Tampilkan postingan dengan label DPR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DPR. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 April 2014

Inilah 9 wakil DPRD Jawa Tengah Dapil II (Jepara, Kudus, Demak):






1. TAJ YASIN (PPP) 97.153 Suara






2. MUGIYONO (PDIP) 70.776 Suara



3. SRI HARTINI (GERINDRA) 65.903 Suara


4. NUR SA'ADAH (PKB) 64.665 Suara



5. FARIDA RAHMAH (GOLKAR) 52.485 Suara



6. JAYUS (PAN) 51.880 Suara


Add caption


7. AKHWAN (NASDEM) 31.643 Suara




8. HELMY TURMUDHI (DEMOKRAT) 26.666 Suara





9. AMIR DARMANTO (PKS) 17.803 Suara


Jumat, 07 Maret 2014

Inilah Profil H. Abdul Wakhid Caleg Gerindra dari Jepara





POLITISI VERSI NGOMPOL

Jamaah ngompolun. Jepara Kudus itu termasuk gudang politisi ideal. Mufid Busyairi (PKB Nomor 2 ), Arief Mudasir Mandan (PPP Nomor 1), Noor Ahmad (Golkar Nomer 1), Nusron Wahid (Golkar Nomer 2), Abdul Wahid (Gerindra Nomer 1) adalah caleg yang, menurut saya, mesti menang. Kemampuannya tak perlu diragukan. Berikut saya tampilkan sekilas profile Pak Kaji Abdul Wahid setelah 4 caleg sebelumnya. Sumonggo Caleg DPR RI yang lain dimunculkan disini. 
    
H. Abdul Wachid 
Namanya mulai dikenal pada awal reformasi bergulir. Ketika itu, Pak Wahid memimpin demontrasi besar-besaran  menggugat kebijakan Pemerintah terkait nasib petani tebu dan impor gula. Ribuan rakyat yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) memblokade jalanan sekitar Istana Presiden dengan hamburan gula sebagai symbol protes. Dalam beberapa waktu ketika itu, Pak Wahid dan APTRI menggugah kesadaran public atas kesewenang wenangan Pemerintah dalam kebijakan perkebunan tebu dan gula. Bersama ilmuwan politik DR. Hermawan Sulistiyo, Pak Wahid terus menggulirkan tema-tema keberpihakan pada petani tebu dan pertanian pada umumnya.   
  
Tahun 2009 bersama Partai Gerindra pimpinan Prabowo Subianto, Pak Wahid menggebrak Jepara dengan mengambil alih perolehan suara beberapa partai politik dengan menyodok 4 besar perolehan suara kursi legislative. Gebrakan ini mulai tampak ketika beliau bersama HKTI menggelar rapat akbar dihadiri ribuan orang di lapangan Tahunan. Ketika itu rawuh memberikan wejangan Presiden RI ke 4 KH. Abdurrahman Wahid bersama putrinya Yenny Wahid.    

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) ini termasuk getol menyuarakan kepentingan petani. Sebagaimana diketahui, kebijakan impor sangat meresahkan petani. Misalnya, harga panenan bawang merah petani lokal bisa turun seiring dengan masuknya barang impor. Selain itu beliau juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap makin maraknya keberadaan minimarket di masyarakat, yang adalah suatu bukti bahwa pemerintah kurang mendukung usaha kecil yang dikelola masyarakat. 

Sembari aktif di Senayan, Pak Wahid juga salah satu pimpinan di Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPNU) PBNU. Beliau juga Ketua BPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Kepedulian Pak Wahid pada problem pertanian terus dikampanyekan dipelbagai kesempatan, menjadi platform politik Gerindra pada Pileg 2014.  Kini membicarakan isu-isu pertanian identik dengan Partai Gerindra. Semoga kembali menang Pak Wahid !


















Namanya mulai dikenal pada awal reformasi bergulir. Ketika itu, Pak Wahid memimpin demontrasi besar-besaran menggugat kebijakan Pemerintah terkait nasib petani tebu dan impor gula. Ribuan rakyat yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) memblokade jalanan sekitar Istana Presiden dengan hamburan gula sebagai symbol protes. Dalam beberapa waktu ketika itu,
Pak Wahid dan APTRI menggugah kesadaran public atas kesewenang wenangan Pemerintah dalam kebijakan perkebunan tebu dan gula. Bersama ilmuwan politik DR. Hermawan Sulistiyo, Pak Wahid terus menggulirkan tema-tema keberpihakan pada petani tebu dan pertanian pada umumnya. 

Tahun 2009 bersama Partai Gerindra pimpinan Prabowo Subianto, Pak Wahid menggebrak Jepara dengan mengambil alih perolehan suara beberapa partai politik dengan menyodok 4 besar perolehan suara kursi legislative.
Gebrakan ini mulai tampak ketika beliau bersama HKTI menggelar rapat akbar dihadiri ribuan orang di lapangan Tahunan. Ketika itu rawuh memberikan wejangan Presiden RI ke 4 KH. Abdurrahman Wahid bersama putrinya Yenny Wahid. 

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) ini termasuk getol menyuarakan kepentingan petani. Sebagaimana diketahui, kebijakan impor sangat meresahkan petani. Misalnya, harga panenan bawang merah petani lokal bisa turun seiring dengan masuknya barang impor.
Selain itu beliau juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap makin maraknya keberadaan minimarket di masyarakat, yang adalah suatu bukti bahwa pemerintah kurang mendukung usaha kecil yang dikelola masyarakat. 

Sembari aktif di Senayan, Pak Wahid juga salah satu pimpinan di Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPNU) PBNU. Beliau juga Ketua BPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Kepedulian Pak Wahid pada problem pertanian terus dikampanyekan dipelbagai kesempatan, menjadi platform politik Gerindra pada Pileg 2014. Kini membicarakan isu-isu pertanian identik dengan Partai Gerindra. Semoga kembali menang Pak Wahid !

 Sumber: Ngompol Jepara

Senin, 02 Desember 2013

Ulul Aufa Caleg DPR RI Termuda Siap Menuju Senayan

Ulul Aufa

Suara Nusantara Calon Legislatif ( Caleg) DPR RI Partai Gerindra, Ulul Aufa merupakan Caleg termuda yang siap melangkah menuju senayan dan memenangkan Prabowo sebagai presiden. Meskipun dia Caleg termuda, namun segudang pengalaman tentang dunia politik sudahmelekat pada dirinya.

Apalagi Ulul yang sebagai Ketua TIDAR Jawa Tengah ini selalu berkecimpung dan memberikan sosialisasinya kepada anak muda, tentang pendidikan politik. Jadi baginya dunia politik bukan hal yang baru lagi.
“ Kalau masalah politik, bagi saya sudah biasa,” kata Ulul saat ditemui di Semarang, Jumat (29/11).
Ulul Aufa yang menempati wilayah Dapil II ( Jepara, Kudus, Demak) ini bagi kalangan anak muda tentunya sudah tidak asing lagi. Dalam kesehariannya dia selalu merangkul anak muda untuk diberikan pendidikan politik yang positif. Tidak hanya itu, Ulul juga suka membagikan pengalaman politiknya kepada teman seperjuangannya.
“ Anak muda harus dibekali dengan pendidikan politik agar mereka bisa membedakan mana yang baik dan tidak,” jelas Ulul.
Menurutnya pendidikan politik sangatlah penting dan mengasyikkan, serta mempunyai seni tersendiri, dan jangan disalah gunakan. Seseorang yang terjun ke dunia politik tanpa bekal mungkin juga membingungkan. Dunia politik sebenarnya tidak sulit ditekuni, asal bisa melangkah ke arah yang pasti.
Dalam pencalegannya sendiri, Ulul mengaku merangkul kalangan muda sebagai pendukung utamanya. Karena anak muda harus dibekali dengan pendidikan serta arahan supaya menjadi pemuda harapan banga. Terbukti Ulul sering mengadakan acara seminar maupun penyuluhan yang bertemakan kepemudaan dibeberapa tempat.
Ulul juga tidak mengelak, ketika dikonfirmasi terkait pencalegannya yang dalam hal ini membutuhkan dukungan masyarakat banyak. Di sini dirinya menggandeng tokoh masyarakat untuk bersosialisasi ke daerah- daerah, terutama di Dapilnya.

“ Saya berharap masyarakat banyak yang mendukungnya. Walaupun saya Caleg termuda tetapi untuk melangkah ke depan dalam memperjuangkan masyarakat insyaallah saya sudah siap,” pungkas Ulul.@ning.