Tampilkan postingan dengan label Bonang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bonang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 November 2020

Asyiknya ,BLT DD Tahap IV Desa Wonosari Demak Disalurkan Bantu Warga Terdampak Covid 19

 

Demak - Pemerintah Desa (Pemdes) Wonosari Kecamatan Bonang Kabupaten Demak dengan di dampingi Babinsa Koramil 02/Bonang jajaran Kodim 0716 Demak Koptu faisol telah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa (DD) untuk tahap IV (empat) kepada 43 keluarga penerima manfaat (KPM).  Bertempat di balai desa Wonosari dengan tetap mematuhi protokol kesehatan bagi warga yang hadir dan diwajibkan memakai masker, jaga jarak, cuci tangan serta tes suhu tubuh (Kamis, 05/11/2020).  

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kades Wonosari Bpk Salfudin beserta perangkat desa, Babinsa Koptu Faishol, Bhabinkamtibmas Bripka Solikin serta Pendamping desa Ibu Ita Lutfiah.

Kepala desa Wonosari Salfudin mengatakan bahwa penyaluran BLT DD dilakukan secara bertahap, beberapa waktu lalu tahap III dan saat ini tahap IV sebanyak 43 Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) masing-masing mendapatkan Rp 300 ribu. "Sebagai bentuk tanggung jawab bahwa Pemdes Wonosari telah melaksanakan amanat pemerintah pusat, BLT DD  Tahap IV tahun 2020 benar benar dilaksanakan, "Jelas Kades 

Koptu Faisol selaku Babinsa Wonosari ikut mengawal kegiatan Penyaluran BLT DD tahap IV. " Kami babinsa Koramil 02/Bonang jajaran Kodim 0716/Demak akan terus berkolaborasi guna memastikan bahwa Penyaluran BLT DD tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh warga yang telah terdaftar," Ujarnya. 

"Kami juga menghimbau kepada warga Desa Wonosari untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah dengan tujuan untuk memutus mata rantai penularan virus corona," jelas Koptu Faisol

Di kesempatan terpisah Danramil 02/ Bonang Kapten Inf Triyono selalu mengingatkan kepada seluruh Babinsanya untuk memonitoring melaksanakan pendampingan kegiatan yang ada di wilayah binaannya termasuk pendampingan penyaluran pembagian bantuan langsung tunai (BLT) dana desa tahap IV sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat binaannya. (pendim 0716/Demak)

Minggu, 28 Mei 2017

Bulan Puasa ,Pendampingan Petani Oleh Babinsa Tak Berhenti





Demak - Dalam rangka melaksanakan tugas pendampingan ke para petani untuk mengawal swasembada pangan nasional, terus dilakukan serius aparat TNI hingga kepelosok wilayah teritorial binaan Babinsa Kodim 0716/Demak Seperti yang dilakukan oleh Koptu Masrikun Babinsa Koramil 02/Bonang ,Kodim 0716/Demak.

Walaupun hari ini puasa Ramadhan tak akan menyurutkan niatnya untuk tetap semangat melaksanakan pendampingan menanam padi diatas lahan milik bapak Suyadi, Kelompok Petani " SUMBER TANI " seluas 0,40 Ha di Ds.Gebang Arum dk. Banganom selatan kecamatan bonang kabupaten Demak, Sabtu ( 27/05 /2017)

 “Tanggungjawab mengawal pertanian di wilayah binaan merupakan perintah Komando atas yang harus dijalankan para Babinsa di wilayah binaannya, Bahkan dalam hal pertanian, Babinsa melakukan pendampingan mulai rencana turun sawah, pengolahan lahan perawatan tanaman, panen hingga serapan oleh Bulog”. Ungkap Komandan Koramil 02/Bonang ( Kapten Inf Eko Juhartono ).

Bahwa petani perlu mendapat motivasi dengan pendampingan terkait pola tanam yang menggunakan ‘jajar legowo’. Harapannya tingkat produksi padi nantinya akan bisa meningkatkan produktivitas hasil panen. Agar dalam menanam Padi menggunakan tehnik-tehnik yang telah diajarkan oleh para PPL sehingga bisa meningkatkan hasil produksinya,disamping itu dengan adanya pendampingan apabila dilapangan para Petani mengalami kendala para Babinsa dan Danramil serta PPL dapat segera mengatasinya,ujar Koptu Masrikun.

Para petani wilyah Koramil 02/Bonang berharap pendampingan Babinsa dilakukan secara kontinyu dan berkesinambungan. Sehingga diharapkan Babinsa selalu dapat membantu petani yang membutuhkan pendampingan. Selain Untuk mensukseskan Swasembada Pangan Nasional, Babinsa Koramil 02/Bonang ( Koptu Masrikun ) juga selalu memberikan motivasi kepada para petani untuk mengolah lahan mereka dan juga memonitor pekerjaan para petani dalam menggarap sawah di Desa binaannya.

Dalam pelaksanaan tugasnya Koptu Masrikun ( Babinsa Koramil 02/Bonang ) juga selalu berupaya untuk membantu masyarakat di Desa binaannya sesuai dengan kemampuannya sehingga dalam proses penanam padi dapat dilakukan dengan baik dan manghasilkan kualitas padi yang bagus. 

Ketua Kelompok Tani Bapak Suyadi mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0716/Demak, khususnya para Babinsa Koramil 02/Bonang yang telah mendampingi petani ,sebab keberadaan para Babinsa di Desa yang selalu melakukan pendampingan membuat para petani bersemangat untuk tanam padi,” ungkapnya.
                                                                                   
Pendampingan tersebut antara lain dengan membantu pengolahan tanah, penyemaian, pemeliharaan tanaman dan menyalurkan hasil panen, sehingga diharapkan dengan kegiatan tersebut hasil panen dapat meningkat dan para petani lebih sejahtera.(Pendim 0716/Demak)


Senin, 28 April 2014

Inilah Wakil Kita Dari Dapil 4 ( Wedung - Bonang ) Yang Lolos Ke Dewan Demak

Inilah wakil-wakil anda di DPRD untuk Dapil 4 (Bonang, Wedung) sebanyak 8 kursi masing-masing ditempati oleh :


Nur Fadlan ( PKB)



 H Syafii Afandi (PKB)


Nur Wahid ( Golkar )



 H Sonhaji ( PDIP)



Ahmad Mansur ( Gerindra )


 H Sabiq ( PPP )



 Ibrahim Suyuti (Nasdem)



Fatkhan ( Demokrat )




Jumat, 21 Februari 2014

Fatkhan, SH Layak Dipilih Kembali


Demak – Fatkhan ,SH Caleg Partai Demokrat Dapil Wedung – Bonang yang saat ini masih menjabat sebagai anggota Dewan masih layak dipilih kembali. Hal itu dikatakan beberapa tokoh berpengaruh di kecamatan Wedung. Terbukti ketika di gelar Musrenbangdes kecamatan dipastikan Fatkhan hadir melihat mendengar serta memberikan saran pendapat.

“ Kiprah pak Fatkhan pada kemajuan kecamatan Wedung sudah terlihat. Bahkan ia berani mendatangi acara Musrenbangcam meskipun harus beradu pendapat dengan para kepala desa “, kata M. Lutfie Noor Kepala Desa Mutih Wetan  pada FORMASS,Sabtu (22/2).

M. Lutfie mengatakan meskipun kini telah menjabat sebagai anggota Dewan, namun dia masih berharap agar bisa kembali terpilih. Harapannya jika jadi kembali desanya akan mendapatkan berbagai macam bantuan dari pemerintah lewat anggota Dewan.

“ Dalam era saat ini anggota Dewan masih mempunyai peran yang strategis dalam rangka mewujudkan bantuan proyek pembangunan di desa. Jadi saya berharap beliau terpilih kembali karena sudah ada beberapa proyek aspirasi yang mampir di desa saya “, aku Lutfie.

Hal sama juga dikatakan Kepala Desa Kedungmutih Hamdan. Dia masih berharap Fatkhan kembali terpilih menjadi anggota dewan di kabupaten Demak. Setidaknya sudah ada beberapa proyek hasil dari dana aspirasi yang telah diterima desanya.

“ Untuk tahun 2013 kemarin diantaranya pembuatan jalan makam desa, pengecoran halaman pasar, pembuatan dermaga pendaratan ikan dan juga pengecoran jalan di dalam desa “, kata Hamdan.

Pasca banjir tahun 2014 ini fihaknya lewat Fatkhan telah mengajukan beberapa titik pembangunan infrastruktur diantaranya peninggian tanggul SWD 1 , normalisasi beberapa kali yang dangkal serta pembuatan pintu terpadu untuk mencegah banjir .

“ Pintu terpadu ini kami tempatkan di salah satu ruas sungai dengan tujuan untuk pencegahan banjir pada areal tambak. Seperti banjir kemarin karena tidak adanya pintu air yang memadai maka ketika terjadi banjir petani kesulitan membuang air “, ujar Hamdan.

Dia berharap dengan bekerja sama dengan anggota Dewan akan terwujud pembangunan pintu terpadu dan juga pembangunan infrastruktur lainnya. Sehingga jika semuanya terwujud seridaknya akan mengurangi bencana banjir di pemukiman dan areal tambak,


“ Banjir pada bulan Januari kemarin desa kami terdampak banjir dari desa Tedunan yang jebol tanggulnya . Hampir semua rumah di desa ini terendam banjir sedangkan kerugian tambak juga mencapai Milyaran rupiah . Selain ikan ribuan ton garam tersapu banjir “, papar Hamdan ( Muin )


Rabu, 27 November 2013

Ini Dia Wanita Demak Lulusan SD Berantas Kemiskinan di Desa Kumuh Nelayan

Masnu'ah

AyoGitaBisa.com - Berpendidikan rendah dengan akses terbatas membuat Masnu'ah tak pernah berani memimpikan hal besar. Namun, kegelisahannya memuncak karena menyaksikan kemiskinan dan belenggu budaya partiarki di desanya dan membulatkan tekad untuk mengubah para perempuan Dusun Moro, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

"Saya sangat paham kondisinya karena hidup di sini dan mengalaminya juga. Para istri nelayan hidup susah dan sering menjadi korban kekerasan suami, diperlakukan seenaknya seperti barang," ujar perempuan yang hanya mengenyam pendidikan SD ini beberapa waktu lalu.

Kesempatan datang akhir tahun 2005. Melalui koperasi beras hasil iuran swadaya seribu rupiah dan jimpitan beras, ia membentuk kelompok Puspita Bahari. Kelompok ini lahir semata untuk membantu mendorong peningkatan ekonomi keluarga nelayan.

"Modal awal satu juta rupiah untuk membeli beras, tapi bangkrut. Tidak mudah mengajak mereka karena suami tidak mengizinkan keluar rumah. Saya tidak dipercaya, jadi harus aksi," katanya.

Tak menyerah, meski sering menuai jalan buntu. Kemiskinan yang mendera keluarga nelayan yang menempatkan perempuan dalam posisi marjinal justru memicunya. Mas'nuah pun tergerak mengajak istri nelayan membuat produk olahan seperti kerupuk, keripik, dan abon berbahan baku ikan murah. Juga merangkul para suami dengan menjadi mediator bantuan tiga kapal untuk melaut dari Dompet Dhuafa yang disalurkan lewat LBH Layar Nusantara dan Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), dan bergabung dalam forum masyarakat peduli lingkungan lewat Program Peduli Penghijauan Mangrove.

"Selama ini banyak ikan terbuang sia-sia diolah dan dijajakan ke pasar, koperasi, warung. Selain itu juga mengelola sampah untuk mengurangi kekumuhan desa nelayan," jelas perempuan yang keberhasilannya ini diganjar penghargaan Kusala Swadaya sebagai kelompok perempuan nelayan yang berhasil mengatasi kekumuhan di perkampungan nelayan.

Tekadnya bulat, ia bahkan rela berkeliling desa mengajak warga menekan budaya konsumtif dengan menabung dengan datangi tiap rumah untuk mengambil tabungan. "Seribu hingga lima ribu per minggu. Harus mengalah," ujar perempuan yang memiliki 100 nasabah ini.

Tak hanya peningkatan kesejahteraan, Masnu'ah juga memberdayakan kesetaraan gender, penyuluhan kesehatan reproduksi, HIV AIDS, dan KDRT yang menjadi masalah krusial di desanya.

Tapi jalan berliku tetap dihadapi, termasuk ketika mendapat ancaman dan kecaman dari warga, keluarga dan bahkan suaminya sendiri. "Saya pernah diancam ketika mendampingi istri nelayan korban KDRT ke pengadilan. Berat dan sulit karena tidak ada dukungan, bahkan dari suami," kenang istri Su'udi ini.

Kini, Mas'nuah bisa tersenyum. Dusun Moro, Demak berubah lebih baik dan tertata. Keinginan mengajak para perempuan nelayan menjadi agen perubahan membuahkan hasil. "Meski ada saja yang tidak percaya dan mengawasi. Bahkan mengolok-olok dan melecehkan. Yang penting tujuan benar dan bisa membantu seseorang," yakinnya.

Mas'nuah juga membuat jaringan dan persaudaraan nelayan se-Indonesia untuk membantu menangani permasalahan nelayan dan studi banding untuk perempuan nelayan di Aceh, Sumatera, Tuban."Selain di Bau-Bau, kami juga membebaskan nelayan Rembang yang disandera di Sumatera. Dan membantu ABK nelayan Jateng yang berada di Balikpapan," kata Masnu'ah lagi.

Atas usahanya itu, Masnu'ah menjadi satu-satunya perempuan Indonesia yang menerima penghargaan Honouring 100 Women to Mark 100 Years of Womens Resistence for Rights, Empowerment and Liberation dari Asian Rural Womens Coalition (ARWC) atas kontribusinya memperjuangkan hak-hak dan kepentingan perempuan pedesaan di Asia, dan dipilih mengikuti pelatihan pemberdayaan untuk masyarakat pesisir di Bangkok. "Itu sangat luar biasa dan membanggakan," tukasnya sambil tersenyum.

13 lebih perjuangannya dirasa belum cukup karena masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk perbaikan masyarakat wilayah pesisir. Semangatnya menular kepada Mohamad Vicky Alansyah (18), anak semata wayangnya yang kini menjadi bagian dari 11 anak miskin berprestasi yang mendapat beasiswa dari Universitas Internasional Batam. "Sekarang saya berani mimpi dan ingin anak menjadi orang hebat seperti orang yang saya temui," ucapnya.
[yac]

Minggu, 09 Juni 2013

Sentra Ikan Asap di Desa Wonosari Bonang Sediakan Ikan Asap Berbagai Jenis



tunjukkan ikan asap

Demak -
Desa Wonosari Kecamatan Bonang, Demak yang pada 1980 termasuk daerah tertinggal, kini telah berubah 180 derajat. Desa berpenduduk 5.000 jiwa lebih tersebut sekarang menjadi daerah percontohan.
Kemajuan bidang pengolahan ikan menjadikannya mengalami perubahan yang cukup dratis. Kemajuan itu,   berkat  keuletan warga dalam melakukan usaha pengasapan ikan.
Usaha tersebut telah menjadi bisnis yang paling banyak dikembangkan, selain menjadi petambak. Sedikitnya terdapat 80 tempat usaha seperti itu yang masing-masing mempekerjakan lebih dari 10 orang.
Kegiatan mereka sehari-hari terpusatkan di UPI ( Unit Pengolahan Ikan ) desa Wonosari yang letaknya di tepi jalan raya Wedung – Demak . Setiap harinya di tempat ini berbagai macam ikan segar diolah menjadi ikan asap.
ikan dipotong-potong

“ Ya ikan macam-macam ada ikan Pe , ikan Tongkol , ikan Manyung , ikan Lele dan masih banyak yang lainnya “, ujat Ibu Imronah warga Wonosari yang mempunyai lapak di UPI Wonosari.
Ibu Imronah setiap harinya bisa mengolah ikan segar menjadi ikan asap rata-rata 80 Kg. Ikan segar didatangkan dari Juana dengan cara rombongan membelinya. Setelah itu ikan dibersihkan diambil isinya lalu dipotong-potong. Setelah itu baru diasap dengan bahan bakar batok kelapa , kayu kecil atau janggel jagung.
Rumah pengasapan ikan  Wonosari Bonang

“ Harga ikan asap di sini bervariasi tergantung jenisnya yang agak mahal seperti ikan Manyung perkilonya Rp 22.000 , ikan Pe Rp 13.000,- dan masih banyak yang lainnya”, tutur ibu Imronah
Untuk pemasarannya para pedagang dari luar kota langsung datang ke tempat UPI ini. Pedagang datang dari berbagai kota seperti Demak, Kudus dan juga Semarang. Mereka datang sore hari ketika ikan asap sudah matang. Sedangkan pemrosesan ikan mulai pagi hari sekitar pukul 08.00 sampai dengan sore hari.(Muin)