Rabu, 10 Desember 2014
Selasa, 09 Desember 2014
Di Pasar Ikan Kedungmutih , Pak Kholil Jual Ikan Lele
Demak- Pasar ikan Kedungmutih kecamatan Wedung setiap pagi
harinya ramai didatangi pengepul ikan dari berbagai daerah sekitar Demak.
Berbagai jenis ikan baik dari laut dan tambak tersedia di pasar ini. Ikan dari
air tawarpun tidak ketinggalan. Salah satu ikan air tawar yang cukup digemari
adalah ikan Lele. Di pasar Baru ini ada pedagang ikan yang khusus menjual ikan
air tawar ini.
Dia adalah pak Kholil warga desa Bungo kecamatan
Wedung. Dengan membawa mobil pick up yang dibuat seperti kolam . Ia bersama
istrinya membawa ratusan ikan lele dengan berbagai ukuran. Ikan Lele adalah
ikan khusus yang penjualannya dalam kondisi masih hidup. Oleh karena itu
mobilnya diberi plastic dan air agar ikan Lele terjaga kehidupannya.
“ Kalau dihitung sampai saat ini saya jualan lele
sudah sepuluh tahun lebih. Ikan Lele ini selain hasil dari kolam sendiri juga
kulakan pada tetangga yang mempunyai kolam “, kata pak Kholil pada kabarseputarmuria.com
Pak Kholil berangkat dari rumahnya usai shalat subuh ,
kadang-kadang subuhan di musholla dekat pasar baru. Setiap hari ia membawa ikan
lele 2- 3 kwintal yang di bawa dengan mobil. Ikan Lele dari rumah
ditempatkan dalam kolam air di mobilnya.
Sesampainya di pasar ikan lelepun dimasukkan dalam ember menurut ukurannya.
“ Untuk harga selalu berubah-ubah tergantung pasokan barang
dan juga permintaan. Namun untuk harga ikan Lele di pasar ini berkisar antara
Rp 17 ribu – Rp 25 ribu. Saat penghujan seperti ini ya penjualan standart
antara 1,5 – 2 kwintal perhari “, tambah Pak Kholil.
Menurut pak Kholil selain pembeli eceran atau rumahan
banyak pula pedagang atau pemilik rumah makan yang setiap hari mengambil ikan
lele darinya. Ikan lele dagangannya cukup laris selain harganya yang tidak
begitu mahal rasanyapun nikmat jika dibakar atau di goreng. Oleh karena itu
setiap hari ia pastikan datang ke pasar baru untuk menemui pelanggannya.
Dari berjualan ikan Lele keuntungan yang diperoleh
cukup lumayan. Selain untuk kebutuhan
belanja sehari-harinya, juga menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi.
Menurutnya berdagang ikan seperti dirinya masih prospektif bagi yang belum
mempunyai pekerjaan tetap. Namun keuletan diperlukan dalam berdagang ikan ini
terutama harus pandai memilih ikan agar tidak mengecewakan pelanggan.
“ Alhamdulillah dari berdagang ikan Lele ini , anak
saya kuliah jurusan computer di STIKOM Semarang. Selain itu juga untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari. Ya usaha penjualan ikan Lele ini sedikit kendalanya yang
penting tahu memilih ikan yang bagus “, kata pak Kholil sambil melayani
pelanggannya yang membeli ikan lele. (Muin)
Bantuan Kompensasi BBM Harus Tepat Sasaran
Demak-
Meskipun BBM naik khususnya premium namun tukang ojek desa Babalan secara resmi
tidak menaikkan ongkos. Hal itu sebagai wujud solidaritas sesame orang kecil.
Pelanggan mereka adalah para bakul kecil yang setiap hari membawa dagangan
berupa ikan dan hasil laut lainnya. Pulangnya mereka kulakan sembako untuk
dijual lagi di rumah masing-masing.
“
Habis gimana lagi mas palanggan kami semua tetangga dekat. Untuk menaikkan
ongkos rasanya tidak pantas. Ya kalau mereka ngasih tambahan ya kita terima kalau
tidak ngasih ya saya tidak minta “, aku Jarot salah satu tukang ojek pada
kabarseputarmuria.com di Pasar baru desa Kedungmutih.
Jarot
mengatakan , kenaikan BBM sebenarnya tidak terasa dalam hal pembelian premium
setiap harinya. Paling banter kenaikan hanya Rp 10 ribu setiap harinya . Namun
yang cukup terasa adalah kenaikan bahan pokok setiap hari seperti beras,
sayuran, bumbu masak dan juga kebutuhan lainnya. Sehingga penghasilan
sehari-harinya habis untuk belanja tanpa ada sisa.
“
Padahal untuk ojek motor seperti ini setiap bulan sekali perlu , ganti oli dan
juga mengganti onderdil yang lainnya. Sehingga kita dan teman-teman harus
pintar mengatur keuangan”, tambah Jarot yang anggota BPD desa Babalan.
Oleh
karena itu dia mengharapkan kepada pemerintahan Jokowi JK ini memikirkan nasib
tukang ojek. Misalnya memberikan kartu khusus untuk warga yang berprofesi
sebagai tukang ojek seperti dirinya. Bantuan itu seperti halnya PSKS yang
diberikan kepada wara miskin. Meski dilapangan banyak kendala diantaranya
banyak bantuan yang salah sasaran.
“ Banyak tetangga kami yang kaya, punya motor banyak , tambak dan rumahnya
bagus mendapatkan bantuan PSKS sebesar Rp 400 ribu. Namun yang miskin rumah
tidak layak justru tidak kebagian”, harap Jarot.
Hal
yang sama juga dibenarkan oleh Zamroni , sebagai tukang ojek mestinya ia harus
mendapatkan bantuan kompensasi kenaikan BBM itu. Setiap harinya ia membeli
premium sebagai bahan bakar motornya ungtuk ngojek. Dulu harga perliter hanya
Rp 7.000,- jika beli eceran , namun saat ini jadi Rp 9.000.
“ Ya paling
tidak kami para pengojek ini mendapatkan bantuan misalnya untuk perbaikan motor , misalnya membeli ban,
perbaikan mesin dan juga uang seperti halnya program PSKS yang baru selesai
diberikan secara tunai “, jelas Zamroni. (Muin).
Senin, 08 Desember 2014
FORMASS TV : Remaja Kedungmutih Dirikan Home Base
Demak - Remaja desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak yang tinggal di RT 05 RW 01 membuat home base (Posko) di depan pasar baru . Posko itu selain digunakan sebagai tempat bertemunya anggota juga nantinya difungsikan sebagai tempat siskamling.
Slamet (32) pembina remaja mengatakan dengan adanya posko itu diharapkan timbul ide-ide baru untuk kegiatan remaja. Dia melihat sementara ini belum ada kiprah nyata remaja terhadap kemajuan desa. Dengan adanya posko ini diharapkan para remaja bisa berkumpul , bertemu dan berdiskusi.
" Harapan saya remaja yang masih nganggur bisa diberikan pelatihan kerja. Agar mereka mempunyai satu ketrampilan yang bisa digunakan untuk kehidupannya ke depan ", harap Slamet (Muin)
Pak Jokowi Mohon Dan Kompensasi BBM
Mundirah (40) warga RT 8 RW III desa Kedungmutih mengatakan, sebagai janda dengan menghidupi tiga orang anak yatim mestinya ia mendapatkan dana kompensasi itu. Namun karena KTP dan KPS alamatnya berbeda akhirnya haknya sebagai orang miskin hilang. Oleh karena itu ia berharap pemerintah mengganti KPS yang baru dengan alamat sesuai dengan KTP.
“ Bayangkan pak tetangga kanan kiri dengan senang hati mendapatkan bantuan uang , kami yang benar-benar miskin jusru tidak dapat . Tolonglah kami rakyat miskin ini diperhatikan kami ke sini untuk minta keadilan “, tambah Mundirah.
Selain Mundirah masih ada puluhan warga desa Kedungmutih yang bernasib sama dengannya. Mereka mengharapkan penuntasan masalah ketidak sesuaian alamat antara KTP dan KPS. Masalahnya tidak hanya program kompensasi saja , BSM , jamkesmas semua terkendala masalah diatas . (Muin)
Langganan:
Postingan (Atom)