Tampilkan postingan dengan label VIVANEWS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label VIVANEWS. Tampilkan semua postingan
Selasa, 08 Juli 2014
Loew Ikut Simpati Atas Kekalahan Telak Brasil
VIVAbola - Pelatih Jerman, Joachim Loew menunjukkan simpati setelah timnya sukses mengubur Brasil 7-1 di babak semifinal Piala Dunia, Selasa 8 Agustus 2014 (Rabu dini hari WIB). Pria 54 tahun ini rupanya ikut merasakan apa yang dirasakan publik tuan rumah.
Loew teringat kekalahan Jerman di semifinal Piala Dunia 2006, juga saat berstatus tuan rumah. Saat itu, Loew yang menjadi asisten pelatih Juergen Klinsmann menjadi saksi kekalahan Der Panzer 0-2 dari Italia.
"Kami juga terkejut dan mengalami hal yang sama pada 2006. Mereka terkejut dan tak menyangka bisa kalah. Dan setelah itu menjadi pertandingan yang mudah untuk kami," kata Loew pada German TV.
Pada 2006, Jerman takluk lewat 2 gol Italia yang dicetak pada babak perpanjangan waktu. Menurut Loew, saat itu Jerman merasakan tekanan sebagai tuan rumah, dan itu juga yang dirasakan Brasil saat ini.
"Kami kalah pada menit 119 tahun 2006, jadi kami tahu apa yang pelatih Brasil, Luiz Felipe Scolari rasakan, bagaimana perasaan tim Brasil, dan bagaimana perasaan rakyat Brasil," ujar Loew.
"200 juta orang yang ada di sini ingin Brasil masuk final. Itu bisa membuat para pemain merasa tegang. Saya minta maaf untuknya (Scolari)," sambungnya.
Jerman akan menghadapi pemenang duel Belanda melawan Argentina di partai puncak. Loew enggan memilih-milih lawan dan berusaha untuk tetap berkonsentrasi.
"Kami akan sedikit berpesta malam ini. Namun, kami harus fokus untuk laga selanjutnya," ungkap Loew.
"Namun saya tak khawatir. Para pemain tetap menjejakkan kaki ke bumi dan tak akan membiarkan kemenangan ini terus ada di kepala mereka," tegasnya.
Lihat berita menarik lainnya dengan mengklik tautan ini.
© VIVAbola
Luiz Minta Maaf Pada Rakyat Brazil
VIVAbola - Hasil memalukan harus diterima Brasil di laga semifinal Piala Dunia, Selasa 8 Agustus 2014 (Rabu dini hari WIB). Tuan rumah dipermalukan Jerman 1-7 dalam laga yang berlangsung di Estadio Minieirao, Belo Horizonte.
Usai pertandingan, bek Brasil, David Luiz langsung meminta maaf kepada rakyat Brasil. Pemain yang menggantikan Thiago Silva ini sedih karena tak bisa membahagiakan publik tuan rumah.
"Saya hanya ingin memberikan kebahagiaan kepada rakyat saya. Untuk rakyat Brasil yang sudah banyak menderita," kata Luiz pada Rede Globo.
"Sayangnya, kami tak bisa. Maafkan kami, semuanya. Maaf untuk semua rakyat Brasil. Saya ingin melihat orang-orang tersenyum. Semua orang tahu betapa pentingnya bagi saya untuk membuat rakyat Brasil bahagia, bahkan walaupun itu hanya karena sepakbola," tegas pemain yang musim depan akan membela Paris Saint-Germain ini.
Senada dengan Luiz, kiper Brasil, Julio Cesar juga mengungkapkan permintaan maaf. Dia mengaku heran karena Brasil begitu mudahnya ditaklukkan Jerman.
"Saya pikir ada yang sedikit hilang dan Jerman menyadari hal itu, sehingga sanggup mencetak banyak gol. Saya lebih memilih kalah 0-1 karena kesalahan saya," ucap Cesar.
Lihat berita menarik lainnya dengan mengklik tautan ini.
© VIVAbola
Bantai Brasil, Pemain Jerman Kehabisan Kata-kata
VIVAbola - Jerman tampil perkasa kala menyingkirkan Brasil di semifinal Piala Dunia 2014, Selasa 8 Juli 2014 (Rabu dini hari WIB). Die Adler menghajar tuan rumah dengan skor telak 7-1!
Tak ada yang menyangka hasil ini akan terjadi. Pemain Jerman pun tak pernah berharap akan menang besar atas favorit juara tersebut.
"Ini tak pernah diharapkan. Jujur, saya tak tahu harus berkata apa. Saya tak percaya itu," kata pemain Jerman, Thomas Mueller seperti dikutip BBC.
Mueller sendiri mencetak satu gol dalam laga ini. Pemain Bayern Munich itu juga berperan penting dalam terciptanya sejumlah gol Jerman lainnya.
"Ini sesuatu yang benar-benar gila. Semua seperti berjalan lancar hari ini. Sekarang kami harus melakukannya sekali lagi, kami harus berjuang untuk mendapatkan hal ini (juara)," ia menambahkan.
Di final, Jerman akan bertemu lawan berat lainnya. Die Adler akan berhadapan dengan pemenang laga antara Argentina kontra Belanda yang berlangsung Rabu 9 Juli 2014 (Kamis dini hari WIB).
© VIVAbolaKamis, 06 Maret 2014
Inilah Ini Pesan Terakhir Jojon kepada Yadi SembakoSebelum Meninggal,
Sejumlah pelawak ikut
mengantarkan jenazah Haji Jojon ke tempat peistirahatan terakhir di TPU Kebon
Pedes, Bogor, Jawa Barat. Nampak pelawak senior Tarzan, Tukul, Bopak, Yadi
Sembako dan artis cantik Bella Saphira turut memberikan doa terakhir dalam pemakaman
itu.
Yadi pun tak bisa menahan kesedihannya saat melihat jenazah Jojon diturunkan dari keranda. Ia mengatakan cukup banyak kenangan manis yang tak bisa dilupakannya bersama punggawa Jayakarta Grup itu.
"Saya salah satu orang yang sangat kehilangan beliau. Beliau adalah sosok guru dan teman yang baik. Saya banyak belajar dari beliau," ujar Yadi.
Menurut Yadi, Jojon juga banyak memberikan motivasi hidup kepadanya. Terakhir, Jojon menanyakan keadaan rumah tangga Yadi bersama anak dan istrinya.
"Beliau tanyakan pas terakhir ketemu, keluarga sehat nggak, ente sehat nggak?" ujar Yadi.
Yadi pun mengatakan Jojon sempat menitip pesan kepadanya sebelum menghembuskan nafas terakhir. Yadi diminta Jojon untuk terus bertahan sebagai komedian dan jangan beralih ke profesi lain.
"Kalau ngelawak, ngelawak saja. Jangan sesekali hilang dari layar televisi," ujarnya sambil menahan tangis.
Jojon meninggal dunia pada Kamis, 6 Maret 2014, sekitar pukul 06.10 WIB. Jojon mengembuskan napas terakhirnya di usia 66 tahun, di Rumah Sakit Premier Jatinegara karena asma dan serangan jantung.
Menurut keterangan pihak rumah sakit, Jojon sebelum meninggal sempat menjalani perawatan selama tiga hari.
"Jojon masuk Rumah Sakit Premier Jatinegara pukul 00.32 WIB, Senin, 3 Maret 2014," kata petugas rumah sakit yang tak mau disebutkan namanya.
Jojon memiliki nama asli Djuhri Masdjan dan lahir di Karawang, 5 Juni 1947. Meninggal dunia dalam usia 66 tahun. Selain menjadi seorang komedian terkenal, pria berdarah Sunda ini juga seorang aktor. Dia lama bergabung dalam Jayakarta Grup bersama Cahyono dan Uu.(Sumber : vivanews.com)
Yadi pun tak bisa menahan kesedihannya saat melihat jenazah Jojon diturunkan dari keranda. Ia mengatakan cukup banyak kenangan manis yang tak bisa dilupakannya bersama punggawa Jayakarta Grup itu.
"Saya salah satu orang yang sangat kehilangan beliau. Beliau adalah sosok guru dan teman yang baik. Saya banyak belajar dari beliau," ujar Yadi.
Menurut Yadi, Jojon juga banyak memberikan motivasi hidup kepadanya. Terakhir, Jojon menanyakan keadaan rumah tangga Yadi bersama anak dan istrinya.
"Beliau tanyakan pas terakhir ketemu, keluarga sehat nggak, ente sehat nggak?" ujar Yadi.
Yadi pun mengatakan Jojon sempat menitip pesan kepadanya sebelum menghembuskan nafas terakhir. Yadi diminta Jojon untuk terus bertahan sebagai komedian dan jangan beralih ke profesi lain.
"Kalau ngelawak, ngelawak saja. Jangan sesekali hilang dari layar televisi," ujarnya sambil menahan tangis.
Jojon meninggal dunia pada Kamis, 6 Maret 2014, sekitar pukul 06.10 WIB. Jojon mengembuskan napas terakhirnya di usia 66 tahun, di Rumah Sakit Premier Jatinegara karena asma dan serangan jantung.
Menurut keterangan pihak rumah sakit, Jojon sebelum meninggal sempat menjalani perawatan selama tiga hari.
"Jojon masuk Rumah Sakit Premier Jatinegara pukul 00.32 WIB, Senin, 3 Maret 2014," kata petugas rumah sakit yang tak mau disebutkan namanya.
Jojon memiliki nama asli Djuhri Masdjan dan lahir di Karawang, 5 Juni 1947. Meninggal dunia dalam usia 66 tahun. Selain menjadi seorang komedian terkenal, pria berdarah Sunda ini juga seorang aktor. Dia lama bergabung dalam Jayakarta Grup bersama Cahyono dan Uu.(Sumber : vivanews.com)
Rabu, 29 Januari 2014
Tanah Retak Di Sukodono Jepara , Abdul Ghofur Resah
VIVAnews – Warga Desa Sukodono Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, resah dengan munculnya retakan tanah sepanjang 700 meter, Selasa 28 Januari 2014. Retakan ini mengikuti alur saluran irigasi sawah.
Sagiman, warga Sukodono, mengatakan retakan pertama kali muncul Sabtu malam, 18 Januari 2014, dan hanya berukuran kecil. Namun seiring turunnya hujan deras, retakan tersebut makin hari makin bertambah hingga hari ini mencapai 700 meter.
Lebar retakan pun telah lebih dari 10 meter dengan kedalaman hingga 8 meter. “Karena retakan mengikuti alur saluran irigasi, dipastikan sawah-sawah tak bisa diairi lagi paska hujan nanti,” kata Sagiman.
Bukan hanya membelah sawah, retakan tanah itu juga mengancam rumah Abdul Ghofur (33 tahun), warga RT 1 RW 2 Desa Sukodono. Retakan di belakang rumahnya yang semula saluran air yang kecil, kini makin besar. “Pemiliknya mengungsi ke rumah saudaranya. Takut roboh karena pondasi rumah sudah menggantung,” ujar Sagiman.
Kini area di sepanjang retakan tanah itu oleh warga diberi tanda pembatas dengan tali plastik. Ini mengingat lokasi retakan berdekatan dengan permukiman warga dan sirkuit balap sepeda.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Lulus Suprayitno, usai meninjau lokasi tersebut mengatakan BPBD belum tahu kategori tanah membelah ini.
“Ini retakan atau patahan, kami tidak tahu. Kami akan berkoordinasi dulu dengan Dinas Energi Sumber Daya Mineral dan Pertambangan Provinsi Jawa Tengah untuk meneliti lebih jauh fenomena alam ini agar kami dapat melakukan langkah-langkah berikutnya dan mengetahui kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi,” kata Lulus.
Fenomena serupa juga terjadi di Desa Plajan Kecamatan Pakisaji, Desa Kepok Kecamatan Bangsri, dan Desa Tempur Kecamatan Keling. Semua berada di Kabupaten Jepara dan di lereng Gunung Muria. (adi)
Tanah Retak Di Jepara Harus Di Waspadai
VIVANews - Balai Energi Sumberdaya Mineral (BESDM) Jawa Tengah masih melakukan sejumlah kajian termasuk mencari sumber retakan tanah di Desa Sukodono, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.
Komisi D DPRD Jawa Tengah meminta agar Pemerintah Kabupaten Jepara dan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah bekerja sama untuk mewaspadai dampak lanjutan retakan tanah yang dianggap misterius itu.
Menurut anggota Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santosa ST, retakan itu perlu diteliti lebih mendalam karena mencapai panjang 700 meter dengan lebar 10 meter dan kedalaman hingga 8 meter. Padahal kawasan ini tergolong daerah yang stabil secara geologi.
"Daerah ini bukan daerah pertemuan lempeng benua atau ada gerakan vulkanik. Jadi ini jelas fenomena geologi yang harus diantisipasi dampaknya. Apalagi ada di daerah Bangsri, Keling dan lain-lain," kata Hadi Santoso, Selasa 28 Januari 2014.
Ditambahkan, pemerintah harus mulai mengantisipasi dampak lanjutan. Diharapkan ada petugas yang setiap saat memantau perkembangan pergeseran tanah tersebut.
"Jika melihat retakan itu mengikuti alur saluran irigasi, itu perlu diteliti lebih jauh. Jangan sampai masyarakat menderita lebih parah. Bisa pula ini adalah tanda-tanda kejadian serupa untuk daerah lain," kata Hadi Santoso.
Tanah retak secara misterius juga terjadi di Desa Plajan, Kecamatan Pakisaji, Desa Kepok, Kecamatan Bangsri, Desa Tempur Kecamatan Keling. Kejadian ini mulai membuat warga yang bermukim di lereng Gunung Muria menjadi khawatir. Retakan di kawasan ini lebarnya sekitar 2-4 meter, dengan panjang bervariasi antara 200-400 meter dan kedalaman antara 5-8 meter.
Retakan juga terjadi di Dua Dusun di Desa Sidosari Kecamatan Salaman. Keretakan menjalar dari utara ke selatan dengan lebar keretakan 20 cm hingga 1 meter. Dari 200 rumah di dua dusun itu yang terancam ada 198 rumah dan mengancam kehidupan 800 warga. (umi)
Minggu, 15 Desember 2013
Ih Ngeri !!!! Mencuri Mayat Demi Ilmu Terbang
![]() |
Polisi berhasil menangkap pelaku pencurian mayat di Cilacap, Minggu pagi, 15 Desember 2013 |
VIVAnews - Resi Rokis Suhana alias Pamungkas (27), pelaku pembongkaran makam dan pencurian jenazah di Cilacap, berhasil ditangkap jajaran reserse dan kriminal Polres Cilacap, Minggu 15 Desember 2013.
Resi mengakui perbuatannya membongkar makam dan mengambil bagian tubuh jenazah setelah mendapat bisikian gaib. Salah satu korbannya adalah jenazah gadis bernama Endah Setyowati (24). Pelaku mengambil tengkorak kepala gadis yang meninggal empat bulan lalu untuk ritual ilmu.
"Buat ilmu terbang," kata Resi.
Selain mengambil bagian tubuh mayat, Resi juga mengaku mengambil kain mori (kain kafan) jenazah. Hasil curiannya itu kemudian digunakan sebagai ritual untuk memperoleh ilmu agar bisa terbang dan menghilang. Resi menimbun tulang-belulang dan kain kafan di kebun pisang dengan sesaji.
Pelaku mengaku telah mengambil mayat di tiga lokasi makam, di antaranya makam bayi kembar, makam gadis perawan dan satu makam lainnya.
Setelah menjalani pemeriksaan, polisi langsung menetapkan Resi Rokis Suhana sebagai tersangka. Pelaku dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 365 KUHP tentang pencurian pemberatan, Pasal 179 KUHP tentang perusakan makam dan 180 KUHP tentang pencurian jenazah juncto Pasal 65 KUHP.
"Dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Cilacap, Ajun Komisaris Polisi Agus Puryanto
Resi mengakui perbuatannya membongkar makam dan mengambil bagian tubuh jenazah setelah mendapat bisikian gaib. Salah satu korbannya adalah jenazah gadis bernama Endah Setyowati (24). Pelaku mengambil tengkorak kepala gadis yang meninggal empat bulan lalu untuk ritual ilmu.
"Buat ilmu terbang," kata Resi.
Selain mengambil bagian tubuh mayat, Resi juga mengaku mengambil kain mori (kain kafan) jenazah. Hasil curiannya itu kemudian digunakan sebagai ritual untuk memperoleh ilmu agar bisa terbang dan menghilang. Resi menimbun tulang-belulang dan kain kafan di kebun pisang dengan sesaji.
Pelaku mengaku telah mengambil mayat di tiga lokasi makam, di antaranya makam bayi kembar, makam gadis perawan dan satu makam lainnya.
Setelah menjalani pemeriksaan, polisi langsung menetapkan Resi Rokis Suhana sebagai tersangka. Pelaku dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 365 KUHP tentang pencurian pemberatan, Pasal 179 KUHP tentang perusakan makam dan 180 KUHP tentang pencurian jenazah juncto Pasal 65 KUHP.
"Dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Cilacap, Ajun Komisaris Polisi Agus Puryanto
Sejauh ini kata Agus, polisi belum dapat memastikan apakah pelaku bekerja sendiri atau bersama pihak lain. Polisi masih mengembangkan kasus ini, karena diduga ada barang bukti lain yang masih disembunyikan tersangka.
"Masih terus dikembangkan," ujarnya.
Keluarga Korban Mengamuk
Kabar tertangkapnya pelaku pembongkaran makam langsung diketahui Titin, ibu almarhumah Endah Setyowati. Setibanya di Polres Cilacap, Titin langsung berusaha menyerang pelaku saat digiring ke ruang pemeriksaan. Titin mengaku jengkel dengan ulah pelaku, wanita paruh baya itu pun tiba-tiba pingsan.
Kerabat korban lainnya, Kartem mengaku, keluarganya sangat jengkel dengan ulah pelaku yang membongkar dan mengambil bagian tubuh jenazah Endah. Keluarga lanjutnya belum bisa tenang, lantaran tengkorak Endah belum ditemukan.
"Kami berharap polisi terus mengungkap kasus ini, mencari karena tengkoraknya belum ketemu. Kalau sudah ketemu nanti dikembalikan ke makam almarhum," ujar Kartem.
Keluarga Korban Mengamuk
Kabar tertangkapnya pelaku pembongkaran makam langsung diketahui Titin, ibu almarhumah Endah Setyowati. Setibanya di Polres Cilacap, Titin langsung berusaha menyerang pelaku saat digiring ke ruang pemeriksaan. Titin mengaku jengkel dengan ulah pelaku, wanita paruh baya itu pun tiba-tiba pingsan.
Kerabat korban lainnya, Kartem mengaku, keluarganya sangat jengkel dengan ulah pelaku yang membongkar dan mengambil bagian tubuh jenazah Endah. Keluarga lanjutnya belum bisa tenang, lantaran tengkorak Endah belum ditemukan.
"Kami berharap polisi terus mengungkap kasus ini, mencari karena tengkoraknya belum ketemu. Kalau sudah ketemu nanti dikembalikan ke makam almarhum," ujar Kartem.
Sumber : VIVA News
Langganan:
Postingan (Atom)