar tidak kurang suatu apapun “, kata H. Musyafak pimpinan KBIH Al- Kausar Mloggo Jepara.

Sementara itu Kasat Bimas Polres Jepara , AKP Hadi Prastowo dalam sambutan pelepasan mengatakan , seluruh jamaah haji diharapkan untuk bisa bersatu padu dan membawa nama baik daerah. 

Selain itu di mohon do’anya agar kondisi Jepara kondusif aman dan tentram. Untuk para jamaah semoga diberikan kesehatan sehingga bisa menjalankan semua rukun dan wajib haji dan beroleh haji yang mabrur. (Muin)