Minggu, 27 Oktober 2013

Toko ”Maestro” Pasar Kliwon Kudus , Layani Grosir dan Eceran Untuk Kebutuhan Distro





Warta Demak - Sebenarnya sifat wiraswasta bisa tumbuh dimana-mana dan juga bisa dilakukan oleh siapa saja , sehingga ada yang mengatakan sifat wirawasta adalah warisan dari orang tua itu tidaklah selamanya benar. Seperti halnya Agung Kurniawan (21) warga kelurahan Purwosari Kudus ini , meskipun orang tuanya adalah PNS namun dia mencoba mematahkan anggapan orang dengan membuka usaha Distro yaitu penjualan pakaian jadi yang dikhususkan pada anak-anak abege yang saat ini usaha tersebut sedang ngetrend dimana-mana. Dengan modal pinjaman dari orang tuanya ia membeli satu los di Pasar Kliwon di Lantai 2 Blok 17 – 18  yang merupakan los penjualan pakaian jadi untuk anak-anak muda.

Ada berbagai macam kaos ( T shirt ) dengan berbagai model dan gaya , celana panjang jeans, celana ¾ dan juga jaket berbagai macam jenis . Karena mengkhususkan diri menyediakan pakaian untuk kawula muda utamanya cowok maka di losnya yang berukuran 2,5  X  3 meter ini cukup ramai dengan pengunjung yang membeli berbagai macam jenis pakaian untuk di pakai sendiri atau dijual lagi ketemat lain.



” Kebanyakan yang membeli di tempat saya ini adalah para bakul yang mempunyai counter atau kios ditempat lain sehingga satu kali belanja rata-rata minimal 1 juta rupiah , oleh karena itu sayapun ambil keuntungannya relatif kecil karena mereka membeli lebih banyak. Namun demikian saya tidak menolak jika ada yang membeli eceran namun untuk harganya lebih mahal sedikit , meskipun begitu harga yang saya tawarkan masih jauh dibawah harga umumnya ”, ujar Agung yang mempunyai nama Distro ” Maestro ” yang dibuka baru beberapa bulan yang lalu.

Menurut Agung , dagangannya yang mendominasi adalah kaos ( T shirt ) dengan berbagai model dan corak gambar yang kebanyakan terbaru dari segi gambar atau warnanya , sehingga jika melihat barang ini anak muda pasti tertarik. Oleh karena itu dalam membeli barang tersebut fihaknya selalu selektif dalam segi jumlah dan model, sehingga dia cenderung membeli banyak dari segi model bukan dari segi jumlahnya. Mengingat anak-anak muda tertarik hal- hal yang baru , dan setiap waktu model itu terus berganti tergantung selera.

Dari segi harga dia menjual barang paling murah Rp 12.500,- setiap potongnya, selain itu masih ada yang 15.000,- , 20.000,- sampai yang paling mahal Rp 40.000,- setiap satu lembarnya. Untuk celana jeans dan juga ¾ barangnya juga komplit dengan pilihan harga dan juga ukuran yang cocok untuk anak muda , untuk harganyapun bervariasi tergantung model dan ukuran. Dia menjamin barang-barang yang dijualnya ditanggung model terbaru , karena setiap ada barang baru pasti dia mengambil lebih dulu.

” Saya maksimal dua minggu sekali ambil barang di Jakarta Om  bahkan jika sedang ramai bisa sekali seminggunya dan yang berangkat saya sendiri karena saya bisa langsung memilih barang yang bagus dan terbaru , karena jika mengandalkan sales disini saja barang-barang  kita jarang lakunya karena ketinggalan model. Seminggu saja model baru yang keluar udah puluhan dan inilah yang menjadi incaran anak-anak muda biar harga sedikit  lebih mahal namun mereka tetap mau mebelinya”, ujar Agung lagi sambil melayani pelanggannya.



Oleh karena itu siapapun yang  mempunyai usaha Distro atau ingin membuka usaha yang sama dimanapun berada  dia sanggup bekerja sama dengan menyediakan berbagai macam barang dengan harga yang bersaing dan juga model-model yang baru. Untuk yang berada di seputaran Kudus dan sekitarnya bisa langsung datang ke counternya ” Maestro ” di Halaman Barat Pasar Kliwon   Barat . Untuk yang diluar kota Kudus fihaknya menyediakan barang dengan cara memesan barang terlebih dahulu , kemudian barang dikirim dan pembayarannya bisa lewat transfer Bank seperti yang banyak dilakukannya untuk menyuplai barang ke luar Jawa. 

Menurutnya usaha Distro ini cukup prospektif utamanya untuk anak muda seperti dirinya dan juga teman-temanya yang lain , oleh karena itu bagi anak muda ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan jika tidak usaha peluang ini akan dimanfaatkan orang lain

” Ya siapapun yang ingin membuka usaha distro atau telah mempunyai ingin barang bagus bisa kontak dengan saya , siapa tahu dengan kerjasama dengan saya usaha distronya lebih maju , karena barang-barang kami termasuk terbaru dan juga komplit jenisnya ” tambah Agung lagi sambil memberikan nomor HP yang bisa dihubungi untuk kerja sama Distro ini yaitu 085641332448. (Fatkhul Muin)

Jika anda mempunyai usaha distro bisa kerjasama dengan :
Toko ”Maestro: ”
Kios Pasar Kliwon Kudus
Alamat Rumah : Purwosari Wijilan No: 363
                              RT: 01 RW: 04
                              Kudus 
                              HP :  085641332448


Sabtu, 26 Oktober 2013

Ahmad Shoim, Sumbangkan Tenaganya Jadi Kader Penggerak Masyarakat Desa

Kliping Berita FORMASS  ,30 Desember 2011
Ahmad Shoim KPMD Desa Babalan
Bagi Ahmad Shoib (36) warga desa Babalan kecamatan Wedung Kabupaten Demak hidup harus berbagi dengan yang lainnya. Oleh karena itu selama lebih 10 tahun ini meski dia tidak punya jabatan penting di desa namun kiprahnya dalam pemberdayaan desa patut diacungi jempol. Dimulai menjadi kader karangtaruna dia mulai urun rembug dan urun tenaga dalam rangka kemajuan di desa. Di dalam organisasi remaja desa itu dia menghidupkan pemikiran teman-temannya untuk peduli pada kemajuan desa pesisir ini.

Setelah berkecimpung dalam organisasi karang taruna mulailah ia berkiprah di lembaga desa LKMD sebagai mitra kerja Kepala Desa dalam rangka melaksanakan berbagai proyek pembangunan dan kegiatan pemberdayaan di desanya. Setelah datangnya era PPK dan PNPM iapun tidak ketinggalan beberapa posisi telah di tempatinya misalnya sebagai FD, TPK dan yang terakhir ini dia aktif sebagai KPMD ( Kader Penggerak Masyarakat Desa). Dalam posisi ini dia bertindak sebagai fasilitator desa yang memfasilitasi masyarakat desa dalam rangka pelaksanaan kegiatan PNPM. Mulai dari Musrenbang , kegiatan pengusulan , pembuatan proposal sampai dengan pelaksanaan kegiataan.

“ Kegiatan kami yang terakhir ini adalah menyelesaikan program PNPM 2011 pasca krisis dengan anggaran 42 juta yang dialokasikan untuk betonisasi jalan. Selain itu masih ada yang lainnya karena kami berkecimpung dalam kegiatan PPK dan PNPM hampir 10 tahunam “ aku Ahmad Shoib pada wartademak Jum’at (30/12/2011).

Ahmad Shoib mengemukakan desa Babalan yang terletak dipesisir , masih membutuhkan pemberdayaan diberbagai sector . Untuk pembangunan fisik utamanya jalan masih ada puluhan titik yang harus dibenahi. Selain  masih berujud macadam dan tanah liat juga sangat rendah posisinya sehingga jika air pasang tiba jalan tersebut tergenang air . Jembatan-jembatan kecil penghubung antar kampung juga masih sangat diperlukan , sehingga program PNPM bagi warga desa cukup membantu.

“ Selain masalah jalan dan jembatan , yang terpenting lagi adalah kebutuhan air bersih . Saat ini warga desa kami jika musim kemarau sangat membutuhkan air bersih . Kebutuhan mereka masih dipenuhi dari membeli air dari para penjaja air. Kami mengharapkan desa kami ada sambunga pipa PDAM “, harap Ahmad Shoib.

Ketika di tanya apa motivasi menjadi kader KPMD ?  Ahmad Shoib mengatakan , sebagai manusia harus berguna pada yang lainnya. Oleh karena itu meski tidak mendapatkan honor yang layak jika dibutuhkan ia tetap akan membantu desa sebagai tenaga KPMD. Namun demikian dia mengharapkan kesungguhan dia dalam rangka ikut memberdayakan masyarakat desa itu didukung sepenuhnya oleh aparat pemerintah desa.
Saat ini dia menganggap aparat pemerintah desanya masih kurang maksimal dalam rangka memberdayakan masyarakat , pelayanan kepada masyarakat masih jauh dari harapan. 


Diantaranya dalam hal anggaran dalam rangka pemberdayaan masyarakat masih kurang , sehingga dia kesulitan dalam menggerakkan masyarakat peduli terhadap kemajuan desa.Padahal aparat desa tersebut notabenenya adalah pegawai yang mendapatkan bayaran berupa tanah bengkok yang bisa digarap atau diuangkan.

“ Meski banyak tomboknya namun sebagai tenaga KPMD banyak manfaatnya bagi saya karena mendapatkan banyak pengalaman dari pelatihan-pelatihan yang saya ikuti. Yang terakhir adalah pelatihan BUMDes”, papar Ahmad Shoib menutup sua.(Fatkhul Muin)


Jumat, 25 Oktober 2013

Jembatan Gerdu – Godhang Jepara Butuh Perbaikan !!!!


Kliping berita FORMASS  22 Oktober 2010


Jepara -  Jembatan di sebelah barat Bendung karet ( kembung kempis ) desa Gerdu kecamatan Pecangaan kondisinya sangat menghawatirkan, selain papan dasar jembatan banyak yang patah dan berlubang , gelagar besinya juga sudah berkarat dan hampir putus di beberapa bagian. Jika hal ini tidak segera diperbaiki maka bisa jadi akan menimbulkan korban jiwa, meskipun saat ini belum menelan korban namun beberapa orang yang lewat jembatan ini mengaku merasa was-was. 


Apalagi jembatan ini merupakan sarana vital yang menghubungkan desa Gerdu kecamatan Pecangaan dengan desa Mutih Kulon kecamatan Wedung kabupaten Jepara , yang setiap harinya dilewati ratusan orang. Jembatan ini merupakan jalan alternative bagi warga kecamatan Wedung yang ingin menuju kota Jepara , selain it jembatan ini bagi petani disekitarnya merupakan sarana vital untuk mengangkut hasil pertanian mereka.


“ Setiap hari yang lewat jembatan ini ada ratusan orang mas kebanyakan naik sepeda motor , mereka itu warga Demak yang ingin menuju ke Jepara, dari pagi sampai sore tidak ada sepinya. Dulu ketika jembatan ini masih baik juga bisa dilalui kendaraan roda empat kecil untuk mengangkut hasil pertaniandan juga perikanan . 



Namun setelah rusak sana sini tidak mobil yang berani lewat jembatan ini takut ambrol karena besinya sudah berkarat dan hampir putus dibeberapa bagian “, tutur Harun (30 ) Warga desa Gerdu yang rumahnya persis di depan Jembatan

Selanjutnya Harun mengemukakan , kerusakan jembatan ini sudah ada 2 tahunan namun kelihatan parah pada saat sekarang. Yang cukup membahayakan adalah papan pijakan banyak yang hilang atau patah dibeberapa bagian, oleh karena itu kendaraan roda dua yang melewati harus waspada dan selalu berhati-hati. Kerusakan lain adalah besi gelagar yang menyangga papan-papan pijakan juga berkarat saking lamanya ,

Bahkan dibeberapa bagian jembatan ada yang hampir patah sehingga bila dilewati jembatan bergoyang-goyang. Besi kanan kiri untuk pegangan tangan sambungannya banyak yang patah , sehingga saat ini tidak sepeda motor yang berani parkir atau berhenti di tengah jembatan takut pegangan jembatan patah sewaktu-waktu. Untuk kewaspadaan banyak pengendara kendaraan bermotor yang menurunkan boncengannya dan bedralan sendiri , untuk mengurangi tekanan yang ditimbulkan oleh laju sepeda motor.


“ Saya takut mas karena jembatan ini bergoyang-goyang jika dibebani terlalu berat, oleh karena itu anak dan isri saya , saya suruh berjalan . Takut jika jembatan ini tiba-tiba ambrol “ , ungkap salah seorang pengendara sepeda motor yang mengaku dari desa Mutih Kulon kecamatan Wedung kabupaten Demak.


Menurut pantauan jembatan desa Gerdu ini kondisinya cukup menghawatirkan , jika secepatnya tidak diperbaiki akan membawa kerugian berbagai fihak terutama pengguna jembatan yang setiap hari melewati jembatan ini . Jika roboh mereka harus berputar lewat jalan lain dengan kondisi jalan yang kurang bagus sejauh 6 kilometer, 

selain itu para petanipun akan kesulitan membawa hasil panen mereka dengan resiko harga menjadi murah karena harus menambah ongkos angkutan. Jika secepatnya jembatan ini diperbaiki tentunya akan mengurangi resiko yang ditimbulkan dari robohnya jembatan ini dan tentunya hal ini akan membawa kebaikan semua fihak.

“ Dulu pak Bupati Hendro Martojo ketika mengadakan kunjungan ke desa ini pernah meninjau jembatan ini , namun sampai saat ini kok belum ada perbaikan , mudah-mudahan dalam waktu cepat ini jembatan desa Gerdu ini dapat perbaikan . Jangan sampai ada korban baru diperbaiki kasihan orang-orang yang lewat sini selalu was-was “, harap Harun lagi. (Fatkh. M)

Fatkhul Muin
Pengelola Blog : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir (http: www.For-Mass.Blogspot.com )


Warga Dukuh Godang Kaliombo Jepara , Harapkan Jembatan

Kliping Berita FORMASS  (20 -04-2011)
Jembatan darurat sudah puluhan tahun
 Jepara- Warga dukuh Godang yang masuk wilayah desa Kaliombo kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara saat ini membutuhkan jembatan untuk memperlancar transportasi. Selama ini mereka mempergunakan jembatan darurat terbuat dari bambu dan pecahan batang kelapa, sehingga jembatan ini hanya dapat dilalui kendaraan sepeda dan sepeda motor.

 Selain itu untuk warga luar pedukuhan yang melewati jembatan darurat ini dikenai retribusi sebesar Rp 500, sekali jalan atau Rp 1000, PP. Uang hasil tarikan retribusi tersebut dipergunakan untuk pembangunan Masjid di kedua desa berbatasan yaitu dukuh Godhang kecamatan Pecangaan kabupaten Jepara dan desa Tedunan kecamatan Wedung kabupaten Demak.

“ Setiap dua tahun sekali jembatan darurat ini dikontrakkan kepada perorangan , uang hasil kontrakan itu masuk desa yang selanjutnya masuk pada pembangunan masjid kedua desa. Saya mengontrak jembatan darurat ini sudah lebih sepuluh tahun, hasilnya cukup menguntungkan meskipun harus mengeluarkan biaya kontrak namun hasil perharinya lebih dari cukup daripada nganggur di rumah “, aku Ibu Hj. Salbiyah (56) warga dukuh godhang yang biasa mengontrak retribusi jembatan darurat itu.


Menurut Hj. Salbiyah , sudah waktunya jembatan darurat ini digantikan jembatan permanen sehingga memudahkan transportasi kendaraan roda empat yang akan masuk dan keluar dari desanya. Selain itu jembatan ini merupakan jalur alternative dari Demak menuju kota Jepara via Bungo – Mutih – Pecangaan yang setiap hari dilewati oleh ratusan pengendara yang ingin menuju ke kota Jepara atau Demak. 

Dengan dibangunnya jembatan permanen yang bisa dilewati kendaraan roda empat akan meningkatkan perekonomian warga disekitarnya , utamanya dapat meningkatkan harga jual produk pertanian dan juga produk tegalan.

Sementara itu Sutrisno (50) Guru Olah Raga yang warga desa Mutih Wetan mengaku cukup senang jika jembatan darurat itu diganti jembatan permanen seperti di tempat lain, selain mengirit biaya karena tidak usah membayar juga tidak membahayakan bagi pengendara. 

Selama ini keberadaan jembatan darirat ini cukup mengganggu bagi pengendara , utamanya jika musim hujan tiba . Selain sempit karena lebar jembatan hanya untuk satu pengendara , juga kondisi jembatan kadang licin sehingga membuat pengendara harus ekstra hati-hati.

 “ Ya jika jembatan darurat ini diganti jembatan permanen terbuat dari beton , saya sangat gembira sekali , karena setiap hari saya lewat jembatan ini dan minimal harus mengeluarkan uang 1.000. Oleh karena itu kami mengharapkan pemerintah segera merealisasikan jembatan permanen disini “, ujar Sutrisno .

Disisi lain Petinggi Desa Kaliombo Aqshol Amri yang dimintai tanggapannya seputar dioperasikannya jembatan darurat yang sudah puluhan tahun itu , dia mendukung sekali usulan warganya yang menginginkan jembatan di dukuh Godhang. Selain sebagai sarana transportasi untuk warganya jembatan itu nantinya akan dimanfaatkan warga Demak yang ingin menuju ke kota-kota diseputan Jepara. 

Oleh karena itu dia akan membuat proposal pengajuan pada dinas instansi terkait agar keinginan warganya terlaksana , dengan dibangunnya jembatan itu dia yakin akan terjadi peningkatan ekonomi yang signifikan bagi warganya yang hidup dari hasil pertanian dan tegalan .

“  Saya sangat setuju sekali jika ada jembatan di sana , tolong ditulis besar-besar bahwa warga dukuh godhang desa Kaliombo sangat membutuhkan jembatan permanen “, tambah Aqshol Amri  (FM)

Fatkhul Muin
Pengelola Blog : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir (http: www.for-Mass.Blogspot.com)

Kamis, 24 Oktober 2013

Aqshol Amri : Pilihan Petinggi Tanpa Uang Tidak jalan

Aqshol Amri calon jadi Petinggi kaliombo

Jepara - Ajang pilihan petinggi putaran kedua di kabupaten Jepara usai sudah. Bagi calon yang jadi merupakan kegembiraan yang tiada tara . Meski harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Dari hanya puluhan juta hingga ratusan juta mereka keluarkan untuk mendapatkan jabatan Petinggi (Kepala Desa ).

“ Kalau saya karena hanya bersaing dengan istri  kalau dihitung ya seratus juta lebih sedikit . Entahlah kalau kawan-kawan lain yang harus bersaing dengan calon lain “, aku Aqshol Amri (50) calon petinggi jadi desa Kaliombo kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara pada FORMASS.

Aqshol mengatakan sudah dua kali ini ia mengikuti ajang pilihan petinggi di desanya. Dua kali pula ia hanya bersanding dengan istrinya karena tiada lawan lainnya. Meskipun begitu ia harus mengeluarkan uang yang banyak pula. Tanpa ada uang menurut dia pilihan petinggi tidak akan jalan.

“ Malam hari sebelum pencoblosan di desa kami sudah ada isu jika uang lelahnya Cuma Rp 10 ribu mereka akan mogok tak mencoblos. Jadi untuk mengantisipasi hal itu sayapun menambah lagi jadi Rp 25 ribu “, kata Aqshol
Dikatakan , ketika awal deklarasi saja meski jauh hari dengan pelaksaanaan pilihan petinggi. Setiap hari dan setiap malam warga desa sudah nyanggong di rumahnya. Meski hanya mengeluarkan minuman sekedar , makanan ,tidak lupa juga rokok. Selain itu ada sumbangan-sumbangan untuk kegiatan keolahragaan , ibu-ibu, pemuda dan banyak lagi yang lain.

“ Memang itu sudah tradisi jadi ketika kita sudah mendeklarasikan maju jadi calon. Mau tidak mau pintu rumah kita setiap waktu harus terbuka menerima kedatangan warga “, kata Aqhol.
Dalam pemilihan petinggi kemarin biaya-biaya yang ia keluarkan diantaranya swadaya untuk P5 sebesar Rp 17 juta. Transpot untuk para pemilih perhak pilih Rp 25 ribu sejumlah 2.000 pemilih . Sedangkan pengeluaran lain yang tidak bisa dirinci adalah nyuguh tamu dan juga sponshorsip di berbagai kegiatan di desa.

“ Kalau saya sih tanpa beban karena usai pelantikan bisa menjual bengkok saya secara langsung , kalau dihitung 2 atau 3 tahun sudah bisa mengembalikan biaya pencalonan ini “, tukas Aqshol.

Sementara itu Hamdan pengamat pelaksanaan pilihan petinggi mengatakan, uang tidak bisa dipisahkan dari ajang pilihan petinggi. Ini sudah sistem yang berjalan dari sejak dulu hingga sekarang. Selain prestise jabatan petinggi atau kepala desa juga mendatangkan penghasilan yang cukup besar. Selain Bengkok yang banyak petinggi atau kepala desa mempunyai celah lain mendapatkan penghasilan.

Sebagai contoh bengkok atau gaji petinggi berupa lahan sawah. Jumlah tergantung dari kondisi desa ada yang 10, 15 hingga 25 bau. Kalau satu baunya laku 4 juta saja maka penghasilan petinggi bisa Rp 40 juta, Rp 60 juta hingga Rp 100 juta setiap tahunnya. Kalau dikalikan 6 akan ketemu Rp 160 Juta ,Rp 240 juta dan ada yang sampai Rp 400 juta .

“ Itu baru bengkok saja belum yang lainnya . Jadi diajang pilpet ini wajar jika para calon mengobral uang karena harapan mereka setelah jadi uang itu pasti kembali. Sehingga mereka berlomba-lomba untuk bersaing “, kata Hamdan yang juga Kepala Desa Kedungmutih. (Muin)





Pilpet Tahap Ke dua , 50% Calon Petahana Tumbang

Suasana rumah salah satu calon jadi usai pilihan (Foto: Muin/FORMASS)

JEPARA - Sebanyak 17 atau 50 persen dari 34 calon petahana (incumbent) tumbang pada pemilihan petinggi (pilpet) tahap kedua, Selasa (22/10) lalu. Pilpet Tahap II dilaksanakan di 52 desa. ''Jika dibandingkan pilpet tahap pertama, 8 Oktober lalu, jumlah petahana yang menang pada pilpet tahap kedua, persentasenya meningkat,'' ujar Kabag Tata Pemerintahan Setda Jepara Eriza Rudi Yulianto, kemarin.

Pada pilpet tahap pertama lalu yang dilaksanakan di 32 desa , ada 19 petahana yang maju lagi. Namun, yang dapat mempertahankan kursinya hanya tujuh, sedangkan 12 lain tumbang. Dari hasil pantauan, 17 petahana yang mempertahankan kursinya, hanya sebagian yang benar-benar memenangkan pemilihan dengan suara mutlak.

 Antara lain petahana Petekeyan (Kecamatan Tahunan) H Ali Subkhan yang meraih 2.199 suara, berbandingkan dengan Bambang Teguh Widodo (anak mantan petinggi yang terdahulu) meraih 863 suara.

Kemudian Petahana Pecangaan Wetan (Kecamatan Pecangaan) Kolif meraih 1.772 suara, sedangkan lawannya Muji Riyanto hanya 754 suara. Petahana Mulyoharjo (Kota) HM Rosyid berjibaku dan menang dengan 2.595 suara, hanya selisih 166 suara dari Wagisan (2.429 suara). Adapun suara batal sangat tinggi, 519 suara.

Sementara itu, tujuh petahana lainnya dengan mudah mempertahankan kursi. Sebab, hanya melawan calon pendamping dari keluarga dekat/saudara. Bahkan, lima di antaranya melawan sang istri, yaitu di Desa Bakalan (Kalinyamatan), Pelang (Mayong), Jatisari (Nalusmari), Kaliombo (Pecangaan), dan Busu. Dua lainnya, Keling (Keling), dan Tempur (Keling) melawan pendamping dari keluarga dekat.

Lancar dan Kondusif

''Secara umum, pilpet berjalan aman, lancar dan kondusif,'' ujar Eriza. Pada hari pemungutan suara, Bupati Ahmad Marzuqi, Wakil Bupati Subroto, Forkopinda, DPRD, dan sejumlah pejabat terkait memantau dalam tiga rombongan. 

Tingkat kehadiran pemilih rata-rata cukup tinggi. Seperti diberitakan, pilpet  serentak akhir 2013 ini,  dijadwalkan di 134 desa. Untuk tahap ketiga akan digelar di 50 desa pada 3 November mendatang. ''Untuk  pelantikan petinggi terpilih, akan dilaksanakan serentak di pendapa kabupaten sesuai dengan tanggal pemungutan suara, bulan berikutnya,'' imbuh Eriza. (kar-57,47)


Selasa, 22 Oktober 2013

Abdillah Fadhol Tumbangkan 3 calon di Pilihan Petinggi Karangaji Jepara

Abdillah Fadhol calon jadi 

Jepara - Pemilihan petinggi desa Karangaji Kecamatan Kedung kabupaten Jepara yang berlangsung pagi hingga sore hari ini menjadi perhatian ribuan penonton yang datang dari berbagai desa sekitar. Puncaknya pada acara penghitungan suara ribuan penonton tidak bergeming dari tempat duduk sampai akhir penghitungan suara.

Abdillah Fadhol, Spd dengan nomor urut calon 3 ungggul atas 3 calon lainnya. Adapun hasil selengkapnya adalah sebagai berikut nomor urut 1 Kholidah mendapatkan 475 suara. Mastukan dengan nomor urut 2 memperoleh 688 suara . Abdillah Fadhol meraup suara 982 dan nomor urut 4 Mufaiduddin,S Pd mendapatkan 536 suara. Sedangkan suara yang tidak syah sejumlah 49.



“ Dengan demikian yang berhak diusulkan menjadi petinggi desa Karangaji yang akan datang adalah Abdillah Fadhol dengan mendapatkan 982 suara. Demikian hasil penghitungan suara hari ini “, ujar Hery Siswanto Ketua P5 dihadapan ribuan warga yang melihat jalannya penghitungan suara.

Usai diumumkan calon jadi Abdillah Fadhol selanjutnya turun dari panggung dan diantar oleh ratusan pendukung dengan menggunakan mobil polisi. Aparat keamanan mengantarkan calon jadi dari arena pilihan petinggi sampai dengan rumah kediaman. Iring-iringan mobil , sepeda motor membuat kemacetan jalan raya depan balai desa Karangaji.



Sejak awal pelaksanaan pilihan petinggi desa karangaji direncanakan cukup seru dibandingan desa tetangga Tedunan. Selain jumlah pemilih lebih banyak juga calon yang bertarung 4 orang. Sehingga mulai awal sampai dengan akhir acara pemilihan penonton tidak bergeming dari tempat duduk.

Selain warga desa Karangaji sendiri , penonton juga datang dari berbagai desa sekitarnya. Arena pilihan yang berlangsung di Balai Desa Karangaji tidak dapat menampung penonton. Pendukung dan penonton yang menyaksikan meluber hingga puluhan meter. Jalan raya , tanggul penuh dengan penonton.

“ Sudah jadi hoby meski tidak di desa sendiri ya kita nonton bersama-sama . Lihat serunya hitungan dan iring-iringan calon jadi “, aku Harun warga desa Gerdu kecamatan Pecangaan pada FORMASS.



Sementara itu Hamdan pengamat pilihan petinggi di berbagai tempat mengatakan. Kemenangan Abdillah Fadhol sudah ia prediksikan sebelum jalannya pemilihan. Selain masalah uang yang dibagikan figure Abdillah layak dijual pada khalayak. Masing-masing calon mempunyai keunggulan dan kelemahan untuk Abdillah Fadhol adalah pendatang baru yang sebelumnya adalah Ketua BPD .

“ Tanpa uang pilihan Petinggi tidak ada gregetnya jadi sulit untuk menghapus pembagian uang dari calon. Dimanapun calon pasti membagikan uang untuk besar kecilnya tergantung kemampuan”, kata Hamdan yang juga Kepala Desa Kedungmutih. (Muin)