Tampilkan postingan dengan label Jepara. Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jepara. Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Maret 2014

Jepara akan Menggelar Olimpiade Dolanan Anak

APA ITU ODOLAN (OlimpiadeDolananAnak)
Saat melihat anak-anak kecil, rasanya kita jadi ingin kembali menjadi anak-anak lagi. Karena mereka bebas merdeka melakukan apa saja yang mereka kehendaki. Meskipun begitu, yang mereka lakukan sebetulnya adalah proses belajar. Dan oleh karena itu, masa kanak-kanak menjadi masa penting pertumbuhan dan penanaman nilai-nilai moral.
Kami melihat banyak anak-anak di desa di bukit gunung Muria, yaitu desa Tempur kabupaten Jepara menghabiskan waktunya bermain playstation, gadget, game online, dan semacamnya, yang kurang mengajarkan interaksi dan kerjasama. Ditambah lagi dengan kondisi sekolah hari ini yang banyak menyita waktu sehingga semakin membatasi waktu anak untuk bermain dan bersosialisasi. Melalui ODOLAN, harapannya anak-anak akan diajarkan nilai-nilai Kebijaksanaan, Kemandirian, Kedisiplinan, Kebersamaan, dan Ketangkasan melalui cara yang menyenangkan, yaitu bermain.
OLIMPIDE DOLANAN ANAK (ODOLAN) adalah media bagi anak-anak usia 4-12 tahun untuk kembali menikmati masa bermain dan belajar bersama-sama. Pada Olimpiade ini akan dipertandingkan permainan tradisional:
  1. Egrang
  2. Dakon
  3. Bekelan
  4. Setinan/kelereng
  5. Dam- daman
  6. Banggalan
  7. Betengan 
  8. Gobak sodor
  9. Engklak
  10. Singkongan
  11. Patil lele
  12. Mainan Bakiak
  13. Mbalelang
  14. Jinobe
  15. Ayam-ayaman
  16. Jamuran
  17. Cublak-cublak suweng
  18. Rambatan
  19. Gulat cah angon
Rangkaian acara ODOLAN 

Dimulai dengan pembentukan 5 tim Ranger (red: Relawan) di Rumah Belajar Ilalang. Di mana masing-masing tim akan beranggotakan 2 orang. Proses pembentukan ini berlangsung selama 2 minggu.
Kemudian kami akan mengundang komunitas Taman Baca di Jepara pada tanggal 26 April 2013 dalam workshop dolanan tradisional untuk mensosialisasikan Olimpiade Dolanan sebagai upaya melestarikan dolanan anak tradisional. Workshop ini akan diadakan dalam bentuk seresehan dan dialog. Tujuan workshop adalah bersama-sama melaksanakan agenda pelestarian dolanan anak-anak.
Pada tanggal 27 April 2013, di Desa Kecapi RT 14 RW 02 kecamatan Tahunan kabupaten Jepara akan dilaksanakan Olimpiade Dolanan Anak, yang akan melibatkan lebih dari 200 anak sebagai peserta lomba dan melibatkan berbagai komunitas di Jepara sebagai peserta pameran komunitas selama acara berlangsung.
Tentang Rumah Belajar Ilalang
Rumah Belajar Ilalang (RBI) adalah rumah baca yang berdiri sejak 2011 di sebuah desa di Jepara, yaitu Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan. Perhatian utama kami adalah mengembalikan keceriaan dan mengajarkan nilai-nilai moral kepada anak-anak dengan cara-cara yang menyenangkan sehingga tercipta manusia-manusia berkualitas di masa depan.
Pada tahun ini, RBI bercita-cita ingin keliling Jepara untuk membantu adik-adik di setiap desa se-Jepara untuk kembali mengenal dan mencintai permainan tradisonal. Hal ini dirasa akan cukup efektif untuk membangun fondasi di masing-masing desa dalam rangka menjaga dan melestarikan kearifan lokal di dunia anak-anak melalui media permainan.
Kami mengadakan ODOLAN pertama pada tahun 2011 yang melibatkan pemuda desa Kepok kecamatan Bangsri kabupaten Jepara. Hasilnya adalah para anak-anak di desa mulai suka bermain dolanan tradisional dan hal ini membuat kami tergerak untuk melanjutkan kegiatan ini.
Kenapa perlu membantu ODOLAN?
Karena ODOLAN akan menjadi ajang bagi anak-anak untuk menikmati permainan yang saat ini sulit mereka temukan dalam keseharian mereka, beberapa permainan tersebut adalah Dakonan, Banggalan, Dam-daman, Gobaksodor, Enggrang dan banyak lagi. Rumah Belajar Ilalang juga akan melakukan sarasehan bagi pendamping adik-adik yang ikut olimpiade tentang pentingnya permainan tradisional karena di dalamnya terkandung nilai-nilai moral yang penting untuk pertumbuhan emosional dan psikologis anak-anak.
GOBAK SODOR
DAKONAN
STAND BACA

Penggunaan Dana

Untuk membiayai kebutuhan olimpiade dolanan:
  • Biaya Publikasi
  • Biaya Sarpras ODOLAN
  • Biaya konsumsi workshop
  • Pemberian hadiah
  • Pendampiangan/pengalian dolanan tradisional 20 Desa

Anggota Tim

  1. Rusdian Yazid
  2. M.Saifudin
  3. M.Hasan
  4. Soep Bin Hambal
  5. Nabsir Susilo

Rencana Pelaksanaan proyek

Sabtu, 26 April 2014 : Pelaksanaan sarasehan pendamping (dolanan tradisonal sebagai media belajar anak )
Minggu, 27 April 2014 : Pelaksanaan ODOLAN
Sumber : Wujudkandotcom

Jumat, 12 Juli 2013

Cuaca Tak Menentu Dana PUGAR Terancam Tak Cair


JEPARA
Kondisi cuaca yang tidak menentu, menyebabkan petani garam di Kabupaten Jepara tidak bisa melakukan produksi. Ini juga berpengaruh terhadap pencairan dana Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) 2013.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kelautan dan Pulau-Pulau Kecil pada Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Jepara Ahmad Sofuan mengungkapkan, untuk dana Pugar 2013 di Kabupaten Jepara, sebenarnya sudah siap untuk dicairkan.
”Namun karena kondisi cuaca yang masih berubah-ubah, pencairan bantuan untuk petani garam tersebut, masih menunggu tren cuaca benar-benar membaik. Artinya, kondisi memang sudah benar benar kering (panas, Red) dan tidak diguyur hujan,” terangnya kepada Koran Muria, Senin (8/7).
Sofuan mengatakan, dari data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah, musim kemarau benar -benar terjadi nanti pada minggu kedua pertengahan Oktober.
Namun, jika pada bulan Juli, Agustus, ataupun September sudah menunjukkan tren kemarau, maka bantuan tersebut sudah dapat dicairkan. ”Meskipun sudah memasuki musim kemarau, namun curah hujan masih saja terjadi. Untuk itu kami masih menunggu kondisi cuaca benar-benar panas dan pas untuk bertani garam,” ujarnya.
Hingga saat ini, untuk pendamping petani garam diminta untuk mendata tren curah hujan yang terjadi. Jika ada kesempatan untuk melakukan produksi, maka bisa langsung dilakukan produksi garam.
Untuk dana Pugar yang disediakan pemerintah yaitu Rp 1,4 miliar. Untuk jenis bantuan langsung masyarakat (BLM) senilai Rp 1 miliar, sedangkan sasanya untuk kegiatan non-BLM.
Bantuan tersebut digunakan untuk perkuatan infrastruktur seperti pembuatan gudang, penyediaan terpal, dan berbagai macam alat pengolahan lainnya. Dana tersebut dibagikan sekitar 54 kelompok petani garam yang tersebar di Kabupaten Jepara.
”Untuk kelompok baru maksimal mendapatkan Rp 40 juta. Sedangkan kelompok lama maksimal Rp 12,5 juta. Sedangkan masing masing kelomok terdiri dari 7 sampai dengan 10 orang,” ujarnya.
MERIE
Sumber : MURIA NEWS