Selasa, 17 November 2020

Sukses Bersama Program Belajar Kejar Paket A ,B, C PKBM " Krida Wiyata " Bendan Pete Jepara

 

 Peserta didik kejar paket yang banyak hanya punya 2 lokal ruang belajar ( foto : Oedy Melankolis )


 Jepara -
 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) keberadaannya mungkin jarang terlintas di benak kita yang berada dikawasan kota dengan segenap gemerlap dan  komplitnya fasilitas di dalamnya.lebih-lebih di dunia pendidikan sekarang banyak bercokol di hampir tiap kecamatan ada sekolah negeri mulai dari SD sampai SMTA/Kejuruan.

Bagi kalangan mampu takkan ada masalah di beaya,bagi yang ekonomi lemah banyak terkendala biaya biasanya yang mengakibatkan atau menjadi faktor putus sekolah.Tentunya itu bukan faktor utama , juga faktor faktor lain juga ada yang menjadi kendala untuk bersekolah hingga lulus dan mengantongi ijazah.

PKBM " Krida Wiyata " yang berada di Desa Bendan Pete RT 07/ RW 02 kecamatan  Nalumsari Jepara ini  telah berdiri sejak tahun  2007 hingga sekarang telah meluluskan ribuan program kejar paket A.B.C.  Siswa yang berdomisili di kecamatan Nalumsari dan sekitarnya banyak yang belajar di sini.rata rata dari mereka putus sekolah di karenakan biaya sekolah yang kala itu sangat tinggi dan mereka banyak dari keluarga kurang mampu kala itu.

                                                     Siswi belajar kejar paket  ( foto : Oedy Melankolis )

Adalah bpk.Margoyoso  yang juga warga Bendan Pete pendiri PKBM " Krida Wiyata " yang  keberadaannya telah terdaftar di Kemenkum HAM sejak tanggal 24 Agustus 2015 No : 5015082433101303.Yang tergerak mula sekali di benak  Margoyoso melihat banyaknya anak usia sekolah yang kala itu tidak bersekolah  ataupun sekolahnya terputus di tengah jalan tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan pertama maupun pendidikan menengah atas/ SMA.

 Peserta didik kejar paket yang banyak hanya punya 2 lokal ruang belajar ( foto : Oedy Melankolis )

 Agar mau kembali mau belajar melalui kejar paket A.B.C.dan mendapatkan ijazah barangkali bisa untuk melamar pekerjaan ataupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dari sebelumnya. Adapun Visi dan Misi dari Yayasan Krida Wiyata ini adalah : Mencerdaskan warga masyarakat sedangkan Misinya : Memotivasi banyak membaca,Mengajak untuk ikut Belajar, Mengajak warga yang belum sekolah ataupun yang droup out sekolah agar mau kembali sekolah di kejar paket Krida Wiyata.

 Di PKBM ini juga menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini / PAUD. Yang di tangani oleh 5 orang pengajar.Di tingkat PAUD ada 2 ruang belajar sedangkan untuk siswa siswi kejar paket A.B.C juga ada 2 ruang kelas di mana ruang kelas tersebut memanfaatkan ruangan rumah Margoyoso untuk di gunakan proses belajar mengajar .

 Untuk tahun ajaran baru 2020-2021 PKBM Krida Wiyata menampung siswa kejar paket A sebanyak 15 siswa.Paket B ada 73 siswa dan kejar paket C ada 200 siswa.jumlah keseluruhan saat ini ada sekitar 288 siswa dengan tenaga tutor 13 orang.

 " Kami kekurangan ruangan untuk belajar para siswa hingga terpaksa kami bagi ada yang masuk pagi dan sebagian masuk kelas sore " kata Margoyoso saat di wawancarai wartawan seputar yayasan yang di pimpinnya."

“ Barangkali ada bantuan dari Pemerintah kabupaten Jepara ataupun Pemerintah provinsi Jawa Tengah  juga Pemerintah Pusat berkenan membantu kami mengupayakan pembangunan penambahan lokal baru untuk menampung para siswa kejar paket A.B.C Demi keberlangaungan proses belajar di Krida Wiyata..."ujarnya setengah berharap.

Melihat animo masyarakat Nalumsari dan sekitarnya yang cukup besar kian memicu semangat  Margoyoso ,pengajar,para tutor belajar kejar paket untuk lebih giat meningkatkan kwalitas dan kwantitas lulusan agar ijazahnya dapat di pergunakan para siswa usai merampungkan pendidikannya di Krida Wiyata.

Belajar memang tidak mengenal batas usia mulai bangkit dan ayunan seorang ibu hingga tuapun kita wajib belajar...bahkan ada pepatah lama tuntutlah ilmu sekalipun ke negeri China tak salah lagi kerna belajar adalah kebutuhan yang paling dasar agar manusia bisa cerdas dan pintar.Bagi peminat yang ingin masuk menjadi siswa siswi belajar di kejar paket silahkan datang langsung ke bpk. MARGOYOSO D/A : RT 07/RW 02 Desa Bendan Pete Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara.(Oedy Melankolis ka.biro Jepara -Kudus.)

Jumat, 13 November 2020

Program KB Terus Digalakkan Babins Aktif Dampingi Warga



Demak- Laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang cenderung meningkat setiap Tahunnya yang disebabkan oleh tingkat kelahiran pada ibu hamil dimana hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman akan program KB pada masyarakat baik jika ditinjau dari segi keuntungan dan manfaatnya.

Demikian disampaikan Babinsa dari Koramil 05/Mijen Kodim 0716/Demak Serda Rosadi saat menghadiri kegiatan KB Kes dalam rangka memperingati hari Kesehatan dan Hari Juang Kartika yang dilaksanakan di Puskesmas Mijen 2 Kecamatan Mijen Kabupaten Demak.  Kamis 13/11/2020.

Babinsa Serda Rosadi menyampaikan bahwa pendampingan dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam mensukseskan program Keluarga Berencana (KB). Yang merujuk dari kerjasama antara TNI AD dan BKKBN, bahwa TNI memiliki kewajiban turut membantu dalam hal membatasi laju pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi.

Dari data yang di dapat sebanyak 17 orang mengikuti prpgram KB, 12 orang diantaranya KM Implan sedangkan yang 5 orang KB IUD. Dalam kegiatan tersebut Danramil 05/Mijen Kapten Arh Jalalul Hadi juga menyampaikan, dengan kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya untuk melaksanakan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana guna mencapai keluarga sejahtera dan pengendalian penduduk.

“Kami para Babinsa yang berada di wilayah siap untuk membantu, mendukung dan mendampingi masyarakat demi kelancaran kegiatan tersebut,” ujar Serda Rosadi.

Disamping itu beliau juga menegaskan, bahwa “saat ini masih dalam situasi Pandemi Covid-19, maka dari itu kegiatan ini kita laksanakan dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan sesuai peraturan dari pemerintah pusat untuk pencegahan penyebaran Covid19,” pungkas Babinsa.

Serda Rosadi selaku Babinsa pendamping menyampaikan “bahwa TNI juga punya kewajiban untuk ikut membantu dalam hal membatasi laju pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi, selaku aparat kewilayahan babinsa di pandang telah mengenal kultur dan kondisi wilayah binaannya dan selalu memiliki kedekatan dengan warga setempat sehingga informasi apapun program dari pemerintah akan lebih cepat sampai ke masarakat salah satunya adalah program KB ini” Terang Rosadi. Pendim 0716/Demak.

Operasi Yustisi Covid-19 Di Demak Terus Di Laksanakan

 


Demak - Kali ini kembali Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan Satpol PP kembali menggelar Operasi Yustisi oleh Satgas gugus tugas kepada Pelanggar Protokol Kesehatan sebagai bentuk pemberlakuan Penerapan Inpres No. 06 Tahun 2020 di wilayah Kabupaten Demak.

Kegiatan operasi yustisi diwilayah Kabupaten Demak sasarannya selalu di acak seperti pada Jumat (13/11/2020) dimulai dari pukul 08.00 hingga pukul 10.00 WIB, bertempat di Alun Alun Simpang Enam Jl. Sultan Fatah, Kauman, Bintoro, Kec. Demak, Kabupaten Demak.

Di tempat terpisah Pasi Ops Kodim 0716/Demak Kapten Arh Jalalul Hadi saat dimintai keterangan mengatakan kalau Operasi ini merupakan bentuk aplikasi di lapangan pemberlakuan Inpres No. 06 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Petugas gabungan memberi himbauan kepada masyarakat yang sedang melintas untuk selalu Memakai Masker, Menjaga jarak dan menghindari kontak fisik, Mengedepankan Pola hidup sehat dengan sering mencuci tangan dengan sabun saat melakukan aktifitas.

Dalam operasi yustisi gabungan TNI, Polri dan Satpol PP selain memberikan himbauan, petugas juga melakukan penindakan kepada warga yang tidak menggunakan masker. “penindakan bagi warga yang tidak menggunakan masker berupa teguran lisan maupun tertulis” Ungkap Pasi Ops Kodim 0716 Demak saat di mintai keterangan. (pendim 0716/Demak)

Bansos JPS Propinsi Tahap IV Desa Bango Didistribusikan



Demak – Sinergitas TNI dan Polri tidak hanya ditunjukan oleh pucuk pimpinan kedua institusi tersebut saja. Melainkan dari unsur paling bawah, yakni Babinsa dan Bhabinkamtibmas, sinergitas TNI dan Polri mereka tunjukkan dalam setiap kegiatan di wilayah.

Seperti Babinsa Desa Bango Koramil 01/Demak Kodim 0716/Demak Peltu Badri dengan Bhabinkamtibmas Polsek Demak kota, yang sedang melaksanakan pendampingan pendistribusian Bansos dari Jaring Pengaman Sosial (JPS) Tahap IV Provinsi Jawa Tengah di Balai Desa Bango, Kecamatan Demak, Jumat (13/11/2020).

Menurut Peltu Badri, kedatangan dirinya bersama Bhabinkamtibmas dalam rangka memonitoring dan pendampingan penyaluran bantuan, sehingga dapat berjalan aman, lancar dan tepat sasaran.

“Inilah bentuk sinergitas TNI dan Polri di wilayah. Dengan semakin eratnya sinergitas, keamanan dan kondusifitas wilayah tentu akan semakin terjamin,” ujarnya.

Dijelaskannya, para penerima manfaat bantuan social JPS Provinsi adalah mereka warga masyarakat yang belum menerima bantuan terkait penanganan corona, baik bantuan dari pusat maupun provinsi. Bantuan yang diberikan kepada ke 56 KPM tersebut berupa 10 kilogram beras, mie goring, kecap dan sarden. 

“Hari ini ada 56 Keluar Penerima Manfaat (KPM) dari Desa Kalikondang, sehingga kita pastikan berjalan aman dan lancar,” sambung Badri.

Dirinya juga meminta kepada warga yang menerima bantuan, agar mematuhi protocol kesehatan yang ada, yakni menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan orang lain dan mencuci tangan sebelum memasuki balai desa.

“Kami berikan imbauan kepada warga KPM untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam menerima bantuan yang merupakan bentuk kepedulian dari pemerintah kepada seluruh masyarakat yang terdampak dari adanya Covid-19. Mudah-mudahan bermanfaat, dan membawa keberkahan bagi semua,” tegasnya

Minggu, 08 November 2020

MURAH MERIAH !!!! RP 100 RIBU DAPAT KAOS LIMA HANYA DISINI


Jepara – Daripada berdiam diri tak ada penghasilan lebih baik kerja apa saja yang penting ada pamasukan.  Itulah yang kini dijalani oleh Andul Jalil Warga Desa Kaliombo kecamatan Pecangaan kabupaten Jepara. Sudah tiga bulan ini ia membuka lapak di sebrangan jalan depan Balai Desa Margoyoso kecamatan Kalinyamatan.

Ia membuka lapak dan berjualan kaos ,sepatu,sandal ,tas dan juga celana pendek dan celana dalam. Setiap pagi mulai jam 9 pagi sampai jam sembilan malam dengan setia ia menunggui dagangannya . Panas hujan ia jalani dengan senang hati yang penting setiap harinya ada pengahasilan dari jualannya.

Ia mengatakan modal yang duputar untuk belanja dagangannya sekitar Rp 5 jutaan hasil pinjaman. Dengan uang tersebut ia kulakan Kaos murah , Sepatu , Tas dan barang dagangan lainnya. Dengan keranjang ditaruh di beolakang jok sepeda motornya ia setiap hari berangkat dari rumahnya Kaliombo menuju ke Margoyoso dengan jarak tempuh sekitar 5 Km.

“ Ya kurang lebih saya berjualan disini tiga bulanan. Alhamdulillah meski dikit dikit setiap hari ada yang beli . Barang yang saya jual ini memang untuk kalangan bawah contohnya kaos atau T shirt ini Rp 100 ribu dapat 5 biji. Kalau sepatu mulai dari harga Rp 65 ribuan sudah dapat bonus kaos kami “, kata Abdul Jalil yang cepat akrab dengan siapa saja.

Sebelum membuka lapak berjualan di Dekat Polsek Kalinyamatan Jalil mengaku pernah menekuni berebagai macam usaha diantaranya karyawan conter HP , berjualan Es buah , Mie ayam dan juga jualan buah keliling. Semua itu ia jalani dengan senang hati dan bersemangat demi meraih masa depan yang lebih baik.

“ Ya daripada nganggur tak ada kerjaan mending keluar rumah cari kesibukan siapa tahu bisa merubah nasib yang lebih baik.  Berjualan disini awalnya ada teman yang membuka usaha jualan helm . Lalu saya di kasih tahu ada tempat yang bisa untuk berjualan disini “, kata Jalil .(Pak Muin)