Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 September 2014

Inilah Daftar 44 Kandidat Anggota Kabinet Jokowi-JK Hasil "Polling",Silakan Disimak



Polling kandidat anggota kabinet presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla yang dibuka di situs www.kabinetrakyat.org telah selesai. Sebanyak 42 calon anggota kabinet dijaring dalam pemilihan tersebut. 
"Kami diterima Pak Jokowi pukul 08.30 WIB pagi tadi. Kami sudah sodorkan nama-nama ini ke beliau," ujar M Rahman, koordinator admin situs www.kabinetrakyat.org, seusai bertemu Jokowi di Balaikota, Jakarta, Kamis (4/9/2014). seperti yang dilansir kompas.com

Berikut daftar 42 kandidat calon anggota kabinet dengan keterpilihan tertinggi:

1. Menteri Pendidikan Nasional: Anies Baswedan dengan 3.032 pemilih.

2. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Poltak Sitanggang dengan 2.753 pemilih.

3. Menteri Perindustrian: Dahlan Iskan dengan 2.604 pemilih.

4. Jaksa Agung: Abraham Samad dengan 2.559 pemilih.

5. Menteri Sekretaris Negara: Maruarar Sirait 2.534 pemilih.

6. Menteri Kesehatan: Ribka Tjibtaning 2.379 pemilih.

7. Menteri Negara Lingkungan Hidup: Erwin Usman dengan 2.369 pemilih.

8. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Najwa Shihab dengan 2.346 pemilih.

9. Menteri Luar Negeri: Hikmahanto Juwana dengan 2.195 pemilih.

10. Kepala BNP2TKI: Anis Hidayah dengan 2.155 dengan pemilih.

11. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa dengan 2.127 pemilih.

12. Menteri Agama: Komarudin Hidayat dengan 2.111 pemilih.

13. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Rieke Diah Pitaloka dengan 2.109 pemilih.

14. Menteri Perumahan Rakyat: Mohammad Jehansyah Siregar dengan 2.102 pemilih.

15. Menteri Dalam Negeri: Basuki Tjahaja Purnama dengan 2.091 pemilih.

16. Menteri Perhubungan: Ignasius Jonan dengan 2.087 pemilih.

17. Menteri Riset dan Teknologi: Yohanes Surya dengan 2.067 pemilih.

18. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat: Tri Rismaharini dengan 2.035 pemilih.

19. Menteri Pemuda dan Olahraga: Adian Napitupulu dengan 1.966 pemilih.

20. Menteri Komunikasi dan Informatika: Onno W Purba dengan 1.966 pemilih.

21. Menteri Koordinator Perekonomian: Faisal Basri dengan 1.897 pemilih.

22. Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal: Indra J Piliang dengan 1.894 pemilih.

23. Menteri Pertanian: Dwi Adreas Santosa dengan jumlah 1.888 pemilih.

24. Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN): Usep Setiawan dengan 1.880 pemilih.

25. Menteri Hukum dan HAM: Zainal Arifin Muchtar dengan 1.863 pemilih.

26. Menteri Kelautan dan Perikanan: Hugua dengan 1.859 pemilih.

27. Menteri Pembangunan Perencanaan Negara/Bappenas: Agus Suhartono dengan 1.830 pemilih.

28. Menteri Perdagangan: Marie Elka Pangestu dengan 1.822 pemilih.

29. Menteri Keuangan: Hendrawan Supratikno dengan 1.777 pemilih.

30. Menteri Pekerjaan Umum: Marwan Jafar dengan 1.762 pemilih.
31. Menteri Pertahanan: Mayjen (Purn) TNI TB Hasanuddin dengan 1.759 pemilih.

32. Kepala Badan Intelijen Negara: As'ad Said Ali dengan 1.747 pemilih.

33. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah: Budiman Sudjatmiko dengan 1.743 pemilih.

34. Kepala BKPM: Ichsanoodin Noorsy dengan jumlah 1.634 pemilih.

35. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan: TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan dengan 1.624 pemilih.

36. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak: Wanda Hamidah dengan 1.584 pemilih.

37. Menteri Badan Usaha Milik Negara: Edwin H Sukowati dengan 1.567 pemilih.

38. Menteri Kehutanan: Chalid Muhammad dengan 1.493 pemilih.

39. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Komarudin Watubun dengan 1.315 pemilih.

40. Sekretaris Kabinet: Pramono Anung Wibowo dengan 1.152 pemilih.

41. Ketua Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Budi Arie Setiadi dengan 928 pemilih.

42. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB): Eko Teguh Paripurno dengan 720 pemilih.

Berdasarkan statistik terhadap hasil jajak pendapat tersebut, kandidat menteri yang beragama Islam sebanyak 92 orang dan non-Muslim sebanyak 31 orang. Berdasarkan usia, kandidat menteri yang memiliki usia 60 tahun ke atas sebanyak 11 orang, usia 50-59 tahun sebanyak 42 orang, usia 40-49 tahun sebanyak 48 orang, dan usia 30-39 tahun sebanyak 22 orang.

Dilihat dari latar belakang partai atau nonpartai, sebanyak 71 orang tidak berafiliasi dengan partai politik dan 51 orang berafiliasi dengan partai politik. Sebanyak 32 orang asal PDI-P, 13 orang dari Partai Nasdem, 6 orang dari PKB, dan satu orang asal Partai Hanura.

Jajak pendapat tersebut dimulai sejak 27 Juli 2014 pukul 03.00 WIB hingga 4 September 2014 pukul 00.01 WIB. Jajak pendapat digelar dengan metode satu akun Facebook untuk satu pos kementerian.

Polling memberikan ruang bagi masyarakat memilih usulan di luar daftar yang ditampilkan. Tercatat, jumlah kunjungan ke situs tersebut sebanyak 606.400 akun. Sebanyak 162.788 akun di antaranya memberikan pilihan.

Dari jumlah pemilih itu, sebanyak 105.812 pemilih berasal dari Indonesia. Sementara itu, sisanya berasal dari luar negeri, antara lain Malaysia, Singapura, Taiwan, Inggris, Amerika Serikat, Mesir, dan Arab Saudi.

Menurut Rahman, polling kandidat menteri bagi kabinet Jokowi-JK merupakan bentuk partisipasi rakyat dalam membentuk pemerintahan.

"Jokowi berkali-kali minta agar seluruh rakyat Indonesia memberikan masukan, baik nama, kriteria, maupun arsitektur kabinet. Polling ini menjawab apa yang diminta Jokowi," ujar dia.

Sumber : SATOENEWSDOTCOM

Jumat, 09 Mei 2014

Inilah Hasil Pemilu Legislatif 2014 Versi KPU


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski berhasil meraih suara terbanyak dalam Pemilu Legislatif 2014, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan masih belum berhasil mencapai target yang ditetapkan sebelumnya. Perolehan suara PDI-P bahkan lebih rendah dari perkiraan sejumlah lembaga survei yang menyelenggarakan hitung cepat.
Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan hasil rekapitulasi suara nasional pemilu legislatif pada Jumat (9/5/2014) tengah malam dan menetapkan PDI-P meraih suara terbanyak, yakni 23.681.471 suara sah. Jumlah ini hanya 18,95 persen dari total suara sah, yaitu 23.681.471 suara. Pencapaian tersebut jauh di bawah target sebagaimana pernah disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani, yaitu 27.02 persen.
Bukan hanya tidak mencapai target, perolehan suara pemenang Pemilu 2014 itu juga meleset dari hasil hitung cepat lembaga survei yang diumumkan beberapa jam setelah pemungutan suara pada 9 April 2014. Dalam hitung cepat sejumlah lembaga survei, partai berlambang kepala banteng itu diperkirakan meraih lebih dari 19 persen. Hasil hitung cepat Kompas, misalnya, memperkirakan PDI Perjuangan meraih suara sebanyak 19,24 persen.
Berikut hasil perolehan suara setiap partai:
1. Partai Nasdem 8.402.812 (6,72 persen)
2. Partai Kebangkitan Bangsa 11.298.957 (9,04 persen)
3. Partai Keadilan Sejahtera 8.480.204 (6,79 persen)
4. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 23.681.471 (18,95 persen)
5. Partai Golkar 18.432.312 (14,75 persen)
6. Partai Gerindra 14.760.371 (11,81 persen)
7. Partai Demokrat 12.728.913 (10,19 persen)
8. Partai Amanat Nasional 9.481.621 (7,59 persen)
9. Partai Persatuan Pembangunan 8.157.488 (6,53 persen)
10. Partai Hanura 6.579.498 (5,26 persen)
14. Partai Bulan Bintang 1.825.750 (1,46 persen)*
15. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 1.143.094 (0,91 persen)*
* PBB dan PKPI tidak lolos ke DPR karena perolehan suara kurang dari 3,50 persen.

Jumat, 18 April 2014

Penipuan Kelas Tinggi !!!!!! Hendra Saputra , OB Yang Mendadaj jadi Direktur


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hendra Saputra hanyalah seorang pegawai rendahan. Ya, betul-betul rendahan. Pendidikannya pun sebatas lulusan sekolah dasar. Di kantor-kantor perusahaan di metropolitan Jakarta, posisi seperti dia biasanya pesuruh, atau biasa disebut office boy.
Siapa nyana, dia rupanya tidak sekadar pesuruh melainkan merangkap sebagai direktur utama perusahaan. Namun posisi hebat itu justru membawanya meringkuk di dalam penjara, Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Cipinang. Kok bisa?
Begini ceritanya. Hendra merupakan office boy di perusahaan PT Imaje Media Jakarta. Perusahaan ini milik Riefan Avran, putra Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengan (UKM)  Syarief Hasan. Syarief merangkap Ketua Harian DPP Partai Demokrat, partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono.
Entah bagaimana bisa, nama Hendra tiba-tiba muncul menjadi seorang pimpinan tertinggi, denga jabatan direktur utama. Dan parahnya, dia dianggap menjadi orang yang bertanggung jawab atas kasus dugaan korupsi yang dilakukan perusahaan tersebut.
Pengacara Hendra Saputra, Ahmad Taufik mengatakan kliennya sudah bekerja pada perusahaan Riefan Avran selama empat tahun. Tugasnya setiap hari membersihkan kantor tempat Rivan bekerja, kemudian menjemput anak dan istri majikannya di apartemen untuk sekolah dan ke kantor.
"Awalnya dia digaji Rp 800 ribu per bulan. Belakangan gajinya naik menjadi Rp 1,2 juta," ucap Ahmad kepada TRIBUNnews.com.
Sebagai pesuruh di kantor, Hendra bekerja tidak melalui perusahaan alih daya atau outsorcing tetapi langsung bekerja pada perusahan Riefan yang berkantor di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Gajinya yang pas-pasan membuat Hendra memilih tinggal di kantor Riefan.
"Karena rumahnya di Bogor, ia pulang hanya Sabtu Minggu. Bila pulang setiap hari gajinya bisa habis buat ongkos," ungkapnya.
Ahmad pun menceritakan bagaimana nama kliennya bisa tercantum dalam akte perusahaan PT Imaje Media Jakarta sebagai direktur. Suatu ketika, ia disodori sebuah akta untuk ditanda tangan.
Ia tidak tahu akta yang ditanda tangannya tertera namanya sebagai direktur. Ia tidak membaca secara cermat karena diminta cepat untuk mengirimkan surat ke Kementerian Hukum dan HAM. "Penandatanganan tersebut pun bukan dilakukan di depan notaris," ucapnya.
Ada dua nama perempuan yang saat itu meminta Hendra menandatangan akte tersebut. Wanita tersebut dikatakan Ahmad dekat dengan Riefan. "Mereka sering rapat bertiga dengan Riefan," ujarnya.
Mengenai rekening atas nama Hendra yang dijadikan penampungan uang proyek pengadaan videotron --video lektronik layar lebar yang lazim dijadikan media promosi, Ahmad menjelaskan, Hendra diminta Riefan untuk membuka rekening atas nama Hendra sendiri. Ia tidak tahu tujuan pembuatan rekening tersebut. "Ia pura-pura menyuruh membuka rekening, tapi uangnya diambil oleh Riefan," ucapnya.
Kasus ini telah membawa korban. Dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan videotron di Kementerian Koperasi dan UKM, yakni Hasnawi Bachtiar dan Kasiyadi diduga tewas di dalam Rutan Cipinang. Sebab-sebab kematian belum diketahui.
Setelah kematian tersangka atas nama Hasnawi Bachtiar, Hendra mulai ketakutan bernasib sama dengan tersangka videotron lainnya.
Meskipun tidak ada ancaman yang diarahkan kepadanya, kematian Hasnawi Bachtiar mengganggu psikologis Hendra. "Sejak kematian tersangka Bachtiar, hal tersebut menimbulkan rasa takut kepada Hendra," ucap Ahmad Taufik.
Bagaimana pun, Hendra merasa menjadi incaran pelaku sebenarnya dalam kasus tersebut untuk menghilangkan jejak. "Tentu dia takut karena pelaku sebenarnya bukan dia," katanya.
Di tengah ketakutannya kemudian, Hendra menghubungi keluarganya sampai akhirnya meminta bantuan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Ahmad berharap, LPSK bisa secepatnya mengambil kliennya guna memberikan rasa aman.
Meskipun dilanda ketakutan, Hendra tetap bersikap seperti biasa di dalam tahanan. Ia makan makanan yang diberikan pihak Lapas karena tidak memiliki pilihan lain. "Makan tetap makan yang disediakan Lapas, karena memang tidak ada makanan lain di sana," ungkapnya.
 Hendra menjadi tersangka korupsi kasus pengadaan videotron di Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Kasus ini ditangani Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Kasus dugaan korupsi videotron pernah menjadi sorotan mantan politikus Demokrat Gede Pasek Suardika, teman dekat mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Hendra dibekuk Tim Jaksa Kejati DKI dan Kejati Kaltim pada Oktober 2013 silam di sebuah tempat kos di Samarinda, Kaltim. Ia diminta mempertanggung jawabkan dugaan korupsi sementara Riefan sang boss asli berstatus sebagai saksi. Awalnya Hendra ditahan di Rutan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, kemudian pada 26 Februari 2014 dipindah ke Rutan Cipinang.
Dalam kasus korupsi proyek senilai Rp 23,4 miliar ini kejaksaan menduga terjadi penyimpangan yang oleh PT Imaje Media Jakarta. Dalam kasus ini negara telah dirugikan sebesar Rp 17 miliar.
Kejati Jakarta telah menetapkan 3 orang tersangka. Tiga tersangka merupakan pejabat di Kemenkop dan UKM, mereka adalah Pejabat Pembuat Komitmen Hasnawi Bachtiar dan Anggota Panitia Lelang Kasiyadi, serta Hendra Saputra yang diangkat menjadi Direktur PT IMJ.
Tersangka Bachtiar merupakan tahanan Kejati DKI Jakarta yang dititipkan di Rutan Cipinang. Bachtiar adalah adik ipar Menkop dan UKM Syarif Hasan telah meninggal 18 Maret lalu. Kemudian tersangka Kasiyadi, selaku Anggota Panitia Lelang. Namun, dia belum dapat terkonfirmasi keberadaannya sampai saat ini. (tribunnews/adi/edf)




Kamis, 06 Maret 2014

Inilah Ini Pesan Terakhir Jojon kepada Yadi SembakoSebelum Meninggal,



Sejumlah pelawak ikut mengantarkan jenazah Haji Jojon ke tempat peistirahatan terakhir di TPU Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat. Nampak pelawak senior Tarzan, Tukul, Bopak, Yadi Sembako dan artis cantik Bella Saphira turut memberikan doa terakhir dalam pemakaman itu.

Yadi pun tak bisa menahan kesedihannya saat melihat jenazah Jojon diturunkan dari keranda. Ia mengatakan cukup banyak kenangan manis yang tak bisa dilupakannya bersama punggawa Jayakarta Grup itu.

"Saya salah satu orang yang sangat kehilangan beliau. Beliau adalah sosok guru dan teman yang baik. Saya banyak belajar dari beliau," ujar Yadi.

Menurut Yadi, Jojon juga banyak memberikan motivasi hidup kepadanya. Terakhir, Jojon menanyakan keadaan rumah tangga Yadi bersama anak dan istrinya.

"Beliau tanyakan pas terakhir ketemu, keluarga sehat nggak, ente sehat nggak?" ujar Yadi.

Yadi pun mengatakan Jojon sempat menitip pesan kepadanya sebelum menghembuskan nafas terakhir. Yadi diminta Jojon untuk terus bertahan sebagai komedian dan jangan beralih ke profesi lain.

"Kalau ngelawak, ngelawak saja. Jangan sesekali hilang dari layar televisi," ujarnya sambil menahan tangis.

Jojon meninggal dunia pada Kamis, 6 Maret 2014, sekitar pukul 06.10 WIB. Jojon mengembuskan napas terakhirnya di usia 66 tahun, di Rumah Sakit Premier Jatinegara karena asma dan serangan jantung.

Menurut keterangan pihak rumah sakit, Jojon sebelum meninggal sempat menjalani perawatan selama tiga hari.

"Jojon masuk Rumah Sakit Premier Jatinegara pukul 00.32 WIB, Senin, 3 Maret 2014," kata petugas rumah sakit yang tak mau disebutkan namanya.

Jojon memiliki nama asli Djuhri Masdjan dan lahir di Karawang, 5 Juni 1947. Meninggal dunia dalam usia 66 tahun. Selain menjadi seorang komedian terkenal, pria berdarah Sunda ini juga seorang aktor. Dia lama bergabung dalam Jayakarta Grup bersama Cahyono dan Uu.(Sumber : 
vivanews.com)



Minggu, 16 Februari 2014

Info Penting !!!! Pendaftaran SNMPTN, Mulai Hari Ini - 31 Maret

JAKARTA, suaramerdeka.com - Penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri sudah dibuka mulai hari ini, Senin (17/2) hingga 31 Maret 2014 mendatang. Untuk itu, diimbau sekolah yang belum mengisi PDSS untuk segera melakukan pengisian.
Ketua SNMPTN Ganjar Kurnia mengatakan, pengisian PDSS oleh sekolah akan mulai dibuka mulai hari ini hingga 6 Maret 2014 mendatang. Namun setelah itu, sekolah tidak bisa lagi memasukkan data PDSS, yang akan berakibat tidak bisanya anak didiknya mendaftar di SNMPTN.
Setelah pengisian PPDS oleh siswa, nantinya sekolah diminta untuk memberikan password kepada siswa, agar mereka bisa memverifikasi data yang telah dimasukkan. “Jika siswa tidak melakukan  verifikasi maka data yang dimasukkan oleh kepala sekolah dianggap benar. Data tersebut tidak bisa diubah setelah waktu verifikasi berakhir,” ujar Ganjar di Jakarta.
Ganjar mengungkapkan, hingga hari Sabtu (15/2), 11.836 sekolah telah mengisi PDSS. Jumlah tersebut termasuk 1982 sekolah baru. Untuk siswa, jumlah yang terdaftar adalah 2.319.050 siswa. Jumlah tersebut sudah termasuk siswa kelas satu, "Karena sekolah diminta mengisi PDSS itu sejak siswanya di kelas 1," jelasnya, dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (15/2).
Siswa yang berhak mengikuti seleksi SNMPTN adalah siswa yang memiliki rekam jejak prestasi akademik di PPDS. Selain itu, siswa yang boleh mendaftar SNMPTN kali ini adalah siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas terakhir yang mengikuti ujian nasional pada tahun 2013 atau 2014.
Ganjar juga menegaskan agar saat mendaftar untuk seleksi SNMPTN, siswa wajib membaca prosedur operasi baku (POB) yang terdapat di laman PTN yang dituju. POB berisi ketentuan yang akan membantu siswa saat mendaftar SNMPTN.
"Kita harapkan betul agar mereka membaca terlebih dahulu di laman PTN masing-masing, agar tidak perlu lagi menghubungi call center," kata Ganjar.
SNMPTN adalah seleksi calon mahasiswa baru berdasarkan prestasi akademik. Sekolah yang bisa mengikuti seleksi ini adalah sekolah yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Dan siswa yang bisa didaftarkan adalah siswa yang memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
( Maya / CN19

Selasa, 10 Desember 2013

Sofyan Hadi Tulis Status 'Semoga Ditempatkan di Tempat Yang Tepat'


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keluarga Sofyan Hadi (20) mengaku sangat terpukul atas kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Sofyan. Satria Putra (21), kakak sepupu Sofyan, menuturkan kepiluan keluarga karena Sofyan adalah anak laki-laki satu-satunya dan bungsu dari empat bersaudara.
"Selain baik, Sofyan juga terkenal penurut dan rajin. Di rumah juga mau melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan wanita. Kami sangat terpukul karena dia baru tiga bulan kerja," ujar Satria di RS Polri Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (10/12/2013).
Sofyan adalah teknisi KRL Commuter Line yang menabrak truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di perlintasan Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2013) siang. Sofyan sebelumnya adalah lulusan SMK jurusan Mesin Otomotif.
Satria menuturkan pekerjaan tersebut sudah diidamkan Sofyan sejak setahun belakangan. Dia pernah mengirimkan lamaran. Namun ternyata dia belum berjodoh dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) itu.
"Ini keinginannya sejak tahun lalu, tapi nggak keterima. Ini map (untuk berkas pencocokan DNA Sofyan) adalah map yang ditulis Sofyan," lanjut Satria.
Dalam setahun itu, sembari menunggu lamaran dibuka di PT KAI, Sofyan sempat bekerja di tempat lain.
Firasat Nenek dan Ayah
Keluarga Sofyan sangat terkejut melihat pemberitaan kecelakaan teknisi KRL Commuter Line yang menabrak truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di perlintasan Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2013) siang.
Mereka langsung khawatir karena sadar bahwa jalur tersebut adalah jalur kereta yang dilalui Sofyan.
"Awalnya keluaga tahu dari media tv. Kemudian keluarga tahu Sofyan bertugas di jalur tersebut. Maka keluarga saya, paman ke lokasi cari informasi. Ternyata Sofyan Hadi ada (di kereta)," cerita Satria.
Satria sendiri menuturkan sebelumnya nenek mereka bermimpi dibangunkan Sofyan pukul 11.00 WIB.
"Nenek langsung bangun pulang terima kabar Sofyan kecelakaan. Paman saya, orang tua Sofyan bermimpi di rumah gelar tikar, padahal rumahnya belum jadi," lanjut Satria.
Selain itu, Sofyan sebenarnya memiliki jaket. Namun ketinggalan di rumah di hari nahas itu. Jaket itu kemudian dipakai ayahnya.
Yang lebih memilukan adalah, Sofyan nampaknya mengetahui akan kecelakaan tersebut. Dalam status telepon pintarnya, Sofyan menuliskan 'Semoga ditempatkan di tempat yang tepat.'

Rabu, 16 Oktober 2013

Inilah Kronologi Gatot Bunuh Holly karena Minta Rumah dan Ceraikan Istri Pertama


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah menjalani pemeriksaan selama 13 jam, Gatot Supiartono, pejabat eselon I BPK akhirnya ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan Holly AngelaHayu Winanti (37), Rabu (16/10/2013) malam. Gatot akan langsung ditahan di tahanan Mapolda Metro Jaya.
Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Slamet Riyanto menegaskan, bahwa Gatot dianggap terbukti sebagai otak pelaku pembunuhan Holly.
Gatot menghabisi Holly dengan menyewa pembunuh bayaran sebanyak 5 orang.
Menurut Slamet, motif Gatot menghabisi Holly dengan keji karena Gatot merasa tertekan atas rongrongan Holly.
Akumulasi dari permintaan dan rongrongan Holly ini membuat Gatot memutuskan untuk menyewa komplotan bayaran guna membunuh Holly.
Slamet menjelaskan selama ini Gatot selalu menuruti kemauan Holly dengan membelikan apartemen dan mobil.
"Korban sudah dibelikan apartemen dan mobil, sesuai permintaannya, lalu minta rumah. Bahkan terakhir, korban (Holly) meminta supaya G menceraikan istri pertamanya. Ini mungkin menjadi puncaknya," kata Slamet, Rabu (16/10/2013) malam.
Karena Gatot merasa tertekan apalagi dengan permintaan Holly atas rumah dan menceraikan istri pertamanya, kata Slamet, maka timbullah niat jahat Gatot untuk mengakhiri hubungan dengan Holly dengan cara membunuhnya."Akhirnya G menyewa komplotan bayaran untuk membunuh Holly," kata Slamet.
Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan, kepada Warta Kota Rabu (16/10/2013) malam menjelaskan berdasarkan hasil gelar perkara para penyidik di Subdit Jatanras, Gatot pada hari ini, sudah ditingkatkan statusnya dari saksi menjadi tersangka.
Menurut Herry, Gatot langsung ditahan Rabu malam ini.
Herry menambahkan atas perbuatannya, Gatot dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati atau 20 tahun penjara.
Menurut Herry lima pelaku pembunuh bayaran Holly yang disewa Gatot yakni Surya Hakim, Abdul Latief, El Riski, PG dan R, mereka baru pertama kali melakukan hal ini.
Namun katanya, empat orang selain Surya, diketahui pernah melakukan kejahatan perampokan di beberapa tempat. "Untuk kejahatan ini baru pertama kali. Tapi untuk kasus 365 (perampokan-Red), diantara mereka ada yang pernah melakukannya," kaya Herry.

Jumat, 04 Oktober 2013

Waduh !!!!! Akil Mochtar Tampar Wartawan Gara-gara Potong Jari

Seorang wartawan mendapat tamparan dari Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, Kamis (3/10/2013) malam. Insiden bermula ketika wartawan itu menanyakan kepada Akil soal wacana potong jari untuk para koruptor. 

Wacana itu dilontarkan Akil jauh hari sebelum dia ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (2/10/2013) malam dengan tuduhan menerima suap. Sang wartawan, Oktavian Surya Dewangga, mengaku terkejut ketika tangan Akil tiba-tiba melayang di pipi kirinya. 

"Saya yakin dia marah," kata Okta. Okta mengatakan, hanya bertanya apakah Akil siap menjalani potong jari bila terbukti melakukan korupsi. Pertanyaan itu dia lontarkan saat Akil keluar dari Gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan dan digelandang rumah tahanan KPK. 

"Dulu Bapak pernah bilang, koruptor harus hukum potong jari biar jera. Nah, kalau Bapak terbukti korupsi, siap potong jari?" tanya Okta kepada Akil. Mendengar pertanyaan itu, menurutnya, Akil tampak terkejut. Akil terlihat melotot kemudian melayangkan tangannya ke arah wajah Okta. "Dia melotot, terus tangannya melayang," tutur Okta. 



Namun, tamparan Akil ini tidak dirasa sakit. Okta mengaku tidak merasa perih di pipinya karena ditampar Akil. Dia mengaku hanya terkejut. "Enggak sakit, lebih ke kaget, karena dia melotot, saya pikir tamparannya akan keras," ucapnya. 

Untuk diketahui, hukuman potong jari untuk koruptor ini pernah diusulkan Akil sebagai tanggapan atas maraknya kasus korupsi di Indonesia. Ketika itu, Akil menilai bahwa koruptor perlu diberi hukuman kombinasi antara pemiskinan dan pemotongan salah satu jari tangan. Ia benganggapan, penjara dan pembayaran denda tak ampuh memberikan efek jera kepada koruptor. 

"Ini ide saya, dibanding dihukum mati, lebih baik dikombinasi pemiskinan dan pemotongan salah satu jari tangan koruptor saja cukup," kata Akil Mochtar pada 12 Maret 2012 ketika masih menjabat Juru Bicara MK. 

KPK menahan Akil di Rutan KPK setelah menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka, Kamis. Akil diduga menerima suap terkait pengurusan perkara sengketa pemilihan kepala daerah di Lebak, Banten, dan Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

sumber: kompas.com




Kamis, 03 Oktober 2013

Inilah Mengapa Lurah Susan Kena Demo , Gara- gara Terlalu Cantik ?


Jakarta - Susan Jasmine Zulkifli, 43 tahun, dilantik menjadi Lurah Lenteng Agung, Jakarta Selatan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pada 27 Juni lalu. Sejak menjabat, lurah berparas ayu itu rajin 'blusukan', ke kampung-kampung mengikuti gaya sang atasan, Jokowi.

Setiap Sabtu dan Minggu, Lurah Susan mengadakan kerja bakti di wilayah Lenteng Agung. Tak hanya menginstruksikan, dia juga terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Dia rajin berbaur dan berdialog langsung dengan warga. Kehadiran lurah cantik Susan tersebut memantik semangat warga untuk ikut gotong royong. 

Bahkan para pengurus rukun tetangga dan rukun warga, yang umumnya laki-laki makin giat menggelar kerja bakti. Rupanya semangat para kaum bapak itu menimbulkan rasa cemburu di kalangan ibu-ibu warga Lenteng Agung. 

Siti Maimunah (44 tahun), warga RT 14 RW 03, Lenteng Agung mengaku sejak Susan menjabat lurah banyak pengurus RT yang kegenitan. Misalnya, pengurus RT bela-belain ikut kerja bakti pada hari Minggu untuk membersihkan selokan. Padahal, pada saat bersamaan ada acara hajatan pernikahan di rumah tetangganya. 

“Bapak-bapak ada yang malah ganjen sekarang. Mereka pakai minyak wangi lah kalau kerja bakti. Sokkerajinan gitu deh,” kata Maimunah yang sudah menetap di Lenteng Agung sejak 1980 tersebut kepada detikcom, Selasa (1/10). 

Hal yang sama dikatakan warga RT 08 RW 04, Khadijah (39 tahun). Dia bersama Maimunah mengaku diajak ikut demo menolak Lentang Agung dipimpin oleh lurah Susan. Namun penolakan itu bukan karena adanya perbedaan agama. 

Tapi, persoalan perempuan cantik menjadi lurah yang dikhawatirkan akan salah kaprah. “Ya bingung aja cakep-cakep ngapain jadi lurah. Mending pria saja yang lurah,” kata Khadijah. Unjukrasa penolakan terhadap Lurah Susan pun kebanyakan diikuti oleh kaum perempuan.
Sejumlah warga Lenteng Agung lainnya juga tidak mempersoalkan keyakinan agama yang dianut Lurah Susan Jasmine Zulkifli. Yang terpenting bagi mereka seorang lurah bisa membawa perubahan, khususnya bagi pelayanan terhadap warga.

Mantan Ketua RT 04/RW 05 Kelurahan Lenteng Agung yang juga sesepuh warga H. Abdul Rahman, 64 tahun, mengatakan persoalan agama itu masing-masing urusan pribadi. 

Secara pribadi dia melihat sosok Susan adalah pamong yang bisa membaur dengan warganya. Tidak ada sikap kaku. Meski kadang sejumlah warga antipati terhadap kegiatan kerja bakti yang dilakukan Susan untuk persiapan Piala Adipura. 

Bahkan secara gamblang, ia membandingkan dengan lurah Lenteng Agung sebelumnya yang kaku dan tidaklow profile. “Kalau lurah yang lama boro-boro datang lihat langsung warga. Saya saja kalau ke kantor kelurahan jarang lihat dia,” kata Abdul kepada detikcom. 

Sementara menurut Koordinator Forum Warga Lenteng Agung Nasri Nasrullah, penolakan terhadap Lurah Susan sudah terjadi sejak awal pelantikan oleh Jokowi. Dia menyesalkan sistem lelang jabatan yang tidak memperhatikan aspirasi warga Lenteng Agung. 

Menurut Nasri, persoalan ini penting karena mayoritas warga Lenteng Agung muslim. Apalagi dalam sejarah Lenteng Agung selalu dipimpin oleh seorang lurah yang beragama Islam. 

“Harusnya kami di dengar dulu ingin itu ingin apa. Banyak warga yang tanya-tanya sejak lama sebelum proses lelang itu. Kalau seperti ini kan bentuk kekecewaan kami. Kalau memang ingin benerin, Jokowiblusukan dong ke sini,” kata Nasri kepada detikcom, Rabu (2/10) kemarin.

 Sumber : Detikdotcom