Tampilkan postingan dengan label Rumah Sakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah Sakit. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 September 2014

Kisah Penunggu Pasien Di Rumah Sakit, Tidur Malam Di Terminal Mayat



Inilah terminal mayat itu

Semarang – Rumah sakit saat ini tidak menyeramkan lagi bagi penunggu pasien . Selain fasilitas yang cukup memadai juga ruangan perawatan tidak kumuh. Namun demikian masih ada juga hal-hal yang membuat mereka takut. Setiap hari disetiap blok ruangan dapat dipastikan ada orang yang meninggal karena tidak tertolong oleh upaya medis.

“ Ya yang namanya rumah sakit ya setiap hari kalau tidak pulang karena sehat ya pulang karena mati. Di blok ruangan  Rajawali dalam satu minggu menunggu disini saya sudah melihat pasien meninggal lebih dari lima orang “, cerita Faizah penunggu pasien yang mengaku berasal dari Demak pada FORMASS belum lama ini.

Faizah mengatakan , pasien yang dibawa ke RSUP Kariadi ini kebanyakan rujukan dari Rumah sakit di seluruh Jawa Tengah. Ada pasien yang datang dari Jepara, Sragen, Boyolali, Rembang , Tegal dan masih banyak lagi yang lainnya. Bahkan beberapa pasien ada yang datang dari luar Jawa seperti Kalimantan , dan juga Sumatera.

“ Kebanyakan yang dibawa disini rata-rata kondisinya sudah parah . Penyakit yang mereka derita juga aneh-aneh sehingga rumah sakit daerah tidak dapat menanganinya. Sehingga jika setiap hari ada yang meninggal itu hal yang wajar “, tambah Faizah.

Melihat itu Faizah mengaku tidak takut meski kadang-kadang kalau malam datang nyalinya juga ciut . Apalagi ketika dalam satu ruangan yang ia tunggui ada pasien yang meninggal . Sebelum meninggal setiap hari dan malam selalu berteriak kesakitan.

Sementara itu satpam jaga di ruangan Rajawali lantai 6 Khoirul juga punya cerita seram dan lucu tentang penunggu pasien di rumah RSUP Kariadi Semarang. Ada aturan untuk penunggu pasien bahwa yang menjaga dalam ruangan hanya satu orang saja. Sehingga penunggu lainnya harus menunggu atau tidur di luar.

Di luar ruangan rawat memang banyak celah atau ruangan yang bisa dibuat tidur atau istirahat. Sehingga beberapa penunggu memanfaatkan ruangan itu untuk tidur kelika malam hari. Ada satu penunggu yang tidur diruangan luar itu pada malam hari ada suara-suara aneh dan terdengar pintu seperti dipukul-pukul. Namun hal itu tidak dihiraukan karena ia menganggap angin yang bertiup yang menimbulkan suara aneh dan juga deritan pintu .



Pagi harinya penunggu itu seperti biasanya ngobrol dengan satpam jaga untuk menghilangkan kebosanannya. Di sela-sela obrolan itu dari ruangan rawat inap keluar ranjang keranda mayat dan menuju ke ruangan luar yang ia buat tidur semalam. Melihat itu iapun kaget bukan kepalang, ternyata kamar yang ia pakai tidur semalam adalah terminal mayat sebelum di turunkan ke kamar jenazah.

“ Nah melihat itu orang itu langsung keluar sumpah serapahnya , sepertinya marah-marah dan menyesal tidur dalam ruangan itu semalam. Dia bilang kalau suara-suara aneh itu penyebabnya ya dari mayat-mayat yang setiap hari diinapkan diruangan itu “, cerita Khoirul pada FORMASS.

Menurut Khoirul yang bertugas hampir satu tahun, setiap hari ia memperoleh banyak cerita dari penunggu pasien yang aneh dan menyeramkan. Namun baginya hal itu tidak menyurutkan nyalinya untuk tetap bekerja sebagai penjaga ruangan di RSUP Kariadi Semarang. Yang terpenting adalah percaya diri dan selalu ingat pada Allah yang maha kuasa.(Muin)

Kisah Penunggu Pasien Di Rumah Sakit, Tidur Malam Di Terminal Mayat



Inilah terminal mayat itu

Semarang – Rumah sakit saat ini tidak menyeramkan lagi bagi penunggu pasien . Selain fasilitas yang cukup memadai juga ruangan perawatan tidak kumuh. Namun demikian masih ada juga hal-hal yang membuat mereka takut. Setiap hari disetiap blok ruangan dapat dipastikan ada orang yang meninggal karena tidak tertolong oleh upaya medis.

“ Ya yang namanya rumah sakit ya setiap hari kalau tidak pulang karena sehat ya pulang karena mati. Di blok ruangan  Rajawali dalam satu minggu menunggu disini saya sudah melihat pasien meninggal lebih dari lima orang “, cerita Faizah penunggu pasien yang mengaku berasal dari Demak pada FORMASS belum lama ini.

Faizah mengatakan , pasien yang dibawa ke RSUP Kariadi ini kebanyakan rujukan dari Rumah sakit di seluruh Jawa Tengah. Ada pasien yang datang dari Jepara, Sragen, Boyolali, Rembang , Tegal dan masih banyak lagi yang lainnya. Bahkan beberapa pasien ada yang datang dari luar Jawa seperti Kalimantan , dan juga Sumatera.

“ Kebanyakan yang dibawa disini rata-rata kondisinya sudah parah . Penyakit yang mereka derita juga aneh-aneh sehingga rumah sakit daerah tidak dapat menanganinya. Sehingga jika setiap hari ada yang meninggal itu hal yang wajar “, tambah Faizah.

Melihat itu Faizah mengaku tidak takut meski kadang-kadang kalau malam datang nyalinya juga ciut . Apalagi ketika dalam satu ruangan yang ia tunggui ada pasien yang meninggal . Sebelum meninggal setiap hari dan malam selalu berteriak kesakitan.

Sementara itu satpam jaga di ruangan Rajawali lantai 6 Khoirul juga punya cerita seram dan lucu tentang penunggu pasien di rumah RSUP Kariadi Semarang. Ada aturan untuk penunggu pasien bahwa yang menjaga dalam ruangan hanya satu orang saja. Sehingga penunggu lainnya harus menunggu atau tidur di luar.

Di luar ruangan rawat memang banyak celah atau ruangan yang bisa dibuat tidur atau istirahat. Sehingga beberapa penunggu memanfaatkan ruangan itu untuk tidur kelika malam hari. Ada satu penunggu yang tidur diruangan luar itu pada malam hari ada suara-suara aneh dan terdengar pintu seperti dipukul-pukul. Namun hal itu tidak dihiraukan karena ia menganggap angin yang bertiup yang menimbulkan suara aneh dan juga deritan pintu .



Pagi harinya penunggu itu seperti biasanya ngobrol dengan satpam jaga untuk menghilangkan kebosanannya. Di sela-sela obrolan itu dari ruangan rawat inap keluar ranjang keranda mayat dan menuju ke ruangan luar yang ia buat tidur semalam. Melihat itu iapun kaget bukan kepalang, ternyata kamar yang ia pakai tidur semalam adalah terminal mayat sebelum di turunkan ke kamar jenazah.

“ Nah melihat itu orang itu langsung keluar sumpah serapahnya , sepertinya marah-marah dan menyesal tidur dalam ruangan itu semalam. Dia bilang kalau suara-suara aneh itu penyebabnya ya dari mayat-mayat yang setiap hari diinapkan diruangan itu “, cerita Khoirul pada FORMASS.

Menurut Khoirul yang bertugas hampir satu tahun, setiap hari ia memperoleh banyak cerita dari penunggu pasien yang aneh dan menyeramkan. Namun baginya hal itu tidak menyurutkan nyalinya untuk tetap bekerja sebagai penjaga ruangan di RSUP Kariadi Semarang. Yang terpenting adalah percaya diri dan selalu ingat pada Allah yang maha kuasa.(Muin)

Minggu, 24 Agustus 2014

Rawat Inap Di RSUP Kariadi Turun Kelas


Semarang - Rumah Sakit Umum Pusat Kariadi Semarang saat merupakan rumah sakit rujukan Jawa Tengah atau mungkin lebih luas lagi. Selain pasien dari daerah-daerah di Jawa Tengah ada beberapa pasien yang mengaku datang dari luar pulau Jawa seperti Kalimantan dan Sumatera. Oleh karena itu suasana IGD  cukup padat dan penempatan pasien ke ruang perawatan butuh waktu yang cukup panjang.

“ Saya sudah nunggu di IGD ini hampir tiga hari ini , namun sampai saat ini ayah saya belum mendapatkan kamar perawatan . Ya masih harus sabar disini “, ujar salah seorang penunggu yang mengaku berasal dari Pangkalan Bun Kalimantan.

Selain lamanya masuk ke ruang perawatan ada hal yang dikeluhkan oleh beberapa pasien rujukan dari rumah sakit daerah. Banyak dari mereka turun kelas pada kamar perawatan. Hak mereka sebenarnya Kelas 1 sesuai dengan pembayaran premi bulanan . Namun karena alasan ruang kelas 1 yang penuh akhirnya mereka turun kelas 2 bahkan banyak pula yang masuk kelas 3.

“ Habis bagimana mas ayah saya mestinya di rawat di kelas 1 sesuai dengan kartu Askes yang di bawa. Namun informasi yang didapatkan dari perawat di IGD yang kosong hanya ruang kelas 3 ya terpaksa saja saya tandatangani persetujuan itu “, kata salah seorang penunggu pasien yang mengaku berasal dari Demak.



Penunggu pasien lain yang mengaku berasal dari Purwodadi mengatakan, bapaknya adalah pemegang kartu BPJS dengan layanan Kelas 1. Namun ketika masuk di IGD dan melakukan pendaftaran ruang perawatan di kelas 1 penuh. Oleh perawat di IGD ditawarkan kamar perawatan yang kosong hanya kelas 3.

“ Ya gimana lagi daripada nunggu terlalu lama di IGD , kelas 3 tetap kita ambil daripada dipakai orang lain. Soalnya pasien di IGD yang nunggu kamar perawatan juga terus bertambah “, tambahnya.

Memang turun kelas perawatan di RSUP Kariadi Semarang bukan info baru lagi. Hampir setiap hari terjadi kejadian serupa namun kebanyakan memilih untuk turun kelas . Harapannya setelah mendapatkan kamar si pasien bisa langsung mendapatkan tindakan atau perawatan dari dokter atau tenaga medis.

Namun demikian sebuah sumber mengatakan agar informasi yang didapatkan valid. Maka sebelum menandatangani perjanjian penempatan kamar perawatan keluarga pasien mengecek ke lapangan . Apakah kamar yang diinginkan benar-benar telah penuh dengan pasien rawat inap. Jika benar telah penuh barulah menyetujui penurunan kelas perawatan.


“ Jangan-jangan di kelas itu masih ada kamar kosong , namun sudah diboking orang-orang atau lewat jalur lain sehingga kesannya penuh terus “, tambah sumber yang tidak mau disebut namanya.***