Tampilkan postingan dengan label Tahunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahunan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Maret 2014

Sayang Pantai Teluk Awur Jepara Banyak Sampah

Add caption

Jepara – Salah satu obyek wisata pantai alternative di Jepara yang ramai dikunjungi warga adalah pantai Teluk Awur . Pantai yang jaraknya tidak jauh dari Pantai Kartini Jepara ini terkenal oleh pasir putih dan deburan ombaknya. Selain itu juga murah biaya karena tidak di tarik retribusi jika masuk ke dalamya.

Oleh karena itu jika hari Minggu dan Jum’at  serta hari libur lainnya. Pantai ini cukup ramai dikunjungi wisatawan. Meskipun kebanyakan wisatawan local . Namun hal ini membuat keramaian tersendiri dan menguntungkan warga sekitar.

Selain berjualan berbagai jenis makanan cepat saji , mainan anak-anak banyak juga jasa persewaan ban dan pelampung. Keramaian ini terlihat nyata jika sore atau pagi hari tiba. Pantai yang panjangnya  lima ratus meter itu penuh dengan pengunjung.

Namun ada yang patut disayangkan dengan obyek wisata ini. Di sepanjang pantai banyak sampah yang bertebaran. Sehingga membuat pemandangan kurang bagus. Sampah ini kelihatan di musim penghujan yang terbawa dari tengah laut.

Oleh karena itulah perlu perhatian segenap pihak utamanya para pecinta lingkungan. Misalnya dengan cara menggelar acara bersih-bersih pantai . Dengan menggerahkan anggotanya komunitas itu bergerak untuk membersihkan sampah dari bibir pantai.

Tentunya hal ini juga perlu dukungan dari instanti terkait. Sehingga acara bersih-bersih pantai ini bisa berjalan dengan aman dan lancar. Berbagai komunitas di Jepara bisa berkumpul di tempat ini . Bersatu padu membersihkan sampah.

Dengan bersihnya Teluk Awur dari sampah akan menambah keindahan dan kenyamanan warga yang bersantai ria di pantai ini. Warga saat ini masih membutuhkan obyek wisata yang murah meriah. Tidak perlu mengeluarkan biaya untuk bayar karcis atau retribusi. Makan dan minumnya juga harganya terjangkau.

“ Ya kami-kami ini ya hanya bisa menikmati wisata di pantai Teluk Awur ini saja . Selain tidak mengeluarkan bea masuk juga tidak usah bawa sangu banyak-banyak”, kata salah satu pengunjung yang mengaku berasal dari Bate Alit. (Muin)




Senin, 16 September 2013

Dokter Suryadi Benahi Pantai Semat Dengan Biaya Sendiri


dr. Suryadi 


Pantai desa Semat Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara dua tahun terkhir ini kondisinya sangat nyaman untuk tempat wisata atau rekreasi murah . Selain tidak mengeluarkan biaya untuk pembelian tiket masuk , kondisi pantainya juga bersih dan pemandangannya tidak kalah dengan pantai lainnya di Jepara.
Selain pasir putihnya yang menghampar disepanjang pantai , juga ada tanaman untuk berteduh bagi para pengunjung yang datang. Di beberapa tempat dibangun pondok-pondok kecil yang bisa digunakan untuk beristirahat sambil melihat pemandangan laut yang indah. Dengan kondisi yang tertata rapi itu kini pantai Semat merupakan obyek wisata pantai alternative di kabupaten Jepara.
“ Dulu kondisi pantai Semat ini hancur karena abrasi , namun setelah pak Dokter Suryadi bertempat tinggal di desa ini maka beliau dengan biaya sendiri membenahi pantai ini agar tidak tergerus abrasi biaya yang dikeluarkannya cukup banyak “, ujar Ikhsan (46) warga Semat pada kabarseputarmuria belum lama ini.
Ikhsan menuturkan, kerusakan pantai di desa Semat dua tahun yang lalu sangat parah saking dahsyatnya gempurann ombak jalan dipinggir pantai hampir tergerus oleh ombak musim penghujan. Namun semenjak kedatangan pak dokter Suryadi garis pantai yang menggerus daratan kini mulai berkurang , bahkan dibeberapa tempat pasir mulai ada sehingga luas pantai makin bertambah.
“ Kalau dihitung biaya yang dikeluarkan pak dokter Suryadi cukup banyak , selain membuat pagar pantai dari batu dan beton juga menanan ratusan bis beton untuk menahan gempuran gelombang laut “, tambah Ikhsan.
Pantai Semat dengan pasir putihnya
Menyelamatkan Pantai
Dokter Suryadi yang ditemui kabarseputarmuria mengemukakan, ia datang dan bertempat tinggal di desa Semat ini dengan niat untuk memperbaiki kondisi pantai yang rusak parah oleh abrasi pantai. Penduduk yang bertempat tinggal dipinggir pantai meninggalkan rumah dan tanahnya untuk berpindah karena takut abrasi . Pak Suryadipun membeli tanah dipinggir pantai itu meski tinggal sebagian dengan koceknya sendiri.
Mulailah ia mereklamasi pantai dengan membuat pagar pantai dengan pasangan batu belah dengan cor besi beton diatasnya. Selain itu dibagian bawah pasangan batu belah itupun ia pasang bis-bis beton dengan diameter 1 meter yang dipasang memanjang sepanjang pagar pantai. Bis-bis beton juga dipasang lagi di depannya dengan jarak 2 meter .
Setelah beberapa bulan bis-bis itu dipasang dan ditenggelamkan didasar tanah maka mulailah bis-bis beton itu terisi dengan pasir. Makin lama pasir itu makin tebal sehingga garis pantai yang dulu dekat dengan jalan mulai menjauh karena pasir terus bertambah. Selain itu gerakan abrasi makin berkurang sehingga pantai yang dahulu tanpa pasir kini kembali lagi penuh pasir dan luas pantai berpasir itupun semakin luas.
“ Pada prinsipnya gelombang dari laut itu membawa banyak pasir oleh karena itu bagaimana cara kita menahan pasir itu jangan kembali ke laut. Nah sayapun mencoba menahannya dengan bis-bis beton ini sehingga pasir putih ini tidak kembali ke laut “, kata dokter suryadi pada kabar seputarmuria sambil menunjukkan beberapa bis beton yang akan ditenggelamkan ke dasar pantai.

Pengunjung bercengkerama dengan keluarga


Meskipun berniat baik untuk mereklamasi pantai dengan kocek sendiri ,pada awalnya langkah dokter Suryadi ini mendapat halangan dari beberapa warga Semat. Namun karena niat yang tulus itupun ia tetap jalankan dengan mengadakan pendekatan dengan masyarakat . Perlahan-lahan masyarakat mulai menyadari akan pentingnya menjaga lingkungan pantai. Apalagi jika dikembangkan dengan baik pantai ini akan mendatangkan penghasilan bagi warga disekitarnya.
Selain membuat pagar beton pantai dengan sistem laki bini (Atas bawah) sepanjang hampir 500 meter , jalan masuk pantai sepanjang 200 meter ,dia juga membangun fasilitas tambahan seperti rumah-rumahan kecil untuk duduk-duduk menikmati pemandangan pantai. Oleh karena itu semenjak ada perhatian dari dia pantai Semat yang dahulunya kumuh dan terkena abrasi ,kini menjadi pantai yang cukup indah untuk disinggahi oleh siapapun.
Jika pagi hari pantai ini mulai didatangi warga sekitarnya untuk sekedar jalan-jalan di sepanjang pantai . Duduk –duduk menikmati pemandangan pantai serta banyak juga yang terjun ke laut untuk mandi menikmati segarnya air laut. Untuk yang mempunyai hoby memancing pengunjung bisa memancing dipinggiran pantai , selain itu ada juga yang menangkap ikan dengan branjang anco di pinggir laut.
“ Ya selama dua tahun ini saya curahkan segenap tenaga dan dana untuk membenahi pantai ini , ini semua murni hoby saya yang cinta akan laut dan pantai . Nah pada akhir-akhir ini mulailah ada dana PNPM yang dialokasikan untuk membenahi pantai Semat ini namun jumlahnya tidak begitu banyak “, kata Pak Suryadi .( Muin )

Pantai Tanggul Tlare Bisa Diselamatkan Dengan Metodhe Laki Bini


Pantai desa Tanggul Tlare rusak karena Abrasi
Keberhasilan dr. Suryadi dalam mereklamasi pantai desa Semat patut diacungi jempol. Meski belum banyak publikasi dan dijalankan seorang diri namun hal itu bukan jadi halangan yang berarti. Oleh karena itu setiap waktu ia akan terus membenahi pantai yang rawan abrasi itu. Tidak itu saja iapun berani membeli lahan rawan abrasi disepanjang pantai desa Semat demi untuk menyelamatkan pantai.
Lalu dari mana dana sebanyak itu ? karena tidak hanya lahan yang ia beli , namun iapun membangun pagar pantai dengan sistem laki bini agar tahan terhadap gempuran ombak. Disebut laki bini karena dua konstruksi itu saling terkait. Untuk lakinya adalah pagar pantai yang terbuat dari pasangan batu belah , sedangkan bininya adalah bis-bis beton yang dipasang dibawah pagar .Sehingga jika ada gempuran ombak dari laut tertahan olah pagar dan selajutnya diredam oleh bis-bis beton.
“ Ini bisa dilakukan untuk mengatasi abrasi di pantai Tanggul Tlare sebelah sana, kalau hanya batu dan bambu tidak ada kekuatan apa-apa sekali gempuran saja akan kocar-kacir. Memang untuk membuat pagar beton ini perlu biaya banyak , selain itu bis-bis beton juga perlu biaya lagi”, kata dr. Suryadi pada kabarseputarmuria,
Dikatakan , untuk mengirit pengeluaran pembuatan pagar pantai ini pasir bisa diambilkan pasir putih yang sudah ada . Selanjutnya untuk air harus tawar betul agar adukannnya bisa kuat , sedangkan batu belah dan semen memang harus dibeli. Meski membutuhkan biaya banyak namun namun kekuatannya bisa dijamin , lain dengan hanya bamboo dan batu saja awalnya baik tetapi kena gempuran ombak satu kali saja sudah roboh.
“ Nah untuk membenahi pantai Tanggul Tlare itu saya siap urun pikiran dan siap membagikan pengalaman dalam menangani pembenahan pantai itu. Sebenarnya jika benar-benar dikerjakan biaya bisa dihemat semaksimal mungkin. “, kata dr. Suryadi.
pak dr. Suryadi di pinggir pantai Semat yang telah ia benahi

Ketika ditanya biaya yang dikeluarkan untuk membenahi dan membangun infrastruktur di kawasan pantai desa Semat itu. Dokter bedah yang sudah purna tugas dari RSU Kartini itu mengatakan tidak menghitung secara detail , karena pengeluarannya secara bertahap . Namun untuk ukuran pribadi jumlah tersebut tergolong besar , apalagi tidak ada unsure bisnis di dalamnya .
“ Ya itu semua kami lakukan murni hoby dan juga ingin menyelamatkan lingkungan pantai . Selain itu kami juga ingin berbaur dengan masyarakat pantai . Untuk itu saya buatkan bangunan khusus untuk pertemuan nelayan di desa Semat ini letaknyapun dipinggir pantai “, tambahnya.
Pak dr. Suryadi yakin jika mau menanganinya dengan sungguh-sungguh pantai yang hilang karena abrasi lama-kelamaan akan kembali lagi . Karena ombak dari laut itu membawa material pasir , oleh karena itu jika kita bisa menahan material pasir itu tidak kembali ke laut m aka akan terbentuk lahan pantai kembali .(Muin)