Senin, 18 November 2013

TAUFIK ISMAIL MENANGIS BACA KARYA GIZA


-Sabet Juara I Nasional Lomba Menulis Cerita Anak SD

TAUFIK ISMAIL MENANGIS BACA KARYA GIZA
-Sabet Juara I Nasional  Lomba Menulis Cerita Anak SD

Puisi berjudul ‘Seuntai Puisi untuk Adikku’ karya Giza, siswi kelas VI SDN Bintoro ini berhasil menyabet juara I Nasional lomba menulis cerita anak SD.  Terinspirasi oleh adiknya Faza yang mengalami lamban tubuh, membuat sastrawan ternama Taufiq Ismail menangis ketika membaca karya Giza

DEMAK- Tak ada bekal pengalaman bukan berarti Giza Arifkha Putri merasa minder pada saat mengikuti Lomba Menulis Cerita Anak SD tingkat Nasional di Bogor, 11-15 November. Siswi kelas VI SDN Bintoro ini ternyata berhasil menyabet juara I dan mengalahkan 871 naskah dari peserta se-Indonesia.
 
Gadis kelahiran Demak, 10 Agustus 2002 ini tak menyangka jika karyanya bertema Kasih Sayang mampu meluluhkan para juri yang terdiri atas sastrawan dan akademisi, sehingga masuk 15 besar. Para juri tersebut diantaranya Taufiq Ismail dan Sori Siregar.
 
Dihadapan para sastrawan ternama ini, dara yang akrab disapa Giza itu diuji baik bakat maupun orisinalitas karyanya. Bisa dibilang tahapan lomba yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini begitu panjang dan pelik untuk tataran siswa SD.
 
Pada mulanya, sulung dari dua bersaudara pasangan Arif Supriyanto (33) dan Maya Sofa Arifiyanti (33) ini mengirimkan puisi berjudul ‘Seuntai Puisi Untuk Adikku’. Puisi ini terinspirasi oleh adik Giza, Faza Yuzafit Arifkha Putra (7) yang mengalami lamban tumbuh lantaran terlahir prematur.
 
“Adik bagi saya adalah sumber inspirasi. Puisi ini menyiratkan betapa penting arti kehadirannya, meski ia hanya bisa berbaring,” kata dara yang gemar membaca novel bertema inspiratif koleksi ibunya.
 
Meski begitu, Giza mampu merasakan energi doa yang dipancarkan meski adiknya tumbuh berbeda dengan anak-anak sebayanya. Semangat itulah yang membuat Giza optimis ketika menjalani sesi tanya jawab langsung di hadapan lima juri.
 
Ia pun tak merasa kesulitan ketika diminta mengembangkan karya puisi menjadi sebuah prosa. Dalam tempo dua jam, puisi pun sudah berubah menjadi prosa yang menyentuh hati.
 
“Pengakuan juri kalau karya prosanya Giza termasuk unik karena penggabungan antara puisi dan prosa. Kosakata ataupun gaya bahasanya begitu puitis sehingga mampu membuat Taufiq Ismail menangis ketika membaca karya Giza,” kata Masrokhah Mashudi Spd, salah seorang guru pendamping.
 
Atas prestasi itu Giza membawa pulang piala dan hadiah uang total senilai Rp 7 juta. Kepala SDN 5 Bintoro, Himawan MPd mengaku bangga atas prestasi Giza lantaran baru kali pertama siswanya menyabet gelar juara pada kompetisi tersebut.
 
Sebagaimana prestasi yang ditorehkan siswa lainnya, foto Giza pun terpampang besar di deretan siswa-siswa berprestasi. Menurut guru berprestasi tingkat nasional pada 2007 itu, foto siswa berprestasi yang dicetak di lembaran banner MMT ini bertujuan untuk memotivasi siswa-siswa lainnya.
 
Masrokhah menambahkan, bakat Giza sudah terlihat sejak duduk di bangku kelas V. Bakat tersebut menurun dari ibunya yang bekerja sebagai guru Bahasa Indonesia di MTsN Karangtengah.
 
“Karena anak ini (Giza-red) gemar membaca novel, beberapa buku saya tawarkan untuk dibaca,” tukasnya. (SMNetwork/Hartatik/hst)
_____
Informasi lebih lengkap seputar Demak Kota Wali, silahkan kunjungi Blog WARGA DEMAK: http://wargademak.blogspot.com/
_____
Giza Arifkha Putri didaampingi Kepala SDN 5 Bintoro, Himawan MPd dan guru kelas Masrokhah Mashudi Spd membawa piala Juara I Lomba Menulis Cerita Anak SD tingkat Nasional yang diikutinya di Bogor, 11-15 November lalu. (SM/Hartatik)

Giza Arifkha Putri didaampingi Kepala SDN 5 Bintoro, Himawan MPd dan guru kelas Masrokhah Mashudi Spd membawa piala Juara I Lomba Menulis Cerita Anak SD tingkat Nasional yang diikutinya di Bogor, 11-15 November lalu. (SM/Hartatik)
Puisi berjudul ‘Seuntai Puisi untuk Adikku’ karya Giza, siswi kelas VI SDN Bintoro ini berhasil menyabet juara I Nasional lomba menulis cerita anak SD. Terinspirasi oleh adiknya Faza yang mengalami lamban tubuh, membuat sastrawan ternama Taufiq Ismail menangis ketika membaca karya Giza

DEMAK- Tak ada bekal pengalaman bukan berarti Giza Arifkha Putri merasa minder pada saat mengikuti Lomba Menulis Cerita Anak SD tingkat Nasional di Bogor, 11-15 November. Siswi kelas VI SDN Bintoro ini ternyata berhasil menyabet juara I dan mengalahkan 871 naskah dari peserta se-Indonesia.

Gadis kelahiran Demak, 10 Agustus 2002 ini tak menyangka jika karyanya bertema Kasih Sayang mampu meluluhkan para juri yang terdiri atas sastrawan dan akademisi, sehingga masuk 15 besar. Para juri tersebut diantaranya Taufiq Ismail dan Sori Siregar.

Dihadapan para sastrawan ternama ini, dara yang akrab disapa Giza itu diuji baik bakat maupun orisinalitas karyanya. Bisa dibilang tahapan lomba yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini begitu panjang dan pelik untuk tataran siswa SD.

Pada mulanya, sulung dari dua bersaudara pasangan Arif Supriyanto (33) dan Maya Sofa Arifiyanti (33) ini mengirimkan puisi berjudul ‘Seuntai Puisi Untuk Adikku’. Puisi ini terinspirasi oleh adik Giza, Faza Yuzafit Arifkha Putra (7) yang mengalami lamban tumbuh lantaran terlahir prematur.

“Adik bagi saya adalah sumber inspirasi. Puisi ini menyiratkan betapa penting arti kehadirannya, meski ia hanya bisa berbaring,” kata dara yang gemar membaca novel bertema inspiratif koleksi ibunya.

Meski begitu, Giza mampu merasakan energi doa yang dipancarkan meski adiknya tumbuh berbeda dengan anak-anak sebayanya. Semangat itulah yang membuat Giza optimis ketika menjalani sesi tanya jawab langsung di hadapan lima juri.

Ia pun tak merasa kesulitan ketika diminta mengembangkan karya puisi menjadi sebuah prosa. Dalam tempo dua jam, puisi pun sudah berubah menjadi prosa yang menyentuh hati.

“Pengakuan juri kalau karya prosanya Giza termasuk unik karena penggabungan antara puisi dan prosa. Kosakata ataupun gaya bahasanya begitu puitis sehingga mampu membuat Taufiq Ismail menangis ketika membaca karya Giza,” kata Masrokhah Mashudi Spd, salah seorang guru pendamping.

Atas prestasi itu Giza membawa pulang piala dan hadiah uang total senilai Rp 7 juta. Kepala SDN 5 Bintoro, Himawan MPd mengaku bangga atas prestasi Giza lantaran baru kali pertama siswanya menyabet gelar juara pada kompetisi tersebut.

Sebagaimana prestasi yang ditorehkan siswa lainnya, foto Giza pun terpampang besar di deretan siswa-siswa berprestasi. Menurut guru berprestasi tingkat nasional pada 2007 itu, foto siswa berprestasi yang dicetak di lembaran banner MMT ini bertujuan untuk memotivasi siswa-siswa lainnya.

Masrokhah menambahkan, bakat Giza sudah terlihat sejak duduk di bangku kelas V. Bakat tersebut menurun dari ibunya yang bekerja sebagai guru Bahasa Indonesia di MTsN Karangtengah.

“Karena anak ini (Giza-red) gemar membaca novel, beberapa buku saya tawarkan untuk dibaca,” tukasnya. (SMNetwork/Hartatik/hst)
_____
Informasi lebih lengkap seputar Demak Kota Wali, silahkan kunjungi Blog WARGA DEMAK: http://wargademak.blogspot.com/
_____
Giza Arifkha Putri didaampingi Kepala SDN 5 Bintoro, Himawan MPd dan guru kelas Masrokhah Mashudi Spd membawa piala Juara I Lomba Menulis Cerita Anak SD tingkat Nasional yang diikutinya di Bogor, 11-15 November lalu. (SM/Hartatik)
 Sumber : 
http://wargademak.blogspot.com/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar