Kamis, 06 April 2017

Cegah Kanker Serviks ,Anggota Persit Lakukan Pemeriksaan IVA





Demak -- Dalam rangka HUT Persit ke 71 serta pencegahan dan deteksi dini adanya Kanker leher rahim ataupun Serviks pada anggota Persatuan istri tentara (persit). Persatuan istri tentara Kartika Candra Kirana (KCK) cabang XXXVII Dim 0716/Demak bekerjasama dengan Rumah Sakit Khotidjah Jepara menggelar pemeriksaan IVA kepada perwakilan anggota Persit Koorcab Rem 073/Makutarama, Kamis lalu (30/3).

Ketua Persit KCK Cabang XXXVII Dim 0716/Demak mengatakan kanker leher rahim atau Serviks merupakan salah satu penyumbang angka kematian pada perempuan di Indonesia, oleh karenanya perlu dilakukan pemeriksaan melalui metode  IVA sejak dini.

”Pemeriksaan IVA ini perlu untuk seluruh anggota Persit di jajaran cab Kodim Demak, apabila ditemukan segera mendapatkan pertolongan medis dan juga menekan angka resiko kematian pada perempuan akibat kanker tersebut,” kata dia.

Sementara itu Pasipers Kodim Demak Kapten Inf Bambang menjelaskan kegiatan pemeriksaan IVA  sendiri merupakan program dari Pemerintah dalam rangka mendeteksi secara dini adanya Kanker Serviks ataupun leher rahim pada kaum hawa.

”Pemeriksaan sendiri di lakukan oleh tenaga medis yang berkompeten dibidangnya,sehingga dapat segera mendeteksi dini dan langsung menanganinya apabila terdapat gejala penyakit yang mematimenanganinya,”jelasnya.(Pendim 0716/Demak)

Seleksi Perangkat Desa Di Demak Tontonan Politik Yang Menarik Publik



 
 Abdul Rokhim Sekretaris LBH Demak Raya
Demak -  Masyarakat kabupaten Demak akhir akhir ini melihat "tontonan" politik yang menyuguhkan tarik ulur kekuatan antara Eksekutif dalam hal ini oleh Bupati Demak dengan Legislatif yakni DPRD Kab.Demak . Hal ini terjadi lantaran Bupati Demak membuka seleksi penerimaan perangkat desa yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Demak No 6 tahun 2015 . Mengetahui hal tersebut DPRD Kab Demak melayangkan surat kepada Bupati Demak yang pada pokoknya meminta seleksi pengisian perangkat ditunda dengan alasan dilakukan terlebih dahulu pengisian jabatan Kepala Desa yang akan tertuang dalam rencana revisi perda no 6 tahun 2015.

Melihat fenomena itu Kepala Kantor LBH Demak Raya Nanang Nasir yang ikut mengamati permasalahan ini dari awal hal ini mengatakan   surat dari DPRD kab.Demak ditanggapi Sekda Demak   dengan mengeluarkan surat No.140/0213 tertanggal 08 februari 2017 yang isinya menghentikan proses pengisian jabatan perangkat desa sampai tahap pendaftaran dan akan dilanjutkan setelah selesainya revisi perda no 6 tahun 2015. 

Namun dalam perjalananya Bupati dan DPRD kab.Demak melakukan pembahasan untuk melakukan revisi terhadap perda tersebut,hal ini bisa dilihat dari surat dari DPRD Kab.Demak no 005/176 tertanggal 14 maret 2017 yang mengundang bupati untuk menghadiri rapat paripurna persetujuan bersama terhadap 3 raperda kab.Demak. 

Tetapi dalam sambutanya Bupati Demak menyatakan tidak menyetujui hasil revisi perda tersebut yang ditindak lanjuti dengan sekda mengeluarkan surat no 140/0452/III/2017 yang pada pokoknya melanjutkan pengisian jabatan perangkat yang sempat dihentikan. 

“ Sehingga Ibarat persilatan DPRD Kab.Demak mengeluarkan jurus dengan meminta LO (Legal Opinion) ke Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, karena menurut DPRD Kab.Demak perda no 6 tahun 2015 dalam substansinya tidak sejalan dengan Peraturan menteri Dalam Negri No 80 tahun 2015 dan No 83 tahun 2015, tidak hanya sampai disitu DPRD Kab.Demak pun mengunakan hak Interplasinya untuk mendapatkan jawaban bupati atas persolan ini “, kata Nanang Nasir. 
  
Disisi lain Praktisi Hukum yang sekaligus Sekretaris LBH Demak raya Abdul Rokhim mengatakan memang saat ini posisi perangkat banyak yang kosong, sehingga mengganggu pelayanan publik terhadap masyarakat jumlah posisi perangkat desa yang kosong mencapai 461 yang tersebar di 202 desa dengan jumlah 14 kecamatan, dia menambahkan bahwa dengan adanya maju mundur pengisian ini mengakibatkan pelayanan terhadap masyarakat selain itu menimbulkan ketidak pastian hukum bagi masyarakat yang sudah mengikuti seleksi pengisian perangkat tersebut.

Sementara itu  Advokat publik LBH Demak Raya Ahmad Zaini menambahkan melihat polemik ini dari kacamata politik hukum dia berpendapat apapun kepentingan dibelakang panggung antara legislatif dan eksekutif  jangan sampai menimbulkan kerugian ataupun mengorkankan masyarakat imbuhnya. Seharusnya masing masing pihak bisa menahan diri dan mulai memikirkan demi kemajuan kabupaten Demak kedepan.

Rabu, 05 April 2017

TMMD Di Desa Jungpasir Wedung , Di Mulai Hari Ini



 
Dandim Demak tandatangani pembukaan TMMD
DEMAK – TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung I tahun 2017  Kodim 0716 Demak, dengan desa sasaran Desa Jungpasir, kecamatan Wedung,  Secara resmi di buka oleh Bupati Demak H.M Natsir, Rabu (05/04/).

Pembukaan ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Bupati Demak didampingi Dandim 0716/Demak Letkol Inf Agung Udayana, Ketua DPRD, Sekda Demak, Wakapolres serta anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.

H.M Natsir yang membacakan sambutan Gubernur Jateng selaku penanggung jawab operasional TMMD menegaskan, Sinergitas kemanunggalan TNI, rakyat serta pemerintah pusat dan daerah melalui TMMD menjadi kekuatan luar biasa dalam memajukan  desa menggali dan memberdayakan potensi , mengatasi isu persoalan terkini dengan solusi.

Jawa tengah angka kemiskinan masih tinggi di angka 13,9 %, tingkat pengangguran mencapai 4,63 % angkatan kerja , pertumbuhan ekonomi di tahun 2016 mencapai 5,28 %, laju inflasi 2,36 %,”kata Bupati Demak.

“Untuk itu kita sedang meningkatkan sinergitas dan harmonisasi untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran berdimenai kewilayahan, “tegasnya 

Ahirnya melalui program TMMD mari kita optimalkan berbagai program lintas sektoral guna membantu menanggulangi kemiskinan dan pengangguran.kegiatan yang direncanakan sampai 30 hari, hingga 4 Mei mendatang itu dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pedesaan.,”pintanya.

“Karena TMMD ini adalah program lintas sektoral antara TNI, Polri, lembaga kementerian-non kementerian, dan pemerintah daerah. Melalui TMMD ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kesatuan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan yang ada,” tegasnya.

Sementara itu, Pasiter kodim Demak Kapten Inf Mulyadi dalam laporannya menjelaskan bahwa TMMD Sengkuyung tahap 1 Tahun 2017 yang dipusatkan di Kelurahan Jungpasir Wedung Demak kali ini, ada sejumlah sasaran fisik pokok dan tambahan serta sasaran non fisik.

Usai pembukaan, Bupati Demak  dan tamu undangan lainnya melakukan peninjauan ke lokasi.(Pendim 0716/Demak)

Senin, 03 April 2017

Bencana Alam, Tempat Pengungsian Harus Aman dan Nyaman

Dandim berikan sambutan pengarahan

Demak Komando Distrik Militer (Kodim)  0716/Demak menyatakan pentingya memahami fungsi dan peran dalam menagemen bencana atau kelola pengungsian korban bencana alam.

Hal ini diungkapkan Dandim 0716/Demak Letkol Inf Agung Udayana saat memberikan  sambutan dalam pembukaan kegiatan pelatihan manajemen tempat pengungsian, di Aula Kelurahan Kadilangu Kec. Demak Kota Kab.Demak, Senin kemarin (03/4).

Dalam kegiatan yang bekerja sama dengan BPBD Demak tersebut, Agung sedikit menuturkan, bahwa bencana alam memiliki dampak serius bagi manusia. Untuk menyelamatkan sesorang harus mengungsi ke tempat yang lebih aman dari bencana.

“Sasaran kegiatan ini agar peserta memahami peran dan fungsi serta tanggungjawab masing-masing dalam mengelola tempat pengungsian sesuai dengan standar dan prinsip kemanusiaan,“  terangnya.

Dia mengemukakan, bahwa bencana alam seperti gempa bumi, tsunami dan tanah longsor, banjir, kekeringan dan angin puting beliung atau di kenal dengan nama angin Wabrauw serta kerusakan kebakaran hutan semua itu merugikan harta dan jiwa.

“Salah satu bencana yang masih terlintas diingatan kita, yakni banjir kemarin di Sungai Dompo di kecamatan Sayung  Februari 2017. dimana saat ada orang mengalami kesusahan maka Anggota BPBD dan TNI/POLRI  bisa menjadi sebagai penolong dalam mengatasi kesulitan dan keusahan masyarakat,“ sebut Agung.

Dia mengharapkan kepada seluruh instansi agar terus meningkatkan kordinasi dalam menangani pengungsi termasuk mengelolah tempat pengungsian. Kordinasi kadang mudah di ucapkan namun sulit di laksanakan meski demikian dia menghimbau agar terus di upayakan melakukan kordinasi lintas sektor dengan baik.

“Dalam penanganan pengungsian mestinya ada kordinasi dan pengelolaan manejemen tempat pengungsian dengan pendekatan holistik dan partisipasi masyarakat,“ terang dia.

Sementara itu Drs.M Agus Nugroho LP ( Ka.Laksa ) BPBD  Demak mengatakan mari kita belajar bersama dalam pengelolaan penangganan pengungsi jadi kita harus benar- benar tepat sasaran.

Penanggulangan bencana dibagi menjadi 3 yaitu  Pertama bidang Pencegahan dan kesiapsiagaan Kedua bidang kedaruratan dan logistik.Ketiga bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi.

Kegiatan ini selain melibatkan BPBD Kabupaten Demak, juga melibatkan sekitar 100 peserta dari Instansi dan Badan yang ada di Pemerintahan kabupaten Demak.


“Selain mendatangkan pemateri lokal kegiatan ini juga menghadirkan pemateri dari luar Demak yakni BPBD Jepara,” tambahnya. (Pendim 0716/Demak)

TNI dan Media Bersinergi Untuk Ciptakan Kondusifitas Wilayah Demak

Letkol (Inf) Agung Udayana,SE  bergambar dengan Wartawan

Demak– Komandan Kodim (Dandim) 0716/Demak, Letkol (Inf) Agung Udayana,SE mengakui peran vital media terhadap kondusifitas wilayah dan masyarakat.
Karenanya, ia menilai sinergitas dengan awak media yang ada dan jajaran pemangku kebijakan, termasuk Kodim, perlu dijalin dan dijaga.

Hal itu disampaikan Dandim saat menggelar Peta Jarak Jaring Teritorial di wilayah jajaran Kodim 0716/Demak dengan kalangan jurnalis berbagai media yang bertugas di Demak serta tokoh masyarakat tokoh agama dan tokoh pemuda, di Aula Makodim, Senin (03/4/2017).

Dalam paparannya, ia mengatakan peran media bagi satuan kewilayahan seperti Kodim, sangat diperlukan terutama untuk mempublikasikan kegiatan agar bisa tersampaikan kepada khalayak.

Menurutnya, dari masa ke masa, media sudah terbukti sangat berperan dalam menciptakan serta mempengaruhi pikiran masyarakat, termasuk dalam hal menjaga kondusifitas wilayah.
Media juga menjadi tulang punggung utama menciptakan rasa aman, nyaman selain TNI dan Polri. Dandim menambahkan kelangsungan pembangunan di wilayah juga tak lepas dari dukungan semua elemen, tak terkecuali media.

Karenanya ia berharap sinergitas yang sudah terjalin baik selama ini antara Kodim 0716 dengan kalangan media, bisa terus terjaga.

 “Harapan kami antara TNI dan media ini bisa terus saling mendukung dan bersinergi,” jelasnya.

Perwakilan  jurnalis Demak, Ismail  dari TVKU mengapresiasi kegiatan ramah-tamah dan diharapkan bisa semakin mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara media dengan TNI utamanya Kodim Demak.

Dalam kesempatan itu, Dandim juga berkenan memberikan penghargaan kepada wartawan jajaran kab.Demak untuk di berikan Rompi wartawan demi medukung pelaksanaan tugas pokok pemberitaan, yang dinilai aktif dan akurat dalam memublikasikan kegiatan-kegiatan di Kodim Demak sepanjang 2016/2017. (Pendim 0716/Demak)


Wow!!! Saat ini Anda Bisa Petik Buah Klengkeng di Desa Wringin Jajar Demak



warga sedang memanen pohon klengkeng

Demak – Dulu tanaman klengkeng hanya ditemui di dataran tinggi yang berhawa sejuk, namun saat ini tanaman ini bisa tumbuh di desa Wringinjajar kecamatan Mragggen yang posisinya tidak begitu tinggi. Lantaran ada warga yang mencoba-coba akhirnya desa ini dikenal sebagai salah satu desa penghasil buah klengkeng di Demak. 

Jika panen tiba desa ini didatangi para penjual buah atau pengepul untuk kulakan klengkeng di desa ini . Bahkan banyak juga warga luar desa yang datang ke desa ini untuk ikut memanen buah klengkeng. Dibawah rindangnya tanaman klengkeng mereka ikut memetik dan bisa dibawa pulang setelah dibayar.

“ Untuk harganya  tergantung jenis mas , yang murah jenis diamond river satu  kilo  hanya  Rp 15 ribu ,  terus jenis pingpong satu kg Rp 20rb terus itoh dan new kristal 1 kg Rp 25 rb . Saya pagi tadi metik  2 dompol isinya kurang lebih  3 kg  “, ujar Nasir Chesa warga Wringinjajar dukuh Putat pada kabaredemak.com

Nasir mengatakan tanaman klengkeng mulai ditanam dan dikembangkan di desanya sekitar 7 tahun yang lalu. Namun sayang tahap awal yang ditanam  biasa saja. Sehingga hasilnya kurang maksimal karena hanya sekedar menanam agar lahan hijau. Namun beberapa tahun terakhir ini mulai dikembangkan klengkeng jenis New Kristal.

“ Contohnya dilahan bapak saya ini saat ini ada sekitar 50 pohon klengkeng. Namun bertahap jenis yang kurang bagus ditebang digantikan kualitas yang bagus. Untuk yang sudah berbuah belum semuanya sebulan paling baru 2-3 pohon . “, kata Nasir

Untuk saat ini kebun milik ayah Nasir ini pohon klengkengnya belum menghasilkan buah semua. Contohnya saat ini yang bisa dipetik atau dipanen   2 pohon , minggu  kemarin 5 pohon sudah habis . Selanjutnya dua bulan kemudian baru ada yang dipetik lagi.

“ Untuk normalnya panen buah klengkeng ini setahun sekali , tetapi bapak mencoba merekayasa untuk bisa panen lagi. Buah pertama belum habis . Namun oleh bapak dipacu tumbuh bunga lagi dan berhasil “, kata Nasir lagi.

Dengan perekayasaan panen klengkeng Nasir berharap buah klengkeng selalu ada setiap waktu. Sehingga warga lain desa bisa datang ke desa Wringinjajar untuk melihat panen buah klengkeng. Mereka bisa petik langsung dari pohon berselfi dan pulangnya bawa oleh-oleh buah klengkeng.

Menurut Nasir bertanam buah klengkeng bisa dijadikan usaha yang menghasilkan . Selain memanfaatkan lahan yang ada juga mendapatkan penghasilan. Seperti halnya pak Muhlis ayahnya dulunya bertani di sawah . Namun oleh anak-anaknya disarankan berkebun buah klengkeng ini yang tidak begitu berat pekerjaannya.

“ Melihat hasilnya saya yakin usaha kebun klengkeng ini lebih menguntungkan daripada tanam padi. Namun klengkeng yang ditanam harus kualitas yang bagus. Seperti bapak saya ini benar-benar terjun usaha penanaman klengkeng “, tambah Nasir yang rumahnya depan sekolah MI.

Ditambahkan , kalau  untuk pemula dan  membuktikan klengkeng itu bisa tumbuh dan berbuah, boleh pakai yang biasa dulu jenis diaomond river, hawai, aroma durian. Namun kalau langsung yang bagus klengkeng jenis unggu l yaitu itoh dan New Kristal . Untuk bibitnya di Demak bisa beli daerah Mlatiharjo itu ada tetapi jenis itoh. Untuk jenis New kristal yang banyak itu di Magelang. (Muin)

Kirab Budaya Hari jadi Demak ke 514 Meriah dan Ada Hadiah


Demak – Dalam rangka menyemarakkan   hari jadi Kabupaten Demak yang ke 514 Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) Kabupaten Demak menggelar karnaval budaya yang di gelar pada hari Minggu , (2/4) .    Yang mengangkat kearifan dan budaya local masing masing wilayah . yang tampil diantaranya    kesenian barongan , jaran kepang, barongsai dan berbagai macam kesenian rakyat lainnya .   
Kepala Disbupdar Demak Rudi Santosa mengatakan ada sekitar   40 kontingen  peserta yang mengikuti pawai budaya local Demak ini. Mereka beratraksi dengan memarken budaya lokal dengan pesan kearifan lokak kepada warga masyarakat yang melihat dari Dekat. 
 Acara kirab budaya    dimulai pukul sekitar pukul satu  siang  cukup meriah . Peserta dengan  start di mulai di depan kantor dinas pariwisata. Kemudian rombongan bergerak  alun alun. Dari Alun-alun lalu masuk  pecinan . Setelah  sampai  depan pasar bintoro  masing-masing kontingen mempertunjukkan kebolehannya beberapa menit.
Untuk memberio semangat para peserta fihak panitia memberikan  hadiah khusus bagi yang berpenampilan menarik.  dengan rincian juara 1 mendapat 7 juta 5 ratus ribu rupiah , juara 2 lima juta rupiah dan juara 3 dua juta lima ratus ribu rupiah.